Accu, Penyimpan dan Pemasok Arus Listrik

Ilustrasi accuAccu adalah salah satu komponen yang dimanfaatkan untuk memudahkan pengoperasian kendaraan bermotor atau otomotif. Keberadaannya merupakan salah satu langkah untuk memberikan kenyamanan penggunaan kendaraan.

Seperti kita ketahui, untuk menyalakan motor pada mulanya, kita harus melakukan gerakan awal sedemikian rupa sehingga di dalam mesin motor terjadi pembakaran. Motor adalah mesin tenaga yang dapat menghasilkan tenaga dengan melakukan pembakaran didalam unitnya.

Dan, pembakaran ini dilakukan dengan memberikan percikan api kepada campuran bahan bakar dan oksigen di dalam ruang pembakaran. Dan, percikan api tersebut didapatkan dari aliran listrik.

Aliran listrik yang kita butuhkan tersebut dapat kita peroleh dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan kumparan magnet dan accu. Dengan kumparan magnet berarti ini harus memberikan gerakan tertentu sehingga kumparan magnet dapat menghasilkan arus listrik.

Arus listrik inilah yang kita gunakan untuk mempercikkan api di elektroda busi dan membakar campuran bahan bakar dan oksigen. Dan, cara yang kedua adalah dengan menggunakan accu sebagai sumber tenaga listrik untuk menciptakan percikan api di busi pembakar.

Dengan aliran muatan listrik dimilikinya, accu dapat memercikan api setelah arus tersebut diperbesar tegangannya dengan alat bobbin atau lebih dikenal dengan nama ignition coil atau koil. Di alat ini tegangan listrik accu yang kecil dapat ditingkatkan.

Dan, suku cadang ini sangat cocok dipergunakan di kendaraan atau otomotif sebab sifatnya yang fleksibel dan removeable. Pada sisi lainnya, dengan memadukan suku cadang lainnya, maka selain dapat dipergunakan arus listrik yang ada di dalam accu ternyata dapat diisi ulang jika telah ‘habis’ arus listriknya.

Dengan kemampuan tersebut, maka kita dapat mempergunakan accu secara berkesinambungan untuk waktu yang lama jika perawatannya bagus.

Pada saat kita pergunakan,maka pada saat itu terjadi pengaliran muatan listrik sebab terjadi sebuah rangkaian tertutup. Rangkaian ini secara tidak langsung menghubungkan bagian positif accu dengan bagian negatifnya. Akibat terhubung antara positif dan negative, maka aliran muatan terjadi. Di dalam sistem, muatan negatif mengalir menuju positif.

Hal ini terjadi karena adanya perbedaan muatan dari dua kutub accu. Kutub positif terbuat dari timah oksida (PbO2), sedangkan kutub negative terbuat dari timah hitam, timbal (Pb). Perbedaan inilah yang menyebabkan terjadinya pengaliran muatan.

Dan, pengaliran tersebut melalui medium fluida yaitu asam sulfat (H2SO4) yang bersifat elektrolit, yaitu cairan yang dapat dialiri listrik. Dengan rangkaian inilah, maka jika kedua kutub dihubungkan, maka terjadi perpindahan muatan elektron dari negative (Pb) ke positif (PbO2).

Accu pembangkit dan penyimpan arus listrik

Kebutuhan listrik yang temporer menyebabkan kita harus berpikir dan melakukan langkah inovasi sehingga pada saat dibutuhkan listrik tersedia dan pada saat tidak dibutuhkan, listrik tersimpan dengan aman. Dan, selanjutnya kita mempergunakan alat yang kita sebut dengan accu.

Accu ini berasal dari kata accumulator yaitu alat untuk mengakumulasi sesuatu, dalam hal ini muatan listrik dengan melakukan penyimpanan saat kekurangan dan pengaliran pada saat tersedia, dipergunakan.

Proses penyimpanan (charging) dan pengaliran (discharging) pada dasarnya merupakan proses kerja accu yang paling istimewa. Dengan kemampuan untuk direcharging inilah, maka sebuah kendaraan, otomotif tidak perlu repot bongkar pasang accu.

Begitu accu sudah kita pasang dalam rangkaian kerja sistem penyalaan dan kelistrikan, maka selama itu pula dapat kita pergunakan tanpa harus dibongkar. Oleh karena itulah, maka di dalam sistem kerja motor, dilengkapi dengan sebuah sistem pengisian bagi accu ini.

Pada saat tertentu, kita mengalami accu ‘habis’. Sering kita mendengar orang mengatakan accunya habis ketika sudah tidak sanggup mengalirkan muatan listrik. Ini sebenarnya merupakan sebuah kondisi dimana telah terjadi keseimbangan dan kesamaan kondisi antara kutub positif dan kutub negatif akibat rekasi kimia.

Pada saat kita mempergunakan, maka terjadi reaksi redoks, dimana pada kedua kutub mengalami perubahan kondisi, begitu juga dengan elektrolitnya. Akibat reaksi dengan elektrolitnya, maka pada kedua kutub menjadi PbSO4 sehingga tidak ada perbedaan muatan lagi.

Kesamaan muatan ini selanjutnya menyebabkan tidak adanya pengaliran. Sementara itu, elekrolit yang terbuat dari H2SO4 kehilangan unsur sulfatnya sehingga berubah menjadi air (H2O) yang tidak bersifat elektrolit dan tidak dapat mengalirkan muatan listrik.

Pada saat kita mengisi (charging), kedua kutub akan melepaskan unsur sulfatnya sehingga kutub positif menjadi Pb dan kutub negatif menjadi PbO2, sedangkan cairannya berubah menjadi H2SO4 yang bersifat elektrolit. Maka Accu berfungsi menyimpan dan mengalirkan listrik.

Tips Agar Accu Makin Hemat

  • Tingkat Air Memeriksa permukaan air, mungkin, memainkan peran paling penting dalam menjaga aki mobil Anda. Air yang digunakan harus disuling atau demineral, dan isi ulang harus dilakukan dengan menggunakan alat yang terbuat dari karet atau plastik, dan tidak ada logam. Overfilling baterai harus dihindari, tetapi Anda juga harus memastikan bahwa piring selalu tetap terendam dalam air. Jika tingkat air berjalan di bawah daripada apa yang dianjurkan, maka pelat baterai akan mulai memburuk dengan cepat. Untuk menambah ini, selalu tambahkan air setelah baterai telah diisi.
  • Hindari Arus Pendek Salah satu cara termudah dalam mempertahankan aki mobil Anda meningkatkan baterai dengan memotong pada drive kecil sering. Ini lebih penting jika Anda tinggal di iklim dingin. Mesin mulai mengalami kondensasi menyebabkan dingin di knalpot, yang bila tidak menguap, menyebabkan akumulasi air di knalpot. Jadi jika Anda tidak menjalankan mobil Anda cukup maka untuk penguapan akan terjadi, kemudian setelah jangka waktu tertentu, air dapat merusak akumulasi muffler.
  • Jangan Langsung Jump Start Langsung memulai starter pada saat Aki sedang dingin bukan ide yang baik. Tapi jika Anda perlu, maka cobalah jemur mobil Anda untuk sekedar pemanasan alami di bawah sinar matahari sekitar 30 menit sebelum mulai starter.
  • Tetap Bersihkan Kebersihan tidak hanya penting di rumah, tetapi juga untuk aki mobil Anda. Seiring waktu, debu dan kotoran akan terakumulasi dalam kabel dan baterai itu sendiri, dan bertindak sebagai agen konduktif sehingga, menyebabkan debit tidak terkendali, dan hilangnya listrik. Jadi untuk menghindari masalah tersebut, cukup bersihkan baterai menggunakan sikat debu. Tak perlu lagi, jangan gunakan air.
  • Putus Bila Tidak di Gunakan Jika Anda pergi untuk liburan dan mobil Anda mungkin tertidur selama beberapa waktu, kemudian hanya diingatkan untuk melepas baterai. Hal ini untuk menghindari drainase listrik yang tidak perlu.
  • Mencegah Korosi Koneksi korosi dan kelonggaran juga mengurangi masa pakai baterai. Jadi cobal mencari perihal  ini ketika Anda memeriksa baterai mobil Anda, dan cobalah caari teknisi ahli untuk bisa membuat masalah nya diselesaikan. Anda juga dapat menggunakan solusi sederhana lewat baking soda dan air untuk membersihkan terminal baterai, yang biasanya memiliki akumulasi dari zat tepung putih yang mengganggu transmisi listrik.
  • Isi Ulang Cara Anda mengisi ulang baterai mobil Anda juga dapat memutuskan berapa lama hidup dari aki  . Para ahli merekomendasikan untuk mengisi ulang segera setelah digunakan setiap menggunakan pengisi daya baterai yang sesuai dengan ukuran baterai. Untuk menghindari pengisian yang berlebihan dari aki, charger otomatis dianjurkan untuk digunakan.
  • Pemasangan kawat Salah satu tips untuk meningkatkan masa pakai aki mobil adalah dengan memeriksa kabel listrik juga. Kadang-kadang, kabel yang rusak akan, menyebabkan kebocoran listrik dan sirkuit pendek.

Speak Your Mind

*