Apa itu Kode Etik Jurnalistik?

Ilustrasi pengertian kode etik jurnalistikPengertian kode etik jurnalistik seharusnya sudah diketahui oleh para wartawan. Namun demikian, ulasan berikut untuk memberikan tambahan informasi bagi masyarakat mengenai dunia jurnalistik. Meski tidak semua orang menyukai dunia tulis menulis yang berkaitan erat dengan jurnalistik, tapi ulasan ini memiliki arti pentig.

Seperti halnya profesi di bidang lainnya, kode etik merupakan kode yang harus dipatuhi dalam profesi tersebut. Biasanya selain jurnalistik juga dokter ataupun profesi lainnya. Hal tersebut sudah menjadi aturan bagi profesi tertentu tersebut. Pada ulasan berikut ini kita akan menambah informasi kita mengenai pengertian kode etik jurnalistik. Berikut ini ulasannya.

Pengertian Kode Etik Jurnalistik Menurut Beberapa Ahli

Di mulai pada praktik jurnalistik, bahwa institusi pers beserta para wartawan mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang digarisbawahi di dalam Kode Etik Wartawan Indonesia [KEWI].

Jurnalistik adalah suatu pekerjaan yang meminta tanggung jawab wartawan dalam menjalankan profesinya. Untuk memenuhi tanggung jawabnya ini maka wartawan harus memenuhi etika profesi, yaitu Kode etik wartawan Indonesia (KEWI).

Alinea pertama, yang berbunyi “…Guna menjamin tegaknya kebebasan pers serta terpenuhinya hak-hak masyarakat diperlukan untuk landasan moral/ etika profesi yang menjadi pedoman operasional dalam menegakkan integritas dan profesionalitas wartawan.” Pada butir kelima KEWI ini juga disebutkan “Wartawan Indonesia tidak menerima suap dan tidak menyalahgunakan profesi” (Sobur, 2001:103).

Lantas William Rivers menggarisbawahi alasan kepentingan jurnalis untuk beretika.

“Benar tidaknya tindakan yang dilakukan seorang wartawan, ditinjau dari segi etika tidak hanya menyangkut hal-hal teknis. Seperti keterampilan bahasa atau kecermatan menulis, etika juga berkaitan dengan perilaku etis pada kemampuan dan kepekaan wartawan (Rivers, 1994:56).

Susan Schnur dalam kolomnya di New York Times juga menulis,

“Etika itu bagaikan suatu gerakan yang penuh dengan cegatan di depan dan cegatan di belakang”

Sementara Alex Sobur M.Si mendefiniskan lengkap Kode Etik Jurnalistik sebagai:

“Filsafat di bidang moral pers, yaitu bidang yang mengenai kewajiban-kewajiban pers dan tentang apa yang merupakan pers yang baik dan pers yang buruk, pers yang benar dan pers yang salah, pers yang tepat dan pers yang tidak tepat.”

Atau “Etika pers adalah ilmu atau studi tentang peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku pers; atau, dengan perkataan lain, etika pers itu berbicara tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam kegiatan pers.” Atau, “Etika pers mempermasalahkan bagimana pers itu dilaksanakan agar dapat memenuhi fungsinya dengan baik.” (Sobur, 2001:146)

Lekso atau Alex Sobur pun menambahkan:

Di dalam kehidupan pers pun dirasa perlu adanya norma-norma etik tertentu, sebagaimana halnya dalam bidang-bidang keprofesian lainya, jika keprofesian itu banyak bergantung pada ketat atau longgarnya standar etik yang dianut, serta dipertahankan oleh yang bersangkutan. Selain itu, tentu saja, keharusan adanya jiwa pengabdian serta persiapan-persiapan teknis dan mental bagi pelaksanaan suatu profesi. (Sobur, 2001:147).

Asep Romli, seorang jurnalis radio kawakan, mengungkap juga bahwa jurnalis harus punya etika karena jurnalis sah sebagai profesi.

Sebuah pekerjaan bisa disebut sebagai profesi jika memiliki empat hal berikut, sebagaimana dikemukakan seorang sarjana India, Dr. Lakshamana Rao [1] Harus terdapat kebebasan dalam pekerjaan tadi. [2] Harus ada panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan itu. [3]Harus ada keahlian (expertise). [4] Harus ada tanggung jawab yang terikat pada kode etik pekerjaan. (Assegaf, 1987). Menurut saya, wartawan (Indonesia) sudah memenuhi keempat kriteria profesional tersebut.

Pengertian Dunia Jurnalistik

Dunia jurnalistik merupakan media yang tepat bagi setiap orang untuk melakukan komunikasi melalui media apa pun. Maksudnya yaitu dapat melakukan komunikasi baik dalam bentuk komunikasi lisan, dan tulisan. Komunikasi melalui media ini merupakan cara yang paling efektif untuk menyampaikan pesan kepada para pembaca atau penyimak.

Komunikasi memiliki peran penting bagi penyampai pesan maupun penerima pesan. Ketika komunikasi yang disampaikan lancar dan tanpa hambatan, maka pesan dapat dipahami secara utuh dan sempurna oleh si penerima pesan. Dunia jurnalistik bergerak di bidang tersebut, maka wajar saja jika orang yang memiliki profesi di bidang jurnalistik memiliki keahlian dalam komunikasi. Alasannya yaitu mereka memang melakukan kegiatan dalam hal komunikasi.

Setelah memahami dunia jurnalistik yang merupakan media yang tepat bagi orang yang melakukan komunikasi, selanjutnya kita akan menambah informasi mengenai media jurnalistik yang berkaitan erat dengan dunia jurnalistik. Media jurnalistik memiliki peran penting dalam kelancaran di dunia jurnalistik. Biasanya orang yang bergerak di bidang jurnalistik memanfaatkan media jurnalistik yang tersedia dengan baik dan efektif.

Adapun pengertian dari media jurnalistik adalah sebagai berikut. Media jurnalistik merupakan wahana diskusi dan sosialisasi gagasan, memberikan kontribusi pemikiran dalam rangka mencari solusi suatu masalah. Media jurnalistik juga dapat digunakan sebagai sarana proses aktualisasi dan eksistensi diri.

Akan tetapi, media pun bisa memberikan pengaruh yang baik dan buruk bagi khalayak. Pengaruh baik maupun buruk yang diakibatkan oleh media tergantung pada cara penyampaian isi pesan. Isi pesan tersebut bisa memiliki sifat inspiratif, proaktif, bahkan provokatif.

Adapun pengertian jurnalistik juga penting untuk kita ketahui lebih rinci melalui kamus besar Bahasa Indonesia. Berikut ini pengertian jurnalistik dalam KBBI (2003:326) adalah yang berkenaan dengan kewartawanan. Jadi, hubungan yang terjalin di antara bidang jurnalistik dengan wartawan adalah saling berkaitan dengan erat dan tidak terpisahkan satu sama lain. Sedangkan, seseorang yang bergelut di bidang jurnalistik biasa disebut jurnalis atau wartawan.

Jika di antara pembaca yang dulunya memiliki keinginan untuk menjadi seorang jurnalis atau sering dikenal dengan istilah wartawan, maka hal yang penting untuk dipahami pertama kali adalah hal apa saja yang harus dimiliki sebagai kemampuan utama. Selain itu, menambah informasi di berbagai bidang jurnalistik seperti yang telah diuraikan dalam ulasan berikut.

Dalam pengertian kode etik jurnalistik, kita juga seharusnya mengetahui siapa sebenarnya para jurnalis atau wartawan tersebut. Wartawan atau jurnalis merupakan salah satu profesi yang menyenangkan menurut mereka pencinta dunia jurnalistik. Mereka dapat melakukan kreasi dalam bidang komunikasi, baik lisan maupun tulisan. Ketika komunikasi lisan dilakukan, biasanya para wartawan memiliki strategi sendiri untuk mengefektifkan komunikasinya, sedangkan dalam hal tulisan wartawan juga memiliki kode etik tersendiri dalam penyampaian ide pemikiran mereka.

Berikut ini pengertian mengenai wartawan atau jurnalis berdasarkan aturan di negara ini. Menurut UU Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, bab 1 ketentuan umum pasal 1 point 4 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik.

Kegiatan para jurnalis meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Sebenarnya pengertian wartawan di setiap negara memiliki kemiripan. Meski demikian, pengertian wartawan pada masing-masing negara diatur dengan aturannya masing-masing. Hal tersebut memiliki tujuan agar para wartawan mematuhi kode etik yang telah dimiliki oleh negara tempat mereka berada dan bergerak di bidangnya.

Kode Etik Jurnalistik

Dunia jurnalistik juga memiliki kaitan dengan dewan pers. Dewan pers memiliki wewenang lebih tinggi daripada para wartawan. Namun demikian, dewan pers tetap memiliki aturan dank ode etik yang harus diperhatikan ketika berhadapan dengan para wartaawan. Kegiatan para wartawan senantiasa terikat dengan kode etik mereka.

Dalam melaksanakan kegiatannya, para jurnalis dituntut untuk mematuhi kode etik jurnalistik yang telah ditetapkan oleh dewan pers. Adapun pengertian kode etik dalam peraturan di negara ini adalah sebagai berikut. Menurut UU Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, bab 1 ketentuan umum pasal 1 point 14 menjelaskan bahwa kode etik jurnalistik adalah himpunan etika profesi kewartawanan. Pengertian kode etik jurnalistik tersebut diartikan sebagai seperangkat aturan atau norma-norma profesi kewartawanan.

Seperti halnya kehidupan, norma ataupun aturan memiliki arti penting bagi manusia apalagi wartawan. Norma tersebut memiliki tujuan agar para wartawan memberikan hal terbaik dari kegiatan jurnalistiknya sesuai aturan yang berlaku dan tidak sesuka pemikiran mereka. Sebenarnya setiap profesi memiliki norma sendiri-sendiri yang harus dipatuhi dalam menjalankan kegiatannya.

Selanjutnya, pengertian kode etik jurnalistik ini diantaranya sebagai berikut. Kode etik jurnalistik merupakan pedoman operasional dalam melaksanakan tugas wartawan atau jurnalis secara profesional dan tidak melanggar hukum. Kode etik jurnalistik ini merupakan alat kontrol bagi para wartawan ketika melaksanakan tugas jurnalistiknya. Norma atau aturan yang terdapat dalam kode etik jurnalistik harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh masing-masing individu wartawan ketika menjalankan tugasnya.

Para wartawan memiliki hak dan kewajiban yang sama satu dengan lainnya. Seperti halnya profesi lain, hak dan kewajiban tersebut harus diketahui dan dikerjakan. Wartawan memiliki beberapa jenis hak, diantaranya sebagai berikut. Wartawan memiliki hak tolak, hak jawab, dan hak koreksi sebagai hak profesi kewartawanannya.

Dalam pengertian kode etik jurnalistik juga dapat diketahui bahwa kode etik wartawan dijamin haknya untuk memberikan informasi kepada khalayak. Hal ini dijamin juga dalam UU Pers, untuk menjamin kebebasan pers, sehingga wartawan terbebas dari intimidasi atau tekanan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap informasi yang dimiliki wartawan.

Pentingnya Kode Etik Jurnalistik

Setelah memahami pengertian kode etik jurnalistik, selanjutnya kita akan menambah pengetahuan mengenai pentingnya kode etik bagi wartawan. Keberadaan kode etik jurnalistik ini menjadi tanggung jawab bagi para jurnalis yang akan menyampaikan informasi secara benar dan akurat. Akan tetapi, wartawan tidak boleh menyampaikan berita yang bersifat dusta atau fitnah dan tidak akurat kepada masyarakat.

Berita yang bersifat dusta atau fitnah dan ditambah lagi tidak akurat dilarang untuk disampaikan kepada khalayak karena melanggar kode etik jurnalistik. Hal tersebut juga dapat diketahui oleh khalayak ketika mengetahui pengertian kode etik jurnalistik bagi para jurnalis atau wartawan. Wartawan memiliki kewajiban untuk menyampaikan berita yang benar dan akurat sesuai kode etiknya.

Berita yang menarik bagi khalayak, bukanlah berita yang menyajikan kebohongan atau dusta bahkan tidak akurat. Namun sebaliknya, berita yang disukai oleh khalayak adalah berita yang sesuai dengan faktanya dan akurat. Biasanya para wartawan dituntut untuk menunjukkan kreasi komunikasinya melalui bahasa dalam bentuk tulis ataupun lisan.

Sesuai pengertian kode etik jurnalistik, jika terjadi pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik ini akan diselesaikan oleh majelis kode etik. Dengan demikian, kode etik jurnalistik mempunyai peran penting bagi wartawan dalam memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi. Semoga ulasan mengenai pengertian kode etik jurnalistik dan hal lain berkaitan di dalamnya memberikan manfaat bagi kita semua meski bukan berprofesi sebagai wartawan.

Speak Your Mind

*