Apa Sih Pengertian Makanan Sehat Itu?

Ilustrasi pengertian makanan sehatPengertian Makanan Sehat adalah makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Makanan sehat itu mengandung gizi yang seimbang, yaitu makanan yang sarat gizi dan baik dikonsumsi oleh tubuh.

Tubuh Sehat

Tujuan memakan makanan sehat bagi tubuh kita adalah untuk menjaga agar badan kita tetap sehat, tumbuh, dan berkembang secara baik. Makanan sehat dan bergizi seimbang bukan berarti makanan yang mahal dan enak. Namun, makanan sehat adalah makanan yang mengandung nilai gizi dan diperlukan oleh tubuh. Oleh karena itu, makanlah makanan yang bergizi agar secara teratur.

Makanan sehat akan memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tubuh. Jika makanan yang dikonsumsi cukup mengandung gizi yang diperlukan oleh tubuh, maka pertumbuhan badan dan otaknya juga menjadi lancar. Namun, apabila makanan yang dikonsumsi kurang mendapat asupan gizi, maka pertumbuhan tubuh anak menjadi lambat dan selain itu anak mudah terserang penyakit.

Agar tubuh berkembang secara normal, Anda sebaiknya tidak makan berlebihan. Memakan makanan yang berlebihan bisa mengakibatkan tubuh  gemuk.  Tubuh yang terlalu gemuk  menjadikan Anda kurang lincah dalam bergerak.

Disamping itu, tubuh yang gemuk itu juga tidak baik bagi kesehatan. Misalnya, aliran darah kurang bekerja secara optimal, napas menjadi sesak, dan jantung bekerja lebih berat.

Jadi, makanan yang baik bagi pertumbuhan tubuh adalah makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Apakah arti dari makanan sehat? Makanan yang sehat adalah makanan yang  mengandung gizi yang cukup dan diperlukan oleh tubuh.

Masing-masing individu memerlukan kebutuhan makanan bergizi yang berbeda-beda dalam jenis makanan yang tidak sama. Misalnya, seorang bayi usia satu bulan, lebih memerlukan ASI ibunya dari pada beef steak yang lebih diperlukan oleh ayah si bayi.

Anak-anak sekolah usia SMP sangat memerlukan gizi seimbang. Tapi, kegiatan mereka yang begitu padat, dari kursus ke kursus lainnya, membuat asupan makanan mereka kadang tidak beragam. Dengan uang jajan yang cukup, mereka lebih memilih makanan cepat saji yang mengandung kalori tinggi. Akibatnya adalah kegemukan yang dialami sebagian remaja yang tidak banyak gerak.

Di rumah pun karena kesibukan orang tua, makanan seisi rumah tidak jauh dari makanan olahan yang sudah penuh dengan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Tapi, anehnya seisi rumah merasa bahwa mereka sudah makan makanan yang bergizi.

Tingginya garam dalam produk olahan itu membuat beberapa penyakit mengintai. Darah tinggi, vertigo, gagal ginjal, jantung, hepatitis, dan penurunan imun tubuh. Kalau sudah begini, sepertinya tingkat pendidikan seseorang tidak dapat dijadikan jaminan bahwa makanan yang dikonsumsinya sudah bergizi.

Mekanisme tubuh tidak bisa ditipu. Lambat laun, asupan makanan yang tidak bergizi itu akan menjadi bumerang bagi tubuh. Letih, lesu, lemas, loyo adalah tanda-tanda tubuh yang tak mampu lagi menahan untuk tidak mendapatkan makanan bergizi seimbang, kaya serat, dan rendah lemak.

Mungkin akan sangat sulit mengatur menu makanan bagi yang super sibuk, tapi tak mempunyai koki khusus yang bisa memasakan makanan khusus. Paling tidak, pilihlah makanan yang beragam, penuh warna, dan tidak terlalu asin atau gurih karena bahan olahan yang sudah banyak mengandung pengawet.

Keadaan ini tidak hanya terjadi di perkotaan, tapi juga di pedesaan. Penderita darah tinggi akan sangat banyak di daerah yang masyarakatnya mengkomsumsi ikan asin. Penderita hipertensi dan jantung juga akan sangat banyak di daerah yang masyarakatnya biasa memakan makanan bersantan, tapi tak diimbangi dengan olah raga atau minum air putih dan makanan yang dapat mengimbangi makanan bersantan tersebut.

Orang Indonesia sangat suka makanan yang gurih, gorengan, dan kaya bumbu. Tapi, surga makanan enak ini bisa menjadi neraka bila tidak dibiasakan menyantap makanan seimbang. Adalah tugas orang tua membiasakan anak-anak untuk makan makanan yang tidak kaya lemak. Kalau anak sudah terbiasa makan makanan kaya lemak dan tinggi kalori, maka kebiasaan ini akan menurun ke generasi berikutnya dan akan begitu seterusnya.

Sebenarnya makanan yang sehat ada di tengah-tengah kita. Juga sebenarnya tidak susah pula untuk menghidangkan makanan yang bergizi untuk keluarga Anda karena makanan yang bergizi ada di sekitar kita.

World Vision telah mengenalkan pengolahan pangan lokal yang disebut ‘M3’ pada tahun 2007. ‘M3’ itu singkatqan dari Mudah, Murah, Menyeluruh, yang maksudnya mudah didapatkan, harganya murah, dan di dalamnya terdapat semua gizi yang dibutuhkan dalam tubuh, seperti karbohidrat, lemak, protein, lemak, dan vitamin.

Di dalam program M3 tidak hanya makanan bergizi untuk anak-anak kita saja, akan tetapi program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat bahwa betapa pentingnya peranan ibu-ibu untuk menghidangkan makanan yang bergizi untuk keluarganya.

Makanan Sehat

Makanan sehat menurut ahli gizi mengandung empat macam makanan, yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah. Mari kita telusuri masing-masing makanan.

1. Makanan Pokok

Makanan pokok banyak mengandung karbohidrat (zat tepung). Misalnyal, nasi, jagung, roti, singkong, dan sagu. Karbohidrat sangat diperlukan oleh tubuh sebagai sumber tenaga.  Dari sumber tenaga ini, kita bisa melakukan segala aktivitas atau kegiatan. Jadi, agar tubuh bertenaga, maka setiap hari kita harus makan karbohidrat yang cukup yang bisa diambil dari nasi, roti, jagung, singkong, maupun sagu.

2. Lauk Pauk

Lauk pauk banyak mengandung protein dan lemak yang digunakan untuk membangun tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak. Contoh yang termasuk dalam lauk pauk adalah daging, ikan, ayam, telur, tempe, tahu, dan lain-lain.

Misalnya, ikan Salmon. Ikan salmon adalah sumber makanan yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung, meningkatkan resistensi insulin dan mengurangi peradangan karena di dalamnya kaya akan asam lemak omega-3.

3. Sayur dan Buah

Sayur dan buah banyak mengandung vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral ini dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga tubuh dan tidak mudah terserang penyakit. Contoh sayur  adalah bayam, kangkung, wortel, dan lain-lain.

Misalnya, sayur sejenis brokoli. Mengonsumsi brokoli dalam jumlah banyak, bisa mengurangi tingkat resiko seseorang terhadap penyakit kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker usus besar. Karena brokoli merupakan salah satu makanan yang dapat melawan kanker. Itu berkat senyawa sulfur yang terkandung dalam brokoli. Senyawa sulfur tersebut bernama sulforaphane.

Brokoli juga baik untuk tulang dan tekanan darah, karena di dalamnya terdapat kalsium dan potasium. Brokoli merupakan salah satu sumber terbaik kalsium dan potasium. Makanan ini juga bisa menjaga sel-sel otak dari serangan radikal bebas dan bisa menjaga mata kita dari katarak, sebab brokoli mengandung vitamin c dan beta karoten.

Sementara itu, buah juga sangat dibutuhkan tubuh. Buah  banyak sekali macamnya, misalnya mangga, heruk, pepaya, dan pisang. Untuk itu, setiap hari kita perlu  makan sayur dan buah yang cukup.

Buah alpukat banyak yang menyangka jika buah yang satu ini adalah buah yang dapat membuat perut kita gendut atau sering disebut buncit. Ternyata persangkaan itu salah.

Ternyata lemak yang terkandung dalam buah alpukat termasuk lemak yang tidak jenuh. Sehingga lemak ini tidak dapat membuat perut anda buncit. Alpukat juga dapat menurunkan tingkat resiko teradap penyakit serangan jantung. Buah yang memiliki lemak tidak jenuh ini juga dapat menurunkan kolesterol.

Buah beri dapat mengandung antioksidan yang baik untuk jantung kita. Itu bisa dijumpai pada buah stroberi atau blackberri, blueberry. Dalam studi 2008 oleh orang Amerika menemukan bahwa orang yang mengonsumsi buah beri selama 8 minggu akan mengurangi resiko penyakit jantung.

Dengan demikian, agar tubuh kita tetap sehat, kita perlu mengonsumsi keempat jenis makanan tersebut setiap hari. Jangan lupa menambahkan susu pada makanan sehat Anda. Empat jenis makanan dan ditambah susu inilah yang disebut dengan makanan sehat atau biasa dikenal dengan “empat sehat lima sempurna”.

Susu merupakan sumber yang terbaik yang mampu mencegah diabetes militus, karena di dalamnya terkandung kalsium dan vitamin D. Sebuah penelitian membuktikan bahwa wanita yang mengonsumsi susu lebih dari 1200 mg kalsium dalam sehari mengalami penurunan resiko diabetes sebanyak 33 persen.

Makanan-makanan tersebut di atas sebenarnya dapat kita peroleh dengan mudah jika kita berusaha. Banyak orang yang ingin memiliki gizi baik, salah satunya dengan memakan makanan yang bergizi. Tapi, kebanyakan orang juga makanan bergizi itu hanyalah makanan untuk orang yang tingkat ekonominya menengah ke atas, tidak bagi mereka yang keadaan ekonominya menengah ke bawah.

Bagi mereka makan makanan yang bergizi tidaklah penting, yang penting bagi mereka adalah bagaimana mereka dapat mengisi perut mereka dengan makan makanan sehat setiap hari. Semoga pengertian makanan sehat tersebut bermanfaat

Speak Your Mind

*