Artis Dangdut: Ridho Rhoma Bintang Makin Cemerlang

Dengan munculnya Ridho sebagai aktor dalam Dawai 2 Asmara, dia membuktikan bahwa dia adalah artis dangdut yang multi talenta. Sama seperti ayahnya yang sempat membuat beberapa film. Suara Rhido berbeda dengan suara Rhoma. Ridho mempunyai suara yang jauh lebih jernih dan sangat merdu. Pendapat ini mungkin dipengaruhi oleh zaman yang telah berubah. Kalau suara Rhoma Irama yang kini mencalonkan diri sebagai presiden RI 2014 itu, tidak merdu, tentu saja ia tidak akan diangkat sebagai Raja Dangdut.

Ridho Tak Perlu Goyang

Tidak semua penyanyi dangdut itu harus bergoyang. Terkadang malah suaranya sudah menggoyang sehingga penyanyinya tidak harus goyang. Contohnya Fatin yang merupakan salah satu peserta ajang pencarian bakat, X Factor. Gadis usia 16 tahun ini begitu imut dan ia pun mengenakan jilbab. Suaranya yang khas yang begitu enak didengar, sebenarnya tak harus banyak gaya apalagi bergoyang-goyang. Fatin itu hanya perlu lagu yang nyaman dan tepat, maka penggemarnya pun akan semakin bertambah.

Kalau ia bergoyang, penggemarnya malah tidak bisa menikmati suaranya yang sebenarnya. Begitu juga dengan Ridho Rhoma. Suara yang sudah begitu menggoyang, tak perlu membuat dirinya goyang. Ia tetap disuka walaupun tidak goyang. Ridho memang mencoba untuk bergoyang sedikit demi menyenangkan para penggemarnya yang tetap merasa bahwa kalau penyanyi dangdut tidak bergoyang, sepertinya ada yang kurang.

Goyangan Ridho seolah malah merusak goyangan orang yang menikmati suaranya. Ia bernyanyi saja dan serahkan goyangan itu kepada penikmat suaranya atau orang lain yang lebih ahli dalam bergoyang. Lagu yang asyik dengan nada yang bagus, pasti akan membuat banyak orang semakin tergila-gila. Lihatlah apa yang terjadi ketika Ridho Rhoma datang ke kota kecil Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan, ia disambut dengan antusiasme yang luar biasa.

Inilah suatu pembuktian kalau di daerah pun orang menginginkan seorang penyanyi yang pandai bernyanyi dan bukan hanya pamer tampang ataupun raga yang mulus. Masyarakat itu ingin menikmati penyanyi yang memang pandai bernyanyi. Buakn penyanyi yang menghibur lewat tarian yang tidak terlalu menarik karena memang yang menyanyi dan menari itu bukan orang yang mahir. Hanya karena wajahnya tampan atau wajahnya cantik. Menikmati kecantikan bisa lewat gambar para model saja.

Ridho Rhoma berusaha juga menghibur dengan beberapa gerakan yang cukup mengundang kelucuan. Tubuhnya yang tambun dengan wajah tampan khas keturunan Arab, membuatnya terlihat cukup imut. Penampilan fisik yang tidak mengecewakan ini membuat ia semakin meroket. Persaingan memang banyak dan makin ketat, apalagi dengan tampilnya beberapa penyanyi dangdut koplo yang sangat berani dalam berpakaian.

Butuh Kualitas

Ada suatu pergeseran norma yang tidak boleh dibiarkan berlanjut. Para wanita muda semakin berani mengenakan pakaian yang sangat minim dan sangat ketat. Mereka seolah berlomba ingin menunjukan betapa seksi dan indahnya paha mereka. Mereka mungkin lupa bahwa kecantikan diri itu seharusnya tidak perlu dipertontonkan. Apa bedanya mereka dengan para pelacur yang menjual dirinya. Mereka pun menjual tubuhnya.

Mereka rela tubuhnya dilihat dan bahkan ada yang merabanya. Sangat disayangkan bahwa hal ini bisa menjadi begitu populer. Pergeseran ini telah berakibat banyak sekali hal yang tidak menyenangkan. Berita perkosaan dan berita pelecehan itu semakin hari sepertinya semakin tidak terkendali. Hal ini malah terjadi di mana-mana, di sepenjuru tanah air. Harus ada satu gerakan untuk menghalangi agar norma yang tidak benar ini tidak harus terus bergerak mempengaruhi lebih banyak wanita.

Banyak penyanyi dangdut yang tidak harus bergoyang. Suaranya sudah cukup menghibur. Iis Dahlia, Iyet B, cukup bagus. Mereka tak harus menggoyang seperti para penyanyi dangdut koplo atau Agnes Monika yang benar-benar terobsesi menjadi seperti artis luar negeri yang memamerkan tubuhnya. Padahal jualan seperti ini tidak akan laku dikalangan orang-orang yang masih menjunjung tinggi norma kesopansantunan.

Ada baiknya orang mulai menyenangi penyanyi  yang berkualitas. Penyanyi yang benar-benar bisa bernyanyi dan bukan karena penampilan fisik atau karena lagunya yang enak. Telinga orang Indonesia ini harus dibiasakan dengan hal-hal yang lebih baik dan lebih berbobot. Lupakan semua penyanyi yang hanya bernyanyi ditopang oleh mesin. Biarkan penyanyi dengan suara yang memang bagus yang mengorbit. Kalau penyanyi tidak asalan ini berjaya, bangsa ini mungkin bisa mendapatkan nama harum dari suara indah itu.

Kalau hal ini terus digulirkan, maka tidak lama lagi, bangsa ini akan dihiasi oleh penyanyi yang benar-benar bersuara emas. Media dan semua masyarakat harus diberi kesempatan mendapatkan yang terbaik dan jangan disuguhi dengan tempelan dan kamuflase dari pertunjukan yang kurang memuaskan dahaga para pecinta kualitas. Dalam dunia dangdut pun diharapkan akan keluar para penyanyi yang memang bagus tanap harus berdandan seronok.

Biarkan orang menikmati suara dan bukan menikmati goyangan yang tidak benar. Tidak ada gunanya menyaksikan goyangan yang hanya mendatangkan nafsu tidak benar itu. Apalagi melihat goyangan yang telah mengarah ke gerakan yang sangat tidak sopan dipertunjukan. Jangan sampai orang-orang yang mempunyai kemampuan melakukan hal-hal yang diluar batas norma agama dan norma kesopansantunan. Mari bersama memperbaiki bangsa ini lewat hal yang baik dengan jalur yang baik.

Jejak Tapak Ridho Rhoma

Bintang yang semakin cermelang. Rhoma Irama akhirnya mendapatkan seorang penerus perjuangannya untuk memoulerkan lagu dangdut ke kancah dunia nasional atau mungkin ke dunia internasional. Didikannya selama ini tidak sia-sia. Ia telah menetaskan seorang bintang besar yang kelak akan menjadi Raja Dangdut ternama selegandaris dirinya. Walaupun kini sepertinya Ridho Rhoma tidak secemerlang pada saat kemunculannya, masih banyak yang merindukan suara merdunya.

Siapa yang tidak mengenal sosok Rhido Rhoma. Seorang pedangdut muda tampan yang memiliki suara melolankolis romantis, suara yang syahdu dan lembut. Dia lahir di Jakarta, 14 Februari 1989. Dia adalah anak bungsu Raja Dangdut yang melegenda, Rhoma Irama, dari istri ketiganya, Marwah Ali. Ia yang sempat digosipkan dengan beberapa artis cantik, tampaknya malah terbukti tidak menjalin kedekatan khusus.

Ridho Rhoma mulai serius menekuni dunia dangdut sejak awal 2009 dengan membentuk grup band dangdut kontemporer bernama Sonnet 2 yang kemudian pada 22 januari 2009 meluncurkan album perdana dengan hits singel Menunggumu. Lagu ini begitu populer hingga orang langsung mengenal sosok Ridho Rhoma.

Hits Menunggumu ini langsung menyedot perhatian penonton, baik di kalangan remaja maupun dewasa. Aliran musik yang dibawakan Ridho Rhoma yaitu, pop dangdut. Dia membawa warna baru dalam musik Indonesia. Dia telah mengubah paradigma masyarakat posmodernisme yang taklagi menganggap lagu dangdut itu kampungan dan murahan. Namun, lagu dangdut adalah musik yang elegan dan berkelas.

Rido Rhoma mencintai lagu dangdut sejak kelas tiga SD dan ia mulai menekuni musik dangdut sejak SMP. Rhoma Irama sengaja menyembunyikan Ridho dari publik. Tidak banyak orang tahu masa kecil Ridho bahwa dia anak Raja Dangdut Rhoma Irama. Rhoma ingin memberi kejutan pada masyarakat Indonesia bahwa akan datang seorang anak muda yang akan meneruskan kariernya sebagai raja dangdut di blantika musik dangdut.

Dia pertama kali memperkenakan Ridho Rhoma pada awal Januari 2009 dengan pentas satu panggung bersamanya pada malam tahu baru. Saat itu, Ridho yang tampan dan memiliki suara lembut ini langsung menarik perhatian penonton.

Meski tergolong baru di dunia musik Dangdut, Ridho sudah mendapat beberapa penghargaan dari AMI Awards. Dia menerima penghargaan  sebagai grup band kontemporer terbaik untuk lagu Menunggumu dan aransemen lagu dangdut konpemporer terbaik terbaik. Selain pandai menyanyi, Rido juga bisa berakting. Dia menjajal keahlian aktingnya dalam film Dawai 2 Asmara garapan Endri Pelita dan Asep Kusdinar. Film Dawai 2 Asmara ini merupakan revolusi dangdut yang dikemas dengan penuh cinta, action, humor, dan human interest.

Film yang bergender musikal ini menampilkan Ridho Rhoma sebagai tokoh utama yang dipanggil ayahnya (Rhoma Irama) ketika sedang kuliah di Australia untuk meneruskan perjalanan karier ayahnya sebagai Raja Dangdut. Ridho Rhoma pun akan beradu akting dengan Cathy Saron dalam film ini, yang memang dikabarkan sedang dekat dan menjalin hubungan asmara. Namun, mereka berdua tetap membantahnya.

Speak Your Mind

*