Atlit Olahraga Ekstrem, Panjat Tebing

Ilustrasi atlitPanjat tebing adalah salah satu olahraga luar ruangan yang ekstrem di antara sejumlah olahraga alam bebas lainnya. Di alam bebas, panjat tebing dilakukan pada tebing-tebing batu dengan memanfaatkan cacat pada batuan.

Panjat tebing termasuk ke dalam jenis olahraga yang mahal dan memerlukan keahlian khusus. Mahal karena peralatan yang dibutuhkannya mampu menguras isi kantong.

Panjat tebing melibatkan kekuatan, pengendalian, dan kemahiran. Seorang atlit panjat tebing harus mampu menggunakan otot-otot lengan dan kaki dengan maksimal untuk menarik diri dalam menghadapi batu terjal. Selain itu, dia harus menggunakan ototnya untuk menempatkan tangan dan kaki sehingga otot-ototnya mampu melakukan fungsinya.

Panjat tebing hampir sedikit mirip dengan terjun payung. Kedua jenis olahraga ini memiliki unsur bahaya yang besar. Orang-orang yang menekuni kedua jenis olahraga kebanyakan memiliki kepuasan batin tersendiri.

Dalam terjun payung, adrenalin akan terpacu kuat ketika Anda keluar dari pintu pesawat dan melayang-layang di udara. Di dalam panjat tebing, adrenalin Anda akan terpacu untuk memanjat celah-celah batuan hingga sampai ke puncak atau ke tempat yang telah ditentukan.

Prinsip dasar panjat tebing adalah sederhana. Anda mencoba untuk memanjat sesuatu dari bawah ke atas. Karena sangat besar risiko munculnya kemungkinan untuk jatuh, panjat tebing akan membutuhkan berbagai peralatan khusus.

Peralatan Panjat Tebing

Sesuai dengan tingkat bahayanya, panjat tebing membutuhkan berbagai peralatan khusus untuk membantu Anda meminimalisasi bahaya yang mungkin akan muncul.

Berikut beberapa jenis peralatan yang biasa digunakan:

  • Tali carnmantel
  • Webbing
  • Carabiner screw dan nonscrew
  • Piton
  • Ascender
  • Chock freind
  • Harness
  • Magnesium
  • Sepatu dan helm
  • Chock stopper
  • dll.

Sistem Pemanjatan

Dalam panjat tebing dikenal beberapa teknik pemanjatan.

  • Himalayan SystemPemanjatan sistem Himalayan merupakan pemanjatan yang dilakukan dengan cara terhubungnya antara titik awal dan terminal terakhir pemanjatan. Hubungan antara titik awal pemanjatan dengan pitch menggunakan tali.Tali ini berfungsi menjaga hubungan antara tim pemanjat dengan tim yang di bawah dapat terus berlangsung. Selain itu, tali ini berfungsi juga sebagai lintasan pergantian tim pemanjat dan sebagai jalur suplai peralatan ataupun yang lainnya.
  • Alpen SystemKebalikan dari sistem Himalaya, pada sistem Alpen antara titik awal pendakian dan pitch terakhir sama sekali tidak dihubungkan dengan tali. Dengan teknik ini, jalur pendakian tidak akan dilewati lagi kembali oleh pemajat yang berada di bawahnya.Pendakian dengan menggunakan sistem Alpen ini harus benar-benar dilakukan dengan perhitungan yang matang. Karena, semua kebutuhan yang diperlukan untuk pemanjatan harus turut serta dalam pemanjatan tersebu

Speak Your Mind

*