Bahaya Onani yang Tidak Disadari

Untuk mengetahui bahaya onani, sebenarnya seseorang dapat memperoleh infomasi ini dengan sangat mudah. Kalau pun ada rasa malu atau enggan untuk menanyakannya pada dokter, banyak cara yang masih dapat dilakukan. Contohnya adalah dengan membaca buku, bertanya kepada orang lain atau pun juga mencari informasi di internet.

Berbeda dengan Sejarah Nama

Dalam sejarahnya, Onan sengaja menumpahkan spermanya di luar tubuh janda dari kakaknya agar sang janda tidak hamil dan tidak melahirkan anaknya. Sebab, anak itu akan diakui sebagai anak kakaknya, bukan anak Onan. Namun, saat ini keadaan berbeda. Pria hanya melakukan onani karena ingin bersenang-senang dan melampiaskan hasrat seksualnya.

Apa yang dilakukan Onan dikenal juga dengan istilah sanggama terputus atau coitus interuptus. Sanggama terputus dilakukan untuk mencegah sel sperma membuahi sel telur. Sedangkan, onani merupakan upaya dari seorang pria untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan merangsang dirinya sendiri atau dengan bantuan orang lain. Biasanya, onani diakhiri dengan ejakulasi, dimana pria mengeluarkan sel spermanya.

Bahaya Onani yang Tidak Disadari

Sebagian pria menganggap onani atau masturbasi sebagai kebiasaan yang tidak membahayakan. Bahkan, onani menjadi permainan pada sekelompok pria. Padahal, di balik kesenangan sesaat itu, ada bahaya onani yang mengintai. Di antaranya berikut ini.

Menimbulkan Iritasi

Onani biasa dilakukan dengan cara menggosok Mr P dengan tangan. Pria sering menggunakan sabun atau baby oil sebagai pelumas. Penggunaan sabun atau baby oil sangat mungkin menimbulkan iritasi kulit, terlebih jika onani dilakukan 2-3 kali sehari. Iritasi yang berkepanjangan akan menebalkan lapisan kulit pada Mr P, sehingga akan mengurangi kenikmatan ketika melakukan sanggama yang sebenarnya.

Disfungsi Seksual

Bahaya onani yang lainnya adalah dapat menyebabkan disfungi seksual. Sanggama yang wajar diawali dengan pemanasan bersama pasangan sehingga alat reproduksi siap kotak. Pemanasan membuat Mr P ereksi tanpa rangsang berlebihan. Pria yang melakukan onani kerap merangsang diri dengan belaian cepat, tekanan besar, atau menggesek-gesekkan penisnya sampai akhirnya mengalami ejakulasi dalam tempo yang tidak begitu lama.

Aktivitas merangsang diri dengan cepat ini dapat menimbulkan disfungsi ereksi, seperti ejakulasi dini. Rutinitas onani dan ejakulasi beberapa kali dalam sehari juga dapat menurunkan jumlah sperma dalam mani (semen) sehingga menimbulkan oligospermia atau azoospermia. Oligospermia adalah keadaan air mani yang berkadar kurang dari 20 juta. Sedangkan, pada azoospermia, sel sprema tidak ditemukan sama sekali.

Luka Uretra

Kebiasaan onani dengan cara menelungkupkan badan lalu menekan bantal atau karpet dapat menimbulkan luka pada uretra atau saluran kencing. Hal ini akan menyebabkan mengeluaran urin yang terganggu. Pria yang mengalami luka harus selalu menggunakan toilet duduk di kemudian hari.

Ketidakseimbangan Aktivitas Fisik dan Mental

Aktivitas onani merupakan pertanda tidak seimbangnya aktivitas fisik dan mental. Pelaku onani seringkali sudah lelah secara fisik, namun pikirannya dipenuhi oleh nafsu seks yang menggebu-gebu. Mengimbangi aktivitas fisik dengan kegiatan mental seperti membaca, dapat menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani.

Kenikmatan Semu

Onani tidak akan pernah bisa memberikan kenikmatan sejati layaknya sanggama wajar. Rangsangan yang diberikan saat onani hanya tipuan semata, manfaat hubungan seks yang sebenarnya tidak tercapai. Kenikmatan saat ejakulasi tetap dapat membuat seorang pria kecanduan beronani. Namun, setelah melakukan onani sering timbul rasa bersalah, bukan perasaan bahagia.

Risiko Kanker Prostat

Beberapa pihak menyatakan bahwa onani dapat menurunkan risiko kanker prostat. Studi yang dimuat The Journal of American Medical Association pada 2004 mengungkapkan bahwa frekuensi ejakulai, baik akibat onani atau sanggama wajar, tidak berhubungan dengan risiko kanker prostat. Para peneliti menduga onani bukanlah satu-satunya yang dapat memicu atau mencegah kanker prostat.

Badan Jadi Kurus dan Lemah

Keseringan melakukan onani akan mengakibatkan pikiran menjadi negatif atau dengan kata lain pikiran akan selalu berpikir tentang hal yang porno-porno. Hal ini akan mengakibatkan banyak energi terkuras sehingga menyebabkan badan menjadi kurus dan lemah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahaya onani dapat menimbulkan pikiran negatifdan membuat badan menjadi kurus dan lemah.

Gairah Seks Menurun Ketika Berumah Tangga

Keseringan melakukan self service saat masih lajang akan berakibat gairah seks menurun saat berumah tangga. Hal ini diakibatkan karena kebiasaan melakukan onani ketika masih lajang. Mengapa? Karena self service bisa menghasilkan kepuasaan yang tidak didapat daripasangan.

Sulit Menikmati Hubungan Seks

Karena sering melakukan masturbasi, Mr. P yang sudah terbiasa dengan rangsangan dari tangan akan menjadi tidak responsif terhadap rangsangan yang muncul dari vagina. Jadi bahaya onani bagi pria yang sudah menikah adalah sulitnya menikmati hubungan seks dengan istrinya.

Menimbulkan Perasan Bersalah

Salah satu bahaya onani dalah menimbulkan tekanan psikologi, dalam hal ini akan menimbulkan perasaan bersalah. Selain menimbulkan perasaan bersalah, bahaya onani secara psikologi pun akan mengakibatkan timbulnya perasaan tidak percaya diri dan rasa minder dalam pergaulan sosial.

Dapat Merobek Lapisan Hymen (Selaput Dara)

Selain sering dilakukan oleh pria, onani atau masturbasi pun kerap dilakukan oleh para wanita. Bahaya onani bagi wanita sering melakukannya adalah karena rangsangan yang ditimbulkan oleh tangan atau alat bantu seks akan mengakibatkan selaput dara atau lapisan hymen robek. Tentu hal ini sangat merugikan karena selaput dara atau keperawanan merupakan nilai mutlak bagi seorang wanita.

Berpotensi Terkena Penyakit Psikologis

Selain menimbulkan perasaan bersalah, keseringan melakukan masturbasi atau onani pun kan berakibat terkena penyakit psikologis bipolar disorder. Jika seseorang terkena penyakit psikologis ini, akan sulit untuk disembuhkan.

Yang bisa menyembuhkan penyakit psikologis ini hanya keimanan yang kuat untuk keluar dari kebiasaan masturbasi. Jika penyakit psikologi bipolar disorder ini semakin parah akan mengakibatkan individu yang sering melakukan masturbasi menjadi seoraang yang maniakseks.

Aktivitas onani dengan frekuensi yang sangat parah dapat menimbulkan bahaya. Dalam hal ini, bahaya yang sering terjadi pada pria yang sering melakukan onani adalah disfungsi ereksi. Menurut penelitian, sekitar 70% pria yang sering mengalami gangguan seksual memiliki kebiasaan yang sama, yaitu melihat film porno atau foto bugil yang selanjutnya diakhiri dengan aktivitas onani.

Nah, untuk menghilangkan kebiasaan onani atau masturbasi. Dibutuhkan keimanan dan tekad yang kuat untuk keluar dari dunia hitam yang bernama onani. Selain keimanan dan tekad yang kuat, perlu pemahana yang menyeluruh tentang bahaya onani yang telah disebutkan di atas sehingga dengan mengetahui bahaya onani tersebut seseorang akan berusaha untuk tidak melakukannya lagi.

Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan masturbasi.

Mendekatkan Diri kepada Tuhan

Salah satu solusi tepat untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya onani adalah mendekatkan diri dengan Tuhan. Caranya bisa dengan melakukan pembelajaran ilmu agama dan beribadah sesuai denganagama yang dianut.

Melakukan Kegiatan Positif

Untuk menghilangkan kebiasaan onani atau masaturbasi, lakukanlah kegiatan positif, seperti mambaca, nonton, atau melakukan kegiatan di luar rumah yang bersifat positif. Satu hal yang penting, yaitu bergaul dengan teman yang positif.

Keinginan untuk melakukan onani sebenarnya dapat dialihkan.jika pada suatu saat hasrat itu timbul, maka yang dilakukan untuk menghindarinya adalah dengan mengalihkan pikiran kita. Saat itu seseorang dapat melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan pikirannya. Sehingga keinginan untuk melakukan onani menjadi hilang atau terlupakan.

Berpikir Positif

Satu hal yang penting agar kebiasaan masturbasi atau onani hilang adalah berpikir positif. Jadi, hindari kegiatan berpikir negatif atau berpikir berbau seksual. Cobalah untuk mengubah cara pandang kita. Dari melihat sesuatu dari aspek seksualnya, menjadi melihatnya dari sudut pandang yang lain.

Buang Koleksi-koleksi Berbau Porno

Jika di dalam komputer terdapat koleksi film atau gambar porno, buanglah koleksi-koleksi tersebut. Hal itu bertujuan agar hal-hal yang bisa menimbulkan rangsangan untuk melakukan masturbasi bisa dihilangkan. Karena sejatinya, keinginan dalam hal seksual adalah dimunculkan karena rangsangan dari luar. Jika kita meminimalkan rangsangan ini atau bahkan menghilangkannya maka hasrat seksual pun juga tak akan muncul.

Agar terhindar dari bahaya onani, sudah sepatutnya seorang pria mengevaluasi, apa saja penyebab kebiasaan onaninya dan segera menghindari dan mengurangi sebab-sebab tersebut. Tidak menyendiri dan selalu berkumpul dengan orang yang selalu mengingatkan kebaikan juga dapat dilakukan. Menikah, atau berpuasa jika belum mampu menikah, masih diyakini efektif mengurangi dan menghilangkan kebiasaan onani.

Speak Your Mind

*