Belajar Bersama Dora The Explorer

Ilustrasi dora
Berhasil … Berhasil … Berhasil … Horeee …. Teriakan itulah yang selalu diucapkan oleh Dora dan Boots setelah berhasil melaksanakan misi mereka. Dora dan Boots adalah tokoh dalam serial kartun anak Dora The Explorer. Dora adalah nama seorang anak perempuan berusia sekitar 7 tahun yang senang berpetualang. Bentuk poninya yang khas tidak akan bisa dilupakan oleh orang. Dalam petualangannya itu, Dora ditemani oleh Boots, monyet peliharaannya. Dora dan Boots melakukan petualangan dan menemukan banyak kejadian.

Hidup Adalah Perjuangan

Dora mengajarkan kepada anak-anak dan para penontonnya yang berusia dewasa bahwa hidup ini adalah perjuangan. Tidak ada yang mudah diraih. Perjuangan itu harus ditahlukan dengan melakukan banyak hal tanpa ada rasa putus asa. Setiap kesulitan itu pasti ada solusinya. Dalam perjalanan meraih apa yang didambakan, bantuan orang lain tentu saja sangat dibutuhkan. Teman dalam perjuangan ini akan membuat perjuangan itu menjadi lebih indah karena keadaan dan situasi yang berat akan terasa ringan.

Ungkap terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu merupakan salah satu cara memberikan penghargaan terhadap apa yang telah dilakukan oleh orang lain. Dora mengajarkan bahwa pertemanan itu akan membuat hidup terasa lebih mudah. Bila disetiap tempat ada teman, maka semua tantangan hidup bisa dipecahkan dengan mudah. Tidak mudah menyerah adalah hal yang manis yang memang harus dilakukan.

Misalnya, Dora harus mengembalikan seekor anak ikan ke asalnya atau menemukan kembali benda yang hilang. Biasanya ada 3 rintangan dan tempat yang harus dilalui oleh Dora agar dia berhasil mencapai tempat tujuan. Agar tidak tersesat, Dora selalu membawa peta yang selalu mengingatkan kemana Dora harus pergi. Dalam kehidupan nyata, keberadaan peta ini sangat penting agar tidak tersesat. Ketika merasa bahwa perjalanan menemui jalan buntu, peta bisa menjadi alat yang mempermudah penyelesaian masalah.

Dora juga selalu membawa tas ranselnya. Di dalam ransel tersebut, ia meletakkan barang-barang yang sangat penting. Maksudnya adalah bahwa setiap hendak melakukan sesuatu, perencanaan adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan. Tanpa adanya persiapan sama saja dengan merencanakan kegagalan. Tentu tidak ada yang mau gagal. Tetapi kalau tidak tahu bagaimana merencanakan apa yang akan dilakukan, sama saja dengan mengharap kegagalan hadir tanpa harus diminta.

Tokoh lain yang ada di serial kartun ini adalah seekor rubah bernama Swiper. Swiper selalu berusaha mengambil sebuah benda dari Dora yang sangat dibutuhkan. Dora akan mengatakan “Swiper jangan mencuri” yang akan membuat Swiper pergi karena merasa bersalah. Tokoh Swiper ini sengaja dihadirkan sebagai salah satu contoh bahwa dalam perjalanan meraih tujuan, biasanya ada penghalang yang harus diatasi dengan baik. Cara mengatasinya tidak harus dengan kekerasan. Terkadang kelembuatan malah lebih berarti daripada kekerasan.

Orang akan lebih menghargai kelembutan. Dalam kelembutan itu ada kekuatan yang luar biasa. Banyak tokoh dunia yang telah membuktikan bahwa kelembutan adalah senjata yang sangat ampuh yang akan memberikan simpati kepadanya. Dora menampilkan hal ini. Ketika ia berhasil, ia akan merayakannya bersama dengan teman-temannya tanpa harus berpesta pora. Ia cukup menampilkan tarian khasnya. Dora pun selalu merasa senang dan bersyukur. Ia menghargai apapun yang ia dapatkan. Pujian pun tidak sulit keluar dari bibirnya.

Tontonan Interaktif yang Mendidik

Di dalam setiap petualangannya, Dora, Sang Petualang, selalu disajikan dengan mengadakan interaksi terhadap penonton. Walaupun bukan interaksi langsung, tetapi hal tersebut cukup bisa membuat anak-anak mengikuti permintaan Dora. Misalnya saja, di sebuah tempat Dora meminta bantuan kepada penonton untuk mencarikan seruling hijau padahal di tempat tersebut banyak sekali seruling dengan bermacam-macam warna.

Dora akan berpura-pura tidak tahu dengan keberadaan seruling tersebut hingga membuat anak-anak yang menonton akan menunjuk-nunjuk ke arah seruling yang dimaksud. Lain waktu, Dora meminta penonton untuk ikut menghitung jumlah benda yang dia dapatkan. Interaksi ini sangat membantu anak untuk ikut belajar bersama dengan Dora. Selain menyajikan cerita yang sangat sederhana dan mudah dicerna oleh anak-anak, Dora juga mengajarkan kepada anak-anak tentang bahasa-bahasa asing.

Misalnya saja Dora berkata dalam bahasa Inggris kemudian meminta anak-anak untuk ikut menirukan. Atau juga ketika Dora harus membuka pintu dengan mantra dalam bahasa asing. Hal ini secara akan diserap oleh anak dan menjadi tambahan ilmu pengetahuan untuk mereka. Hal-hal positif inilah yang membuat Dora menjadi tontonan yang aman bagi anak-anak.

Cerita Dora, sang Petualang, dikemas dalam tayangan yang aman dikonsumsi oleh anak-anak, bahkan oleh balita. Tidak ada kekerasan dalam serial kartun ini. Malahan sering disajikan nyanyian-nyanyian oleh Dora dan kawan-kawannya ketika berpetualang. Di dalam serial ini juga diajarkan tentang bagaimana berlaku baik terhadap sesama, saling tolong menolong, tidak mudah menyerah, dan selalu belajar dan terus belajar.

Tidak heran jika serial anak ini meraih kesuksesan saat peluncurannya. Bukan hanya anak-anak saja yang suka, orang dewasa juga banyak yang suka menonton tayangan ini, karena ceritanya yang sederhana, lucu, dan menarik. Dora Marquez atau dikenal dengan Dora The Explorer adalah tokoh kartun seorang anak perempuan  berusia 7 tahun yang tinggal bersama kedua orangtua, saudara kembar laki-laki dan perempuannya. Film kartun ini dibuat oleh Chris Gifford, Valerie Wals dan Eric Weiner pada 2000 di Amerika.

Tontonan Cerdas

Dora tokoh anak yang senang berpetualang, berolahraga (baseball, sepak bola), bermain alat musik (khususnya suling kayu) dan menari. Dora bersama Boots, monyet kecil yang menjadi sahabatnya dan selalu memakai sepatu boot merah senang berpetualang menjelajahi tempat-tempat baru.

Boots berhasil diselamatkan Dora dari ancaman Swiper, rubah licik di hutan. Selain Boots, Dora juga selalu membawa tas ransel ungunya (Backpack). Walaupun ukurannya kecil, tapi tas ransel ajaib (magic satchel) ini bisa memuat banyak barang yang dibutuhkan Dora dalam petualangnya, seperti tangga, dua buah sleeping bag (untuknya dan Boots).

Tokoh lain, yang ada di dalam ransel ajaibnya adalah peta (Map) yang akan memberikan keterangan, saran, dan petunjuk jalan atau rute yang harus ditempuh oleh Dora. Tokoh lainnya yang ada di film kartun ini adalah Isa, hewan iguana yang senang dan terampil berkebun. Tico, seekor tupai yang tinggal di hutan, lebih banyak berkomunikasi dalam bahasa Spanyol daripada bahasa Inggris dengan Dora. Benny, seekor sapi jantan yang tinggal di kandang dan suka makan.

Tokoh antagonis di film kartun ini dalah Swiper, rubah licik yang suka mencuri sehingga menghambat perjalanan Dora dan teman-temannya. Dora, Sang Petualang adalah salah satu film kartun yang layak ditonton oleh anak-anak karena di dalamnya banyak muatan pendidikan yang dapat dipelajari oleh anak-anak. Jika kita amati, film kartun ini mengajak anak-anak untuk mengasah kecerdasan majemuk  tanpa mereka sadari seperti yang diungkapkan dr. Howard Gardner dalam teori kecerdasannya.

Dari kedelapan teori kecerdasan versi dr. Howard Gardner, setidaknya ada lima muatan kecerdasan yang dapat kita ambil dari film kartun Dora The Explorer, yakni:

* Kecerdasan bahasa: dalam versi aslinya, Dora The Explorer mengajarkan anak-anak belajar bahasa Spanyol sederhana. Anak-anak dengan mudah dapat mengingat kosa-kata baru dalam bahasa spanyol, seperti ‘Lo hicimos’ (berhasil), ‘Abuela’ (nenek),’azul’(warna biru), ‘vámonos’ (ayo!), dan lain-lain.

* Kecerdasan musikal: film kartun ini, diiringi musik bernada gembira yang mudah untuk diikuti dan membuat mereka semangat.

* Kecerdasan kinestetik: karena Dora merupakan karakter  anak perempuan yang gemar berpetualang, maka tak jarang Dora mengajak pemirsanya untuk melakukan beberapa kegiatan untuk membantunya, seperti  berpura-pura menarik tali, mendayung, memanjat gunung, dan lain-lain.
* Kecerdasan logis (matematis): Dora mengajak penontonnya untuk menghitung dan menyelesaikan masalah yang membutuhkan logika.

* Kecerdasan spasial : selain itu Dora juga mengajak penontonnya untuk mengamati situasi  atau sesuatu yang sedang dicari bahkan dihindari seperti swiper, tokoh rubah yang suka mencuri.

Tiga kecerdasan lainnya, yaitu naturalis, interpersonal dan intrapersonal. Sebaiknya anak-anak diajak berinteraksi langsung. Karena bagaimana pun, film hanyalah alternatif hiburan audio-visual, jadi sebaiknnya durasi menontonnya harus dikontrol atau tidak berlebihan. Dan film kartun Dora The Explorer dapat dijadikan referensi sebagai film kartun yang mendidik untuk anak-anak.

Speak Your Mind

*