Belajar Dengan Peta Pikiran

Ilustrasi Peta PikiranBanyak orang yang berfikiran bahwa peta pikiran dapat berhasil dalam pembelajaran dengan mengggunakan metode peta pikiran. Peta pikiran ini merupakan suatu metode yang dipergunakan dengan membuat peta yang dengan mempelajari konsep yang di dasarkan pada cara kerja otak menyimpan informasi.

Cara berfikir dengan konsep peta ini merupakan hasil sebuah penelitian yang melihat bahwa daya ingat seseorang untuk berfikir dan memperoleh informasi itu sangatlah terbatas sehingga di butuhkan sebuah peta konsep pemikiran yang di dalam peta tersebut terdapat poin-poin penting yang digunakan agar dapat mendaoatkan informasi-informasi penting yang seharusnya di peroleh.

Sehingga nantinya ketika ingin melihat kembali pemetaan pikiran, kita hanya tinggal membuka kembali peta pemikiran yang sudah kita tuliskan sebelumnya.

Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila ketika dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.

Pemetaan pikiran juga adalah alat dan teknik pembelajaran modern yang mengatur gagasan visual seseorang dan mencoba untuk menghubungkan peta pikiran. Teknik ini digunakan untuk grafis mengatur dan menghubungkan konsep dengan konsep lain dan masalah.

Ini adalah bagian dari studi besar yang memungkinkan untuk membuat, menangkap, mengatur dan berkomunikasi dalam kerangka representasi visual interaktif yang dipahami dari informasi dan ide-ide yang kompleks. Ini membawa keluar penggunaan terbaik dari kekuatan otak.

Anda tentunya telah mendengar, kata ‘melihat adalah percaya’ dari waktu yang lama. Jika itu benar, pemetaan pikiran dapat membantu bisnis mengembangkan ide-ide alam semesta. Teknik, dengan bantuan peta pikiran, memungkinkan siswa, insinyur, bisnis, dll membuat catatan, dengan menggunakan hanya kata kunci dan gambar.

Lebih Lanjut tentang Peta Pikiran

Peta Pikiran telah ada dari sejak awal abad masehi. Tekniknya digunakan untuk menganalisa berbagai macam masalah, misalnya, representasi grafis dari kategori Aristoteles oleh Poephry Neoplatonis pemikir, pada abad ke-3. Dan juga seorang psikolog Inggris dan guru bisnis kreatif, Tony Buzan, yang membuat populer di tahun 1960-an.

Peta Pikiran adalah diagram yang digunakan untuk mewakili ide-ide, kata, tugas, dll yang terkait dan berpusat di sekitar kata kunci. Peta pikiran membantu dalam memvisualisasikan masalah dan membantu membuat keputusan untuk mencapai solusi yang efektif yang inovatif.  Peta pikiran memiliki empat karakteristik penting yakni:

  • Sebuah gambar pusat yang mewakili subjek
  • Tema-tema penting dari subjek diversifikasi dari gambar pusat yang dikenal sebagai cabang utama
  • Tema minor terkait dengan tema penting (utama)
  • Sebuah struktur nodal menghubungkan semua cabang

Simpanlah Informasi untuk Pemanfaatan Kemudian Hari

Dari fakta-fakta serta informasi tersebutlah maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah. Dalam peta pikiran, kita dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya.

Ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi. Hal ini dikarenakan cara kerja proses peta itu sama dengan cara kerja koneksi di dalam otak.

Sehingga disamping itu, peta pikiran dapat pula membantu kita dalam mengembangkan ide karena kita dapat menggunakan koneksi-koneksi dalam otak untuk memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci seperti di dalam peta tersebut setelah sebelumnya kita mulai dengan satu ide utama.

Dalam sebuah proses menuangkan pikiran, manusia berusaha mengatur semua fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi di kemudian hari.

Dengan peta pikiran ini diharapkan otak manusia dapat mengulang hal tersebut dengan cara yang jauh lebih efektif dan efisien sehingga bisa menjadikan daya pikir otak menjadi lebih mudah dan tidak terlalu terbebani.

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan cara kerja peta pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral (tengah) dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan.

Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut, dan mencari hubungan antara setiap poin.

Dengan menggunakan peta pikiran ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.

Terdapat beberapa tahapan atau cara yang harus dilakukan ketika ingin membuat sebuah peta pikiran. Cara ini dapat digunakan supaya peta pikiran yang dibuat dapat sesuai dengan yang diharapkan, sehingga ketika kita membutuhkan peta pikiran itu tidak perlu repot-repot lagi.

Beberapa barang yang diperlukan yaitu kertas kosong, lalu pena atau spidol berwarna, otak serta imajinasi. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mebuat peta pikiran ini yakni

  • Pertama, mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya di letakkan mendatar,
  • Kedua, gunakanlah gambar ataupun foto untuk ide sentral pemikiran dalam membuat peta. Hal ini dikarenakan gambar-gambar ini akan melambangkan topik utama dari peta pikiran yang akan digambarkan.
  • Ketiga, yaitu gunakan warna, karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran menjadi lebih hidup.
  • Keempat, hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya.
  • Kelima, buatlah garis-garis hubung yang melengkung.
  • Keenam, gunakanlah satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis tersebut. dan
  • Ketujuh, gunakan gambar, karena setiap gambar itu mengandung banyak kata-kata di dalamnya.

Dengan melakukan hal-hal tersebut pembuatan peta pikiran tentunya membantu untuk meningkatkan daya pikir serta daya imajinasi seseorang.

Aplikasi Peta Pikiran

  • Untuk Sistematisasi, pikiran dikumpulkan re-sistematisasi dan filter dan ide-ide.
  • Brainstorm, dalam kelompok atau secara individu.
  • Penelitian dan mengkonsolidasikan informasi dari berbagai sumber.
  • Visualisasikan pertukaran informasi manusia.
  • Mendapatkan wawasan tentang topik yang kompleks dan masalah.
  • Mencari hubungan antara kunci-poin, dengan menganalisis dan menyusun informasi.
  • Untuk sistem manajemen pengetahuan.
  • Mengelola informasi untuk pertemuan, presentasi, proposal, proyek, dll dalam persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut fase.

Anda pasti harus bertanya-tanya bagaimana peta pikiran dan pemetaan pikiran benar-benar membantu, atau apakah ada contoh praktis di dunia saat ini. Nah, jawabannya adalah ya. Peta pikiran populer di seluruh Asia dan Eropa.

Fakta di AS, Pesawat Boeing menggunakan peta pikiran yang panjang sepanjang 25-kaki, untuk membantu tim insinyur aeronautika belajar hal-hal yang akan menghabiskan waktu beberapa tahun bila tanpa pemetaan pikiran.

Sebelumnya teknik yang dipelajari dan dilaksanakan, semakin baik untuk Anda dan usaha Anda. Peta Pikiran telah diajarkan di sekolah-sekolah khusus di mana anak-anak belajar untuk membuat peta pikiran.

Hal ini memungkinkan siswa untuk memperoleh strategi untuk membuat catatan, menulis kreatif, menulis laporan, pengambilan keputusan, belajar topik yang kompleks dengan cara yang mudah dan banyak lagi. So. Peta Pikiran adalah teknik, yang jika diterapkan dan diikuti dengan benar, melibatkan otak dalam cara yang jauh lebih baik dan lebih kaya, membantu menemukan solusi untuk hampir masalah. Selain itu, itu semua menyenangkan!

Speak Your Mind

*