Beragam Manfaat Minyak Pala

Buah pala adalah bahan utama pembuatan minyak pala. Pohon ini banyak tumbuh di daerah-daerah tropis, seperti Indonesia dan India. Tanaman ini merupakan tanaman asli Indonesia, tepatnya di kepulauan Banda. Pada perkembangannya, tanaman pala banyak tumbuh di wilayah Malaysia, Papua, dan India.

Asal mula keberadaan tanaman pala di India konon berkat adanya masyarakat India yang menganut agama Hindu hidup dan menetap di Pulau Jawa dan Indonesia bagian timur. Mereka membawa bibit pala untuk kemudian ditanam di negaranya tersebut. Di India sendiri, buah pala banyak dijadikan manisan untuk berbagai upacara adat.

Buah pala juga membawa banyak manfaat. Buah ini bisa diolah menjadi makanan maupun obat-obatan.

Kandungan dan Manfaat Buah Pala

Buah pala mengandung minyak. Minyak tersebutlah yang kemudian biasa diolah untuk dijadikan minyak pala. Selain minyak, buah pala juga mengandung protein, lemak, vitamin A, B1, dan C, serta sari gula. Minyak yang terkandung secara alami dalam buah pala mengandung trimyristin.

Kandungan dalam buah pala bermanfaat untuk meringankan stres serta penyakit sulit tidur atau insomnia. Buah pala juga bermanfaat untuk menghangatkan badan, serta menjaga lambung dan usus agar tidak “kemasukan” angin.

Manfaat Minyak Pala

Minyak pala dihasilkan dari semua bagian buah pala, kulit, daging dan biji pala. Kandungan minyak dalam bagian-bagian buah pala memiliki khasiat yang berbeda.

Berbagai penelitian mengenai kandungan minyak dalam buah pala sudah dilakukan di berbagai negara, salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Science and Technology Authority.

Menurut para peneliti tersebut, kulit dan daging dari buah pala banyak mengandung minyak atsiri dan zat samak. Bagian fuli atau bunga pala juga mengandung zat yang hampir sama, yaitu atsiri, zat samak, dan zat pati.

Biji pala mengandung zat yang lebih banyak, yaitu berupa atsiri, elemisi, pektin, miristisin, saponin, enzim lipase, asam oleanolat dan lemonena. Biji dari buah pala dipercaya dapat menyembuhkan berbagai gangguan pada sistem pencernaan dan dapat meredakan rasa mual pada perut.

Kandungan berbagai zat dalam minyak yang dihasilkan oleh buah pala berguna untuk meredakan stres. Aroma yang dihasilkan bisa merenggangkan saraf-saraf yang menegang. Minyak pala bisa dijadikan media terapi bagi Anda yang sudah tertidur dalam waktu cepat.

Cara penggunaannya juga cukup sederhana. Oleskan pada seluruh bagian tubuh dan Anda akan merasakan kehangatan serta sensasi menenangkan dari minyak pala.

Selain berguna untuk relaksasi, minyak dari buah pala juga dapat digunakan untuk pemijitan. Teksturnya yang licin sama seperti minyak-minyak yang lain, memudahkan untuk menjadi media pijat yang baik. Minyak pala dipercaya dapat meringankan gejala encok, keseleo, serta pegal-pegal.

Cara Membudidayakan Pala

Untuk bisa menghasilkan minyak pala, tentu saja dibutuhkan buah pala yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, pembudidayaan tanaman pala pun sangat diperlukan.

Tanaman pala merupakan tanaman yang hidup di daerah tropis. Cuaca,suhu yang ada di wiayah indonesia sangat cocok untuk di tanami tanaman pala. Sudah pastinya di daerah Banda dan Maluku merupakan daerah bagian di Indonesia yang menjadi komoditi terbaik dalam kualitas pala.

Tanaman pala termasuk ke dalam familia Myristicaceae yang terdiri atas 200 spesies yang  tumbuh di bumi. Tanaman pala dapat tumbuh tinggi mencapai 15-18 meter.

Tanaman pala merupakan tanaman yang sangat sensitif dalam masa pertumbuhan sampai mencapai masa panen. Ini dikarenakan tanaman pala merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan hasil yang sempurna bila tanaman pala ini di tanam pada ketingiian 500-700 meter diatas permukaan laut.

Dikarenakan pada ketinggian 500-700 MDPL suhunya yang stabil dapat menjadikan tanaman pala tersebut akan menghasilkan buah yang dengan kualitas yang terbaik. Dengan iklim yang stabil dalam setiap tahunnya pada daerah 500-700 MDPL merupakan daerah dengan tingkat curah hujan tinggi sehingga menjadikan daerah tersebut memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi.

Tanah Vulkanis merupakan tanah yang cocok untuk ditanami tanaman pala karena tanah vulkanis akan memberikan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan tanaman pala tersebut.

Menanam pala serta memproduksinya merupakan olahan industri bisnis yang menguntungkan. Hal ini dapat dilihat dari harga pala di pasaran semakin tahun semakin meningkat , itu dikarenakan persaingan dalam perniagaan tanaman pala sangat sedikit.

Hal itu disebabkan oleh lahan yang semakin lama semakin menyempit menyebabkan orang yang masih memiliki lahan luas dapat berkesempatan untuk mencoba membudidayakan dan memproduksikannya.

Persaingan dalam dunia usaha buah pala juga dapat bersaing dengan cengkeh dan teh. Tanpa ada alasan lagi bila komoditi buah pala dalam peluang bissnis sangat besar.  Di daratan eropa sangat dibutuhkan banyak olahan biji pala yang dijadikan bumbu dan rempah-rempah yang menjadi salah satu pilihan masyarakatnya.

Selain itu, daging pala juga sering dijadikan olahan makanan yang juga menguntungkan bagi sebagian besar masyarakatnya. Buah pala dapat dijadikan sebagai bahan manisan pala dan dodol pala yang diminati banyak orang.

Selain banyak manfaat untuk kesehatan, kita juga dapat menikmati rasa dengan sensasi aroma pala yang khas ketika kita menikmati olahan dari buah pala tersebut.

Selain dijadikan dodol dan manisan pala, ternyata ada juga yang mengolah pala menjadi minuman  dan selai. Tentunya tidak sedikit yang bisa diolah dari pala tersebut.

Panen Buah Pala

Pala yang baik untuk dipanen yang akan dijadikan rempah-rempah adalah ketika umur buah pala yang akan dipanen berumur  sembilan bulan. Pada saat umur ini, tingkat kesempurnaan kadar air dalam pala sangat banyak. Dan ini akan menghasilkan biji yang halus tanpa mengalami keriput pada saat pengeringan yang dilakukan dengan cara dianginkan atau pun dapat dilakukan dengan cara pengasapan.

Namun, tidak dianjurkan mengeringkan biji pala pada saat suhu tinggi atau juga pada saat terik mata hari. Karena hal itu akan meyebabkan kadar air menjadi sedikit dan hasil dari olahan akan menjadi tidak sempurna.

Susah-susah gampang dalam mengolah biji pala untuk dijadikan bumbu dan rempah rempah yang telah dihaluskan dengan kualitas yang baik.

Pala Sebagai Komoditi Ekspor

Selain untuk kebutuhan dalam negeri, pala dari daerah Banda dan Maluku yang merupakan penghasil pala terbaik menjadi sasaran pasar asing untuk mengimpornya. Pasar Asia, seperti Cina yang sangat kental dengan rempah-rempahnya dalam hal kuliner merupakan pasar yang tinggi dalam kebutuhan rempah palanya.

Negara-negara di Eropa seperti Perancis, Meksiko, dan Spanyol juga merupakan pasar Eropa yang menjadi sasaran ekspor pala terbesar. Karena kebutuhan dalam hal rempah-remah di negara-negara tersebut untuk dijadikan bahan dalam masakan sangat banyak.

Tetapi tidak menjadi sasaran utama dalam kemajuan ekonomi Indonesia dengan adanya tanaman yang banyak manfaat dan khasiatnya ini. Ini disebabkan kurangnya lahan pertanian. Selain itu, kurangnya perhatian pemerintah terhadap komoditi-komoditi terbaik dalam negeri juga sangat berpengaruh terhadap penjualan komoditi ekspor pala.

Padahal, pada masa kerajaan, banyak saudagar-saudagar kaya yang berlabuh di  negeri Indonesia hanya untuk sekadar mencari rempah-rempah. Untuk di Asia sendiri, Indonesia meruakan penghasil rempah yang sangat kaya akan ragamnya, termasuk pala.

Harga pala yang mahal bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk menjadikan pala sebagai pendongkrak ekonomi Indonesia setelah kopi, sawit, cengkih, dan teh.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pala bukan hanya bisa menghasilkan minyak pala yang berkhasiat menghilangkan rasa stres dan berguna untuk relaksasi, tapi juga bisa digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan olahan yang bisa dinikmati rasa yang sensasionalnya.

Oleh sebab itu, mari budidayakan pala untuk kelestarian rempah-rempah tersebut, serta untuk meningkatkan komoditi ekspor di Indonesia!

Speak Your Mind

*