Berani Berkunjung ke Rumah Dara?

Anda hobi menonton film? Genre apapun? Sudah pernah menyaksikan sebuah film dengan genre thriller dari Indonesia berjudul Rumah Dara? Jangan mengaku penggemar film-film ber-genre tidak biasa jika belum melihat film Indonesia yang satu ini.

Rumah Dara – Gambaran Kualitas Film Thriller Indonesia

Film merupakan produk kreatif yang tidak ada habisnya untuk dibahas. Ide-ide untuk membuat film seperti tidak pernah kering. Para sineas tersebut seperti terus memutar otaknya untuk menemukan hal-hal baru yang pantas disajikan pada para penikmat film. Karena nantinya ini bukan hanya tentang kepuasan mereka sebagai penyaji, tapi tanggung jawab terhadap kepuasan para penikmat karya-karyanya.

Harus diakui, dunia kreatif memang tidak ada matinya. Selalu saja ada hal baru yang lahir dari dunia itu. Para kreator seolah tidak ada habisnya melahirkan ide-ide baru. Meskipun pada dasarnya, ide-ide baru tersebut juga terlahir karena terinspirasi dari karya yang sudah lebih dulu ada. Proses kreatif memang tidak bisa ditebak. Alurnya mengalir seperti air.

Seorang kreatif bisa dengan mudah menemukan ide dan bisa juga berdarah-darah ketika dituntut untuk menciptakan hal baru. Begitu halnya ketika seorang sineas “diwajibkan” untuk melahirkan sebuah karya baru. Tidak jarang, para sineas tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang untuk melahirkan sebuah ide baru.

Ide pembuatan sebuah film digodok hingga benar-benar matang. Hasil akhirnya adalah sebuah film berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada uang. Proses seperti ini kurang lebih sama ketika Rumah Dara diciptakan. Proses panjang tersebut kemudian melahirkan sebuah karya berkualitas yang pastinya tidak mengecewakan.

Anda yang sudah menyaksikan film ini pasti tahu apa yang dimaksudkan dengan kualitas di sini. Terbukti bahwa kualitas itu datangnya dari kesungguhan, sebuah pemikiran dan proses yang panjang dan tidak mentahan.

Coba Anda bandingkan dengan film asal jadi yang diproduksi mengikuti trend pasar. Kualitasnya akan terasa jauh. Akan terlihat mana film yang dibuat berdasarkan “kepentingan” semata dan mana film yang memang diciptakan karena mengacu pada kepuasan dalam menciptakan sebuah karya yang berkualitas.

Rumah Dara ibarat oase di tengah keringnya padang pasir film thriller Indonesia. Film horor penjagalan tersebut memenuhi dahaga para penggila adegan berdarah-darah khas film thriller. Apa yang disajikan di film tersebut bukan semata ketakutan. Penonton dipaksa ikut “berpikir”. Emosi, ketegangan, dan hal-hal lain yang memacu adrenalin juga ikut ditawarkan dalam film ini.

Sebelum booming film-film horor dengan bumbu sensual, Indonesia memiliki cukup banyak stock film horor yang menegangkan. Anda ingat film Jaelangkung yang dibintangi oleh Samuel Rizal? Film horor tersebut benar-benar dikemas secara “horor” tanpa dibumbui adegan-adegan gak penting yang malah terkadang mengaburkan inti cerita sebenarnya.

Rumah Dara, Film Horor Indonesia di Ajang Internasional. Takaran sebuah karya berkualitas atau tidak memang tidak bisa diukur dari apakah karya tersebut diakui oleh dunia internasional atau tidak. Tapi, setidaknya, penilaian masyarakat dalam skala yang lebih luas akan jauh lebih objektif. Mereka tidak melihat siapa yang membuat film tersebut, tapi mereka benar-benar melihat kualitas film.

Selera masyarakat luas, dalam hal ini masyarakat internasional ketika membicarakan film juga beragam. Mereka mendapatkan banyak referensi dari film-film yang sudah ditonton. Perbandingan apakah sebuah karya tersebut berkualitas atau tidak menjadi lebih jelas. Sehingga mereka akan dengan mudah mengatakan berkualitas jika memang film yang disaksikannya benar-benar berkualitas.

Rumah Dara adalah satu dari sedikit film Indonesia yang ditepuktangani oleh masyarakat internasional karena kualitasnya. Sebelum resmi ditayangkan di Indonesia pada 2010 lalu, Rumah Dara sudah menjelajah ke berbagai festival film internasional. Sambutan yang diberikan pada film inipun cukup hangat. Tanggapannya cukup positif dan menyenangkan.

Dua tahun sebelum ditayangkan di Indonesia, Rumah Dara sudah lebih dulu eksis. Penghargaan pun banyak diraih film ini di ajang festival film internasional. Film ini bahkan lebih dulu ditayangkan di negara tetangga, yaitu Singapura daripada Indonesia. Di Singapura, film ini tidak berjudul Rumah Dara, melainkan Darah. Jadi, Rumah Dara sendiri sebenarnya boleh dikatakan film Indonesia yang telat datang ke Indonesia karena sibuk di luar negeri.

Film ini bukan hanya berkelana ke negeri tetangga yang jaraknya rata-rata dekat, tapi juga melanglang hingga Amerika, tepatnya Amerika Utara dan Eropa. Pendistribusian film ini ke Amerika dan Eropa menjadi tanggung jawab dari Overlook Entertainment. Menurut sejarahnya, karakter Dara sebagai karakter paling menonjol dalam film ini sudah lebih dulu diciptakan. Dara menjadi karakter dalam salah satu film pendek berjudul Dara yang tergabung dalam antalogi film horor “Takut: Faces of Fear”.

Film pendek tersebut kemudian berkeliling dari satu festival film ke festival film lainnya. Karakter Dara begitu membekas dan para penggemarnya tak sabar menantikan kehadiran Dara dalam durasi yang lebih lama. Pembuatan film ini ditunggu oleh mereka. Penayangannya pun dinanti dengan cukup antusias.

Sayang, tidak semua negara membolehkan film ini tayang di negaranya. Alasannya adalah tentu saja karena film ini dianggap terlalu sadis dan adegan jagal yang ada di dalamnya melebihi batas “normal”. Tegangnya Rumah Dara di Indonesia, Rumah Dara mulai tayang pada 22 Januari 2012.

Film horor yang penuh darah ini diarsiteki oleh Mo Brothers. Bintang utama dari film ini adalah Shareefa Danish. Dibantu oleh Julie Estelle dan artis-artis pendukung lain, seperti Arifin Putra, Imelda Therinne, Sigi Wimala, Mike Muliardo, Daniel Mananta, Ario Bayu, Dendy Subagil, Ruli Lubis, dan Aming. Mereka adalah tokoh dalam film yang nantinya semua akan tewas, kecuali Ladya yang diperankan oleh Julie Estelle. Masing-masing tokoh dalam film ini tewas dengan cara mengenaskan.

Rumah Dara – Film yang Penuh Ketegangan

Anda yang sangat trauma dengan darah, sebaiknya pilih film yang lain saja. Film Rumah Dara ini dibumbui dengan hal-hal bersifat magis. Jika Anda jeli, pada awal film disiratkan bahwa Dara sudah hidup sejak tahun 1800-an. Anehnya, wajah Dara sama sekali tidak berubah keriput. Ia tetap tampil awet muda. Rahasianya ternyata ada pada kebiasaannya membunuh dan mengonsumsi daging manusia. Kebiasaannya inilah yang kemudian ditularkan pada anak-anaknya. Berbagai cara pun dilakukan untuk menjebak para korbannya.

Dan Julie Estelle bersama teman-teman yang kebetulan akan pergi ke bandara lantaran mengantarkan Adjie (Ario Bayu) dan Astrid (Sigi Wimala) yang tengah mengandung ke Sydney menjadi target Dara selanjutnya. Dara pun mengumpankan Maya (Imelda Therinne) untuk menjebak Ladya (Julie Estelle). Dalam film ini, Maya pura-pura menjadi korban perampokkan. Ladya dan teman-teman merasa kasihan dan menolongnya. Mereka mengantarkan Maya ke rumahnya.

Tanpa disadari hal tersebut adalah awal dari bencana. Sesampainya di rumah Maya, mereka diminta untuk singgah dan makan malam. Dara pun mulai mengeluarkan jurus-jurusnya. Ia mencampurkan obat tidur ke dalam makanan dan membuat calon korbannya tak sadarkan diri. Ia pun mulai meluncurkan aksinya. Sayang, korbannya kali ini tidak terlalu mudah dikalahkan. Mereka berontak dan berupaya untuk kabur dari rumah tersebut.

Sayang, Dara yang dibantu anak-anaknya, yaitu Maya, Alam dan Armand terlalu kuat untuk dilawan dalam keadaan setengah sadar. Satu per satu dari mereka pun tewas mengenaskan. Diawali dengan Alam yang tewas mengenaskan karena dipotong hidup-hidup oleh Armand menggunakan gergaji mesin dan diakhiri dengan tewasnya Dara yang ditabrak oleh Ladya.

Film berakhir dengan hanya menyisakan Ladya dan bayi dari Astrid. Polisi yang datang ke tempat kejadian pun semua tewas mengenaskan. Dengan berlumuran darah, Ladya berhasil meloloskan diri. Meninggalkan teman-temannya yang sudah menjadi mayat. Dengan durasi kurang lebih 90 menit, Rumah Dara akan mampu membuat Anda tegang sepanjang film. Teriakan-teriakan pasti menjadi backsound tersendiri ketika Anda menyaksikannya di bioskop bersama teman-teman. Rumah Dara memang menampilkan adegan-adegan ekstrem. Jangan memaksa menonton jika nyali Anda tidak cukup besar.

Rumah Dara, Triller Lokal Level Internasional

Satu lagi film Indonesia yang berhasil menembus jagat perfilman Internasional, Rumah Dara. Diluncurkan 22 Januari 2010, Rumah Dara memikat penontonnya dengan adegan horor yang tidak biasa.

Tidak seperti kebanyakan film horor di Indonesia, Rumah Dara menyajikan alur cerita seram tanpa hantu seperti kuntilanak, pocong, tuyul atau sejenisnya. Rumah Dara benar-benar merupakan film thriller slasher yang mengetengahkan cerita pembantaian di sebuah rumah yang melibatkan orang-orang di luar sebagai korbannya.

Kemunculan film Rumah Dara pada tahun 2010 sebetulnya sudah lama dinantikan oleh para penggemar film lokal. Kebanyakan dari mereka sudah mengenal terlebih dahulu sosok Dara dari film berjudul sama yang merupakan bagian dari antologi film horror berjudul Takut: Faces of Fear.

Film Dara telah diperkenalkan sang sutradara Mo Brothers dalam berbagai festival film dunia pada tahun 2008. Pada kurun waktu 2008-2009 film Rumah Dara sudah disuguhkan di tengah-tengah penikmat film dunia dalam even-even festival film Internasional. Tanggapan positif dan antusias penonton sangat tinggi sehingga Rumah Dara berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan.

Independent Film Award menempatkan Rumah Dara atau Macabre dalam lima nominasi, yaitu aktris terbaik, setting film, best supporting actress, best sound, dan best score. Shareefa Daanish berhasil menyabet penghargaan ini sebagai aktris terbaik dalam film Rumah Dara.

Rumah Dara dikenalkan pertama kali di Singapura dengan judul Darah. Rumah Dara kemudian mendapat rating yang bagus untuk adegan kekerasan dan sadis di dalamnya. Kemudian Rumah Dara masuk ke pasaran barat dan pertama kali diterima Eropa dan Amerika Utara.

Overlook Entertainment juga telah membeli film ini. Tidak hanya itu, Rumah Dara juga membawa pulang penghargaan dari PiFan Film Festival di Bucheon, Korea Selatan untuk kategori Best Actress pada 2009 lalu.
Sayangnya, di balik kesuksesan Rumah Dara di kancah Internasional, Malaysia tidak bisa menerima film yang dianggap memiliki adegan yang bertentangan dengan pakem film mereka. Maka, Rumah Dara pun dicekal.

Meski menjadi film Indonesia pertama yang dicekal penayangannya di Negeri Jiran itu, Rumah Dara menuai sukses besar di negeri sendiri.

Tokoh Dalam Rumah Dara

Sareefa Danish menjadi tokoh sentral dalam film Rumah Dara. Karakter psikopat yang dibawakannya sungguh menghipnotis penonton. Dara adalah seorang ibu psikopat yang memiliki tiga orang anak bernama Maya, Adam dan Armand. Dara menjalani kehidupannya dengan melakukan bisnis penjualan organ tubuh manusia. Ia sering menjebak korban-korbannya dengan beberapa skenario yang mengharuskan mereka datang ke Rumah Dara.

Kemudian Dara menghabisi nyawa semua korbannya dengan sadis. Tidak hanya menjual organ tubuh manusia, Dara yang memiliki kelainan jiwa juga memakan bayi untuk bisa mendapatkan kecantikan dan kekuatan abadi. Maka, tidak heran jika Dara yang memiliki tiga anak yang sudah dewasa tetap terlihat cantik, segar, dan awet muda.

Imelda Therinne memerankan tokoh Maya, anak perempuan Dara yang bertugas menjebak korban agar mau datang ke Rumah Dara. Maya tidak mengajak korbannya secara langsung. Ia menggunakan trik khusus seperti berpura-pura menjadi orang yang baru saja dirampok dan membutuhkan pertolongan karena tidak bisa pulang ke rumah.

Astrid, perempuan muda yang tengah hamil besar, diperankan dengan sangat apik oleh Sigi Wimala. Kengerian berhasil diciptakan ketika Astrid melahirkan bayinya sendiri di dalam kamar. Ketika bayi yang dilahirkannya dengan susah payah itu diambil paksa oleh Dara, Astrid berusaha sekuat tenaga untuk merampas kembali bayinya.

Julie Estelle yang memerankan tokoh Ladya beradu peran dengan Ario Bayu sebagai Adjie, sang kakak. Karena kejadian di masa lalu, Ladya sangat membenci kakaknya. Mereka terus bertengkar bahkan pada hari dimana Adjie dan Astrid, istrinya akan pergi menuju bandara untuk meninggalkan Bandung. Tak disangka di tengah jalan mereka berdua bertemu Maya yang sedang menjadi umpan. Ladya muncul sebagai tokoh penyelamat di Rumah Dara.

Sinopsis Rumah Dara

Permulaan film Rumah Dara menampilkan adegan video seorang wanita yang tengah mengajarkan ketiga anaknya tentang manusia. Hanya suara yang bisa didengarkan dalam video itu karena wajahnya tidak terlihat. Tak lama kemudian ia mulai praktik mengajarkan bagaimana membunuh seorang laki-laki yang mengenakan tutup kepala di hadapan mereka.

Setelah itu dimulailah jebakan demi jebakan yang dilancarkan oleh Dara dan anak-anaknya. Maya berdiri di tengah jalan dalam keadaan basah kuyup. Bertemu dengan pasangan suami istri, Adjie dan Astrid yang sedang dalam perjalanan menuju bandara.

Dalam cerita Rumah Dara, Maya bercerita kalau ia baru saja dirampok dan tidak bisa pulang. Karena kasihan, pasangan muda ini lalu menolongnya dengan mengantarkannya pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Maya mengajak keduanya dan rombongan dalam mobil masuk untuk bertemu dengan ibunya.

Adjie, Astrid, Ladya, Eko, Jimmie dan Alam merasa takjub dengan penampilan ibu Maya yang bernama Dara yang masih sangat muda dan cantik di usianya yang sudah tua. Maya dan Dara terlihat seperti kakak beradik saja. Usai perkenalan singkat, Astrid merasa kelelahan. Dara memberikan Astrid sebuah ramuan yang bisa membuat sehat kandungannya. Astrid dan Adjie pun diajak ke lantai atas untuk beristirahat.
Film Rumah Dara berlanjut pada cerita jebakan yang disiapkan oleh Dara.

Dara telah menyiapkan makan malam dan kemudian mengajak mereka semua makan bersama. Mereka menyantap makanan yang terlihat misterius itu. Satu persatu tumbang setelah menyantapnya karena Dara menaburkan obat tidur dalam makanan itu. Eko lebih dulu pingsan setelah melakukan hubungan seks dengan Maya.

Alam tersadar dari pingsannya. Ia menemukan dirinya sendirian di meja makan. Kemudian ia bertemu Maya. Maya menggoda Alam tetapi ia mengacuhkannya. Alam mencari Ladya ke ruangan lain. Maya menjadi marah dan berusaha melukai Alam dengan sebilah pisau. Alam berhasil melarikan diri. Sayang pintu depan terkunci. Ketika ia menoleh ke belakang, Maya dan Adam tengah bersiap melumpuhkannya.

Dalam film Rumah Dara, Alam berusaha sekuat mungkin untuk melawan keduanya. Adam mematahkan tangan Alam di depan Astrid dan Adjie. Keduanya lalu melarikan diri ke lantai atas. Adjie berhasil ditangkap dan dilumpuhkan dengan cara mematahkan kakinya. Sementara Astrid berlari ke kamar dan menutup kamar dengan lemari besar.

Ladya, Eko dan Jimmie disekap dalam sebuah ruangan tanpa cahaya. Ladya yang berhasil mengintip dari lubang pintu menyaksikan tubuh Alam yang dipotong-potong oleh Armand. Tak lama kemudian Armand masuk ke ruangan tempat mereka disekap dan membawa pergi Ladya. Ladya diikat di meja pemotongan. Belum sempat Ladya disiksa, Eko dan Jimmy berteriak-teriak dari dalam ruangan. Mereka berusaha menyelamatkan Lady dengan berkata kasar.

Alur cerita Rumah Dara semakin menegangkan, Armand kembali ke ruangan gelap itu dan menendang keduanya. Ladya berhasil membuka ikatannya dengan satu tangan. Saat Armand kembali, Ladya sudah lepas dari meja pemotongan. Armand semakin geram. Ia mencoba memperkosanya. Ladya membela dirinya dengan menusuk perut Armand lalu membuatnya pingsan.

Ladya kemudian segera membebaskan Eko dan Jimmie. Ketiganya berhasil keluar dari Rumah Dara menuju ke hutan. Sementara di dalam Astrid masih berjuang dengan perutnya yang kesakitan akibat meminum obat dari Dara yang ternyata adalah obat untuk mengeluarkan bayinya dengan cepat.

Adegan demi adegan dalam film Rumah Dara ini memang sadis dan penuh kekerasan. Film ini hanya bisa ditonton oleh orang dewasa. Sangat tidak dianjurkan untuk ditonton oleh anak-anak. Banyaknya darah serta adegan-adegan kekerasan tidak pantas disuguhkan untuk mereka.

Speak Your Mind

*