Binus, Jawaranya Kampus IT

Ilustrasi binusSaat menyebut nama kampus ini, sebagian orang akan langsung membayangkan sebuah kampus megah yang terkenal dengan jurusan IT-nya.

Ya, Bina Nusantara terkenal sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas di bidang teknologi informasi. Setiap tahun, sarjana-sarjana dari Binus, demikian singkatan nama kampus ini, ditampung oleh perusahaan-perusahaan ternama di dalam dan luar negeri.

Berawal dari Bimbingan Tes

Jika melihat kondisi Bina Nusantara saat ini, kita mungkin tidak akan percaya bahwa kiprah mereka diawali oleh sebuah bimbingan tes dan kursus komputer pada 1974. Bimbingan tes yang meraka lakukan sangat sederhana, mengandalkan pengetahuan bukan fasilitas.

Jangan bayangkan pula kursus komputer seperti saat ini yang dijejali oleh perangkat komputer canggih dengan software terbaru. Dulu, mereka hanya mengawalinya dari bangunan rumah kos yang amat sederhana.

Bandingkan dengan sekarang. Gedung lama Binus di kawasan Jakarta Barat saja, terlihat sangat kokoh. Apalagi, jika menengok gedung baru mereka di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Hmm, bikin kagum. Belum lagi, kampus untuk pendidikan level dasar dan menengah yang mengusung konsep internasional di Kebayoran Lama.

Kursus komputer tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah akademi, pada 1981. Universitas Bina Nusantara baru berdiri secara resmi pada 1996, membuka beberapa program selain komputer, seperti akuntansi, teknik, ekonomi, sastra, dan mipa. Baru pertama dibuka pun, jumlah mahasiswanya langsung membludak, karena sebagian besar berasal dari akademi sebelumnya.

Berkembang Pesat

Pertumbuhan Bina Nusantara sebagai sebuah universitas tergolong sangat pesat. Padahal, dari sisi usia, mereka terbilang baru seumur jagung. Jangan bandingkan dengan kampus-kampus tua dan bonafid seperti UI, UGM atau ITB.

Namun, jika melihat kondisi saat ini, terlihatlah betapa sumber daya manusia di Binus bekerja sangat keras untuk mengejar berbagai ketinggalan. Semangat mereka didorong oleh sikap dan kerja keras pendirinya, yaitu Theresia Widia Soerjaningsih.

Perempuan kelahiran 1950 inilah, yang memelopori berdirinya Bina Nusantara. Sayang, sebelum melihat Binus mencapai puncak, ia sudah dipanggil oleh Yang Mahakuasa pada tahun 2004 silam.

Setiap tahun, Binus menerima ribuana mahasiswa baru. Total jumlah mahasiswa mereka di atas 20.000 orang. Tak terlalu jauh berbeda dibanding jumlah mahasiswa UI atau UGM. Prestasinya pun terus bertambah seiring perjalanan waktu.

Mereka pernah menjadi perguruan tinggi komputer terbaik se-Jabotabek, penghargaan kampus terbaik dari Amerika Serikat sebanyak dua kali, dan pemenang beberapa kali e-learning award. Sebuah penghargaan bagi kampus yang sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajarnya.

Setiap tahun, mahasiswa Binus selalu menjadi juara dalam kompetisi teknologi informasi, marketing, dan akuntansi, baik di dalam maupun di luar negeri.

World Class University

Pada 2010 ini, Bina Nusantara mengusung target tinggi dengan impian menjadi kampus berkelas dunia (world class university). Sejumlah langkah mereka lakukan untuk menggapai impian tersebut, salah satunya melalui tamhahan kerja sama dengan beberapa kampus luar negeri.

Misalnya dengan kampus-kampus teknologi informasi di Australia dan Selandia Baru. Target tersebut tampaknya cukup rasional karena Binus sudah punya sejumlah modal, seperti lulusan yang berkualitas, proses belajar mengajar sesuai standar, dan sudah memiliki sertifikat ISO:9001.

Speak Your Mind

*