Budidaya Daun Bawang

Indonesia adalah negara dengan penduduknya yang menyukai berbagai macam kuliner. Hal tersebut disebabkan karena Indonesia mempunyai jenis masakan daerah yang sangat beragam. Aneka macam masakan daerah tersebut, mempunyai ciri khas masing-masing. Salah satu bahan yang sering digunakan sebagai pelengkap dan penyedap rasa masakan adalah daun bawang. Daun bawang banyak dibutuhkan para ibu untuk memasak di dapur. Sayangnya, belum banyak orang yang melakukan budidaya daun bawang untuk digunakan secara pribadi.

Padahal, kebutuhan akan daun bawang ini sangat tinggi. Kita contohkan saja, daun bawang seringkali kita temui dalam masakan mi rebus Jawa yang dijajakan di pinggir jalan. Selain itu, daun bawang juga kita temui sebagai makanan pelengkap sop, soto, masakan padang, bakwan kawi, dan masih banyak masakan yang lainnya.

Banyak orang yang mengakui bahwa daun bawang mempunyai aroma yang khas. Sehingga, untuk beberapa jenis makanan, daun bawang wajib ada dan digunakan sebagai pelengkap. Daun bawang dapat menggantikan penggunakan penyedap makanan dari aroma daun bawang yang tercium. Selain baunya yang wangi, daun bawang juga menyebabkan rasa makanan menjadi lebih gurih dan mantap.

Saat ini, konsumen penyuka daun bawang sangat bergantung kepada petani. Sehingga untuk mendapatkannya, mereka tinggal pergi ke pasar tradisional ataupun supermarket untuk mendapatkan daun bawang. Padahal, jika mereka mau berusaha sedikit saja untuk budidaya daun bawang, maka kebutuhan mereka pada daun bawang pun dengan mudah dapat terpenuhi, tanpa susah-susah untuk membeli di pasar dan mengeluarkan uang.

Namun, sebelum lebih jauh berbicara mengenai budidaya daun bawang, terlebih dahulu kita mengenal tentang daun bawang. Sehingga, kita tidak hanya bisa menggunakan daun bawang sebagai masakan, tetapi pengetahuan kita tentang daun bawang menjadi semakin luas.

Daun bawang yang kita makan sehari-hari tersebut adalah satu dari bermacam-macam jenis bawang. Bawang daun yang biasa kita makan juga dikenal dengan nama Latin Allium fistulosum. Selain Allium fistulosum, masih terdapat beberapa jenis bawang lagi, di antaranya adalah A. ascalonicum. Bawang tersebut masih satu jenis dengan bawang merah yang kita gunakan sebagai bumbu masak.

Setelah mengetahui tentang jenis daun bawang, di bawah ini akan dijabarkan cara mudah untuk menaman daun bawang. Jika ingin menaman daun bawang, kita tidak harus menjadi petani yang mempunyai lahan yang luas. Sebab, daun bawang tidak selalu membutuhkan lahan yang luas untuk tumbuh. Kita bisa menanam di depan rumah dengan pollybag atau dengan pot-pot dari kaleng sederhana. Berikut ini adalah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk budidaya daun bawang.

Pembibitan

Langkah pertama adalah melakukan pembibitan daun bawang. Bibit daun bawang sendiri bisa didapat melalui dua cara. Cara pertama adalah pembibitan dengan menggunakan benih daun bawang dan cara kedua pembibitan daun bawang dengan menggunakan pembibitan anakan dari tanaman daun bawang yang sudah ada. Jika kita ingin menanam daun bawang yang berasal dari bibit daun bawang, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembibitan daun bawang, yakni sebagai berikut.

  • Pembibitan daun bawang dilakukan jika kita mempunyai lahan yang cukup luas dan membutuhkan banyak bibit daun bawang untuk ditanam. Maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyemai benih daun bawang pada bedengan (tanah yang dibuat menggunung). Bedengan tanah tersebut memiliki lebar 100 cm sampai 120 cm serta panjang yang disesuaikan panjangnya lahan yang akan digunakan untuk membuat bibit daun bawang.
  • Sebelum menyebar benih, tanah yang akan digunakan untuk menyebar benih harus terlebih daulu digemburkan dan dilubangi dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah selesai dilubangi, lubang tersebut kemudian diberi pupuk kadang seberat kurang lebih 2 kg. Hal ini dimaksudkan untuk menambahkan unsur hara yang terdapat di dalam tanah.
  • Bedengan yang sudah diberi pupuk tersebut, juga harus diberi atap dengan bahan plastik transparan. Plastik tersebut berfungsi agar kondisi panas tanah stabil. Jika panas tidak langsung terkena cahaya matahari, begitu pula ketika hujan, tidak terkena air hujan secara langsung.
  • Setelah tanah dan atap siap, benih daun bawang pun sudah bisa ditabur dalam bedengan tanah. Benih ditabur dengan kedalaman sekitar 1 cm serta tiap larik juga harus diberi jarak. Jarak tiap larik sekitar 10 cm.
  • Benih yang disebar tidak langsung menjadi tanaman kecambah. Namun, harus menunggu hingga beberapa saat. Agar semakin tumbuh maksimal, alangkah lebih baik jika benih yang sudah disebar tersebut ditutup dengan menggunakan karung goni yang sudah dibasahi terlebih dahulu. Selain menggunakan karung goni, kita juga dapat menggunakan daun pisang sebagai penutup bibit daun bawang yang telah disebar.
  • Jangan lupa untuk menyiram benih daun bawang yang kita sebar setiap hari dengan penyiraman yang cukup. Tidak terlalu sedikit, namun juga tidak terlalu banyak.
  • Pada usia tanaman yang berumur 1 bulan, bibit daun bawang harus kita beri pupuk dengan cara disemprot. Bibit sudah dapat kita gunakan, ketika bibit sudah berumur 2 bulan dengan ketinggian hingga 10 cm sampai dengan ketinggian 15 cm. Daun bawang hasil pembibitan pun siap digunakan.

Bibit daun bawang juga bisa kita dapatkan dengan cara anakan. Di bawah ini adalah langkah yang dapat kita lakukan untuk memperoleh bibit daun bawang dengan cara anakan.

  • Bibit daun bawang anakan berbeda dengan pembibitan langsung. Hal ini dikarenakan pembibitan dengan cara anakan tergantung pada induk tanaman daun bawang. Oleh karena itu, untuk dapat menghasilkan anakan yang bagus, kita pun harus pandai memilih tanaman daun bawang yang akan dijadikan sebagai indukan. Indukan yang bagus adalah indukan yang tidak terserang hama dan berumur kurang lebih 2, 5 bulan.
  • Setelah mendapatkan tanaman yang akan dijadikan sebagai indukan, maka tanaman tersebut dibongkar dari tanah beserta akar-akarnya. Setelah dibongkar, tanah yang menempel pada tanaman harus dibersihkan beserta daun-daun tua yang berwarna kuning.
  • Langkah selanjutnya, kita harus memisahkan rumpun yang sudah kita bersihkan tersebut sampai kita mendapatkan rumpun baru yang berasal dari indukan.
  • Anakan baru tersebut kita taman pada lokasi yang teduh selama 5 hingga 7 hari. Setelah 5 sampai 7 hari, bibit hasil anakan tersebut pun siap ditanam.

Persiapan Lahan, Penamanaman, dan Pemeliharaan

Setelah pembibitan selesai dilakukan, langkah selanjutkan adalah menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk menanam bibit. Bibit dapat dipindakan pada lahan setelah berumur 2 bulan. Sebelum ditanam, bibit direndam terlebih dahulu dalam fungisida. Lama perendaman adalah 10 menit sampai 15 menit. Pemeliharaan tanaman daun bawang adalah ketika tanaman sudah berumur 15 hari, maka kita harus menyulam, atau mengganti tanaman yang mati dan kurang baik. Hal lain yang harus dilakukan secara rutin adalah membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Selain itu, kita juga harus melakukan penyiraman dan pemupukan sebelum masa panen.

Demikian beberapa informasi seputar daun bawang dan cara pembudidayaannya di rumah. Semoga bermanfaat bagi Anda yang berminat melakukan budidaya tanaman daun bawang.

Speak Your Mind

*