Bukan Sekedar Makna Nama

“Apalah arti sebuah nama” adalah ungkapan yang masih sangat sering kita jumpai dalam perbincangan di masyarakat. Mungkin, ada yang membenarkan. Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa sebagian orang menganggap nama tentu saja memiliki arti. Makna nama pada seorang anak merupakan doa. Harapan.

Ada juga yang memaknainya sebagai bentuk kemuliaan bagi anaknya kelak. Tak ketinggalan, sebagian orang memberikan nama kepada anaknya sebagai monumen hidup yang bisa dikenang. Sebut saja, nama Ayu Wisudanti. Barangkali, ibunya melahirkannya tepat pada saat hari wisuda sarjananya.

Bukan Sekadar Nama

Sebenarnya, pemberian nama yang unik, antik, atau tidak biasa, tidak memiliki hubungan dengan keberhasilan seorang anak kelak. Namun, berdasar pada banyak penelitian, makna nama anak memiliki pengaruh hingga dia dewasa.

Pemberian nama yang tidak biasa kepada seorang anak akan menyebabkan dia mengalami kesulitan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak yang memiliki nama biasa saja.

Seorang anak Jawa tulen yang diberi nama Robert Hanseldoff misalnya, akan lebih mengalami kesulitan yang lebih dalam pergaulannya dengan anak-anak Jawa tulen yang biasa menggunakan nama Thole, Bima, Wicaksono, dan sebagainya. Demikian nama seorang anak laki-laki yang biasanya digunakan sebagai nama anak perempuan dan sebaliknya.

Dengan mengacu penjelasan di atas, secara psikologis, makna nama memiliki peranan yang penting dalam menumbuhkan karakter dan kepercayaan dirinya. Hendaknya, memberi nama seorang anak harus menjauhi hal-hal yang bisa memicu konflik batin anak itu sendiri. Pemberian nama yang baik akan membuat anak memiliki kekuatan yang positif yang bisa menjadikannya lebih percaya diri dalam pergaulan.

Tips memilih nama anak

  1. Catatlah semua ide tentang nama anak, baik dari pikiran kita sendiri atau masukan dari orang-orang yang kita anggap baik. Buatlah daftar agar kita bisa jelas mengukur kelebihan dan kekurangan nama-nama usulan itu.
  2. Pilihlah nama yang indah dan serasi pengucapannya dari untaian kata yang ada. Terlebih, jika Anda ingin mengikutkan nama keluarga besar dalam nama anak.
  3. Nama yang unik memang menjadi idaman namun unik tidak berarti nama yang aneh atau tidak lazim.
  4. Carilah nama yang bermakna positif karena hal itu bisa menjadi sebuah doa dan harapan. Bahkan, sugesti positif pada jiwa anak Anda kelak.
  5. Hindarilah pemilihan nama yang tidak sesuai dengan jenis kelamin anak karena akan rentan dengan konflik batin ketika banyak orang mempertanyakannya.
  6. Janganlah memberi nama pada anak Anda berdasarkan mood Anda saat itu karena anak tentu akan tumbuh dan berkembang sesuai zamannya. Ketika Anda sedang menyukai film Upin dan Ipin saat anak Anda lahir, misalnya, Anda tak perlu memberi nama anak Anda “Upin Sang Idola”.
  7. Anda boleh memertimbangkan agama, lingkungan, dan kebiasaan dalam memberikan nama pada anak Anda. Biasanya, masing-masing agama atau budaya memiliki kekhasan nama yang umumnya menjadi pilihan. Agama Islam, misalnya, lebih menyukai nama-nama yang menisbatkan diri pada Asmaul Husna.
  8. Buatlah nama panggilan yang mudah diucapkan untuk keperluan sehari-hari.
  9. Anda bisa membayar seorang jasa konsultan untuk memesan sebuah nama yang bagus, indah, dan bermakna positif.

Nama Anak Bisa Dijadikan Media Pembelajaran

Tak banyak orang tua yang paham bahwa memberi nama anak memang penting. Karena namanya bisa dijadikan media pembelajaran bahasa untuk si anak. Baik bahasa apa pun, nama anak bisa dijadikan media. Karena itu, berilah nama yang baik bagi anak Anda.

Anda ingin tahu bahwa nama anak bisa dijadikan media pembelajaran?

Baiklah. Belajar bahasa Inggris dengan menggunakan nama jauh lebih terasa mengasyikkan. Mbak Heriyati di dalam bukunya “My Name My Vocabulary” mencontohkan bahwa nama bisa dijadikan cara pembelajaran bahasa inggris yang mengasyikkan. Apa pun topik pembahasan dalam pembelajaran bahasa Inggris, nama tetap bisa digunakan.

Anda sedang mempelajari irreguler verb (kata kerja tak beraturan), maka Anda bisa menggunakan nama Anda. Misalnya nama Anda Muhada

M : make, made,made

U : unbind, unbound, unbound

H : hold, held, held

A : arise, arose, arisen

D : deal, dealt, dealt

A : abide abode, abode

Mudah sekali, bukan?

Anda bisa menggunakan nama Anda untuk belajar apa saja. Jika Anda masih kurang yakin, kita gunakan juga nama Muhada untuk digunakan dalam pembelajaran menghapal kosa kata benda umum

M : measure (ukuran, tindakan, langkah, undang-undang, takaran)

U : umbrella (payung)

H : hammer (palu atau martil)

A : advertisement (iklan)

D : driving (mengemudikan, penggerak dan pendorong)

A : ant (semut)

Sejatinya penggunaan nama ini tidak hanya berfungsi untuk mempelajari bahasa inggris saja. Dalam pembelajaran bahasa Arab, Mandarin, Francis dan sebagainya, penggunaan nama akan memberikan kemudahan.

Oleh karena itu, jika Anda orang tua maka berilah nama untuk anak Anda dengan nama yang baik. Bahkan, ketika mereka baru belajar bicara Anda juga bisa mengenalkan gambar- gambar benda-benda dengan nama mereka. Misalnya namanya Rosita

R : Rumah

O : Orang

S : Sekolah

I : Ikan

T : Tempat tidur

A : Ayam

Nah, kini Anda sudah paham bukan bahwa memberi nama kepada Anak tidak ada yang sia-sia. Lantas, jenis nama apa yang baik untuk anak-anak?

Jika dalam agama Islam dianjurkan untuk memberi nama dengan mengandung unsur kehambaan kepada Tuhan, pujian, doa dan harapan, dan makna semangat. Misalnya, Abdurrahman, Ahmad, Arju, Syamsuddin.

Nasehat Lukman kepada Anaknya

Setelah memberi nama yang baik untuk anak Anda, jika Anda beragama Islam lakukanlah nasehat Lukman yang termaktub di dalam al-Qur’an.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

 

 (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

 

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

 

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”  (QS. Luqman: 12-19)

Bila diuraikan secara umum, ada sembilan nasehat lukman kepada anaknya, yang juga mesti dilakukan oleh orang tua yang muslim.

1. Bersyukur kepada Allah

Anak sejak dini sudah mesti diajarkan untuk bersyukur kepada Allah. Cara sederhana diajarkan ketika selesai makan, minum dan berpakaian mengucapkan alhamdulillah. Karena mengucap Alhamdulillah adalah salah satu tanda bersyukur kepada Allah.

2. Jangan menyekutukan Allah

Maksudnya, anak mesti diajarkan sejak ini untuk mensucikan Allah. Tujuanya, agar kelak ketika dewasa anak tersebut menjadi anak yang taat kepada Allah. Pasalnya, syirik akbar adalah dosa yang tak pernah mendapatkan ampunan dari Allah. sedangkan syirik khafi adalah riya. Sikap riya juga harus dihindarkan, jangan sampai anak mengidap oe

Oleh karena itu, mendidik anak untuk tidak melakukan perbuatan syirik adalah hal yang sangat baik. Ini adalah inti yang diajarkan di dalam agama.

3. Berbuat baik kepada kedua orang tua

Ini juga pelajaran yang penting diajarkan kepada anak, agar ia bisa bersyukur kepada Allah dan bersyukur kepada kedua orang tuanya yang telah melahirkannya. Pendidikan berbuat kepada orang tua ini mesti diajarkan sejak dini, sehingga ketika dewasa ia pun tetap berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya.

4. Mendirikan shalat

Shalat juga mesti diajarkan kepada anak-anak, karena Rasulullah Saw. menganjurkan untuk menyuruh anak shalat disaat usia 7 tahun. Bila belum mau shalat, maka di usia 10 tahun boleh dipukul. Tentunya dipukul dengan mendidik, bukan dengan menyiksa.

Pendidikan shalat sejak dini membuat anak ketika dewasa menjadi taat kepada Allah Swt. Ketika dewasa pun ia tetap bisa melakukan shalat.

5. Menyuruh berbuat baik dan melarang yang mungkar kepada orang lain

Dididiklah anak sejak dini untuk mau berbuat baik kepada siapa saja dan tak melakukan perbuatan mungkar yang dibenci Allah. Jika ia dididik sejak dini untuk melakukan perbuatan ini, maka ia akan selalu disenangi oleh banyak orang.

6. Bersabar atas penderitaan

Anak-anak juga sejak dini sudah diajarkan untuk bersabar. Tujuannya, agar ia tahu bahwa hidup ini membutuhkan proses. Dengan kesabaranlah proses yang dilakui bisa berjalan dengan baik dan benar.

7. Jangan sombong

Anak-anak sejak dini diajarkan untuk tidak sombong kepada siapa pun. Ia menjadi orang yang selalu bersikap mensyukuri apa yang diberikan Allah. Ia harus dididik untuk tidak membanggakan apa yang dimilikinya.

8. Sederhana

Anak juga sejak dini harus diajarkan untuk hidup dengan penuh kesederhanaan. Bila memiliki harta yang lebih anak diajarkan untuk senang berbagi kepada orang lain.

9. Melembutkan suara

Anak sejak dini harus diajarkan untuk berbicara dengan lembut dan sopan santun. Tujuannya, agar ia bisa bergaul dengan siapa saja. Karena orang lain pun jadi suka berteman dengannya nanti ketika dewasa.

Inilah  artikel sederhana membahas tentang makna nama yang memiliki kandungan yang luar biasa dan nasehat Lukman yang tercantum di dalam al-Qur’an untuk setiap orang tua yang muslim.

Speak Your Mind

*