Cara Beternak Burung Murai Menjanjikan

Ilustrasi cara beternak burung muraiBurung murai batu (Copsychus malabaricus) selalu diburu. Karenanya, beternak jenis burung berkicau yang sangat populer ini, menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Apalagi, cara beternak burung murai batu tidak terlalu sulit. Di samping itu, burung yang kicauannya merdu ini, nilai jualnya cukup tinggi.

Ciri burung kicau ini pada umumnya didominasi bulu warna hitam di tubuh. Sebagian kecil terdapat di bagian bawah badannya, yang sebagian berwarna kusam dan merah cerah. Di bagian kepalanya terdapat sedikit warna biru, sedangkan ekornya panjang menjuntai.

Ada perbedaan warna bulu murai jantan dan murai betina. Murai jantan warna bulunya tua dan pekat. Sementara untuk jenis burung betinanya berwarna pudar. Bulu di dadanya berwarna coklat pudar.

Serangga kecil seperti jangkrik, ulat, dan laron menjadi makanan kesukaan murai batu. Akan tetapi, untuk murai yang dipelihara juga makan pelet kombinasi kroto, jangkrik, ulat hongkong, telur lebah, dan poer.

Jenis Murai yang Ditangkarkan

Berikut ini beberapa jenis murai batu yang ditangkarkan.

Murai Medan

Burung murai paling mahal berasal dari Medan, ciri khasnya berupa
bulu berwarna cokelat dengan ekor agak melengkung dan agak pendek. Kakinya model belimbing. Burung yang berasal dari Medan ini harganya paling mahal.

Murai Medan Super

Ekornya lebih panjang dan kicaunya lebih bagus. Ciri tersebut yang membedakan murai medan super dari murai medan biasa. Harga murai medan super tentunya lebih mahal lagi.

Murai Lampung

Cirinya adalah ekornya lurus dan dada agak kekuningan.

Murai Kalimantan

Burung murai ini selalu mengembangkan bulu dada saat berkicau.

Murai Tanjung Redep

Garis putih di kepala yang membedakannya dengan burung murai lainnya.

Kicauan jenis murai medan super lebih bervariasi. Tak heran, walaupun harganya cenderung lebih mahal, jenis ini paling banyak dicari. Jenis burung murai berikutnya yang banyak digemari adalah murai lampung. Lalu, murai kalimantan.

Cara Berternak Murai Batu

Cara beternak burung murai batu banyak dilakukan di penangkaran. Berikut ini tahapan beternak burung murai batu.

Pemilihan Indukan

Langkah awal untuk menangkar burung murai batu adalah mencari indukan, yakni sepasang atau lebih burung murai batu jantan dan betina. Kriteria wajib bagi indukan, yaitu fisik tidak cacat serta sudah berkicau. Usianya di atas satu tahun. Pastikan indukan sudah jinak. Artinya, tidak takut lagi dengan manusia.

Penjodohan

Pastikan murai jantan dan betina sudah siap dijodohkan. Caranya mudah, tinggal mendekatkan kedua sangkarnya saja, yaitu sangkar betina dan jantan.

Ada bahasa tubuh yang diisyaratkan burung murai batu saat sudah siap dijodohkan. Pada burung murai jantan akan menggerak-gerakkan ekornya dan memperdengarkan kicauan merdu. Tujuannya, agar betina tertarik padanya.

Jika murai betina memperlihatkan badan dengan melebarkan sayap dan membungkukkan punggungnya, menjadi sebuah pertanda keduanya siap dijodohkan.

Setelah dipastikan keduanya siap, masukkan ke dalam kandang penangkaran untuk perkawinan. Luas kandang idealnya berukuran 1 m x 2 m, tinggi 2 m. Tempat pakan, tempat minum, tempat mandi burung, dan tempat sarang di dalam kandang harus tertata rapi. Tempat sarang dapat dibuat dari kayu berukuran 40 cm x 20 cm, tinggi 30 cm.

Lalu, burung betina sebaiknya Anda keluarkan. Sementara indukan jantan dibiarkan dalam kandang. Anda tinggal menunggu keduanya sudah siap benar untuk dikawinkan. Pada umumnya, burung sangat sering berkeliaran di sekitar kandang jantan.

Selanjutnya, keluarkan burung jantan dari kandang agar cepat melakukan perkawinan. Pada umumnya, yang bertugas membuat sarang adalah betina. Apabila sudah terbentuk separuhnya, betina akan keluar dari sarang lamanya.

Betina bertugas untuk membangun sarang dalam jangka waktu sehari setelah perkawinan berjalan. Pada hari selanjutnya, sekitar empat harian, induk betina mulai bertelur.

Telur-telur tersebut tidak akan berproduksi ataupun menetas. Burung murai batu normalnya dapat bertelur dua atau tiga buah telur dalam sebulan. Saat jumlah telur sudah melebihi 3 butir, akan dierami sang induk betina.

Agar burung murai batu cepat berjodoh, lakukan kegiatan-kegiatan berikut ini.

  • Beri asupan dengan takaran yang cukup di hari pertama. Baik murai jantan maupun betina, beri 10 ekor cacing dan jangkrik.
  • Hari berikutnya, takaran pakan betina dikurangi setengahnya, sedang untuk komposisi yang jantan tetap.
  • Hari ketiga, hilangkan jatah untuk betina. Sebaliknya, untuk yang jantan ditambah.

Dengan demikian, si jantan akan memainkan makanan di mulutnya. Sementara, si betina merasa kelaparan. Akhirnya, betina akan mendekati jantan untuk meminta bagian makanannya. Lamanya proses ini tergantung burung murai batu. Terkadang cepat atau mungkin bisa sampai satu bulan.

Terkadang, murai batu betina dan jantan langsung dimasukkan ke dalam kandang yang sama. Jadi, proses penjodohan belangsung tidak terlalu lama. Cara tersebut biasanya dilakukan oleh para peternak, jika murai batu jantan dan betina bisa saling menerima.

Mengerami

Pastikan lingkungan tenang dan aman dari hewan pengganggu, seperti tikus, kucing, dan lain-lain. Dalam hal menghindari ancaman penyakit yang datang dari parasit, kandang harus dipastikan bersih dari keberadaan serangga maupun parasit.

Sebab, hewan yang mengganggu murai batu membuat keresahan betina saat mengerami telurnya. Akibatnya, burung murai batu akan merasa khawatir. Apabila terus dibiarkan, dipastikan telur tidak akan menetas sebab suhu pengeraman yang selalu mengalami perubahan.

Ketika memasuki tahap pengeraman, kurangi ekstra fooding. Sebab, jika tidak dikurangi maka murai betina akan memperlihatkan sikap agresif terhadap telur dan juga pasangannya.

Induk murai batu membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mengerami telur. Setelah menetas, anakan burung akan diperhatikan dengan benar selama jangka waktu satu pekan.

Ketika usia satu minggu, anakan sudah mampu memakan pakan secara mandiri. Bulunya sudah mulai mengalami perkembangan secara indah. Karenanya, anakan burung sudah bisa dibiarkan hidup secara mandiri.

Selanjutnya, dipelihara dalam kandang terpisah. Supaya anak burung tidak sakit dan kelaparan, berikan vitamin tambahan.

Setelah dipisahkan dari induknya, anakan murai batu bisa diletakkan di dalam tempat apa pun. Asalkan, landasannya terbuat dari bahan serupa dengan alas di penangkaran tersebut.

Beri kapas pada landasan teratas, supaya menjaga kelembutan dan menjaga kulit burung. Letakkan anak burung dalam tempat khusus, yakni dalam kotak yang terbuat dari kayu dan beri lampu penghangat.

Terkait dengan pakan, anakan murai batu yang biasanya akan diambil ketika usia tujuh hari, bisa diberi kroto. Kroto harus terjaga kebersihan dari bangkai semut dan kotoran.

Gunakan penjepit untuk memberikan pakan berupa kroto secara pelan-pelan kepada anakan. Sebelumnya, kroto ditetesi air sedikit untuk memudahkan burung murai batu anakan menelan.

Setelah melewati usia tujuh hari, anakan bisa diberi kroto bercampur adonan poer. Bahkan, anakan burung murai batu pun sudah bisa diberi jangkrik kecil. Bersihkan kaki-kaki jangkrik dan pencet kepalanya. Jangan sertakan kepala dan kakinya. Sebaiknya beri pakan berupa jangkrik yang warnanya putih dan lembut.

Demikianlah pembahasan mengenai cara beternak burung murai yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.

Speak Your Mind

*