Cara Masak Kentang

Ilustrasi Cara Masak KentangBagaimana cara masak kentang yang benar? Di Indonesia, walaupun sebagian besar menggunakan padi sebagai bahan utama pembuat nasi dan dipergunakan sebagai makanan pokok, masyarakatnya tetap familiar dengan kentang.

Kentang di Indonesia biasanya digunakan sebagai makanan pelengkap alias lauk yang dimakan dengan nasi atau panganan lainnya. Banyak variasi cara masak kentang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Namun tahukah Anda tentang sejarah kentang dan cara konsumsi kentang yang baik dan benar?

Sejarah Kentang

Kentang yang memiliki nama latin Solanum tuberosum ini merupakan tumbuhan berumbi batang dari suku Solanaceae. Bila Indonesia memiliki beras sebagai bahan baku nasi yang dijadikan bahan makanan pokok, maka penduduk Eropa dan Amerika cenderung menggunakan kentang sebagai salah satu makanan pokoknya.

Menurut sumber sejarah, kentang berasal dari Amerika Selatan dan banyak dibudidayakan oleh penduduknya semenjak ribuan tahun yang lalu. Kentang termasuk tumbuhan pendek yang tak berkayu yang cocok ditanam di daerah yang beriklim sejuk. Di Indonesia sendiri konon kentang di tanam sejak tahun 1794 di daerah Cimahi. Kemudian menyebar ke Priangan serta Gunung Tengger.

Selanjutnya kentang menjadi salah satu tumbuhan yang diperjualbelikan dalam perdagangan. Dengan mudahnya perawatan serta nilai jual yang menguntungkan membuat tanaman ini dengan cepat menjadi populer dan menyebar ke berbagai belahan dunia. Sampai saat ini kentang menjadi salah satu komoditi perdagangan yang tetap diminati di berbagai negara.

Manfaat Kentang

Mengapa banyak orang yang menyukai kentang? Tak lain dikarenakan rasanya yang khas membuat banyak orang mengolah umbi ini menjadi berbagai macam hidangan. Bahkan dikembangkan cara masak kentang yang berbeda-beda namun dengan satu tujuan, yaitu untuk menghasilkan hidangan yang lezat baik sebagai kudapan ataupun santapan utama.

Kentang juga diketahui memiliki gizi yang bisa dikatakan lengkap. Selain sebagai salah satu sumber makanan penghasil karbohidrat, kentang juga diketahui memiliki kandungan protein, lemak, kalsium, berbagai vitamin seperti vitamin B1, B2, dan vitamin C, sekaligus mengandung fosfor, zat besi, niacin serta penyedia serat yang baik bagi tubuh.

Selain bermanfaat sebagai bahan makanan pokok, kentang juga disukai karena memiliki berbagai manfaat. Misalnya dalam perawatan kecantikan wajah, sudah banyak perempuan yang mempercayakan kebersihan kulit wajah serta pencegahan keriput sejak dini dengan masker dari kentang.

Kulit kentang pun ternyata memiliki manfaat. Penelitian menyebutkan bahwa kulit kentang memiliki efek antioksidan bagi tubuh. Antioksidan berperan sebagai penangkal radikal bebas sehingga tubuh dapat terhindarkan dari ancaman gangguan kesehatan seperti kanker.

Di lain sisi, kekhasan rasa serta aneka macam cara masak kentang membuat umbi satu ini laris manis menjadi bahan baku utama bagi industri pengolahan pangan dari hasil pertanian. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya permintaan kentang dari tahun ke tahun.

Menurut informasi yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya peningkatan pasokan kentang untuk bahan baku industri pangan yang semula sekitar 17.000 ton di tahun 90-an menjadi 77 ribu ton per tahun 1993.

Peningkatan permintaan pasokan tersebut sekaligus memicu sektor pertanian untuk memberikan perhatian lebih guna meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian kentang. Karena produktivitas kentang di Indonesia sebenarnya tetap masih tergolong rendah bila dibandingkan oleh negara-negara maju lainnya.

Masih tergolong rendahnya produktivitas kentang di Indonesia mungkin bisa disebabkan karena kentang belum dianggap sebagai makanan pokok yang lazim dikonsumsi. Berbeda dengan negara-negara Eropa dan Amerika yang memang menjadikan kentang sebagai salah satu produk pangan primer bagi penduduknya. Biasanya masyarakat Indonesia mengonsumsi kentang hanya sebagai camilan, lauk pengiring nasi atau sumber karbohidrat pengganti nasi bagi mereka yang sedang berdiet.

Walau belum ada penelitian yang menegaskan bahwa kentang dapat membantu penurunan berat badan, namun banyak orang, pria maupun wanita yang percaya dan menggunakan kentang sebagai salah satu menu makanan pengganti karbohidrat (baca: nasi) dalam program penurunan berat badannya. Bahkan diet kentang dengan cara masak kentang yang khusus seperti dikukus atau direbus sepertinya sudah amat populer dipraktikkan oleh mereka yang mengeluh dengan berat badannya.

Padahal sebenarnya diet yang benar lebih difokuskan pada jumlah kalori yang diterima oleh tubuh. Sehingga selain memperhatikan cara pengolahan kentang untuk program diet, juga diperlukan pengukuran kalori yang ada dalam setiap kentang atau panganan lain yang menjadi asupan nutrisi tubuh sehari-hari.

Disiplin dalam pola makan dan pola nutrisi inilah yang nantinya akan membuat diet berjalan lancar tanpa menimbulkan keluhan seperti maag, diare, dehidrasi ataupun malnutrisi. Dengan demikian, berat badan yang turun tidak mengalami efek yoyo alias berat badan cepat berkurang namun tak berapa lama kemudian meningkat drastis bahkan melebihi angka berat badan sebelum diet.

Selain itu usahakan mengolah kentang dengan berbagai macam variasi dari cara masak kentang itu sendiri. Hal ini dimaksudkan agar tidak terhinggapi rasa bosan dalam mengonsumsi kentang.

Variasi Pengolahan Kentang

Sebagai panduan dalam menikmati kentang, entah digunakan sebagai kudapan ringan, makanan pokok, ataupun dalam program diet, anda bisa mempertimbangkan beberapa pilihan pengolahan kentang seperti berikut ini.

1. Rebus
Mengolah kentang dengan teknik direbus, dianggap cara paling aman dalam mengonsumsi kentang. Terutama bagi konsumen yang memasukkan kentang sebagai bahan pangan utama pengganti kalori dalam program dietnya.

Anda bisa merebus kentang dengan atau tanpa kulitnya (yang tentunya sudah dibersihkan dengan dicuci bersih) bersamaan dengan garam atau kombinasi rempah-rempah sesuai selera. Kentang akan menyerap garam atau kombinasi bumbu yang dipergunakan ketika direbus sehingga akan menghasilkan kentang rebus yang enak dimakan sekaligus kaya akan nutrisi.

2. Panggang
Ya, kentang juga bisa dipanggang. Namun cara pemanggangannya tidak seperti lazimnya kita memanggang daging. Kentang yang akan dipanggang biasanya dibungkus dengan kertas aluminium foil yang kemudian ditempatkan dalam panggangan atau microwave. Teknik pemanggangan kentang ini akan menghasilkan dua keuntungan sekaligus yaitu bebas lemak dan didapatkan rasa kentang yang lezat dan lembut.

3. Digoreng
Cara ini kebanyakan sudah diketahui oleh masyarakat. Bahkan kentang goreng sudah menjadi favorit di kalangan penikmat makanan siap saji. Agar didapatkan kentang goreng yang sehat ada baiknya memperhatikan minyak goreng yang dipergunakan. Sebaiknya gunakan minyak goreng yang baru dan dipanaskan terlebih dahulu dalam suhu yang tepat. Akan lebih baik lagi bila Anda meniriskan kentang goreng dari minyak berlebih yang terserap selama proses penggorengan.

4. Bahan baku kue
Kentang juga dapat dinikmati sebagai kue untuk menikmati rasa dan aromanya yang khas. Anda bisa menghaluskan kentang dalam adonan kue yang dibuat. Tentunya dengan penyesuaian takaran kentang yang sesuai dengan takaran adonan kue yang lain. Salah satu kue yang terkenal dengan penggunaan kentang sebagai bahan bakunya adalah donat kentang serta kue lumpur kentang.

Nah, itulah penjelasan mengenai cara masak kentang. Semoga bermanfaat.

Speak Your Mind

*