Cara Membuat Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Ilustrasi cara membuat daftar pustaka 

Cara membuat daftar pustaka tak jarang membingungkan penulis yang menggunakan literatur dalam penulisannya. Penulisan daftar pustaka bertujuan untuk menghargai literatur yang telah dipakai serta memberikan kejelasan pada orang yang membaca karya kita sehingga dapat menelusuri lebih jauh informasi yang dibutuhkan. Hal ini menjadikan penulis untuk teliti dan cermat dalam menuliskan daftar pustaka.

Cara Membuat Daftar Pustaka

Kebenaran dan akuransi serta kelengkapan komponen daftar pustaka dapat dilakukan dengan dua cara, yakni dengan menulis daftar pustaka dan daftar bacaan. Daftar pustaka digunakan untuk daftar sumber rujukan yang benar-benar ditunjuk oleh penulis karya ilmiah, sedangkan daftar bacaan untuk daftar sumber rujukan yang ditunjuk atau sekadar dibaca oleh penulis karya ilmiah.

Untuk menuliskan urutan, menggunakan sistem abjad tanpa pemberian nomor urut. Penulisan daftar pustaka dimulai dari margin kiri dengan jarak antar baris satu spasi. Baris kedua dan seterusnya dalam rujukan yang sama diketik masuk sebanyak lima ketukan atau dalam komputer kurang lebih satu sentimeter dan jarak antarbaris dengan rujukan yang berbeda adalah dua spasi.

Pada umumnya, penulisan daftar pustaka disusun dengan komponen nama penulis, tahun terbit, judul naskah, bentuk sumber informasi, kota penerbit, dan nama penerbit. Pencantuman nama penulis dilakukan dengan menyebutkan nama akhir yang diikuti dengan awal nama yang dipisah dengan tanda koma. Untuk gelar, tidak termasuk dalam penulisan daftar pustaka.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Berikut adalah contoh dari penulisan nama penulis yang terdiri dari beberapa kata.

  • Anang Nur ditulis Nur, Anang.
  • Miftah Widiyan Pangastuti ditulis Pangastuti, M. W.

Ketika menuliskan daftar pustaka, seseorang mengalami kesulitan karena berbagai hal. Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka.

a. Penulisan Daftar Pustaka dengan Satu Penulis

  • Suriasumantri, J.S. 1993. Filsafat Ilmu (Sebuah Pengantar Populer). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

b. Penulisan Daftar Pustaka dengan Penulis Lebih dari Satu

Jika terdapat dua sampai tiga nama penulis, sebutkan nama mereka seperti biasa (menyebutkan nama akhirnya terlebih dahulu) seperti:

  • Bachero, J. T. & Badger, W. L. 1987. Introduction to Chemical Engineering. Singapore: McGraw-Hill Inc.
  • Santosa, M. A., Rahmadi, T., dan Adam, S. M. 1997. Mediasi Lingkungan di Indonesia: Sebuah Pengalaman. Jakarta: Lembaga Pengembangan Hukum Lingkungan Indonesia.

Catatan : Jika ada empat penulis atau lebih, cantumkan semua nama akhir penulis.

c. Penulisan Daftar Pustaka dengan Nama Penulis Sama, Tahun Sama, dan Judul Berbeda

Penulisan dalam daftar pustaka dalam kasus ini diikuti dengan lambang a, b, c, dan seterusnya yang diletakkan pada tahunnya dan urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasar abjad judul buku.

  • Cornet, L. & Weeks, K. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging isusues-1985. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.
  • Cornet, L. & Weeks, K. 1985b. Planning Carrer Ladder : Lesson from the States. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.

d. Penulisan Daftar Pustaka dengan Nama Penulisan Sama, Tahun Berbeda, dan Judul Berbeda

Penulisan daftar pustaka ditentukan secara kronologis atau berdasarkan tahun buku.

  • Thimosenko, G. 2002. Kekuatan Bahan I. Jakarta: UI Press.
  • Thimosenko, G. 2003. Kekuatan Bahan II. Jakarta: UI Press.

e. Penulisan Daftar Pustaka Tanpa Nama Penulis

Apabila terjadi kasus seperti ini, maka penulisan daftar pustaka diganti dengan instansi atau lembaga yang bertanggung jawab.

  • Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. 2004. Kabupaten Jember dalam Angka. Jember: Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember.

f. Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Terjemahan

Pada kasus ini urutan penulisannya adalah nama asli penulis, tahun penerbitan karya asli (jika ada), judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama kota penerbit, dan nama penerbit terjemahan.

  • Ary, D., Jacobs, L.C., & Razavieh, A. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchon. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

Penulisan tahun terbit harus sesuai juga dengan yang tercantum pada sumber. Untuk penerbitan berkala harus menyertakan volume sebagai petunjuk terbitan, dilengkapi dengan nomor berkala, tahun terbit, dan halaman.

  • Salleh, M. H. 2006. Pantun Nusantara: Penjinak Globalisasi. Jurnal Semiotika. Vol. 7 (2): 119-134.
  • Soekarno, S. and Salokhe, V. M. 2005. “Performance of Cage Wheel whith Opposing Circumferential Lugs and Normal Cage Wheel in wet Clay Soil”. Journal of Agricultural Mechanization in Asia, Africa, and Latin America. ISSN 0084-5841. Vol, 36 (2): 55-61.

Jika terdapat sumber dengan nama penulis yang sama dalam tahun yang sama, setelah penulisan tahun terbit diberi lambang a, b, c, dan seterusnya sebagai pembeda, tanpa jarak ketukan.

  • Ritzer, G. 1980a. Sociology: Multiple Paradigm Science. Revised Edition. Boston: Allyn and Bacon Inc.
  • Ritzer, G. 1980b. Terjemahan oleh Alimandan. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: CV Rajawali.

Untuk sumber dengan nama penulis yang sama dalam tahun terbit yang berbeda, urutan penulis ditulis dari yang tahun terdahulu berturut-turut ke tahun yang terbaru.

  • Echols, J. M., dan Shadily, H. 1983. Kamus Inggris Indonesia. Cetakan XII. Jakarta: PT Gramedia.
  • Echols, J. M., dan Shadily, H. 1992. Kamus Indonesia Inggris (An Indonesian-English Dictionary). (Edisi Ketiga). Jakarta: PT Gramedia.

Rujukan yang tidak dicantumkan tahun terbitnya penulisan sumber diganti dengan (Tanpa Tahun) yang ditempatkan setelah nama penulis. Namun sebaiknya hindari penggunaan sumber yang tidak diketahui tahun terbitnya kecuali memang sangat terpaksa.

  • Pratomo, M. (Tanpa Tahun). Teknik Pengolahan Hasil Pertanian. Bogor: Fakultas Tekonologi dan Mekanisasi Pertanian IPB.

Untuk penulisan judul naskah diketik dengan huruf miring, jika naskah asli dalam bahasa asing dan yang diacu merupakan terjemahan dalam bahasa Indonesia, maka judul asli diketik normal, sedang judul terjemahan ditulis miring. Jika sumber berupa buku bunga rampai, penulisan judul bagian atau bab yang diacu diketik normal dan diapit tanda baca petik ganda sedangkan judul buku bunga rampai diketik huruf miring.

Cara penulisan judul bagian atau bab sama dengan pengetikan judul artikel dalam jurnal atau skripsi, yaitu judul artikel diketik normal sedangkan judul buku atau nama jurnal diketik miring.

Bentuk Lainnya

Ada pula beragam bentuk sumber informasi, antara lain

a. Berupa buku, contoh penulisan:

  • Keraf, G. 1984. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Cetakan VII. Ende-Flores: Nusa Indah.

b. Sumber yang tidak diterbitkan, contoh penulisan:

  • Mulyono, E. 1998. “Beberapa Permasalahan Implementasi Konvensi Keanekaragaman Hayati dalam Pengelolaan Taman Nasional Meru Betiri.” Tidak Diterbitkan. Tesis. Bandung: Program Pascasarjana Universitas Padjajaran.

c. Sumber yang merupakan terbitan berkala.

  • Siswoyo, T.A. 2006. Optimalisasi Sintesa Vitamin C-ester Secara Enzimatik Menggunakan Immobilisasi Lipase dari Aspergillus niger. Jurnal Ilmu Dasar, 7 (1): 6-12.

d. Sumber dari media cetak.

  • Widodo, S. “Menunggu Hasil Para Penjual Baliho”. Jawa Pos. 8 April 2009. Halaman 6.
  • Pemimpin Redaksi. “Penyerahan Jalan Lintas Meleset Lagi:. Jawa Pos. 8 April 2009. Halaman 31.

e. Sumber dari media elektronik.

Penulisan rujukan media ini tidak jauh beda dengan rujukan dari media cetak, tanggal, bulan, dan tahun pengutipan diletakkan di antara tanda kurung siku.

f. Sumber dari poster.

Dalam penulisan rujukan ini dicantumkan bulan pertemuan jika tersedia dan nama negara jika nama kota tidak diketahui.

g. Sumber dari film.

Apabila hal ini terjadi, maka cantumkan nama pengarah atau director. Setelah judul ditulis, tuliskan keterangan jenis sumber informasi menggunakan tanda kurung.

h. Sumber dari Television Broadcast.

Hal ini sama dengan sumber film, pada sumber dari televisi broadcast dicantumkan penanggungjawabnya yang diikuti dengan tanggal, bulan, dan tahun.

i. Sumber dari wawancara radio dan televisi.

Jika karya ilmiah akan dilengkapi dengan sumber yang beral dari hasil wawancara (radio atau televisi) penulisan sumber rujukannya adalah nama penanggungjawab, acara, tema/judul, penyelenggara, tempat, tanggal, bulan, dan tahun.

j. Sumber dari musik.

Apabila penulis mengutip sumber dari musik yang dicantumkan adalah nama penyanyi diikuti dengan tahun, nama lagu, bentuk wadah musik dalam tanda kurung siku, dan kota serta perusahaan yang merekam.

Itulah cara membuat daftar pustaka yang baik dan benar. Semoga bermanfaat!

Speak Your Mind

*