Cara Membuat Komik Perlu Kekompakan Tim

Ilustrasi Cara Membuat KomikCara membuat komik bisa dibilang gampang gampang susah. Susah bagi mereka yang tidak memiliki keahlian menggambar, berbeda dengan orang yang sudah ahli menggambar. Gambar bukan menjadi kendala utamanya. Tetapi ada pula yang pandai menggambar tetapi tidak bisa membuat jalan cerita atau cerita itu sendiri. Sehingga dalam satu komik bisa dikerjakan oleh banyak orang.

Story Board

Story board selalu ada di dalam semua bentuk komik sebelum menjadi sebuah buku. Storyboard merupakan sebuah cerita singkat yang mengambarkan sedikit tentang komik yang akan ditulis. Fungsi dari storyboard untuk mengetahui arah cerita yang akan dibuat nantinya. Di dalam sebuah industry film kartun mengumpulkan sketsa gambar yang berisi rangkaian kejadian. Dimana sketsa ini nantinya akan digerakan menjadi sebuah cerita gerak.

Storyboard juga bisa berfungsi sebagai pengendali sebuah cerita yang mulai melenceng dari storyboardnya.

Pembuatan Komik

Membuat komik tidak semudah yang kita bayangnya ternyata. Membutuhkan banyak tenaga untuk membuat sebuah komik. Kamu pernah bekerja atau melihat aktifitas di dunia penerbit buku? Membuat komik tidak jauh beda dengan dunia penerbitan. Di mana ada dinamika kelompok kerja terlebih dahulu. Lalu langkah apa saja dan bagaimana sih cara membuat komik itu?

Selain modal keahlian menggambar dan membuat cerita, komik benar-benar harus di awali dengan sebuah ide maupun konsep. Bagaimanapun sebuah komik tidak akan berjalan tanpa lahir ide. Bagaimana cara mengeluarkan ide? Pertanyaan yang simple, namun sedikit sulit untuk menerapkan. Salah satu cara memuncul ide dengan cara membuka semua indera kita, mulai dari mata telingga, pendengaran hingga penciuman dan rabaan.

Ketika semua indera sudah terbiasa peka akan sering ide-ide berkelabetan dimanapun kamu berada. Ketika ide itu datang di saat berjalan, usahakan kamu untuk berhenti sejenak dan tuliskan ide tersebut ke dalam sebuah kertas khusus.

Dalam sebuh tim pembuatan komik membutuhkan lebih dari 3 orang yang ahli pada bidang sendiri-sendiri, itu sebabnya cara membuat komik lebih memakan waktu yang lama karena dalam pengerjaannya dilakukan oleh banyak orang. Ketika satu tim tidak bisa di ajak untuk bersinergi atau tersendat akan mengakibatkan tersendad pula penulisan komik.

Apa saja sih yang dibutuhkan ketika membuat komik? Seorang illustrator gambar komik dan penulis cerita sudah pasti. Lalu ada lagi seperti tukang ahli pemberi tinta, pemberi warna, penulis scenario editor, percetakan dan editorial, pemasaran, dan pendistribusian. Banyak bukan orang yang terlibat di dalamnya. orang-orang ini harus ada dan saling bersinergi, jika tidak akan terjadi keterlambatan cetak komik.

Penasaran bagaimana cara membuat komik ketika dipegang oleh penulis cerita ya. Kita intip apa yang dilakukannya yuk, tugas seorang penulis adalah membuat keseluruhan cerita yang ingin diusung dalam komik ini. penulis yang sudah memiliki konsep cerita dan yang belum sama sekali akan mempermudah penulis yang sudah memiliki konsep cerita.

Beberapa hal terpenting yang harus dimiliki seorang penulis cerita komik sebisa mungkin memberikan dasar ritme, setting, alur, penokohan dan struktur. Pernah membaca komik Detektiv dari jepang bukan? Mereka begitu memperhatikan lokasinya secara detail, meskipun di dalam gambar loksi kadang tidak tergambar secara jelas.

Seorang penulis komik yang bagus adalah yang mempu memberikan pengetahuan baru bagi pembaca. Apalagi jika komik ini beredar hingga luar negeri. Informasi seperti lokasi sangat membantu orang-orang yang belum tahu menjadi tahu. Meskipun komik bersifat fiktif, untuk lokasi dan tempat-tempat penting tetap menggunakan nama asli yang khas dan terkenal di tempat yang dijadikan setting. Seperti inilah cara membuat komik yang baik. Memberikan informasi meskipun buku fiksi.

Kita sudah mengintip di dapur penulis komik, kita bergeser sedikit ke dapur illustrator yuk. Seorang illustrator harus memiliki keahlian menggambar. Penciller nama lain dari seorang illustrator. Apa sih tugas seorang illustrator? Seorang illustrator hurus bisa menyampaikan pesa cerita lewat gambar mimic yang sedih, senang, panik maupun serius, seorang illustrator mampu menampilkan itu semua hanya lewat gambar. Seorang illustrator harus bertanggung jawab pada hasil gambaran seluruh tampilan pada komik tersebut. Karena komik dan buku tingkat kesulitannya lebih sulit komik.

Inker atau bertugas sebagai pemberi tinta pada gambar-gambar yang sudah selesai dikerjakan oleh sang illustrator. Ketika gambar-gambar sudah terkumpul di meja pemberi tinta maka siap untuk diproses. Ups! Ada metode tersendiri lho ketika memberikan tinta pada gambar yang sudah final.

Seorang inker biasanya akan memberikan garis hitam tebal disetiap gambar. Garis hitam yang nampaknya sepele seperti ini ternyata misa memberikan penegasan pada gambar tiga dimensi. Meskipun tugas seorang pemberi tinta nampak mudah, ternyata tidak semudah yang terbayangkan. Terkadang seorang illustrator harus meyalin gambar lagi, karena gambaran dari illustrator dengan inker terjadi perbedaan saat pemberian warna.

Mungkin illustrator mengambar dengan tekanan A, tetapi syarat gambar yang harus ditinta harus ditekan dengan cara B. kurang lebih analoginya seperti itu. Yah inilah tugas seorang seniman pembuat komik. Bagaimana dengan dapur pemberi warna? Apakah tugasnya sama dengan inker? Seorang pemberi warna harus konsisten dengan apa yang telah dilakukannya.

Ketika tokoh A diberi warna rambut hitam pada lembar pertama, maka pada lembar dua, tiga empat dan seterusnya rambut juga diberi warna hitam. Karena perbedaan warna rambut pada halaman satu dan halaman dua berbeda akan cukup memberikan kebingungan pada pembacanya. Karena di dalam komik pembaca mampu mengenali seorang tokoh bernama B, C dan D berdasarkan warna dan gambar si tokoh.

Meskipun bertugas sebagai pemberi warna, keberadaannya tetap berpengaruh besar. Seorang pemberi warna mampu memberikan warna yang tepat. Bahkan gambar yang tampak mati akan tampak lebih hidup karena faktor pemberian warna. Namun banyak pula komik yang beraedar tidak disertai dengan warna, bisa jadi karena keterbatasan waktu, dan biaya. Karena tinta warna tidaklah murah.

Biasanya komik-komik yang tidak berwarna disiati menggunakan arsiran tebal dan tipis. Berbeda ketika komik ini ditampilkan dalam bentuk film, akan lebih menarik jika gambar-gambar tersebut dibubuhi dengan banyak warna warni.

Apapun bentuk tulisannya, seorang editor harus ada. Karena seorang editor adalah seorang pembaca pertamakali yang membaca hasil karya. Tugas seorang editor adalah memperbaiki kalimat, tulisan maupun tanda baca yang kurang tepat. Bahkan seorang editor sebagai garis pertahanan yang menentukan atau berhak memberikan penilaian bahwa komik yang dibuat berkualitas atau tidak berkualitas.

Ketika seorang editor sudah mengetok palu komik ini layak dan bagus, maka langkah selanjutnya adalah untuk menerbitkannya. Dan separuh cara membuat komik sudah di ujung mata. Ketika memasukkan ke dalam percetakan memakan waktu seminggunan. Komik siap jadi dan siap untuk pasarkan. Untuk pemasaran bisa melalui online juga lo.

Di samping melakukan pemasaran secara online, tetap melakukan pendistribusian dengan cara lama. Misalkan menitipkan ditempat penjual komik atau di toko-toko buku. Biasanya ada tim yang khusus bekerja mendistribusikan komik kita. Tidak ada salahnya penulisnya juga ikut memasarkan komiknya sendiri.

Inilah cara membuat komik, perlu kekompakan tim. Dapur satu dengan dapur yang lain saling berkaitan dan saling mempengaruhi.

Speak Your Mind

*