Cara Membuat Lilin Hias

Ilustrasi cara membuat lilinLilin adalah salah satu penemuan terspektakuler dalam sejarah manusia. Cara membuat lilin sudah diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan lilin, awalnya seseorang dapat melihat dalam gulita.

Seiring dengan perkembangan zaman, lilin memang tergusur oleh listrik dalam urusan memberi penerangan kala malam menyergap. Namun, kini kita mendapati lilin yang beralih fungsi. Ia menjadi dekorasi cantik yang menimbulkan suasana romantis. Percayakah Anda dapat membuat benda ini dari genggaman tangan Anda sendiri?

Sejarah Lilin dari Masa ke Masa

Untuk mengetahui cara membuat lilin, tidak ada salahnya bagi kita menyelidiki sejarah lilin terlebih dahulu. Lilin, dalam catatan yang ada, muncul setidaknya pada Dinasti Qin di Cina yang berkuasa pada tahun 221 hingga 206 sebelum Masehi. Ketika itu lilin di Cina ini dibuat dari lemak ikan paus. Buktinya adalah makam kaisar pertama dinasti tersebut, Qin Shi Huang.

Namun, jika diteliti lebih jauh, seperti yang dikemukakan oleh Patricia Telesco dalam bukunya, Exploring Candle Magick: Candle Spells, Charms, Rituals, and Divinations, lilin juga sudah muncul di Mesir sejak abad 4 SM. Bukan tidak mungkin, sejatinya lilin sudah ditemukan lebih jauh-jauh hari lagi.

Seiring dengan perjalanan waktu, lilin pun menghiasi dunia. Berbagai bahan menjadi sumber pembuatan lilin. Misalnya yang terjadi di Amerika Serikat, lilin diciptakan dari getah pohon Cerio. Sementara itu, di India lilin terbuat dari kayu manis yang dididihkan menjadi lilin candi. Di Eropa lilin sendiri terbuat dari lilin lebah, setidaknya inilah yang berlaku hingga sekitar tahun 1850-an.

Nah, jika sejarahnya beragam warna, sebenarnya dari mana asal kata candle, lilin dalam bahasa Inggris? Konon kata ini berasal dari kata berbahasa Latin yang berarti ‘obor’ atau ‘membuat terang’. Dan, lilin sendiri memegang peranan penting dalam keagamaan Nasrani. Pada abad 5 Masehi, gereja Katolik menggunakan lilin putih sebagai representasi kesucian Yesus Kristus, kekuatan Tuhan, dan pentingnya kesadaran akan spiritualitas seseorang.

Dalam perjalanan waktu, lilin kemudian terus berkembang. Penggunaannya tentu tidak hanya pada hal-hal yang berbau spiritual. Seperti yang dilakukan oleh Alfred The Great, raja Anglo-Saxon yang berkuasa pada 849 hingga 899 Masehi. Ia menggunakan lilin sebagai pengukur waktu.

Dengan bantuan lilin, sang raja membagi waktu hidupnya sehari-hari untuk mengerjakan tugas istana, istirahat, berdoa, dan belajar secara seimbang. Memang benar lilin tidak bisa menandakan waktu dengan benar-benar tepat, namun pada saat itu inilah yang dilakukan kerajaan untuk membuktikan ketergantungan mereka pada lilin.

Tentunya kemudian penggunaan lilin semakin luwes dari zaman ke zaman. Produksi lilin sempat mengalami kemerosotan ketika keroson dan lampu ditemukan. Apalagi ketika pada 1879 penemuan listrik dimulai. Untuk apa menyalakan benda yang bisa menerangi serba sedikit dan mudah mati tertiup angin jika ada yang lebih stabil? Industri lilin mundur drastis dan kehilangan pesonanya.

Kini, pada abad 20-an ke atas, lilin tidak hanya menjadi penerang ketika listrik mati. Untuk menambah romantis suasana, pasangan kekasih kadang menggunakan lilin pula. Beralih fungsilah kegunaan lilin dari yang awalnya menjadi penerang, kini hanya sebagai pempercantik dekorasi.

Meskipun demikian, justru di sinilah ‘berkah’ bagi mereka yang bergelut di dunia lilin. Ya, lilin berubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual tersendiri; dan tak sedikit yang penasaran dengan cara membuatnya.

Cara Membuat Lilin Cantik atau Lilin Hias

Kita sudah melihat bahwa lilin dapat terbuat dari berbagai macam bahan. Namun, yang paling sering ditemui adalah lilin parafin. Lilin ini dibuat dari petroleum dan terdiri dari campuran molekul hidrokarbon yang mengandung sekitar 40-20 karbon atom. Nama parafin sendiri berasal dari kata latin ‘parum’ (jarang) yang ditambahkan kata ’affinis’Parum + affinis menjadi parafin. Maknanya sendiri ‘sedikit reaktivitas’.

Nama ini sendiri terinsipirasi dari sifat parafin yang memang tidak reaktif. Titik didihnya mencapai di atas 370 derajat celcius. Sementara itu titik lelehnya sekitar 46 hingga 68 derajat celcius. Kepadatannya sekitar 900 kg/m3 dan tidak larut dalam air. Lilin parafin sendiri pertama kali dikomersialkan oleh James Young pada pertengahan 1850-an dengan harga murah dan kualitas tinggi.

Lalu, bagaimana cara membuat lilin cantik atau lilin hias dengan bahan parafin? Jangan khawatir tentang harga mahal. Anda bisa melakukannya dengan memanfaatkan bahan dan alat yang bertebaran di rumah, asal tahu caranya. Yang pertama, kita harus menyediakan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan.

Bahan
Bahan-bahan pembuatan lilin adalah: parafin, benang kasur, pewarna (untuk mempercantik lilin), dan parfum (untuk memberi aroma pada lilin).

Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan, di antaranya:

  • Botol bekas selai, atau yang lain, yang lubang dan kacanya tebal. Botol inilah yang nantinya akan menjadi wadah lilin.
  • Panci kecil.
  • Gelas kecil; untuk menambah kecantikan berupa gradasi warna benderang, usahakan gunakan gelas yang transparan.
  • Tusuk sate; jangan sampai lebih pendek daripada diameter mulut gelas.

Langkah Awal

  •   Ikatlah benang kasur di tengah tusuk sate yang disiapkan.
  • Letakkan tusuk sate di atas gelas; kemudian aturlah agar benang kasur tadi jatuh ke dasar gelas, tetapi letaknya tetap berada di tengah-tengah gelas.

Langkah Pembuatan Lilin

  • Pertama, masukkan parafin yang tersedia ke dalam botol bekas tadi. Jangan lupa untuk membersihkan, mencuci, dan mengeringkan botol bekas tadi sehingga terlihat mengilap dan nantinya akan mempercantik bentuk lilin yang kita buat.
  • Siapkan panci, kemudian isi sepertiga volume panci dengan air. Letakkan botol yang berisi parafin tadi di dalam panci.
  • Panaskan panci dengan api kecil; kemudian aduk parafin pelan-pelan hingga parafin tersebut mencair.
  • Tambahan pewarna yang disediakan. Anda bisa memilih, entah merah, kuning, hijau, atau biru, sesuai keinginan.
  • Cobalah angkat panci, kemudian Anda bisa menambahkan parfum ke dalam parafin untuk membuat aroma wangi padanya.
  • Parafin ini cair bentuknya bukan? Tuangkanlah parafin ini pada gelas. Kemudian, diamkan hingga benar-benar mengeras.

Tips Selang-seling Warna di Lilin Hias

Ajaib, Anda sudah berhasil membuat lilin hias yang memesona dengan cara yang sangat sederhana! Namun, barangkali Anda belum merasa cukup. Semisal ingin membuat warna lilin berlapis, tidak hanya warna merah semata atau biru semata.

Untuk mewujudkan hal ini, gunakan sendok makan ketika menuangkan parafin cair ke dalam mulut gelas. Anda mesti melakukannya dengan telaten, yaitu tuangkan 1 atau 2 sendok makan warna tertentu (misalkan merah) ke dalam gelas. Kemudian tunggu hingga parafin dingin dan mengeras.

Kemudian, pilih warna lain. Tuang dengan takaran yang sama, 1-2 sendok. Lagi-lagi, tunggulah hingga keras. Selanjutnya, Anda bisa beralih pada warna baru atau warna awal, sesuai selera. Yang perlu diingat, meskipun lilin hias buatan Anda berwarna-warni, parfum yang digunakan haruslah sama. Jangan mencampurkan parfum untuk satu lilin.

Mudah bukan? Selamat mencoba. Karena, dengan semakin banyak membuat, maka teknik Anda semakin meningkat dan ada hal-hal baru yang lebih unik yang bisa Anda temukan dari benda yang sudah dibuat sejak zaman Mesir kuno ini.[]

Speak Your Mind

*