Cara Memelihara Burung Kacer

Ilustrasi Cara Memelihara Burung KacerTak banyak yang mengenal nama ‘Burung Kacer’ ini, kecuali para penikmat kicauan burung dan eksis dalam aneka perlombaan kicau burung. Hal ini dikarenakan memang burung kacer termasuk salah satu burung petarung dengan gaya eksotis yang memukau, termasuk kicauan suaranya yang sangat nyaring dan keras. Nah, bagaimana cara memelihara burung kacer ini agar memiliki kicauan yang memukau dan tampilan fisik yang menakjubkan?

Burung Kacer di Indonesia atau nama kerennya disebut Magpie Robin, memiliki dua jenis. Dengan bahasa latin Copsychus Sechellarum, Kacer Hitam atau lebih dikenal sebagai Kacer Jawa ini berpenampakan fisik yang semua bulunya berwarna hitam mulai dari dada sampai ke kloakanya. Adalagi Kacer Poci atau lebih dikenal sebagai Kacer Sumatra, dengan bahasa latin yang tak kalah keren, Copsychus Saularis, yang mempunyai bulu berwarna putih mulai dari dadanya hingga ke daerah kloakannya.

Burung Kacer

Memakai nama Jawa dan Sumatra, mungkin di daerah itulah pertama kali burung kacer jenis tersebut ditemukan. Atau banyak berkembang biak di daerah tersebut. Ada lagi sebenarnya jenis burung kacer ini, tapi bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari Madagaskar. Kacer Madagaskar, dengan nama latin yang juga keren, Copsychus Albospecularis ini mirip secara fisik dengan Kacer Sumatra.

Bulu bagus mengkilat dan kicauannya yang nyaring keras menjadi alasan utama orang untuk memelihara burung kacer. Bahkan sampai marak dilombakan. Sebut saja nama Kacer Satria Dewa, Kacer Senpi, Kacer Charly, mereka adalah para burung kacer juara tingkat nasional. Namun, untuk mengorbitkan burung kacer menjadi jawara lomba, perlu ketelatenan dan memahami cara memelihara burung kacer yang baik.

Untuk menjadi primadona, pastikan burung kacer kita memiliki ciri ciri berikut ini.

  1. Berkelamin jantan, dapat dilihat dari warna hitam pada bulunya yang mengkilat dan kontras.
  2. Mata yang melotot seperti mau keluar dari dalam kelopaknya. Orang kampung menyebutnya mata mendelo atau mata belo. Mata yang seperti itu terlihat lebih garang dan terkesan awas dalam memperhatikan sekitar. Kalau kita menemui burung kacer berdada putih yang matanya kurang melotot, sampai terkesan lembut dan kalem, maka bisa dipastikan sang burung tersebut kurang berjiwa tarung.
  3. Perhatikan bulunya. Jika terlihat kering, namun bersih dan kilap, maka kacer tersebut lebih fighter di banding burung kacer dada putih tapi bulunya kurang terlihat kering.
  4. Postur badan kecil tapi memanjang, tidak pendek.
  5. Lihat bagian ekornya. Pilih yang kempal atau mengumpul, dan tidak mekar atau membuka.
  6. Bagian paruh terlihat lurus. Belahannya memanjang hingga ke belakang sampai ke bagian leher atau tenggorokan atau sampai di bawah mata. Jenis yang seperti itu biasanya memiliki volume suara yang dahsyat dan menembus angin, karena bisa membuka paruh lebih lebar dari yang belahannya lebih pendek.
  7. Lihat pula lehernya. Leher yang panjang, padat berisi, menandakan burung ini akan mengeluarkan kekuatan suara lebih maksimal.

Setelah memilih burung kacer yang bercirikan bagus dengan power yang maksimal, langkah berikutnya yang juga harus kita pahami adalah cara memeliharanya. Meski burung kacer di beli mahal dengan ciri ciri terbaik, tanpa adanya pemeliharaan yang tepat, bisa membuatnya mabung, tidak mau mengeluarkan suaranya.

Burung kacer dengan suara nyaring dan kerasnya, sangat pintar menirukan suara di sekelilingnya. Saat burung ini berkicau, kita dibuat terpukau tidak hanya karena suaranya, tapi sang burung ini juga tampil atraktif dengan membuka dan memainkan ekornya sambil mengeluarkan kicauannya. Sebab itulah, tidak mengherankan jika banyak peminat dan penggemar burung, menjatuhkan pilihan untuk merawat burung kacer sebagai hewan peliharaan.

Ternyata, merawat burung kacer tidaklah sesulit yang dibayangkan. Burung kacer termasuk burung yang mudah adaptasi sehingga cukup mudah untuk dirawat. Yang paling mendasar untuk diperhatikan adalah masalah makanannya. Sebaiknya, kita memilih makanan untuknya yang memiliki kandungan protein di kisaran 12 persen hingga 18 persen. Makanan tersebut bisa kita beli di toko-toko ternak yang menyajikan pakan hewan peliharaan. Sebagai tambahan makanan, bisa juga kita sajikan makanan segar seperti jangkrik atau ulat hongkong atau bisa juga kroto. Berikan cukup dua kali dalam sehari, pagi dan sore.

Untuk memelihara bulu bulunya agar tetap mengkilat kering menakjubkan, mandikan burung kacer tersebut tiap pagi dengan cara menyemprotnya menggunakan handspray atau yang sejenisnya. Setelah itu, kita menjemur sang burung kacernya. Waktu yang tepat untuk penjemuran adalah saat matahari mulai naik hingga sebelum panas terik di atas kepala, yaitu sekitar jam 8 hingga jam 11. Meski sebenarnya, burung kacer ini termasuk burung penikmat suasana panas. Saat panas mendera, sang burung akan lebih mudah mengeluarkan kicaunya.

Perhatikan pula kebersihan kandangnya. Perlu kepedulian untuk menjaga kandang atau sangkar dari sang burung kacer ini agar tetap bersih. Setiap hari bersihkanlah alas sangkar dari kotorannya, agar tidak menjadi bibit penyakit bagi si burung. Karena kalau kena penyakit, tentu kicauannya akan kacau menjadi mabung, tidak sanggup bersuara.

Bicara masalah suara, perlu di latih dan di pelihara juga. Setelah di jemur, kita bisa melatih kicauan kacer ini dengan dimasukkan ke dalam sangkar yang berkerodong dan perdengarkanlah suara kicauan burung dari CD atau MP3 yang kita setelkan. Suara kicauan tersebut bisa dari suara asli dari burung kita yang sudah kita rekam, atau suara burung kacer milik orang lain yang terbukti nyaring dan keras kicauannya. Selain untuk berlatih mengeluarkan suara dahsyat, juga untuk melatih bervariasinya suara yang bisa dikeluarkan.

Untuk hasil maksimal, usahakan sedekat mungkin suara dari CD atau MP3 tersebut dengan si kacer. Saat sore hari di mana matahari mulai menyondong ke barat mau menenggelamkan diri, bukalah kerodongnya dan istirahatkan sang kacer dengan cara memandikannya menggunakan spray dan setelahnya angin-anginkan sebentar. Sehabis itu, kembali lagi di kerodong dan melatih kembali suaranya dengan cara yang sama seperti tadi. Jika dilakukan setiap hari, bisa dipastikan suara kicauan burung kacer nya akan semakin cetar membahana.

Nah, jika burung kacer anda memiliki masalah ‘nagen’, yaitu sering turun dari tangkringan dan menghabiskan waktunya di dasar sangkar, ada solusinya yang dinamakan ‘terapi bola ranjau’. Burung kacer yang sedang nagen, biasanya macet bunyi, atau paling tidak malas untuk berkicau.

Terapi bola ranjau dilakuan dengan memberi bola warna warni yang sering kita jumpai pada kolam bola anak anak, letakkan di dasar sangkar hingga dasar sangkar tersebut terpenuhi oleh bola. Perhatikan bagaimana sang kacer yang berjuang untuk tidak tergelincir oleh bola saat dia nagen, turun dari tangkringan. Burung pun punya memori untuk menyimpan suatu peristiwa, dalam hal ini tergelincir bola saat turun dari tangkringan. Trauma tergelincir berulangkali itu akan membuat dia memilih untuk tetap di tangkringannya, tidak nagen lagi.

Sementara itu, jika ada masalah dengan suara kicauannya, ada multivitamin khusus burung yang disebut BirdShout (BST). Cukup teteskan BST 2-3 tetes ke paruh burung, selama 5-10 hari sampai ada perubahan dalam performa suara. Jika pemberian belum menampakkan hasil yang memuaskan, bisa di ulang seminggu berikutnya dengan dosis yang sama. Selamat menikmati kicauan si burung kacer yang top markotop.

Speak Your Mind

*