Cara Menjadi Agen Grosir

Cara Menjadi Agen Grosir – Membeli barang di grosir boleh jadi lebih murah daripada membeli di toko-toko semisal mini market. Biasanya, yang membeli di grosir adalah para pedagang atau pengecer. Agen grosir yang familiar di masyarakat umumnya yang menjual barang-barang kelontong untuk keperluan ritel (harian).

Cara Menjadi Agen Grosir

Tetapi, seiring tuntunan zaman, banyak perusahaan tertentu yang sengaja membuat grosir dengan konsep one stop shopping seperti yang digagas Depo bangunan rumah. Anda berbelanja dan memilih sendiri bahan-bahan bangunan untuk rumah lalu barang diantar ke rumah dan siap dipasang. Misalnya, Anda memesan kloset duduk, wastafel, atau item-item yang lain. Depo bangunan bisa mencarikan “tukang” sekalian untuk memasang barang yang Anda pesan.

Lalu, bagaimana kalau Anda sendiri yang tiba-tiba berniat menggeluti bisnis menjadi pedagang grosir. Jawabannya terserah Anda, apa yang mau Anda jual. Apakah barang-barang yang mudah rusak seperti makanan ataukah barang-barang yang tidak gampang rusak (kusam) alias awet seperti kebutuhan rumah tangga. Jadi, konsumen akan mudah kecewa kalau tiba-tiba barang yang ia pesan atau yang akan ia beli tidak tersedia di grosir Anda. Reputasi agen grosir yang Anda kelola bisa turun.

Kisi-Kisi Cara Menjadi Agen Grosir

Inilah kisi-kisi singkat menjadi agen pedagang grosir. Poin-poin utama dalam kisi-kisi ini akan dibahas lebih mendetail pada bahasan di bagian bawahnya.

  • Lakukan riset pasar terlebih dahulu. Ke mana Anda akan membeli barang.
  • Tanyakan kepada penanggung jawab supplier (penyedia) barang ke grosir. Apakah barang yang tidak laku bisa ditukar.
  • Bagaimana sistem pembayarannya apakah tunai, kredit atau giro bank.
  • Rencanakan dengan matang, tempat (lokasi), dan akses pembeli (customer).
  • Pembeli sangat sensitif soal harga. Anda sebagai pemilik sekaligus pengelola agen grosir harus mengetahui harga barang di grosir-grosir kompetitor yang menjual barang sejenis. Sebab, pembeli akan terus membanding-bandingkan harga.
  • Khusus untuk barang kebutuhan sehari-hari. Grosir kadang harus siap “diutangi” oleh pelanggan. Bagaimana agen grosir menyikapi konsumen yang ingin berutang, karena konsumen terkadang juga pedagang dan pembeli aktif di grosir.
  • Terkadang, perbedaan harga terdapat pada jenis barang tertentu. Tidak untuk barang lainnya. Jadi, kalau konsumen mendapatkan harga barang pada satu item naik, ia akan mudah menyimpulkan barang yang lain pun naik. Padahal belum tentu. Tetapi, celakanya sistem ekonomi di Indonesia sering tidak berpihak kepada rakyat. Misalnya, harga cabai melambung, maka harga-harga yang lain pun otomatis akan naik.
  • Agen grosir yang sering kita temukan terkadang tempatnya jorok, acak-acakan, banyak debu. Buatlah grosir yang bersih dengan layanan terpadu.

Idealnya, agen grosir zaman sekarang online 24 Jam, keliling, dan one stop shopping. Keliling dalam arti kata menyiapkan personel khusus yang melayani pesan antar jemput. Sedangkan untuk online 24 jam, tentulah harus berbasis web yang dalam hal ini perlu keterampilan khusus. Anda bisa belajar menjual secara online di www.asianbrain.com.

Langkah-Langkah Menjadi Agen Grosir

Menjadi agen pedagang grosir adalah usaha yang menjanjikan tetapi membutuhkan modal awal dalam jumlah cukup besar. Bayangkanlah barang-barang yang dijual di toko eceran; dari mana pedagang eceran mendapatkannya, berapa tangan yang telah dilaluinya, dan berapa lama barang tersebut tersimpan dalam gudang.  Serangkaian transaksi jual beli dan distribusi barang ini melibatkan agen pedagang grosir.

Jika dilakukan dengan profesional dan efisien, menjadi agen pedagang grosir bisa merupakan pilihan bisnis yang menjanjikan keuntungan cukup besar. Namun apa yang harus dilakukan untuk merintis bisnis grosir? Simak langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Tentukan jenis produk

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mulai berbisnis tentu saja adalah menentukan jenis produk yang akan dijual. Banyak jenis produk yang bisa dijual secara grosir, mulai dari pakaian hingga alat tulis kantor. Untuk memilih jenis produk yang tepat, lakukanlah riset pasar. Fungsi dari riset pasar adalah untuk mengetahui produk apa yang paling tinggi permintaannya. Perhatikan juga persaingan dalam menjual produk tersebut, seberapa banyak pesaing yang ada dan bagaimana persaingan di antara mereka.

Jika sudah mengetahui jenis produk yang ingin dijual, carilah pemasok yang tepat. Pemasok bagi pedagang grosir tentu adalah produsen langsung barang tersebut. Jika produk yang ingin Anda jual adalah produk impor, maka pemasok yang dibutuhkan adalah importir. Selalu ingat untuk membeli barang dagangan dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga tinggi. Strategi ini bisa dilakukan dengan membeli dalam jumlah sangat banyak lalu menjualnya kembali dengan jumlah yang lebih kecil. Penting bagi Anda untuk menjaga hubungan baik dengan pemasok. Pemasok harus yakin bahwa bekerja sama dengan Anda menguntungkan baginya.

2. Tentukan pelanggan

Pihak-pihak yang biasanya membutuhkan barang dalam jumlah banyak adalah pedagang eceran dan industri besar. Buatlah daftar pihak-pihak yang sekiranya bisa menjadi pelanggan potensial. Urutkan mereka sesuai volume produk yang kira-kira akan mereka beli. Jika Anda menemui kesulitan dalam membuat daftar tersebut, mintalah bantuan rekan atau kerabat yang sekiranya memahami hal ini.

Selanjutnya, lakukan pendekatan kepada mereka yang namanya tertulis di daftar. Yang harus Anda lakukan adalah mempromosikan produk grosir Anda sehingga mereka tertarik untuk membeli. Yakinkan mereka bahwa membeli di toko grosir Anda jauh lebih menguntungkan daripada di toko grosir lain. Anda juga bisa melakukan promosi secara online, dengan membuat situs internet toko grosir Anda. Strategi pemasaran yang satu ini cukup berhasil di era digital seperti sekarang.

3. Atur gudang dan pendistribusian

Untuk menyimpan produk, Anda memerlukan sebuah gudang yang ukurannya tepat. Gudang tersebut bisa Anda sewa atau beli, tergantung modal dan berbagai pertimbangan lainnya. Jangan lupa bahwa Anda perlu mengasuransikan bangunan beserta isinya. Pilih gudang yang letaknya mudah dijangkau dan dekat dengan para pelanggan sehingga biaya pengiriman bisa diperkecil. Gudang juga sebaiknya dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat truk barang.

Kendalikan dan awasi terus persediaan produk di gudang. Anda harus benar-benar mengetahui dan mengingat produk apa yang baru datang ke gudang, dan apa yang baru keluar. Pencatatan administrasi yang rapi mutlak diperlukan dalam hal ini. jika modal mencukupi, Anda bisa melengkapi produk dengan barcode dan menggunakan aplikasi perangkat lunak untuk mengontrol persediaan.

Kiat Menjadi Agen Grosir: Menentukan Harga Jual

Agar bisnis Anda sukses, diperlukan pemahaman dalam menetapkan harga yang tepat, begitu juga dalam menetapkan harga grosir. Menetapkan harga jual harus diiringi dengan perhitungan biaya-biaya yang dikeluarkan saat proses distribusi atau produksi. Inilah cara menentukan harga grosir:

1. Tentukan biaya distribusi

Proses memesan, mendistribusi, hingga mengantarkan barang dari pemasok ke gudang Anda tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Begitu juga dengan proses penjualan (pengantaran barang ke pelanggan). Setiap keping rupiah yang dikeluarkan untuk kegiatan pendistribusian adalah biaya distribusi. Untuk menentukan harga berdasarkan biaya distribusi, hitung jumlah total biaya lalu bagi dengan jumlah produk yang dipasok. Ini adalah biaya per produk.

2. Tentukan biaya tenaga kerja

Tentu bisnis grosir Anda tak akan berjalan tanpa adanya tenaga kerja yang harus dibayar upah dan jaminan sosialnya. Hitung total biaya tenaga kerja lalu bagi hasilnya dengan jumlah produk yang ada. Maka Anda akan mendapatkan biaya tenaga kerja per produk. Tambahkan biaya produksi dan biaya tenaga kerja. Itulah harga jual minimum produk Anda (tanpa keuntungan).

3. Tentukan margin keuntungan

Tentunya bisnis dilakukan untuk mendapatkan keuntungan. Dalam menentukan margin keuntungan, Anda tak bisa seenaknya. Pertimbangan kondisi pasar, daya beli pelanggan, dan harga jual para pesaing Anda.

Itulah informasi seputar bisnis menjadi agen grosir. Semoga bermanfaat!

Speak Your Mind

*