Cara Menulis Laporan

Laporan adalah sebuah karya tulis yang paling umum dibutuhkan dari berbagai macam instansi, baik itu instansi pemerintahan, pendidikan, maupun sebuah perusahaan yang bergerak secara formal. Menulis laporan tidaklah sulit. Hanya saja, dibutuhkan pengetahuan mengenai komponen apa saja yang wajib ada dalam sebuah laporan.

Berbagai contoh laporan bisa ditemukan, bergantung pada jenis kebutuhan yang diminta oleh pihak instansi terkait. Misalnya saja, untuk badan akademik diperlukan jenis laporan yang sesuai dengan program akademiknya. Sementara itu, untuk perusahaan yang bergerak di bidang keuangan tentu membutuhkan laporan keuangan untuk memenuhi bukti keuangan perusahaan.

Kepentingan instansi terkait merupakan hal penting yang menjadi bahan dasar pembuatan sebuah laporan. Namun, pada artikel kali ini, laporan yang akan dijelaskan merupakan laporan yang biasa digunakan untuk kepentingan akademisi, seperti laporan penelitian, laporan diskusi, dan laporan kualitatif lainnya.

Adapun orang atau pihak yang biasanya meminta laporan adalah orang atau pihak yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang bertugas membuat laporan. Ada yang bertujuan untuk mendapatkan nilai pada sistem akademik atau kegiatan belajar mengajar, ada juga laporan untuk kemudian diubah menjadi informasi bagi masyarakat umum lainnya.

Laporan Berbentuk Artikel

Laporan berbentuk artikel atau essay bisa ditemukan dalam sistem belajar mengajar di sekolah atau perguruan tinggi. Laporan ini biasanya diminta sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa yang telah menempubpenelitian atau diskusi singkat di sebuah instansi pemerintahan.

Adapun jenis laporan lainnya merupakan laporan yang ditulis untuk memberikan hasil mengenai kegiatan yang telah dilakukan sehubungan dengan acara perusahaan.

Misalnya saja, laporan membaca suatu buku atau laporan menonton sebuah pertunjukan dan diskusi pada sebuah perguruan tinggi yang dilakukan oleh para siswa atau mahasiswa yang bersangkutan dengan dosen pengajarnya.

Laporan berbentuk ertikel ini digunakan untuk mengasah kompetensi murid atau mahasiswa di bidang program studi yang diajarkan. Misalnya saja, bagi para mahasiswa sastra, ada laporan penelitian atau laporan hasil membaca yang harus dilakukan untuk kebutuhan pemberian nilai.

Dengan kata lain, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melakukan penelitian atau menonton sebuah pertunjukan saja, tapi juga dituntut untuk memahami apa yang telah dibaca, didengar, dilihat, dan diteliti untuk kemudian dijadikan informasi singkat kepada orang lain.

Namun, untuk bisa memberikan pemahaman kembali pada orang yang membaca laporan tersebut, dibutuhkan pula kemampua menulis secara efektif sehingga pembaca bisa memahami apa yang disampaikan oleh penulis laporan.

Menulis laporan pada dasarnya adalah menulis hasil akhir dari suatu kegiatan, baik kegiatan ilmiah maupun kegiatan rutinitas kantor. Laporan yang ditulis harus memuat informasi sedetail mungkin, sehingga pembaca mengetahui kemampuan penulis laporan dalam menuliskan laporannya.
Suatu laporan yang ditulis oleh penulis laporan tentang objek seharusnya ditulis selengkap mungkin agar dapat diperoleh informasi yang lengkap pula. Untuk itu, jika kita ingin menulis laporan, kita harus mengetahui terlebih dahulu laporan apa yang akan kita tulis.

Penulisan Laporan

Karena, menulis laporan itu bergantung pada kebutuhan, sehingga  antara satu dengan laporan yang lainnya berbeda-beda dan bervariasi. Misalnya laporan yang dibedakan berdasarkan tujuan penulisnnya, yaitu; kertas kerja, artikel, skripsi (tugas akhir kuliah), dan laporan.

Di dunia kerja, baik di instanti pemerintah maupun instansi perusahaan, menulis laporan memgang kendali penting dalam laju organisasi. Menulis laporan instansi ada yang butuh waktu tertentu dan ada juga penulisan laporan membutuhkan orang ahli.

Misalnya perusahaan tambang batu bara “X” ingin menulis laporan tentang Amdal/K3, karena tidak mempunyai karyawan yang kompeten dalam penulisan laporan AMDAL/K3, maka pihak perusahaan merekrut staf ahli untuk menulis laporan AMDAL/K3.

Menulis laporan yang baik harus memuat beberapa kriteria, sehingga laporan yang kita tulis bisa dinilai oleh pembaca. Bebarapa kriteria Laporan yang baik yang perlu diketahui sebelum menulis laporan yaitu:
•    Laporan ditulis secara tepat, jelas, dan dengan bahasa yang baik dan benar.
•    Dalam menulis laporan hendaknya disajikan informasi yang jelas dan diperkuat dengan data dan fakta yang valid.
•    Mencantumkan referensi/rujukan .

Komponen-Komponen Laporan

Sebagaimana menulis makalah untuk tugas kuliah atau menulis tugas akhir, menulis laporan harus dimulai dari pendahuluan, isi laporan, dan diakhiri dengan penutup.

1. Bagian pendahuluan

Laporan yang ditulis pada bagian pendahuluan memuat latar belakang dan gambaran umum laporan yang akan disampakan. Hal-hal yang harus ada pada bagian pendahuluan sebelum Anda menulis laporan adalah;
•    Jelaskan latar belakang yang relevan dengan permasalahan dan kemudian Anda paparkan secara jelas  dan mudah dipahami.
•    Identifikasilah permasalahan-permasalahan yang akan Anda
•    Gambarkan betapa pentingnya laporan yang Anda buat

2. Bagian Isi

Sebelum menulis laporan pada bagian isi, ketahuilah bahwa bagian isi biasanya memuat metode yang digunakan, alat dan bahan, data-data autentik, dan bagian kahir dari bagian ini adalah diskusi pembahasan. Kemukakan secara detail permasalahan yang Anda laporkan sehingga pembaca laporan sangat mengerti laporan Anda.

3. Bagian Penutup

Bagian penutup laporan biasanya berisi kesimpulan dan saran. Pada bagian ini Anda harus dapat meyakinkan kepada pembaca bahwa laporan yang Anda buat telah lengkap mulai dari hulu sampai dengan hilir, mulai dari sampai dengan Z. Di bagiansaran, Anda diperkenankan untuk memberikan pendapat atau saran untuk laporan di masa mendatang guna kesempurnaan laporan.

Laporan Jurnalistik

Jenis laporan selanjutnya adalah laporan jurnalistik yang biasanya dilakukan oleh wartawan atau reporter untuk kemudian dikonsumsi oleh publik. Dalam bidang ini, tidak ditemukan pembatasan khusus yang membuat para reporter atau wartawan untuk mengakses suatu berita atau informasi.

Laporan jurnalistik merupakan laporan dari hasil pencarian berita yang dilakukan secara khusus untuk mendapatkan informasi yang kemudian dirangkum menjadi sebuah bacaan yang mudah dicerna dan dipahami oleh pembaca, terutama masyarakat awam.

Oleh sebab itu, laporan jurnalistik selalu berkaitan dengan kegiatan mencari informasi, berita, peristiwa, dan kejadian lainnya yang bisa diinformasikan kembali kepada khalayak ramai.

Kegiatan yang dilaporkan pun bisa diambil dari berbagai bidang kehidupan, misalnya saja laporan kriminal, politik, ekonomi, kuliner, pariwisata, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun, hasil dari laporan jurnalistik dari setiap media tidaklah sama. Ada yang lebih menunjukkan keberpihakannya pada satu instansi atau pihak yang terkait dalam berita, ada juga yang bersikap netral dan membiarkan pembaca menilai sendiri wacana dalam berita tersebut.

Akan tetapi, format penulisan laporan jurnalistik ini tetap harus memenuhi standar baku penulisan berita yang mengandung 5W dan 1H, yakni kronologis penceritaan yang di dalamnya terdapat pelaku, peristiwa yang terjadi, kapan dan di mana peristiwa tersebut berlangsung, penyebab peristiwa tersebut terjadi, serta tindakan lain yang berhubungan dengan peristiwa tersebut.

Setelah itu, pihak jurnalis berhak menambahkan berbagai informasi lain yang mungkin bisa memperkuat pemberitaan. Namun, terlepas dari pro dan kontra pihak penulis laporan terhadap kejadian yang dilaporkannya, laporan jurnalistik termasuk ke dalam jenis laporan yang paling umum dibuat.

Speak Your Mind

*