Catatan Sejarah Perang Dingin

Ilustrasi sejarah perang dinginSejarah Perang Dingin adalah sebutan bagi situasi tegang dan konflik antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Sejarah Perang Dingin ini terjadi pada periode 1947 sampai 1991. Menelusuri sejarah Perang Dingin, kita tidak akan lepas dari Perang Dunia II yang melatarbelakanginya.

Pada Perang Dunia II, Blok Sekutu yang digawangi oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet berhasil mengalahkan Blok Fasis yang dikawal Jerman, Jepang, dan Italia.

Anda tentu masih ingat pelajaran sejarah di sekolah yang menceritakan dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki di Jepang, bukan? Nah, peristiwa itu menandakan berakhirnya Perang Dunia II.

Setelah berakhirnya perang tersebut, Inggris yang sebelumnya merupakan negara adikuasa, perlahan luntur pengaruhnya. Oleh karena itu, hanya ada dua negara yang muncul sebagai adikuasa pada saat itu, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Kedua negara adikuasa tersebut berbeda secara ideologis. Amerika Serikat berideologi kapitalis-liberal, sedangkan Uni Soviet berideologi komunis. Dunia pun terbagi menjadi dua kutub, yaitu kutub Barat dan kutub Timur. Oleh karena itu, kedua negara itu bersitegang dan berkompetisi secara politik dan militer.

Masing-masing adikuasa menggalang dukungan dari negara-negara lain. Amerika Serikat membentuk Blok Barat, yang kebanyakan beranggotakan negara-negara Eropa Barat.

Sedangkan, Uni Soviet membentuk Blok Timur, beranggotakan negara-negara Eropa Timur dan negara-negara komunis lainnya, seperti China dan Kuba. Ketegangan antara dua blok secara berhadap-hadapan seperti inilah yang menyulut Perang Dingin. Sejarah Perang Dingin dapat dibagi ke dalam empat periode:

Sejarah Perang Dingin – Periode pertama, 1947 – 1969

Tidak lama setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua, Stalin, pemimpin Uni Soviet, menegaskan bahwa Uni Soviet harus bersiap-siap untuk berkonflik dengan kekuatan kapitalis. Tentu yang dia maksud sebagai kekuatan kapitalis adalah Amerika Serikat. Kedua negara sama-sama mengkhawatirkan perkembangan militer lawannya. Maka, perlombaan senjata pun tak terelakkan. Inilah awal sejarah Perang Dingin periode pertama.

Amerika Serikat dan Uni Soviet berebut pengaruh atas negara-negara di dunia. Blok Barat, dipimpin Amerika Serikat, berkumpul pada 4 April 1949 untuk menandatangani kesepakatan membentuk persekutuan militer.

Persekutuan inilah yang dinamakan NATO (North Atlantic Treaty Organization/Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Sebagai tandingannya, Uni Soviet dan sekutunya membentuk Pakta Warsawa pada 1955.

Sejarah Perang Dingin -Periode kedua, 1969 – 1979

Sejarah Perang Dingin periode kedua ditandai dengan politik antara kedua negara mendingin setelah Richard Nixon meraih posisi presiden Amerika Serikat. Amerika Serikat mulai melakukan pendekatan terhadap Uni Soviet, begitu juga sebaliknya. Maka, kedua adikuasa itu pun bersepakat untuk meredakan ketegangan. Kesepakatan tersebut dinamakan detente.

Sejarah Perang Dingin -Periode ketiga, 1979 – 1985

Rupanya, Uni Soviet tidak dapat mempertahankan politik detente tersebut. Pada 1979, di bawah perintah Presiden Leonid Bresnev, Uni Soviet menyerbu Afghanistan. Inilah awal dari sejarah Perang Dingin periode ketiga.

Aksi ini mendapat tantangan keras dari Reagen sebagai Presiden Amerika Serikat saat itu. Maka, Amerika Serikat pun mendukung perjuangan Afghanistan memerdekakan diri dari Uni Soviet sekaligus dalam rangka membendung kekuatan komunis.

Pada sejarah Perang Dingin periode ini pun Reagen mengobarkan perlombaan senjata nuklir dengan Uni Soviet. Akhirnya, kedua negara terlibat dalam perlombaan itu dan dunia dihantui bayangan kehancuran akibat perang nuklir.

Sejarah Perang Dingin – Periode keempat, 1985 – 1991

Situasi berubah setelah Michael Gorbachev naik ke tampuk kekuasaan Uni Soviet. Negara komunis itu dilanda banyak permasalahan internal hingga terancam perpecahan.

Gorbachev mengumandangkan politik perestorika, yaitu pemberian kebebasan kepada warganya setelah sebelumnya berada di bawah pemerintahan yang diktator. Dia pun melakukan berbagai pendekatan dialogis dengan Amerika Serikat.

Pada 1987, Gorbachev berkunjung ke Negeri Paman Sam untuk berdialog. Pada 1988, tercapai kesepakatan Genewa. Akhirnya, pada 1989 seluruh pasukan Uni Soviet hengkang dari Afghanistan. Pada tahun yang sama, tembok Berlin, yang memisahkan Jerman Barat dari Jerman Timur, runtuh. Peristiwa ini dianggap sebagai penanda berakhirnya pengaruh komunisme di Eropa dan merupakan sejarah Perang Dingin yang cukup penting.

Dua tahun kemudian, 1991, negara-negara yang tergabung dengan Uni Soviet memerdekakan diri. Artinya, Uni Soviet pecah, menandakan runtuhnya kekuatan komunis di dunia sekaligus berakhirnya era sejarah Perang Dingin.

Sejarah Perang Dingin – Latar Belakang Terjadinya Perang Dingin

Sejarah Perang Dingin dimulai setelah Perang Dunia II berakhir. Setelah Perang Dunia II berakhir, timbul berbagai macam peristiwa penting yang mempengaruhi kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Peristiwa pertama, yaitu Amerika Serikat muncul sebagai salah satu negara pemenang Perang Dunia II dari pihak sekutu. Amerika Serikat memiliki peran yang sangat besar dalam membantu negara-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan perekonomiannya setelah Perang Dunia II. Inilah sejarah Perang Dingin pada awalnya.

Peristiwa kedua yang menjadi bagian sejarah Perang Dingin adalah munculnya Uni Soviet sebagai negara besar pemenang Perang Dunia II. Uni Soviet pun memiliki peran penting dalam membangun perekonomian negara-negara Eropa Timur pasca Perang Dunia II. Sementara itu, peristiwa ketiga yang menjadi bagian dari sejarah Perang Dingin adalah munculnya negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia II di wilayah Eropa.

Perang Dunia II yang berakhir dengan kemenangan yang diraih pihak Sekutu tidak terlepas dari peran Uni Soviet. Pada Perang Dunia II, Uni Soviet membebaskan wilayah Eropa Timur dari tangan Jerman. Sambil membebaskan wilayah Eropa Timur dari genggaman Jerman, Uni Soviet memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meluaskan pengaruhnya. inilah peristiwa lain yang merupakan bagian dari sejarah Perang Dingin.

Pengaruh Uni Soviet di negara Eropa Timur disebarluaskan dengan cara mensponsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur, seperti perebutan kekuasaan di Bulgaria, Albania, Hongaria, Polandia, Rumania, dan Cekoslowakia. Akibatnya, negara-negara itu masuk ke dalam pengaruh pemerintahan komunis Uni Soviet.

Jadi, dua kekuatan besar saat itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat memiliki konflik kepentingan di dunia dengan cara unjuk kekuatan ideologi yang berbeda. Amerika Serikat memiliki ideologi liberal kapitalis, sedangkan Uni Soviet memiliki ideologi sosialis komunis. Itulah hal yang melatarbelakangi konflik Perang Dingin antara Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Soviet) walaupun tidak selama Perang Dingin Tidak terjadi kontak senjata hanya perang ideologi.

Sejarah Perang Dingin – Kejadian yang Berhubungan dengan Perang Dingin

  • Perang Vietnam
  • Perang Korea
  • Perang Soviet-Afganistan
  • Perang sipil Kamboja
  • Perang sipil Angola
  • Perang sipil Yunani
  • Krisis Kongo
  • Runtuhnya Tembok Berlin
  • Revolusi Hongaria
  • Krisis Iran
  • Krisis misil Kuba

Sejarah Perang Dingin – Peserta Perang Dingin

  • NATO
  • Pakta Warsawa
  • Gerakan Non-Blok
  • Republik Rakyat Cina
  • Sekutu Amerika Serikat di luar NATO
  • Sekutu Uni Soviet diluar Pakta Warsawa

Sejarah Perang Dingin – Perang Vietnam

Sejarah Perang Dingin ternyata berhubungan erat dengan perang Vietnam atau disebut juga dengan Perang Indochina Kedua. Berdasarkan sejarah Perang Dingin, perang Vietnam ini adalah bagian dari Perang Dingin antara dua ideologi besar, yakni Komunis dan Liberal. Inilah sejarah Perang Dingin yang masih diingat sampai saat ini.

Perang yang merupakan bagian dari sejarah Perang Dingin ini memakan korban sebanyak 280.000 di pihak Vietnam Selatan dan sebanyak satu juta korban di pihak Vietnam Utara. perang Vietnam yang merupakan bagian dari sejarah Perang Dingin ini juga membuat warga Vietnam melakukan eksodus besar-besaran, terutama ke Amerika Serikat dan Australia.

Itulah sejarah Perang Dingin yang panjang dan melibatkan banyak negara di dunia.

Speak Your Mind

*