Cegah Penularan Penyakit Asma

Asma adalah salah satu penyakit yang disebabkan terserangnya saluran pernafasan pada paru-paru, sehingga akan membuat saluran nafas Anda menjadi menyempit. Karena penyempitan itulah akhirnya membuat Anda akan sangat sulit bernafas. Sejatinya, penularan penyakit Asma tidak disebabkan oleh kontak fisik secara langsung, namun Asma adalah penyakit turunan.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Negara Amerika dan Eropa, bahwa, jika ada salah satu dari orangtua yang menderita asma, maka anaknya beresiko 3x lipat akan terserang asma. Namun jika keduanya (orangtua tersebut) yang terkena asma, bisa dipastikan anaknya akan terserang asma 6x lebih kuat dari orangtua yang menderita di salah satunya.

Apakah Penyebab Asma?

Pada umumnya penularan penyakit Asma lebih disebabkan oleh faktor debu. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dll dapat memicu penduduknya untuk terkena asma 50% lebih besar dibandingkan penduduk yang tinggal di pedesaan atau di kampung-kampung. Karena debu dari pembuangan gas emisi karbon dapat membuat orang yang menghirupnya menjadi sesak, dan sangat sulit untuk bernafas. Selain itu, asap rokok juga dapat memicu timbulnya penyakit asma.

Ada pula faktor yang menyebabkan penyakit asma itu timbul, diantaranya infeksi pernafasan, olahraga yang terlalu berlebihan, uap yang terdapat dalam bahan kimia, seperti bau parfum yang menyengat, asap yang ditimbulkan dari pembakaran, dan emosi yang berlebih seperti marah, menangis, stress/tekanan jiwa, ataupun tertawa.

Ada lagi penyebab asma yang membuat kita tidak menyadarinya, yaitu terhirupnya serbuk sari dari bunga atau terhirupnya bulu-bulu hewan yang bulunya sangat mudah sekali terlepas, seperti kucing, anjing, atau kelinci. Oleh sebab itu, orang yang mempunyai penyakit asma sangat dilarang untuk memelihara hewan yang berbulu.

Gejala yang ditimbulkan oleh penderita asma diantaranya, terdapatnya keluhan batuk yang berkepanjangan, dan kerap muncul pada waktu malam dan cuaca dingin, sesak nafas yang sangat sulit diatasi, timbulnya bunyi jika sesak nafas itu timbul akibat penyempitan saluran bronki, sulitnya berbicara jika sesak nafas menyerang.

Cara Penanganan Penderita Asma

Saat ini penyakit asma belum dapat disembuhkan. Adapun obat-obatan yang disarankan oleh dokter hanya sebatas penanganan yang berupa pencegahan semata. Obat tersebut pun dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan yang menyerang penderita asma.

Tetapi jangan khawatir, penularan penyakit asma dapat dicegah dengan cara, dimulai dengan mengenali penyakit Anda. Jika Anda sering merasakan gejala-gejala seperti : sesak nafas yang berlebih dan sulit sekali bernafas, batuk pada saat malam hari, segeralah ke dokter. Kenali pula lingkungan Anda. Apakah Anda memelihara hewan berbulu? Jika ya, putuskan untuk tidak memeliharanya lagi dan gantilah dengan memelihara hewan yang lain yang tidak berbulu, misalnya.

Apakah Anda sering sekali menghirup udara kotor? Mulai saat ini, pergilah dengan memakai masker pelindung. Apakah saat ini Anda sering pula menangis, tertawa, atau marah tanpa bisa mengontrol emosi? Mulai saat ini, bersikaplah sabar dan jangan melebih-lebihkan terhadap sesuatunya.

Tetapi itu semua tergantung Anda. Penyakit itu sembuh, ketika Anda sendiri yang menyembuhkan. Jika Anda ingin sembuh tapi tidak dapat mencegah salah satu yang dilarang, bisa dipastikan penyakit itu akan tetap bersarang dalam tubuh Anda.

Berbagai Hal tentang Penyakit Asma

Anda mungkin pernah melihat seseorang yang sedang terkena penyakit asma, atau bahkan Anda sendiri yang memiliki penyakit tersebut? penyakit ini sering kita lihat saat seseorang kesulitan bernapas dan saat itu, mereka memerlukan alat bantu untuk menormalkan kembali sistem pernafasannya. Penyakit ini adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan saluran pernapasan sehingga seseorang kesulitan untuk bernapas.

Penyakit tersebut biasanya merupakan penyakit turunan yang bisa mengidap anak dan cucu orang yang memiliki penyakit sebelumnya. Berbagai gejala yang muncul pada penderita penyakit asma adalah bunyi napas yang khas, yakni pada saat tidur atau berada di kondisi malam dan cuaca yang dingin, penderita asma akan bernapas lebih kencang dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita penyakit tersebut.

Selain itu, gejala lain yang juga menjadi ciri dari penderita penyakit asma adalah gangguan sesak napas yang hanya bisa ditanggulangi oleh pihak-pihak tertentu, seperti orang tua, pelaku kesehatan, dokter, suster, dan pekerja puskesmas. Ebrbagai faktor yang berpengaruh terhadap munculnya penyakit asma juga bermacam-macam. Berikut adalah faktor-faktor tersebut :

1.    Faktor Keturunan
Kebanyakan penderita asma merupakan orang yang memiliki garis keturunan dengan penyakit bawaan tersebut. bisa jadi kedua orang tua atau salah satu dari orang tua si penderita juga memiliki penyakit yang sama. Dan tidak menutup kemungkinan jika salah seorang anak dari si penderita asma sekarang pun bisa mengidap penyakit tersebut nantinya. Namun, penyakit tersebut tidaklah menular sehingga Anda tidak perlu takut terhadap penularan penyakit asma.

Jika dalam sebuah keluarga terdapat seseorang yang pernah menderita penyakit tersebut, maka Anda bisa secepatnya mengambil tindakan untuk mencegah penyakit asma datang kembali atau justru mendatangi sanak saudara Anda. Pilihlah dokter spesialis yang bisa secara telaten memberikan penanganan dan pencegahan datangnya penyakit asma tersebut.

2.    Faktor Lingkungan
Faktor kedua yang berpengaruh terhadap munculnya penyakit asma adalah lingkungan yang kotor dengan ruangan atau sebuah tempat yang dipenuhi oleh debu dan asap. Kedua hal tersebut bisa menjadi akibat dari timbulnya penyakit asma. Debu yang muncul baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan bisa menjadi penyebab terjadinya asma. Oleh sebab itu, Anda perlu menghindari asap rokok, asap knalpot, dan beragam asap dan debu yang merupakan salah satu faktor munculnya penyakit asma.

Dengan demikian, gunakan pola hidup yang sehat dengan tidak mengonsumsi rokok dan minuman keras, serta melakukan olahraga pagi di tempat yang banyak mengandung oksigen sehingga produksi oksigen dan pasokannya ke dalam tubuh akan lebih banyak. Selain itu, bersihkanlah rumah Anda setiap hari dari debu dan asap, serta hindarilah barang-barang yang mudah terkena debu seperti halnya boneka, atau benda-benda lain yang memiliki permukaan halus.

3.    Faktor Makanan
Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan adalah asupan makanan dan minuman. Beberapa makanan bisa menjadi akibat munculnya penyakit asma, seperti halnya makanan cepat saji yang penuh dengan kadar MSG yang tinggi, bahan pengawet, minuman soda yang dingin, kacang, dan cokelat yang memiliki kandungan allergen yang banyak.

4.    Faktor Cuaca dan Suhu
Suhu yang dingin juga bisa sangat berpengaruh terhadap kondisi seseorang yang memiliki penyakit asma. Penggunaan AC yang terdapat di dalam mobil dan ruangan Anda pun bisa menjadi sebuah penyebab munculnya penyakit tersebut. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Anda bisa melakukan konsultasi khusus dengan dokter spesialis agar bisa mendapatkan penanganan lebih dengan disertai pemberian resep obat yang memang aman dan baik dikonsumsi bagi penderita asma yang sering kambuh.

Namun, Anda juga bisa melakukan pengobatan secara tradisional dengan menggunakan terapi refleksi atau peminuman air uap yang dihasilkan dari masak nasi. Setiap pagi juga Anda bisa menghirup udara yang segar di sekitar rumah sambil berolahraga ringan. Jadi, hidup Anda akan terbebas lagi dari rasa sesak.

Speak Your Mind

*