Cerita Orang Dewasa: Pengertian Saat Bercinta

Ini tentang cerita orang dewasa. Bercinta bukan satu-satunya alat perekat untuk kelanggengan suami istri. Tapi bercinta menjadi unsur yang tak boleh dianggap remeh. Saling pengertian dalam bercinta menjadi unsur yang hakiki yang dapat mempertautkan dua hati, sehingga akan turut melanggengkan rumah tangga Anda.

Seni Bercinta Kamasutra sebenarnya tidak hanya memperkenalkan berbagai posisi, namun lebih pada upaya edukasi untuk mempertautkan dua hati itu tadi. Tanpa kehadiran hati, berbagai posisi yang diperkenalkan dalam Seni Bercinta Kamasutra tetap akan menjadi gerakan fisik semata bukan sebuah kebersamaan untuk saling menumpahkan rasa kasih dan sayang.

Seni Bercinta Ala Kamasutra

Dalam Seni Bercinta Kamasutra dikenal 8 posisi bercinta yang tidak saling melukai, baik fisik maupun psikis. Dengan kehadiran hati dan didukung gerakan seni bercinta, diharapkan akan memunculkan romantisme dan saling menumpahkan kasih sayang. Anda harus memandang ini sebagai sebuah upaya untuk menghadirkan percintaan yang bernilai, tidak semata-mata mengeksploitasi seks.

Tak salah rasanya, bila penulis mencantumkan ke 8 posisi cinta tersebut:

  1. The Yawning Position

Ini adalah posisi bercinta dengan kecenderunga laki-laki di atas (man on top), karena wanita berbaring telentang dengan posisi kedua kaki dibuka lebar. Kemudian sang pria berada di antara kedua kaki wanita tersebut untuk melakukan penetrasi. Gerakan maju mundur perlahan sangat disarankan karena posisi ini dapat menstimulasi klitoris secara maksimal.

  1. The Variant Yawning Position

Ini adalah posisi bercinta yang masih laki-laki yang memegang peran, karena wanita dalam keadaan telentang. Namun, kedua kaki yang diangkat dalam posisi terbuka diarahkan ke bagian atas (diarahkan ke kepala). Kemudian pria berada pada posisi seolah-olah push up tetapi kedua lutut tetap menjadi tumpuannya. Kedua tangan pria juga digunakan untuk menahan kedua kaki wanita yang terangkat tersebut.

  1. The Widely Opened Position

In adalah Posisi bercinta yang juga laki-laki pegang kendali, karena wanitanya masih berbaring telentang, kedua tangan diangkat ke atas. Sementara itu kedua telapak kaki menapak untuk menyangga pantat yang sedikit terangkat. Antara lekukan kaki hingga pantat seolah-olah membentuk huruf V terbalik.

Posisi pria dalam gaya bercinta ala Kamasutra ini adalah berada di atas tubuh wanita untuk melakukan penetrasi namun dengan posisi seolah-olah merangkak. Tubuh di tumpukan pada ke dua tangan dan kedua lutut

  1. Clasping Position

Ini adalah posisi bercinta dengan kondisi tubuh pria dan tubuh wanita berada dalam posisi melekat dengan tangan saling memeluk tubuh pasangan. Sementara itu kedua kaki saling berkait. Penetrasi pada posisi bercinta seperti ini dangkal, namun ekplorasi pada tubuh dan wajah pasangan dapat dilakukan dengan lebih leluasa. Variasi yang dapat dilakukan pada posisi bercinta clasping ini adalah dengan memiringkan tubuh pasangan

  1. The Pressing Position

Ini adalah posisi bercinta pengembangan dari gaya bercinta posisi clasping. Posisi wanita dan pria sama seperti pada posisi bercinta clasping. Hanya bedanya, bagian tubuh atas, dari perut hingga kepala, tidak melekat erat seperti pada posisi bercinta Clasping.

  1. The Mare’s Position

Ini adalah posisi bercinta dengan kondisi pria duduk bersimpuh pada kedua kakinya. Kedua tangan di letakkan di belakang tubuh untuk menyanggah tubuh. Kemudian sang wanita berlutut dengan posisi bercinta membelakangi pria. Penetrasi dilakukan dari belakang. Gesekan wanita pada sekitar daerah genital pria akan membuat pria menikmati sensasi gesekan tersebut.

Sementara dalam posisi ini, irama bercinta di pegang oleh pihak wanita karena wanitalah yang akan bergerak naik dan turun untuk menciptakan ritme yang diinginkannya dalam bercinta.

  1. The Rising Position

Ini adalah posisi bercinta yang posisi wanita berbaring telentang dengan kedua kaki diangkat dan diletakkan pada bahu pria. Sementara pria berada di atas tubuh wanita, di antara kedua kaki wanita yang diangkat dan dalam posisi membuka. Bahu pria akan menyangga kedua kaki wanita.

  1. Woman On Top

Ini adalah posisi bercinta favorit ala Kamasutra yang banyak disukai oleh wanita. Pada posisi bercinta woman on top ini, pria berbaring telentang sedangkan wanitanya berada di atas tubuh pria dengan posisi duduk. Gaya bercinta woman on top ini membuat wanita menjadi pemegang kendali ritme dan gerakan bercinta yang diinginkannya.

Hilangkan Egoisme

Saling pengertian, siap untuk berbagai dan saling menghormati menjadi inti perekat keharmonisan rumah tangga. Karena itulah seorang suami yang hanya mementingkan kepuasaan sendiri, segera menyudahi hubungan intim setelah dirinya merasa puas, tidak dikenal dalam Seni Bercinta Kamasutra. Sebaliknya, posisi apapun yang diajarkan di dalamnya, pada intinya adalah upaya untuk saling menyenangkan antara suami dan istri.

Buang jauh-jauh kalau anda termasuk suami yang egois dalam urusan hubungan intim. Apabila kebiasaan ini terus dipelihara, jangan salahkan kalau istri Anda menderita psikosomatis atau merasa diperkosa oleh suaminya sendiri. Pun bagi para istri yang memiliki pasangan tipe egois, jangan biarkan hal itu berlarut-larut. Apapun alasannya, Anda jangan tinggal diam.

Beberapa upaya ini mudah-mudahan bisa menolong Anda untuk segera menghentikan kebiasaan pasangan yang egois ketika berhubungan intim.

    • Komunikasikan keberatan Anda. Caranya tentu saja melihat situasi dan kondisi, juga memperhatikan karakter pasangan Anda. Dengan bergurau misalnya Anda bisa mengemukakan keberatan Anda. Kalau memungkinkan, jelaskan bahwa Anda perlu merasakan kenikmatan pula.
    • Ekspresikan kekesalan Anda, tapi jangan sampai memojokkan pasangan.
    • Keterbukaan adalah kunci pembuka mengatasi pasangan yang egois dalam berhubungan intim. Tak perlu sungkan, Anda bisa ceritakan apa sesungguhnya yang Anda inginkan.
    • Jika merasa yakin benar kalau suami termasuk yang memiliki kelainan, jangan biarkan masalah ini terus mengkristal menjadi kebiasaan yang tidak disadari sebagai sebuah kelainan. Mendorong suami agar mau berkonsultasi dengan tenaga ahli, langkah penting yang harus segera Anda pilih.
  • Membangun kota Roma tidak selesai dalam sehari. Begitu pula menyelesaikan masalah yang Anda hadapi ini. Kuncinya adalah sabar dan terus berusaha.

Cerita Orang Dewasa – Jangan Malu Belajar dari Orang Lain

Masalah pernikahan atau perkawinan bukan saja masalah percintaan di atas ranjang. Tapi masalah pernikahan adalah masalah menjalani bahtera rumah tangga. Makanya, perlu banyak belajar dari orang lain. Inilah cerita dewasa.

Pasalnya, bukan tidak sedikit permasalahan yang membutuhkan komentar orang lain untuk pemecahan masalahnya. Misalnya saja tentang pasangan yang mulai menunjukkan ketidaksetiaannya atau menunjukkan perubahan. Maka mintalah pendapat orang lain untuk pemecahan masalahnya.

Malah dalam agama, jika pun ingin bercerai hendaknya dikumpul kedua keluarga membincangkannnya. Jika masih bisa diberikan solusinya, maka dijelaskan solusinya. Namun bila tidak memungkin, maka tak ada jalan lain kecuali harus berpisah.

Nah, pembicaraan seperti ini diklaim bagian dari cerita orang dewasa, karena membutuhkan pemikiran yang matang. Karena keputusan ini bukanlah keputusan untuk masa sesaat. Persis seperti acara pelamaran yang juga membutuhkan orang lain. Sehingga ia diklaim sebagai bagian dari cerita orang dewasa.

Maka dari itu, jika ada problem besar apa pun hendaklah selalu membicarakannya melalui kedua belah pihak. Ajak keluarga suami dan ajak keluarga isteri untuk menemukan solusi.

Namun, kehadiran kedua keluarga bukan untuk saling membela kubu sendiri. Hendaklah berpikir jernih. Maksudnya, bahwa permasalahan yang terjadi harus diselesaikan dengan jalan damai, bukan berpecah belah. Katakan yang benar kesalahan yang dilihat salah dan kata yang benar jika memang apa yang dibuat adalah kebenaran.

Memang, kondisi seperti ini cukup sulit objektif. Pasalnya, penulis pernah menyaksikan sendiri. Ada suami-isteri ribut. Alasannya, karena si isteri tak mau shalat dan beribadah. Hingga timbullah keributan. Dikumpulkanlah kedua orang tua, baik dari si suami maupun dari si isteri.

Dibukalah permasalahan. Keluarga si suami menerima bila anaknya salah meminta isterinya shalat dengan memarah-marahi dan bahkan pernah memukul isterinya. Tapi keluarga si isteri tak menerima bila anaknya tak shalat akibat dahulunya ayah dan ibunya tak pernah mendidik anaknya shalat.

Padahal, apa pun yang terjadi hari ini tak lepas dari apa yang dilakukan dahulu. Jika saja, keluarga si isteri mau menerima kesalahannya, maka permasalahan akan cepat selesai. Namun akhirnya, permasalahan makin meruncing.  Hanya gara masalah keegoisan keluarga si isteri, perceraian pun menjadi jalan. Persidangan yang seharusnya dijauhi, malah didekati. Inilah cara penyelesaian yang tidak baik. Semuanya hanya gara-gara keegoisan salah satu pihak.

Speak Your Mind

*