Cerpen Online untuk Inspirasi Anda

Ilustrasi cerpen onlineKini, media untuk menyalurkan gairah menulis Anda sudah sangat terbuka dan mudah untuk dipublikasikan sendiri agar karya dapat dibaca oleh orang lain, yaitu melalui cerpen online.

Bagaimana Membuat Cerpen

Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek sehingga beberapa ahli bahasa sering mendefenisikannya sebagai sebuah karangan yang bisa dibaca sekali duduk. Secara lebih khusus cerpen dapat dicirikan sebagai sebuah karangan yang memiliki efek tunggal dan fokus pada sebuah konflik.

Sebuah cerpen biasanya berbentuk narasi atau sering disebut sebagai cerpen narasi. Secara sederhana definisi dari narasi adalah sebuah karangan yang menceritakan sejelas-jelasnya gambaran dari suatu peristiwa atau konflik. Oleh karena itu, karangan narasi sering kita temukan pada cerpen, novel, dan karangan fiksi lainnya.

Namun, bukan berarti karangan narasi tidak bisa kita temukan pada karangan non-fiksi. Karangan nonfiksi seperti memoar, kisah inspiratif, dan sejenisnya juga memakai karangan narasi. Ada tiga hal yang membangun sebuah karangan narasi, yaitu sebagai berikut.

  • Berupa cerita atau kisah
  • Unsur pelaku sangat menonjol
  • Susunan yang sistematis

Jadi, cerpen narasi adalah suatu istilah yang timbul kemudian yang menggambarkan bahwa karangan tersebut adalah menceritakan tentang kisah fiktif yang fokus pada satu konflik dan tidak terlalu panjang.

Fungsi karangan narasi sangat penting dalam sebuah cerpen. Tanpa karangan ini cerpen akan terasa garing dan sepi. Karangan narasi membuat kita mampu merasakan kisah dalam sebuah tulisan. Karangan narasi juga memberikan nilai estetika, sehingga tulisan kita terlihat lebih semarak. Narasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Narasi ekspositorik (narasi teknis)

Narasi ekspositorik adalah sebuah narasi yang tersusun atas fakta dan data-data yang sebenarnya. Disusun dengan gaya bahasa yang logis berdasarkan fakta, tidak memasukkan unsur sugesti di dalamnya dan harus objektif. Tokoh yang ditonjolkan biasanya hanya satu orang. Narasi jenis ini biasanya banyak ditemukan pada tulisan nonfiksi, seperti autobiografi, kisah inspiratif, dan sebagainya.

2. Narasi sugestif

Narasi sugestif adalah narasi yang mengandung nilai sugesti atau nilai terselubung yang disisipkan dalam karangan tersebut. Di sini pengarang mencoba menyampaikan pesan-pesan melalui kisah-kisah indah yang dirangkaikan lewat kata-kata. Biasanya kita temukan pada cerita-cerita fiksi, seperti cerpen narasi, novel, novelet, dan sejenisnya.

Setiap penulis memiliki cara-cara tersendiri dalam membuat sebuah cerpen narasi. Kadang ada yang memulai dari satu tokoh, ada juga yang menyusun ending terlebih dahulu baru menyusun konflik dan sebagainya. Semua itu sah-sah saja, tergantung di mana kita merasa enjoy untuk memulai menulis. Namun, secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Menentukan sebuah tema yang menarik dan unik.

Terlebih dahulu tentukan tema apa yang akan diangkat menjadi sebuah cerpen narasi yang memikat. Temukan tema yang unik dari pengalaman pribadi atau orang lain. Bisa juga dari bacaan, tontonan, atau hal-hal lain yang mengusik imajinasi kita.

2. Tetapkan pembaca sasaran.

Hal ini bermanfaat nantinya untuk memfokuskan jalan cerita dan gaya bahasa yang dipakai dalam menulis sebuah cerpen narasi. Selain itu, juga bermanfaat untuk menentukan nilai sugestif apa yang mau diselipkan dalam cerita ini nantinya.

3. Tetapkan tokoh, perwatakan, latar, dan sudut pandang.

Empat hal ini nantinya akan berperan penting dalam menciptakan konflik dalam sebuah cerpen narasi. Semakin unik watak tokoh dan latar yang diciptakan maka konflik yang bisa dirancang akan semakin menarik.

4. Susun konflik dan alur cerita.

Konflik merupakan nyawa dalam sebuah cerpen narasi. Cerita tidak akan hidup tanpa konflik yang unik. Untuk itu, penyusunan konflik sangat mempengaruhi isi dan alur cerita.

5. Gambarkan peristiwa-peristiwa utama.

Peristiwa adalah penjabaran dari konflik dalam sebuah cerita. Tetapkan sebuah peristiwa utama yang akan terjadi dalam cerpen narasi tersebut.

Ini adalah langkah sistematis yang bisa ditempuh dalam menyusun sebuah cerpen narasi. Namun, untuk menulis yang diperlukan hanyalah tindakan memproduksi kata-kata. Bukan mengurutkan setiap langkah-langkah.

Jadi, segeralah menulis dari langkah manapun yang dianggap paling mudah. Abaikan urutan langkah di atas jika hal itu membuat kita semakin sulit untuk mulai menulis.

Cerpen Online

Dulu, ketika karya kita ingin dipublikasikan, kita harus mengirimkan ke media massa, baik berupa koran atau majalah, dan kita harus menunggu kebijaksanaan redaktur cerpen kita layak muat atau tidak. Belum lagi kita akan bersaing dengan orang-orang yang memang berkompeten di bidangnya.

Nah, dengan alasan itulah, kini banyak media khusus online yang menyediakan rubrik khusus cerpen. Media ini disediakan bagi kamu-kamu yang ingin menulis cerpen, tapi tidak tahu harus dipublikasikan di mana sebab media masa selalu menolak cerpen kamu. Sebenarnya bukan karena cerpen kalian jelek, tapi yang namanya media massa itu, termuatnya sebuah cerpen berdasarkan selera redaktur saja.

Sebagus apa pun cerpen kalian jika tidak sesuai dengan selera mereka, cerpen kalian akan nyangkut di tong sampah mereka. Oleh karena itu, marilah kita menulis di media online.

Salah satu media online yang bisa kamu kunjungi adalah cerpen.net. Di sana kamu bisa membaca cerpen apa saja sesuai dengan seleramu. Dari mulai cerpen cinta, cerpen lucu, cerpen misteri, cerpen remaja, cerpen motivasi, cerpen anak-anak, sampai cerpen dalam bahasa Inggris atau short story kamu bisa dapatkan dengan mudah.

Kamu juga bisa menulis cerpen di sana. Kamu tinggal registrasi menjadi anggota di media online tersebut dan kamu boleh menulis cerpen sesuai dengan gagasanmu. Namun ingat, jangan pernah memplagiat cerpen orang lain karena kamu bisa terjerat hukum. Bagaimana pun tidak ada toleransi dalam plagiasi. Karya sendiri yang kurang bermutu itu jauh lebih baik dari pada karya orang lain yang bermutu.

Dalam menulis cerpen online, kalian harus membuat yang terbaik karena karya kalian akan abadi terpampang di sana sampai kapan pun. Anak cucu kalian akan melihat karya kalian. Mereka akan membaca dan mengapresiasinya. Jadi, buatlah yang terbaik untuk diri kalian dan untuk orang lain yang membacanya.

Sebenarnya membuat cerpen di media online itu jauh lebih mudah dari pada menulis cerpen di media cetak. Karena peluang untuk dimuat di sana jauh lebih besar dari pada  di media cetak. Jika di media cetak itu terbatas oleh ruang dan dana percetakan yang membutuhkan tinta dan kertas, di media online kalian bebas menulis apa saja tanpa takut terbatas ruang.

Namun, tetap saja cerpen yang terlalu panjang akan membuat pembaca bosan dan mengantuk. Jadi, kamu harus membatasi jumlah kata dalam cerpenmu. Cerpen yang baik untuk media online itu 500 kata sampai 1000 kata. Jika lebih dari itu pembaca akan mengatuk dan matanya akan capek lihat layar monitor.

Contoh cerpen online yang baik silakan kamu baca Namaku Apel karya Sri Widayati. Cerpen ini mungkin bisa menginspirasimu untuk menulis cerpen. Karena menulis cerpen itu mudah. Kita tinggal berimanjinasi dan menuangkannya dalam kata-kata.

Apabila kita memiliki sebuah ide untuk menulis sebuah cerita, maka tulislah secepatnya. Abaikan dahulu aturan-aturan dalam pembuatan cerpen. Setelah selesai menulis dan menuangkan ide ceritanya, baru kalian baca ulang yang sudah kalian tulis.

Setelah itu, baru kita perhatikan susunan dan aturan dalam pembuatan cerpen. Kita dapat meminta bantuan teman untuk memerikasa cerpen yang kita tulis. Hal tersebut dilakukan agar cerpen yang akan kalian kirim terhindar dari kesalahan EYD atau susunannya teratur.

Cerpen yang kita tulis dan sudah diperiksa ulang tersebut, dapat kita kirimkan ke media cerpen online, seperti yang sudah disebutkan di atas. Atau, kita juga dapat memasang cerpen kita di dalam blog kita atau blog teman kita.

Apalagi sekarang ini sudah banyak jejaring sosial yang dapat menjadi fasilitas pemasangan cerpen kita di internet agar di baca oleh para penikmat internet. Banyak pilihan yang dapat kita pilih untuk mengepostkan cerpen kita di media online.

Jangan takut untuk memulai berkarya dan menulis. Seperti yang sudah disebutkan, tulislah apa yang ada di dalam pikiran kita. Kita harus berani memulai untuk menulis. Jika sudah terbiasa, maka ide-ide untuk membuat sebuah cerpen akan terus mengalir dan kita akan terbiasa untuk menulis sebuah cerpen.

Demikian informasi mengenai cara penulisan cerpen dan media cerpen online yang dapat digunakan sebagai media publikasi. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah wawasan kita. Selamat mencoba.

Speak Your Mind

*