Contoh Kritik Sastra Cerpen Karya Djenar

Ilustrasi contoh kritik sastraKritik sastra merupakan upaya untuk menjelaskan sebuah karya sastra. Seorang kritikus sastra adalah salah satu yang menjelaskan atau menafsirkan sebuah karya sastra – yang diantaranya, produksi, estetika, dan sejarah nilai. Dalam hal ini contoh kritik sastra, seperti kritiknya mbah kumis atau Saut Situmorang pada golongan sasterawan yang dia sebut sebagai sastrawan feodal. Dan menghabisi mereka melalui menelanjangi teks sastra sastrawan feodal atau sastrawan koran itu sendiri.

Sejarah

Sejarah kritik sastra tanggal kembali ke Plato dan Aristoteles. Kedua filsuf menyatakan pelarangan terhadap efek ke dalam atau keluar sastra, khususnya pada isu sastra mimesis (imitasi dan representasi) dan kecenderungannya. Dalam contoh kritik sastra mimesis ini, pihak kritik mengajukan pertanyaan, “Apakah sastra meniru hidup, atau apakah kehidupan meniru sastra?” Kecenderungan akan pendidikan dalam kritik juga mempertanyakan, “Bagaimana teks meminjamkan dirinya sebagai panduan instruksional atau moral untuk kehidupan?”

Alat Kritik Sastra

Adalah Alat di mana seorang kritikus sastra gunakan untuk menafsirkan teks dengan teori sastra. Sebuah teori sastra adalah metode untuk menganalisis sebuah karya sastra. Beberapa teori kritis termasuk Kritik Baru, Kritik psikoanalitik dan Kritik Marxis. Contoh kritik sastra berdasarkan teori cukup banyak bertebaran, misalnya kritik psikoanalisis yang digunakan membedah In The Name of Rose dari Umberto Eco. Secara gamblang dijelaskan.

  • KritikBaru. Kritik baru ini ditandai dengan penekanan hanya pada teks. Pendekatan Kritik Baru untuk karya sastra hanya berkaitan dengan makna, ironi, ambiguitas, simbol dan tema universal dari teks, tanpa memperhatikan maksud kepenulisan, konteks sejarah atau budayanya.
  • Psikoanalitik Kritik Kritik psikoanalitik menggunakan psikoanalisis sebagai sarana untuk menjelaskan perilaku dan motif karakter dalam karya sastra. Kritik psikoanalitik juga mengeksplorasi bagaimana jiwa penulis menginformasikan teks. Contoh kritik sastra pada makalah ini menggunakan psikoanalisis.
  • Kritik Marxis Kritik Marxis mendekati karya sastra dari sudut pandang sosial ekonomi. Sebuah kritik Marxis terhadap karya sastra mengeksplorasi bagaimana teks sengaja atau tidak sengaja mendukung kapitalisme, imperialisme atau filsafat lainnya. Pada masanya dan barangkali saat ini kritik Marxis begitu relevan dalam membaca khazanah sastra. Contoh kritik sastra marxis ini, misalkan kritik terhadap karta Umar Khayam Para Priyayi.

Kritik sastra adalah tentang interpretasi.

Mengacu pada Desmond Taman, Fungsi utama dari kritik sastra adalah untuk menafsirkan literatur dengan cara yang akan meningkatkan pemahaman. Setidaknya hal itu bisa ditelusuri pada departemen bahasa Inggris dari Georgia Perimeter College. Kritik sastra dimulai di Eropa abad ke-19 di antara kelas borjuis.

Memahami Arti

Penyair Victoria Matthew Arnold adalah seorang kritikus sastra pertama kontemporer, SN Radhika Lakshmi menulis tentangnya. Contoh kritik sastra Arnold biasanya melibatkan puisi; dukungannya terhadap kritik sastra sangat dipengaruhi dunia sastra yang berlangsung saat itu. Pendekatan ilmiah Arnold pada kritik termasuk pula kepada wilayah evaluasi individu dan komparasinya. Dia cenderung mengeksplorasi tujuan seorang penulis untuk menulis, membantu untuk menentukan apa yang penulis katakan kepada pembaca.

Temukan Sejarah

Mengutip Aristoteles, Arnold juga percaya bahwa puisi itu lebih valid dari catatan sejarah, karena diciptakan sebagai reaksi emosional terhadap peristiwa bukan menjadi laporan subyektif. Sebagai contoh kritik sastra kita bisa membandingkannya dengan kritik sastra wangi yang dilemparkan oleh Katrin Bandel untuk menyerang kewibawaan Ayu Utami, yang membuat sastra lepas dari sangkar wilayah sejarah pula keIndonesiaan.

Mengembangkan Keterampilan Menulis

Kritik sastra tidak hanya akan membantu siapapun untik lebih memahami sastra, tetapi juga akan membantu mereka untuk menulis itu, menurut departemen humaniora di Georgia Perimeter College. Kritik sastra dan interpretasi memberikan makna dan nilai kepada karya seorang pencipta. Hal ini penting bagi setiap penulis untuk memahami kritik sastra sehingga ia dapat memperbaiki cara ia berkomunikasi langsung maupun tidak langsung. Contoh kritik sastra konstruktif, adalah seperti yang dilakukan oleh Prof. A Teeuw, dalam menakar pujangga sastra di Indonesia.

Contoh Kritik Sastra Novel Djenar Mahesa Ayu

Djenar Maesa Ayu. Siapa yang tidak mengenal sosok nya ini? Anak sutradara terkenal, bintang remaja yang pernah bermain sebagai Suli di film Lupus III. Dan mewakili generasi Lupus, dia benar-benar mempermainkan sastra Indonesia dengan keberaniannya mengumbar ungkapan Vulgar. Trend berbahasa para novelis perempuan di masa itu di kenal sebagai Sastra Wangi. Penyebutan yang serampangan. Dia seorang cerpenis, penulis kritik sastra juga, sekarang sudah menerbitkan sebuah novel.

Karya-karya Djenar yang lebih pada cerpen sering kali bernuansa ironi, sinisme, bahkan sarkasme. Dengan bahasa yang kasar namun tetap elegan –bagi saya tentunya– membuat karya-karya layak diperhitungkan dalam dunia kesusatraan Indonesia.

Salah satu karya yang saya bahas di sini adalah kumpulan cerpennya yang berjudul Jangan Main-Main dengan Kelaminmu yang banyak menuai kontroversi. Banyak kelompok, terutama perempuan yang agamis, mengecam karyanya Djenar.

Mereka bilang karya Djenar itu vulgar dan tanpa tendeng aling-aling untuk membicarakan hal yang tabu dalam karyanya. Djenar itu selalu menghasilkan karya yang berbau porno. Namun, biarlah mereka bilang porno dari kacamata mereka yang menyamakan cerpen Djenar sama seperti mereka membaca majalah Playboy.

Jika kita lebih bijaksana dalam menilai sesuatu tentunya kita akan menilai sebuah karya dari berbagai sudut pandang, tidak melihat dari satu sisi saja. Bukankah hidup manusia itu terdiri atas berbagai macam frame?

Begitu pun karya sastra, yang tidak bisa dinilai dari satu sisi saja. Jika bahasa djenar itu vulgar, bagai saya itu hanya gaya seseorang saja dalam menyampaikan gagasannya.

Dalam kumpulan cerpen Jangan Main-Main dengan Kelaminmu, Djenar menggambarkan sebuah dunia yang dipenuhi dengan orang-orang yang sakit, dunia orang-orang yang terluka, terasingkan, dan terkhianati. Dalam kumpulan cerpen ini kita dapat menyimpulkan bahwa di dunia yang jahat ini tidak ada pijakan yang kokoh untuk dijadikan pegangan hidup.

Tokoh-tokoh yang dihadirkan seolah datang dari sisi gelap dunia, jahat, sinis, dan jauh dari kesan hero. Mereka yang hadir dalam kumpulan cerpen ini penuh paradoks. Orang-orang yang merindukan kebebasan dengan cara apa pun. orang-orang yang ingin mencari kebahagian di tengah dunia yang menyakitinya.

Seperti dalam kutipan cerpen Jangan Main-Main dengan Kelaminmu ini misalnya,

Sebagian orang menganggap saya munafik. Sebagian orang menganggap saya pembual. Sebagian lagi menganggap saya sok gagah. Sebagian lagi menganggap saya sakit jiwa. sebagian lagi menganggap saya murahan.

Padahal saya tidak pernah merasa munafik. Padahal saya tidak pernah membual. Padahal saya tidak pernah merasa sok gagah. Padahal saya tidak pernah merasa sakit jiwa. Tidak merasa murahan.

Dalam kalimat yang satir itu Djenar mengungkapkan bagaimana pembelaan karakter yang dilakukan oleh tokohnya. Bahwa dia merasa benar atas apa yang dilakukannya meski pada kenyataannya dalam cerpen itu dia melakukan apa-apa yang dianggap amoral oleh masyarakat.

Satu lagi cerpen Djenar yang menuai kontroversi adalah “Menyusu Ayah”

Nama saya Nayla. Saya seorang perempuan, tapi saya tidak lebih lemah dari laki-laki. Karena saya tidak menghisap puting payudara ibu. Saya menghisap penis ayah. Dan saya tidak menyedot air susu ibu. Saya menyedot air mani ayah.

Bahasa-bahasa vulgar semacam ini akan banyak Anda temukan dalam karya Djenar maesa ayu. Bahasa yang kasar, namun tetap indah untuk diperdengarkan. Karena bahasa itu mewakili emosi. Dan emosi yang dibangun oleh tokoh-tokoh Djenar adalah emosi orang-orang yang kuat meski hidupnya berantakan dan penuh cacian, tapi dia bangga menjadi dirinya.

Pesan yang bisa diambil dari kumpulan cerpen Djenar Maesa Ayu adalah berbanggalah menjadi diri sendiri dan bersyukurlah terhadap apa yang telah kita dapati. Tetap hidup dan meneruskan perjuangan meski apa pun yang terjadi. Nah, mudah-mudahan Anda bisa menangkap contoh kritik sastra di atas.

Speak Your Mind

*