Contoh Naskah Pidato

Pernahkah Anda berpidato pada suatu acara ? Misalny, saat Anda masih duduk di bangku sekolah. Biasanya, mata pelajaran bahasa Indonesia memberikan tugas untuk berpidato di depan kelas. Oleh karena itu, yang Anda lakukan pertama kali belajar untuk membuat kumpulan naskah pidatonya terlebih dahulu.

Pidato adalah rangkaian kata-kata yang disampaikan di depan banyak orang atau di muka umum. Jenis pidato bermacam-macam, di antaranya pidato sambutan yang disampaikannya pada awal acara atau pidato kenegaraan yang disampaikan oleh presiden. Agar pidato berjalan lancar, Anda harus mempersiapkan dan menyusun kumpulan naskah pidatonya terlebih dahulu.

Nah, kumpulan naskah pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  1. Pembukaan
  2. Isi
  3. Penutup

Sebelum menyusun kumpulan naskah pidato, sebaiknya Anda menulis hal-hal penting menyangkut acara tersebut, misalnya nama acara, para undangan yang akan hadir, serta tujuan, dari penyelenggaraan acara. Setelah itu, buatlah kerangka kumpulan naskah pidato dengan memerhatikan bagian-bagian pidato.

Kerangka pidato adalah catatan tentang pokok-pokok isi pidato atau isi-isi dari pidato tersebut. Berdasarkan kerangka pidato tersebut, Anda bisa membuat kumpulan naskah pidato. Hal-hal yang harus ada dalam kumpulan naskah pidato sebagai berikut.

  1. Salam atau sapaan pembuka
  2. Pembuka pidato
  3. Isi pidato
  4. Penutup pidato
  5. Salam penutup

Perhatikan contoh kerangka kumpulan naskah pidato tentang kelulusan berikut ini.

A. Pembukaan

(Ucapan syukur)

B. Isi

  • Tujuan acara
  • Kesan selama bersekolah
  • Ucapan terima kasih dan permintaan maaf kepada guru dan orang tua
  • Harapan setelah lulus

C. Penutup

(Ucapan selamat tinggal)

Contoh Naskah Teks Pidato Pendidikan

Sehubungan dengan hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei setiap tahunnya, berikut ini koleksi contoh naskah teks pidato pendidikan yang bisa dijadikan bahan untuk berpidato

Pendidikan untuk Perbaikan Kualitas Bangsa 

Assalamu’laikum Wr Wb. Selamat pagi/siang/sore/malam dan salam sejahtera bagi kita semua.

Perbaikan kualitas bangsa harus ditempuh dan terutama melalui pendidikan. Pendidikan itu proses yang panjang, yang tak henti-hentinya untuk mencapai satu tujuan dan terbuka untuk menerima ide-ide dan konsep-konsep baru.

Itu makna pendidikan sehingga suatu saat hasil dari pendidikan itulah yang akan menumbuhkan budaya baru dengan manusia yang cerdas. Selama manusianya cerdas, maka ia mempunyai kebijakan dan kebajikan dalam jiwanya.

Barulah setelah itu, dia mampu menguasai sains dan teknologi. Budaya baru itulah yang menjadi kontra budaya yang kemudian masuk ke dalam tatanan menjadi masyarakat (budaya) alternatif yang akan dipilih oleh bangsa ini.

Semuanya melalui pendidikan yang tertata rapi, pendidikan yang mampu mencerdaskan, mampu menumbuhkan jiwa yang bajik dan bijak, dan menguasai sains dan teknologi. Itulah nanti yang akan mengubah bangsa Indonesia menjadi Indonesia baru. Hal ini tampaknya akan menjadi ”momok” bagi pendidikan di Indonesia.

Belum lagi persoalan kekurangan tenaga pendidik terselesaikan, masalah sarana pendidikan yang tidak memadai muncul, dan menyusul persoalan mahalnya biaya pendidikan. Kita masih merasa sebagai bangsa yang tertinggal dalam berbagai hal dibandingkan dengan bangsa lain. 

Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk mencerdaskan bangsa adalah dengan meningkatkan pendidikan demi untuk menjadikan bangsa yang cerdas melalui sistem pendidikan nasional yang menyeluruh dan terencana.

Namun untuk menuju ke arah itu, jalan yang ditempuh sangat panjang dan berliku karena persoalan pendidikan sangat terkait dengan faktor lain, termasuk masalah ekonomi, keamanan dan masalah sosial lainnya. Para guru pun diharapkan mulai mengubah cara belajar kepada siswa.

Para guru pun tidak boleh lagi memberikan tekanan kepada siswa seperti pelajaran menghafal dan memberikan soal pilihan ganda (multiple choice) karena bisa berdampak pada pembentukan kepribadian. 

Peran pendidikan, sebagai sarana pemberdayaan, harus secara sadar menyiapkan peserta didik dalam kehidupan masyarakat baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pemberdayaan hanya mempunyai makna jika proses pemberdayaan menjadi bagian dan fungsi dari kebudayaan.

Oleh karena itu, pendidikan harus menumbuhkan jiwa independensi, menggerakkan pernyataan diri dan para pendidik mengajar siswa untuk hidup dalam harmoni dengan menghargai adanya perbedaan. Ke depannya, sistem pendidikan harus berubah dari instruksional menjadi motivasional berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti.

Pidato pun dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris. Berikut ini naskah pidato dalam bahasa Inggris

Global Warming

Global warming is one of the most serious challenges facing us today. To protect the health and economic well-being of current and future generations, we must reduce our emissions of heat-trapping gases by using the technology, know-how, and practical solutions already at our disposal.

Tropical deforestation is the largest source of emissions for many developing countries, but slowing deforestation can’t solve the climate problem by itself. As forest-rich developing countries step up to take responsibility for reducing their emissions, all industrialized nations should not only support their efforts but, most importantly, reduce their own emissions and lead efforts to avert dangerous climate change.

For years we have heard so much about the causes of climate change, that we’ve missed the fact that there are simple, practical solutions that can slow this growing problem. Technologies exist today that can cut emissions of heat-trapping gases and make a real difference in the health of our planet. And these solutions will be good for our economy, reduce our dependence on foreign oil, and enhance our energy security.

Global warming doesn’t just mean balmy February days in northern climes. It also means increasingly hot days in the summer, and a host of negative impacts that are already under way and are expected to intensify in the coming decades.

  • More heat waves will likely increase the risk of heat-related illnesses and deaths.
  • Cities and towns along the nation’s major rivers will experience more severe and frequent flooding.
  • Some areas will likely experience more extensive and prolonged droughts.
  • Some of our favorite coastal and low-lying vacation areas, such as parts of the Florida Keys and Cape Cod, will be much less appealing as sea levels rise, dunes erode, and the areas become more vulnerable to coastal storms.
  • Many families and businesses, who have made their living from fishing, farming, and tourism could lose their livelihoods, and others who love hunting, boating, skiing, birdwatching, and just relaxing near lakes, streams, and wetlands will see some of their favorite places irretrievably changed.

The solutions to climate change are here and it’s time we put them to use. If we get started today we can tackle this problem and decrease the unpleasant outcomes that await us if we do nothing. The steps we need to take are common sense. And, more often than not, they will save consumers money. The cost of inaction, however, is unacceptably high.

The scientific consensus is in. Our planet is warming, and we are helping make it happen by adding more heat-trapping gases, primarily carbon dioxide (CO2), to the atmosphere. The burning of fossil fuel (oil, coal, and natural gas) alone accounts for about 75 percent of annual CO2 emissions from human activities. Deforestation—the cutting and burning of forests that trap and store carbon—accounts for about another 20 percent.

Semoga kumpulan naskah pidato tadi bisa membantu Anda dalam menyusun sebuah naskah pidato.

Speak Your Mind

*