Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Ilustrasi contoh proposal penelitianDalam menuliskan skripsi bagi Anda mahasiswa tingkat akhir tentu tidak langsung menjadi skripsi, ada proses dan tahapan dalam menyelesaikan skripsi, mulai dari mencari permasalahan, memilah masalah, lalu mencari judul, membaca referensi, mencari data, membuat perencanaan (proposal).

Setelah selesai, baru mengajukan seminar apakah calon skripsi Anda dalam bentuk proposal itu akan diterima, membuat program, menganalisis dan kembali mengajukan siding untuk menguji validitas skripsi Anda. Sekilas tampak rumit, tetapi jika dari awal Anda memutuskan untuk kuliah, maka harus memikirkan penelitian apa yang hendak diambil demi calon skripsi. Langkah awal bisa dimulai dengan membaca contoh proposal penelitian.

Contoh Proposal Penelitian Kualitatif-Pengertian Penelitian Kualitatif

Proposal penelitian adalah perencanaan penelitian yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan dari pembimbing atau sponsor. Dalam hal ini proposal penelitian yang dimaksud adalah proposal yang nantinya akan jadi skripsi Anda, proposal penelitian seperti ini tentu digunakan untuk mendapatkan persetujuan dari pembimbing Anda dan berfungsi sebagai perencanaan penelitian.

Salah satu metodologi penelitian yang sering digunakan adalah penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian empiris yang datanya berbentuk angka-angka dan penelitian kualitatif adalah datanya tidak dalam bentuk angka.

Penelitian kualitatif menurut Strauss dan Corbin (Basic of Qualitative Research: 1990) adalah suatu jenis penelitian yang prosedur penemuan yang dilakukan tidak menggunakan prosedur statistik. Lebih jelasnya penelitian kualitatif adalah penelitian tentang kehidupan seseorang, cerita, perilaku, dan juga tentang fungsi organisasi, gerakan sosial, atau hubungan timbal balik.

Dalam penelitian kualitatif ‘proses’ penelitian menjadi suatu hal yang lebih penting daripada ‘hasil’ yang diperoleh. Dengan keterlibatan Anda dalam proses pengumpulan data maka hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Berikut adalah contoh proposal penelitian kualitatif.

Contoh proposal penelitian kualitatif adalah untuk mahasiswa yang mengambil fokus di bidang pendidikan, namun contoh proposal penelitian dapat dimodifikasi untuk penelitian kualitatif apapun.

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Saat ini, bahasa Inggris adalah bahasa penting. Kita bisa melihatnya dari beberapa fakta, Bahasa Inggris saat ini adalah bahasa yang paling banyak diucapkan dan ditulis, dengan beberapa 380 juta penutur asli. Seperti kita ketahui bahwa, sebagian besar buku di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, sastra, film, penyiaran, dan internet dalam beberapa dekade terakhir menggunakan bahasa Inggris. Jadi, jika kita ingin menguasai pengetahuan, kita harus belajar bahasa terutama bahasa Inggris.

Dalam bahasa, ada empat keterampilan yang kita butuhkan untuk komunikasi. Ketika kita belajar bahasa ibu kita, biasanya kita belajar mendengarkan dulu, kemudian berbicara, kemudian membaca, dan akhirnya menulis. Inilah yang disebut empat “kemampuan bahasa”. Keterampilan menyimak, keterampilan Berbicara, Membaca, dan Menulis keterampilan keterampilan tersebut.

Banyak pelajar bahasa menganggap kemampuan berbicara sebagai ukuran untuk mengetahui bahasa. Mereka menganggap berbicara sebagai keterampilan yang paling penting mereka bisa memperoleh, dan mereka menilai kemajuan mereka dalam hal prestasi mereka dalam komunikasi lisan.

Berbicara adalah proses interaksi antara pembicara dan pendengar. Dalam berbicara, ada proses komunikasi, yang menyampaikan bentuk pesan, pembicara ke pendengar. Berbicara tentang berbicara, banyak pelajar bahasa Inggris mengalami kesulitan dalam belajar bahasa.

Salah satunya adalah berbahasa Inggris dengan lancar. Terkadang pelajar bahasa Inggris mengalami kesulitan, mungkin mereka tidak percaya diri. Perlu diingat bahwa ketika berbicara ada suatu seni. Pembelajar bahasa Inggris diwajibkan untuk menguasai seni berbicara sehingga pesan Anda dapat dipahami oleh pendengar.

Selain itu, bagaimana menjadi percaya diri ketika berbicara di depan banyak orang, bagaimana menjadi seorang pembicara yang baik dan pendengar, dan sebagainya.

Mungkin, tidak banyak institusi yang dapat membantu pelajar bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk berbicara. Secara umum, lembaga hanya menyediakan kelas percakapan bahasa Inggris di salah satu program mereka. Sementara itu, kemampuan untuk berbicara lebih dari sekadar berbicara. Di Excellent Course, para siswa dapat belajar bahasa Inggris dan meningkatkan keterampilan berbahasa mereka.

Idealnya, jika para siswa bahasa telah belajar bahasa Inggris sejak Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi, mereka harus bisa berbahasa Inggris dengan lancar dan memahami seni pidato sehingga pesan mereka dapat dipahami oleh pendengar efektif. Mereka dapat menghilangkan rasa tidak percaya diri ketika berbicara bahasa Inggris di depan banyak orang.

Berdasarkan hal tersebut, saya ingin melakukan penelitian tentang judul “Peranan Excellent Course Untuk Meningkatkan Kinerja Pembelajar Bahasa Inggris Dalam Berbicara Bahasa Inggris”.

B. FOKUS PENELITIAN

Untuk fokus penelitian, penulis dapat membatasi masalah pada membahas tentang Excellent Course dan perannya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa pelajar bahasa Inggris dengan judul, “Peranan Excellent Course Untuk Meningkatkan Kinerja Pembelajar Bahasa Inggris Dalam Berbicara Bahasa Inggris”.

C. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang, perlu untuk merumuskan masalah penelitian sebagai:

  1. Apa itu Excellent Course?
  2. Apa kegiatan Excellent Course untuk meningkatkan pembelajar bahasa untuk berbicara bahasa Inggris?
  3. Apa masalah yang dihadapi oleh Excellent Course dalam meningkatkan kinerja pembelajar bahasa Inggris dalam berbicara bahasa Inggris?
  4. Apa alasan anggota untuk bergabung dengan Excellent Course  ini?
  5. Apa pendapat anggota tentang Excellent Course?

D.  TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Berdasarkan rumusan penelitian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

  1. Semua informasi tentang Excellent Course
  2. Untuk mengetahui apa kegiatan Excellent Course
  3. Untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh Excellent Course dalam meningkatkan kinerja pelajar bahasa Inggris di berbahasa Inggris
  4. Untuk menjelaskan alasan anggota untuk bergabung dengan Excellent Course
  5. Untuk menggambarkan pendapat anggota tentang Excellent Course

BAB II KAJIAN TEORI

A. Pembahasan

1. Tujuan dan Fungsi Excellent Course

2. Peranan Excellent Course untuk Meningkatkan Kinerja Pembelajar Bahasa Inggris Dalam Berbicara Bahasa Inggris

B. Kajian Hasil Penelitian Sebelumnya yang Relevan Dengan Penelitian Anda

BAB III METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Seperti disebutkan dalam judul penelitian ini, Excellent Course  lokasinya di Gedung Bank Dunia (Jl Dr Mansyur No 143 A, Medan) di Ruang Perpustakaan.

Alasan memilih Excellent Course, antara lain sebagai berikut.

  1. Sebuah penelitian serupa belum pernah dilakukan namun dalam Excellent Course
  2. Excellent Course juga tempat bimbingan dan lembaga penelitian
  3. Penulis ingin mengunjungi dan bergabung dengan Excellent Course.

B. Metode Pendekatan

Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif karena tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran Excellent Course  untuk Meningkatkan Kinerja Pembelajar Bahasa Inggris dalam Berbicara bahasa Inggris. Selanjutnya, penulis menggunakan metode fenomenologi karena Excellent Course  adalah fenomena terjadi secara teknis, bagaimana lembaga itu bisa  memperbaiki bahasa Inggris mereka dalam berbicara dengan baik.

C. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian, karena itu seorang peneliti harus terampil dalam mengumpulkan data agar mendapatkan data yang valid. Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.

1. Observasi Langsung

Observasi langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Dalam kegiatan sehari-hari, kita selalu menggunakan mata untuk mengamati sesuatu.

2. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya dengan si penjawab dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah setiap bahan tertulis baik berupa karangan, memo, pengumuman, instruksi, majalah, buletin, pernyataan, aturan suatu lembaga masyarakat, dan berita yang disiarkan kepada media massa. Berdasarkan uraian tersebut maka metode dokumentasi adalah pengumpulan data dengan meneliti catatan-catatan penting yang sangat erat hubungannya dengan obyek penelitian.

D. ANALISIS DATA

Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.

Dari rumusan di atas dapatlah kita tanarik garis besar bahwa analisis data bermaksud pertama-tama mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan, komentar peneliti, gambar, foto, dokumen berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya.

E. PENGECEKAN KEABSAHAN TEMUAN

Menurut Moleong ’’kriteria keabsahan data ada empat macam, yaitu : (1) kepercayaan (kreadibility), (2) keteralihan (tranferability), (3) kebergantungan (dependibility), (4) kepastian (konfermability)9.

Dalam penelitian kualitatif ini memakai 3 macam, antara lain sebagai berikut.

1. Kepercayaan (kreadibility)

Kredibilitas data dimaksudkan untuk membuktikan data yang berhasil dikumpulkan sesuai dengan sebenarnya. ada beberapa teknik untuk mencapai kredibilitas, seperti teknik triangulasi, sumber, pengecekan anggota, perpanjangan kehadiran peneliti dilapangan, diskusi teman sejawat, dan pengecekan kecakupan referensi.

2. Kebergantungan (depandibility)

Kriteria ini digunakan untuk menjaga kehati-hatian akan terjadinya kemungkinan kesalahan dalam mengumpulkan dan menginterprestasikan data sehingga data dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kesalahan sering dilakukan oleh manusia itu sendiri terutama peneliti karena keterbatasan pengalaman, waktu, pengetahuan. Cara untuk menetapkan bahwa proses penelitian dapat dipertanggungjawabkan melalui audit dipendability oleh ouditor independent oleh dosen pembimbing.

3. Kepastian (Konfermability)

Kriteria ini digunakan untuk menilai hasil penelitian yang dilakukan dengan cara mengecek data dan informasi serta interpretasi hasil penelitian yang didukung oleh materi yang ada pada pelacakan audit.

PUSTAKA

Moh. Nazir. Ph. D, Metode Penelitian (Jakarta: PT. Ghalia Indonesia, 2003

Prof. Dr. S. Nasution, M.A. Metode Research, Bumi Aksara, Jakarta 2004.

Contoh proposal penelitian kualitatif pada tersebut bisa saja terjadi sedikit perbedaan, hal itu tergantung pendekatan penelitian kualitatif apa yang Anda gunakan serta tergantung pada saran dari pembimbing Anda.

Demikianlah contoh proposal penelitian kualitatif.Dengan adanya contoh proposal penelitan kualitatif, Anda dapat mengajukan proposal penelitian ke pembimbing dan mendapat respon yang baik. Contoh proposal penelitian ini pun cukup membantu Anda dalam membuat proposal dengan lebih baik karena segala yang terkait dengan proposal telah dibahas disini. Selamat merancang proposal penelitian kualitatif.

Speak Your Mind

*