Desa Wisata di Sukabumi

Ilustrasi desa wisataSebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan kunjungan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing, beberapa tahun terakhir ini diperkenalkan konsep desa wisata, setelah sebelumnya diperkenalkan konsep Agrowisata.

Jika dalam agrowisata yang menjadi produk atau tujuannya adalah menjual keunikan pertanian dan perkebunan, maka dalam desa wisata yang menjadi produknya adalah serangkaian kegiatan yang unik dan menarik di sebuah desa.

Salah satu konsep desa wisata yang menarik adalah Desa Wisata Alami Pondok Maos. Lokasi desa wisata ini terletak di kawasan Cimelai, Sukabumi atau di kaki Gunung Salak. Selain menikmati keindahan pemandangan Gunung Salak, di desa wisata ini pengunjung dapat menikmati sarana olahraga yang terintegrasi dengan penginapan, kegiatan outbond, memancing, membajak sawah, lintas desa, bahkan dalam acara-acara tertentu biasa digelar lomba tangkap ikan khas pedesaan.

Menurut Wiendu Nuryanti, terminologi desa wisata bisa didefinisikan sebagai upaya mensinergikan antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas lain yang mendukung, namun tetap berada dalam struktur kehidupan masyarakat desa tersebut. Atraksi dan akomodasi tidak disajikan di sebuah tempat khusus seperti kebanyakan pertunjukan, namun menjadi bagian yang integral dari warga masyarakat desa. Kegiatan pertunjukan dan segala aktivitasnya seolah-olah menjadi bagian kehidupan keseharian.

Komponen utama yang bisa menjadikan kawasan desa sebagai desa wisata adalah adanya atraksi dan akomodasi. Yang dimaksud dengan atraksi adalah kegiatan-kegiatan seperti seni tradisional, kursus tari, membatik, bahasa, dan lain sebagainya yang bersumber dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa setempat yang memungkinkan wisatawan ikut pula berpartisipasi.

Untuk kepentingan para wisatawan ini disediakan tempat menginap, baik menyatu dengan warga sekitar atau disediakan unit-unit penginapan yang berkembang, tapi tetap menjadi bagian dari masyarakat setempat.

Sekalipun tujuannya memberi manfaat langsung kepada desa setempat, namun demikian dalam pelaksanaannya konsep desa wisata ini tetap harus dikontrol dengan ketat agar tidak terjadi dampak negatif sebagai akibat dari interaksi antara penduduk lokal dengan wisatawan yang datang.

Konsep desa wisata memang seharusnya memberi manfaat kepada masyarakat desa tersebut melalui interaksi mereka dengan wisatawan, baik langsung, tidak langsung maupun setengah langsung. Manfaat langsung bagi masyarakat sekitar dalam pengembangan desa wisata ini misalnya saja menyediakan akomodasi untuk para wisatawan yang memungkinkan wisatawan bisa bermalam.

Model lain yang memungkinkan warga desa mendapatkan manfaat adalah wisatawan hanya singgah dan kembali ke tempat akomodasinya, bisa langsung di hotel di kota atau kembali ke tempat asal pada hari yang sama bagi wisatawan domestik. Dari model ini manfaat yang akan didapat warga adalah melaksanakan kegiatan-kegiatan wisata seperti memancing, makan di ladang, berladang, membajak sawah, dan lain sebagainya secara bersama-sama.

Adanya penelitian dan penulisan buku tentang adat istiadat, kesenian dan lain sebagainya tentang desa yang menjadi desa wisata, sebenarnya sudah memberikan manfaat secara tidak langsung bagi desa tersebut.

Speak Your Mind

*