Eksotisme Solo

Ilustrasi soloLagu “Bengawan Solo” yang diciptakan almarhum Gesang selalu mengingatkan para pendengarnya pada sungai Bengawan di Kota Solo, tentu juga mengingatkan pendengarnya pada Kota Solo. Salah satu kota penghasil batik ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Solo atau sala sebenarnya merupakan sebutan lain dari Kota Surakarta yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.

Sejarah Kota Solo

Kota Solo berasal dari sebuah desa kecil bernama Sala yang terletak di tepi Sungai Bengawan. Desa ini terus berkembang. Kemudian, Kesultanan Mataram memindahkan kedudukan raja dari Kartasura ke Desa Sala. Pemindahan tersebut terjadi akibat pemberontakan Sunan Kuning kepada Sunan Pakubuwono II, raja Kartasura pada 1742. Pemberontakan tersebut mengakibatkan rusaknya keraton sehingga Sunan Pakubuwono II pun membangun keraton baru di Desa Sala. Kemudian, tempat itu diberi nama baru, yaitu Surakarta.

Berdasarkan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, Surakarta menjadi pusat pemerintahanan Kasunanan Surakarta. Keraton ini dipmpin oleh Sultan Pakubuwono III. Pada perjanjian Salatiga 1757, wilayah ini diperluas dengan ditambah wilayah sebelah utara keraton.

Warisan Budaya Solo

Kota Solo dikenal dengan warisan budaya yang sangat kental. Masyarakat Kota Solo masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendirinya. Salah satu inti kebudayaan Jawa ada di kota ini karena kota ini merupakan pusat politik dan pengembangan tradisi Jawa. Kebudayaan Jawa sangat berkembang di kota ini, di antaranya seni tari, seni musik, sen busana, seni aristektur, dan lain-lain. Seni tari menghasilkan Tari Bedhaya dan Srimpi. Kedua tarian ini masih dilestarikan di lingkungan Keraton Solo. Tarian Bedhaya Ketawang ditarikan setahun sekali dalam acara resmi keraton untuk menghormati Susuhunan Paku Buwono sebagai pemimpin kota ini.

Seni busana Kota Solo menghasilkan kain batik yang memiliki khas tersendiri seperti corak Sidomukti dan Sidoluruh. Corak khas batik Solo yaitu melalui ciri pengolahan yang khas. Pemilihan warnanya cenderung gelap, yaitu mengikuti kecenderungan batik pedalaman. Usaha batik Kota Solo dikenal secara nasional maupun internasional, di antaranya Batik Keris dan Batik Danar Hadi. Di kota ini juga terdapat pusat perdagangan batik yang sangat terkenal, yaitu Pasar Klwer. Selain itu, terdapat Kampung Batik Laweyan yang terletak di Kecamatan Laweyan. Di kota ini juga terdaoat museum batik terlengkap di Indonesia yaitu “House of Danar Hadi”. Di museum ini tersimpan koleksi batik-batik kuno yang berjumlah sekitar 10.000 lembar kain batik kuno.

Speak Your Mind

*