Feng Shui Untuk Kantor Tempat Usaha

Ilustrasi Feng Shui
Feng Shui merupakan sebuah keyakinan yang banyak dipercaya oleh orang-orang keturunan Cina. Walaupun banyak juga orang pribumi yang percaya dengan tata cara mendesain interior atau eksterior ini, kebanyakan memang hanya ingin tahu dan tidak sampai terlalu menyakini sedemikian tingginya seperti orang-orang yang memang mempunyai keterkaitan secara agama terhadap aturan tata letak ini. Kalau dipikir-pikir, ada beberapa aturan yang terlihat masuk akal. Misalnya, kalau mempunyai rumah dua lantai, sebaiknya tidak menempatkan dapur di bawah tempat tidur.

Berkaitan dengan Keberuntungan

Feng Shui memang dikaitkan dengan keberuntungan dan menolak bala atau musibah. Inilah yang membuat banyak orang mati-matian berusaha mengikuti aturannya. Namun, bagi orang yang tidak terlalu peduli dengan keyakinan ini, mereka beranggapan bahwa tata letak pengaturan tempat di dalam rumah atau kantor itu, berdasarkan fungsi dan kegunaannya saja. Tidak ada maksud tertentu bahwa kalau ada benda seperti ini maka akan seperti ini jadinya.

Banyak yang mengatakan bahwa pemahaman tentang ilmu satu ini cukup logis sehingga selama ribuan tahun dipercaya orang. Bagi umat Islam, ketentuan seperti yang dipercaya oleh penganut Feng Shui tidak terlepas dari tuntunan dan contoh yang dikatakan dan diperbuat oleh Rasulullah. Tetapi tidak ada kaitan sama sekali dengan pemahaman tersebut. Kalau ada yang mau mengaitkannya, sepertinya malah tidak tepat. Misalnya, orang Islam itu kalau tidur menghadap ke kiblat. Orang yang meninggal pun dibaringkan dengan kepala menghadap ke kiblat.

Membuat WC sebaiknya tidak menghadap ke kiblat untuk menghargai kiblat. Membuat bak atau penampung air hendaknya cukup besar sehingga berisi air yang tetap suci dan mensucikan. Tempat tidur anak laki-laki dan anak perempuan harus dipisah setelah mereka menginjak usia ketika mereka mengerti makna kecantikan demi menjaga kesopansantunan. Tidak boleh ada gambar bernyawa yang ditempel atau digantung di rumah. Hewan seperti anjing haram ada di rumah orang muslim.

Ketentuan itu tentu saja tidak dikaitkan dengan keberuntungan atau hoki seperti yang dipahami oleh orang-orang yang percaya dengan Feng Shui. Semua itu diikuti dengan keyakinan bahwa apapun yang dilarang pasti ada hikmahnya dan apapun yang dibolehkan pasti ada manfaatnya. Tidak ada perhitungan lain yang mewajibkan meletakan sesuatu setelah sesuatu agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Lalu menggantungkan kaca untuk menangkal musibah.

Musibah itu tidak mendahului sedekah. Artinya kalau ada orang yang senang bersedekah, hatinya pasti lapang dan ia terhindar dari bahaya yang menyesatkan. Orang muslim itu harus sabar dan bersyukur. Tidak perlu terlalu repot memikirkan bahwa dalam kamar seharusnya ada ini dan itu agar seperti ini dan seperti itu. Pasrah adalah pakaian yang terbaik dan tawakal ada perhiasannya. Yang terpenting adalah bahwa menyerahkan semua urusan kepada Allah Swt setelah berusaha secara maksimal, adalah sesuatu yang menyenangkan dan menenangkan.

Keyakinan Itu Tak Perlu Terlalu dipikirkan

Misalnya tentang bangunan yang berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan usaha. Biasanya sebuah kantor terletak di daerah pusat kota, pusat bisnis atau di tempat keramaian sehingga kegiatan usaha yang dijalankan berjalan dengan lancar.

Seperti kita ketahui bahwa pemilihan lokasi, penataan ruang kantor, penataan perabotan kantor perlu diatur sedemikian rupa sehingga menjadi tampak indah dan nyaman. Akhir-akhir ini banyak orang yang berminat mempraktekkan Feng Shui sehingga mendorong diterbitkannya berbagai tafsiran subyek ini, termasuk praktek Feng Shui untuk interior kantor. Sebaiknya pemilihan sebuah tempat itu berdasarkan survey pasar dan bukan karena adanya perhitungan tertentu yang hanya akan menyebabkan kesyirikan.

Kalau yang menerapkannya bukan orang Islam, maka hal ini menjadi sesuatu yang harus dihargai oelh orang Islam. Tidak boleh mereka melarang satu keyakinan yang dipercaya oleh para pengikut agama tertentu. Mereka pun tidak perlu cemburu misalnya ketika keyakinan tentang hoki itu benar. Logikanya adalah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada umat-Nya. Rezeki itu telah diatur dan ditetapkan. Manusia tinggal menjemputnya.

Dalam ilmu Feng Shui penataan lokasi dan ruang kantor tempat usaha dapat membawa keberuntungan (baca : hoki) bagi pemilik kantor tersebut. Oleh karena itu banyak pengusaha yang berkonsultasi kepada ahli Feng Shui sebelum mereka mendirikan kantor usaha mereka. Walaupun Ilmu Feng Shui berasal dari negeri Cina dan merupakan salah satu bentuk keyakinan warga Tionghoa, namun tidak dapat dipungkiri orang bukan keturunan Cina pun menerapkan ilmu Feng Shui untuk memberikan keberuntungan usaha mereka.

Di luar negeri, banyak pengusaha khususnya dari Hongkong, Singapura, dan Taiwan serta Malaysia menerapkan pedoman Feng Shui ketika akan mencari lokasi untuk bangunan kantor mereka. Alasan meningkatnya penerimaan dan penghargaan terhadap Feng Shui di kalangan usahawan sangat jelas.

Banyak pengusaha yang melihat bagaimana Feng Shui dapat meningkatkan keberuntungan bisnis mereka. Feng Shui hanya berhasil bagi mereka yang mempraktekannya dengan serius. Prinsipnya sekarang diterapkan pada apartemen dan kondominium serta pada desain interior ruangan dan kantor, pusat pertokoan dan kantor pusat.

Berkembangnya bisnis juga dinikmati dengan bertambahnya kelompok Master Feng Shui modern yang menggabungkan prinsip Aliran Bentuk dan Aliran Mata Angin sehingga simbolisme Naga digunakan bersamaan dengan arah mata angin dan kalkulasi berdasarkan tanggal lahir.

Umumnya prinsip memanfaatkan napas vital Naga, Chi kosmis dan usaha menghindari “hawa pembunuh”, Sha Chi diterapkan dalam praktek Feng Shui modern. Di kota, bangunan beton menggantikan bukit-bukit untuk Naga Hijau dan Macan Putih. Jalan buatan manusia, tiang dan bentuk atap melambangkan hawa pembunuh yang mematikan.

Komponen penting lainnya dalam praktek Feng Shui modern adalah Air atau Shui yang sering dimanfaatkan untuk memberi nilai tambah pada Feng Shui bangunan kantor. Air, dalam bagan benda Cina, melambangkan uang dan bila ditempatkan pada tempat yang tepat, air akan memberikan nasib baik dalam bentuk keuntungan materi. Pohon, tanaman dan bebatuan yang melambangkan alam juga digunakan untuk meningkatkan pengaruh Feng Shui bangunan kantor.

Hal ini berlaku juga bagi Pa-Kua, yaitu suling, lampu, cermin dan kristal. Di Hongkong, praktek interior kantor Feng Shui dianggap sebagai seni karena merupakan suatu kebutuhan. Sebagian besar penduduk Hongkong tinggal di apartemen dan bangunan bertingkat tinggi, yang menyatu dengan kantor mereka. Dalam menilai tempat dan lokasi, sangatlah penting untuk tidak melihat Feng Shui yang baik saja.

Sama pentingnya, bahkan lebih mewaspadai kehadiran hawa pembunuh yang mematikan yang sering datang dalam bentuk sudut tajam dan garis lurus yang langsung mengarah ke pintu masuk bangunan kantor. Semua yang dapat dianggap mengancam, seperti sepotong batu yang mirip binatang buas atau meriam antik milik tetangga, jembatan melengkung yang mirip pisau besar, atau spiral besar atau palang atau bahkan pohon yang menunjuk atau menghalangi jalan masuk seseorang harus dihindari.

Jika tidak, aspek-aspek buruk ini harus diatasi dengan memasang “penangkal” Feng Shui yang dapat mengurangi efek “racun” atau dengan menghalangi pemandangan itu saja. Setelah anda mengetahui sekilas gambaran Feng Shui untuk kantor tempat usaha anda, kini saatnya anda mempraktekannya.

Jika anda masih bingung, anda dapat berkonsultasi dengan desain interior anda. Pada umumnya mereka juga sudah dibekali dengan ilmu ini karena sekarang ilmu Feng Shui modern bukan lagi monopoli untuk orang Cina saja. Namun, sebaiknya tidak mencampuradukan keyakinan karena dikhawatirkan akan mendatangkan mudarat dan sesuatu yang merusak akidah.

Agamamu, Agamamu

Menyikapi keyakinan ini, seharusnya umat Islam melihatnya sebagai sesuatu yang patut dihargai. Bukannya hendak mengikuti dan merasa apa yang dikatakan berkaitan dengan ilmu tersebut benar adanya. Jangan sampai terlena dengan kehidupan orang yang mempraktikannya. Bukan tidak mungkin bahwa apa yang mereka dapatkan sekarang merupakan hasil utangan. Tetaplah berkeyakinan bahwa yang terbaik itu mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Rezeki itu memang ada yang mengatur. Tanggung jawab manusia adalah terus berjuang untuk menjadi orang baik yang melakukan segala sesuatunya dengan cara yang baik tanpa mempertaruhkan akidah. Begitu mudah kesesatan itu menghampiri. Yang bisa menghalangi adalah ilmu pengetahuan yang tak pernah terputus. Mencari ilmu yang benar adalah sesuatu yang memang harus dilakukan.

Speak Your Mind

*