Film Indonesia Baru – Laskar Pemimpi, Komedi Musikal Pembangkit Nasionalisme

Ilustrasi film indonesia baruFilm Indonesia baru selalu diburu. Kiranya itulah harapan sebagian besar para sineas Indonesia. Film Indonesia baru terlahir dari proses kreatif para sineas Indonesia. Mereka ramai-ramai mempromosikan film Indonesia baru dengan berbagai upaya.

Film Indonesia baru diklaim menawarkan hal-hal baru yang pastinya berbeda. Hal-hal baru tersebut dielu-elukan akan membawa perbedaan tersendiri dari film Indonesia yang sudah lebih dahulu tayang. Perbedaan tersebut biasanya ada pada tema hingga para pemainnya.

Satu-satunya hal yang tidak terbatas di dunia ini rasanya adalah kreativitas, imajinasi, atau daya khayal. Dengan imajinasi manusia bisa menciptakan apapun, paling tidak di pikirannya sendiri. Beruntung jika kemudian imajinasi tersebut bisa disalurkan dalam bentuk yang lebih nyata. Berbagai produk kreatif pun bermunculan sebagai bukti adanya imajinasi pada setiap orang. Salah satu produk kreatif adalah film.

Berbicara tentang film, Hollywood memang rajanya. Semua genre film rasanya pernah diproduksi oleh Hollywood. Tapi bukan berarti hal ini membuat proses kreatif pembuatan film indonesia baru menjadi berhenti. Para sineas Indonesia seperti tidak mau kalah untuk terus menyuguhkan film-film bagus bagi penggemar film di Indonesia.

Film Indonesia Baru

1. Film Indonesia Baru – Geliat Perfilman Indonesia

Perfilman Indonesia pernah menemui fase yang dapat disebut mati suri. Pada masa itu tidak ada film Indonesia baru yang dihadirkan guna memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat Indonesia. Tonggak berdirinya kembali perfilman Indonesia ditandai dengan kehadiran film Petualangan Sherina pada 2000. Petualangan Sherina menjadi “pendobrak” pintu bagi perfilman Indonesia yang sudah lama tertutup.

Semenjak itu, perfilman Indonesia terus melahirkan banyak film Indonesia baru. Industri perfilman Indonesia pun semakin menggeliat. Salah satu film Indonesia baru pada masa kebangkitan perfilman Indonesia adalah Ada Apa Dengan Cinta. Anda tentu masih ingat dengan Ada Apa dengan Cinta bukan? Film ini dibintangi oleh Nicholas Saputra sebagai Rangga dan Dian Sastrowardoyo sebagai Cinta. Film yang tayang pada 2002 lalu ini sekaligus membawa dua pemain utamanya menuju puncak kesuksesan.

Sejak peluncurannya, film Indonesia baru pada masanya ini direspons sangat baik oleh pecinta film yang sudah mulai “kehausan” dengan film negeri sendiri. Sejak saat itu, para sineas kembali produktif untuk memproduksi film Indonesia baru, dengan jenis yang berbeda-beda, dan tema yang semakin berkembang disetiap masanya.

2. Film Indonesia Baru – Kondisi Perfilman Indonesia

Perfilman Indonesia belakangan ini kerap menghadirkan cerita-cerita horor yang rata-rata dibumbui dengan hal-hal berbau porno. Kepornoan ini dijadikan kekuatan tersendiri untuk menarik penonton. Film jenis ini menawarkan dua sisi pada perkembangan film Indonesia baru belakangan. Mengkhawatirkan sekaligus sebagai pemicu ramainya dunia perfilman di Indonesia.

Ketika membuat film jenis tersebut padahal tidak ada hubungannya antara hantu dengan bikini dan adegan ranjang. Namun, setiap pembuat film rata-rata ingin meraih keuntungan sehingga menghadirkan adegan apa pun. Pantas atau tidaknya, itu belakangan. Yang terpenting adalah cara paling tepat untuk menarik penonton sebanyak-banyaknya. Tidaklah mengherankan jika sekarang ini film Indonesia baru banyak menawarkan adegan-adegan seperti itu dalam filmnya.

Genre Film Indonesia Baru

1. Film Indonesia Baru – Film Perjuangan Sesuai Momen

Film Indonesia baru menghasilkan cukup banyak varian film didalamnya. Tema yang diusung juga mengalami perkembangan. Bukan hanya film bertema horor dan kisah cinta, film Indonesia baru juga menawarkan film dengan tema perjuangan.

Sayangnya, berbeda dengan film horor dan percintaan, film Indonesia baru bertema perjuangan tidak melulu diproduksi. Film-film itu hanya diproduksi menjelang hari-hari penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Misalnya, menjelang Sumpah Pemuda atau menjelang 17 Agustus.

Film perjuangan merupakan salah satu jenis film Indonesia baru yang seharusnya banyak diproduksi. Tujuannya, untuk mengenalkan generasi muda terhadap perjuangan para pahlawan meraih kemerdekaan. Hal semacam itu diharapkan mampu membangkitkan nasionalisme dan kebanggaan generasi muda pada negaranya.

Dengan mengetahui latar belakang untuk meraih kemerdekaan, warga negara akan berusaha semaksimal mungkin untuk membangun negeri yang didapatkan dengan tidak mudah ini. Manfaat seperti itu juga bisa dirasakan ketika menyaksikan film Indonesia baru bertemakan perjuangan.

Kemerdekaan harus dijadikan tonggak untuk membangun negara dengan keahlian masing-masing. Mengisi kemerdekaan tidak melulu harus berjuang seperti pahlawan. Kemeredekaan menjadi isu normal dalam film Indonesia baru bertema perjuangan tersebut.

2. Film Indonesia Baru – Laskar Pemimpi – Salah Satu Film Indonesia Baru yang Berbeda

Salah satu film Indonesia baru dengan tema segar adalah Laskar Pemimpi. Film ini berbeda karena bertemakan film perjuangan versi terbaru dari para sineas Indonesia. Film Indonesia baru ini merupakan garapan Monty Tiwa. Film ini dimainkan oleh beberapa aktor dan aktris Indonesia, seperti Gading Marten, Marcel Siahaan, Dwi Sasono,T. Rifnu Wikana, Massayu Anastasya, Shanty, dan semua personel grup vokal Project Pop.

Film Indonesia baru ini berjenis komedi musikal yang menceritakan tentang penderitaan rakyat Indonesia saat Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948. Banyaknya warga yang dijadikan tawanan oleh KNIL Belanda pimpinan Letnan Kuyt, membangkitkan semangat perjuangan para pemuda Indonesia. Mereka bergabung dalam pasukan gerilya Indonesia pimpinan Kapten Hadi Sugito yang bermaskas di Pandjen.

3. Film Indonesia Baru – Jalan Cerita Laskar Pemimpi

Film Indonesia baru ini memiliki latar belakang cerita yang menarik. Diceritakan bahwa salah satu tawanannya adalah bapaknya Sri Mulyani (Tika Pangabean), Wiwid (perempuan yang dicintai Udjo Project Pop), dan Yayuk (pacar kopral Jono).

Beberapa pemuda yang kemudian dijuluki pasukan elit oleh pasukan Siliwangi, berupaya untuk membebaskan para tawanan. Meskipun sempat terperangkap dalam penjara KNIL, misi mereka tetap berhasil berkat bantuan Letnan Bowo dan pasukan Pandjen lainnya.
Akibat aksi nekatnya, pasukan elit diberhentikan jadi pejuang oleh Kapten Hadi Sugito. Mereka dianggap melakukan aksi gegabah yang bisa mengacaukan misi besar serangan Yogya.

Hal yang tidak kalah penting dari film Indonesia baru ini adalah cerita tentang serangan umum ke Yogya pada Subuh 1 Maret 1949 yang dipimpin langsung oleh Letkol Soeharto. Meskipun sudah dipecat Kapten Hadi, semangat juang pasukan elit tadi tidak surut. Mereka berusaha dan berhasil menahan pasukan bantuan Belanda menuju Yogya sehingga serangan itu berhasil.

Mereka melakukan aksi itu dengan modal nekat. Mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi nanti jika mereka berhasil dan tidak berhasil. Mereka hanya melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk negaranya.

Ada satu penggalan dialog Sri Mulyani dalam film Indonesia baru ini yang menunjukkan kerelaan berjuang demi membela tanah air, “Jika kita berhasil, memangnya masih penting memikirkan setelah itu apa?”

Salah satu dialog dalam film Indonesia baru ini menjadi sentilan bagi kita untuk tidak menuntut apa yang bisa kita dapat dari negeri ini. Yang lebih penting adalah apa yang kita berikan untuk negeri ini.

Serangan umum tersebut merupakan sejarah yang sangat penting bagi republik ini untuk membuktikan eksistensi Indonesia di mata dunia. Seperti dalam salah satu dialog Letkol Soeharto (Marcel Siahaan), “Serangan ini merupakan hal paling penting untuk menunjukan apakah kita masih punya negeri atau tidak.”

Mengingat beratnya perjuangan yang digambarkan dalam film Indonesia baru ini untuk meraih kemerdekaan, sebagai anak bangsa yang berdaulat, kita patut mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu kita sudah ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Speak Your Mind

*