Fungsi Lagu Tsunami

Lagu tsunami banyak terdengar di segenap penjuru tanah air, khususnya pasca bencana tsunami Aceh, 2004 lalu. Para artis tanah air menyampaikan beragam kepedihan yang mereka rasakan melalui syair dan lagu. Tema yang diangkat pun beragam. Lagu Indonesia Menangis yang dinyanyikan oleh Sherina menjadi bagian yang tak terpisahkan dari siaran tentang tsunami. Masih banyak lagi lagu yang diperdengarkan ketika tsunami terjadi. Termasuk lagi berbahasa Aceh, seperti lagu Anak Yatim.

Pilu

Lagu tsunami Aceh sangat pilu. Siapapun yang pernah menyaksikan apa yang terjadi di Aceh, pasti akan setuju betapa dahsyatnya kepiluan yang dirasakan oleh rakyat Aceh. Mereka tidak akan pernah mengira bahwa Allah Swt akan menimpakan musibah yang begitu besar seperti itu. Sapuan tsunami yang sangat besar telah memporakporandakan begitu banyak peradaban yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Namun, tidak ada yang perlu disesali. Mau menangis atau tidak menangis, semua telah terjadi.

Pada masa-masa pemulihan terutama ketika masih banyaj jenazah yang bergelimpangan, lagu Sherina yang sangat memilukan sering terdengar dari stasiun Metro TV. Lirik lagu itu begitu menyentuh. Ditambah dengan berita yang sangat mengerikan. Tumpukan jenazah dan diskusi panas tentang apa yang akan dilakukan dengan jenazah yang telah membusuk semakin membuat suasana pilu. Tidak boleh membakar jenazah. Itu ada hukum Islam yang tidak boleh dilanggar.

Akhirnya banyak jenazah yang dikubur secara massal. Ada juga jenazah yang berbau harum dan tidak rusak walaupun telah terendam oleh air laut selama berhari-hari. Jenazah yang indah seperti ini juga membuat hati berteriak menyebut nama Allah Swt berulang kali. Pekik takbir membahana. Semua sukarelawan berebut memandikan jenazah yang sangat baik tersebut. Tiada ucap sebaik ‘Subhanallah’ menyaksikan kemukjizatan itu. Inilah salah satu kekuatan yang didapatkan dari menjadi seorang sukarelawan di Aceh.

Lagu-lagu dalam bahasa Aceh pun banyak diputar oleh beberapa stasiun televisi dan radio. Lagu-lagu itu menggambarkan betapa kecilnya manusia. Harapan mendapatkan pertolongan dan meraih kesabaran terus didengungkan. Ketabahan orang Aceh sangat luar biasa. Di antara derita dan cobaan yang sangat besar itu mereka tetap tabah dan tidak terdengar ada yang bunuh diri. Yang mengalami goncangan jiwa mungkin ada, namun kekuatan iman mereka memang tidak bisa dianggap remeh.

Seorang anak kecil yang menjadi korban tsunami dengan nada yang begitu mengharukan mengatakan bahwa ia hanya berzikir dan berharap Allah Swt membantunya. Ia pun terselamatkan dan karena ia mengenakan sebuah seragam kesebelasan sepakbola cukup terkenal, ia mendapatkan kunjungan istimewa dari Christiano Ronaldo. Ketabahan hati sang anak kecil itu luar biasa. Inilah hasil didikan orangtua dan gurunya tentang Tuhannya. Ia mampu mempertahankan hidupnya dengan bersandar kepada Sang Maha Segalanya.

Sebuah kekuatan jiwa dan hati yang patut menjadi teladan bagi siapapun. Di dalam raga yang mungil itu telah tersimpan begitu besar kekuatan keimanan. Orangtuanya pasti bangga mempunyai anak sholeh seperti dia. Anak initerkatung-katung di laut beberapa hari. Begitu banyak mukjizat yang terjadi dan begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa tsunami Aceh ini. Mulai dari cara menangani bencana hingga persiapan menghadapi tsunami.

Telah tsunami Aceh ini masyarakat Indonesia seolah harus belajar tentang apa  itu tsunami dan bagaimana menghadapinya. Persatuan dan kesatuan bangsa akhirnya menjadi lebih baik. Semua orang menyadari bahwa tidak ada yang bisa dilakukannya apabila mereka tidak bersatu. Bencana tsunami adalah peristiwa sangat besar yang membutuhkan persatuan. Semua elemen bangsa harus bersatu. Pemerintah berusaha membuat masyarakat sadar betapa bencana alam ini tidak boleh diabaikan.

Sayangnya, alat pendeteksi tsunami banyak yang hilang dari tempatnya. Masih ada saja tangan jahil yang mengganggu ketentraman masyarakat. Indonesia bisa saja berharap tsunami tidak datang lagi. Tetapi mengingat letak dan keadaan wilayah tanah air yang berada di jalur bencana, tidak ada jalan lain kecuali menerima keadaan dan mempersiapkan diri menghadapi bencana tersebut. Telah banyak pelatihan dan latihan evakuasi ketika tsunami datang.

Bahkan di daerah yang tidak mempunyai tanah yang cukup tinggi sebagai tempat berlindung dari air bah yang dahsyat, dibangun gedung tinggi lengkap dengan fasilitas keselamatan dalam keadaan tanggap darurat. Kini setelah beberapa tahun berlalu, hal-hal yang berkaitan dengan tsunami Aceh masih sering disinggung. Bahkan di Aceh ada museum khusus yang dibuat selain untuk mengenang korban juga memberikan pengetahuan tentang tsunami terutama yang pernah menimpa Aceh.

Kepiluan bencana tidak harus diratapi dengan perasaan yang membiru sepanjang masa. Ada masa harus bangkit walau bukan untuk melupakan. Lirik-lirik lagu yang menyayat hati tentang tsunami di Aceh memang telah sangat jarang terdengar. Tetapi apa yang terjadi di Aceh akan abadi tertanam di hati bangsa Indonesia.

Lirik Pilu

Inilah di antara lirik lagu yang sering terdengar ketika upaya tanggap darurat dilakukan di Aceh. Lagu Indonesia Menangis ini dinyanyikan oleh Sherina.

Tuhan marahkah kau padaku
Inikah akhir duniaku
Kau hempaskan jarimu di ujung banda
Tercenganglah seluruh dunia
Tuhan mungkin Kau abaikan
Tak ku dengarkan peringatan
Kusakiti engkau sampai perut bumi
Maafkan kami ya robbi
Engkau yang perkasa pemilik semesta
Biarkanlah kami songsong matahari
Engkau yang pengasih ampunilah dosa
Memang semua ini kesalahan kami
Oh… Tuhan ampuni kami
Ou..oh… Tuhan tolonglah kamiT
uhan ampuni kami
Tuhan tolonglah kami

Lagu yang lain dengan menggunakan bahasa Aceh. Lagu ini dibuat oleh Jali Bunga Tanjung.

tanggal 26.12.2004
air mato raso beline
ingat peristiwo dasyat
bencano ale gegaran sunggoh kuat
tsunami doh date
semua hok tuhe buat

bencana bumi melanda samudra
hok tuhe jd pado manusio
namo diberi tsunami berbisa
ramanyo mati seluroh negaro

kejadie tuhe tidak djangka
airnyo pase skelip mato
bayoknyo hile harto bendo
sehelai sepinge hidup tersikso

beribu-ribu jadi terkorbe
teraso pilu mato memande
ayoh de ibu anok tersayang ile
begitu dibawok gelombe

ramanyo ile meninggal keluargo
belas kasihe xberair mato
kejadie ale suggoh bahayo
sampa sekarang tidok ake lupo

mari bersatu kito doake
biar berlalu dale ingatan
apo yang perlu kito salur ke
samo mambantu memberi sumbange

Beberapa tema lagu tentang tsunami yang diangkat seperti do’a kepada Tuhan untuk memberikan kekuatan, ampunan dan kemudahan. Sehingga para korban yang baik yang selamat maupun yang meninggal, diberikan hal yang terbaik untuk bisa melalui semua yang terjadi. Dengan demikian kepedihan yang dirasakan, tidak perlu terlalu lama diratapi karena ratapan bukanlah akhir dari penyelesaian sebuah persoalan.

Selain itu, tak sedikit lagu tentang tsunami yang mengajak kepada seluruh manusia yang tidak menjadi korban, untuk mau membuka nurani. Menyingsingkan lengan baju, membuka kepedulian dan juga selalu mengucapkan syukur kepada Tuhan. Karena bagaimana pun, bencana datangnya dari Tuhan dan menjadi sebuah kewajiban manusia untuk selalu ingat pada Tuhan. Tanpa ingat pada Tuhan, maka murka dari Tuhan pasti akan datang dengan berbagai bentuknya.

Dan sudah menjadi kodrat manusia, sebagai makhluk yang sering melupakan Tuhan. Khususnya, ketika manusia berada dalam keadaan bahagia. Baru ketika manusia mendapat cobaan, ingatannya kembali pada Sang Pencipta. Ini adalah sebuah sifat manusia, terkait dengan masalah iman yang tidak stabil. Oleh karena itulah, manusia harus selalu ingat, diingatkan dan mengingatkan tentang Tuhan.

Fungsi Lagu Tentang Tsunami

Dengan latar belakang sifat manusia yang sering lupa pada Tuhan, lagu tsunami mampu memberikan peran yang bisa menyentuh ruhani manusia. Dengan caranya, lagu tsunami hadir untuk bisa menyeimbangkan manusia pada kebutuhan rohani dan jasmaninya.

Beberapa manfaat lagu-lagu seperti ini di antaranya adalah:

1. Mengingatkan manusia untuk selalu menyadari hubungan manusia dan Tuhan. Karena dakwah bisa disampaikan bukan hanya melalui ceramah di tempat ibadah, namun juga melalui seni. Salah satunya melalui syair lagu tsunami tersebut.

2. Menggalang solidaritas manusia untuk selalu peduli pada sesama yang tertimpa musibah. Karena dengan solidaritas tersebut, akan mampu meringankan beban para korban yang tertimpa musibah.

3. Media untuk mengumpulkan sumbangan. Melalui acara amal, seperti lelang lagu atau konser amal, digunakan pula sebagai ajang untuk mengumpulkan dana dari para donatur yang hasilnya disumbangkan untuk membantu relokasi korban bencana alam tersebut.

4. Monumen abstrak atas sebuah peristiwa. Dengan membuat lagu tsunami atau lagu bertema bencana lain, akan menjadi pengingat dan catatan bagi para generasi penerus untuk mengenang peristiwa yang pernah terjadi di sebuah daerah.

Speak Your Mind

*