Fungsi Widget WordPress dan Cara Pemasangannya

Fungsi Widget WordPress dan Cara Pemasangannya yang perlu anda tahu sebagai seorang pembuat website atau membuat artikel.

Fungsi Widget WordPress

Daftar Isi

  1. Pemilihan Widget WordPress
    • Calendar
    • Categories
    • Archive
    • Links
    • Recent Comments
    • Recent Posts
    • Tag Cloud
    • Text
  2. WordPress dan Plugin STT2
    • Popular Seach Terms
    • Random Search Terms
  3. Cara Memasang Widget

Bagi mereka yang berkecimpung dalam bisnis online, pengetahuan mengenai seluk beluk website seperti jenis dan optimalisasi widget WordPress menjadi hal yang sangat penting.

Pemasangan widget yang tepat akan sangat berpengaruh dalam pengoptimalisasian sebuah website.

Website yang dioptimalkan dengan baik akan memberikan kenyamanan pada pengunjung, yang pada akhirnya, mengurangi angka Bounce Rate.  Bounce Rate merupakan semacam persentase pengunjung blog yang bergegas meninggalkan blog. Secara gampangnya, bisa diartikan bahwa Bounce Rate yang tinggi berarti banyak pengunjung yang tidak betah berlama-lama di website tersebut.

Pemasangan widget yang tepat akan sangat berpengaruh dalam pengoptimalisasian sebuah website.

Beberapa pemilik website menggunakan theme dan widget WordPress yang sengaja dibuat semenarik dan senyaman mungkin agar pengunjung betah berlama-lama di website-nya.

Tapi, ada juga yang memang sengaja membuat theme dan widget-nya tidak nyaman bagi pengunjung, dengan harapan, pengunjung memilih mengeklik gambar iklan yang ada pada website tersebut karena iklan sama saja dengan pemasukan.

Meski setiap orang memiliki pandangan sendiri terhadap pengaturan tampilan dan widget di website mereka, alangkah lebih baik jika kita mengetahui seluk beluk widget dengan baik. Pengetahuan yang baik mengenai hal tersebut membuat kita bisa lebih mudah mengoptimalkan website yang kita miliki.

Pemilihan Widget WordPress Berdasarkan Tujuan

Sebelum masuk pada cara pemasangan widget, hal pertama yang penting diketahui adalah jenis-jenis widget dan manfaatnya. WordPress memiliki beragam widget. Meski begitu, hanya beberapa widget yang sering dipakai. Efektivitas suatu widget tentu menjadi pertimbangan penting mengapa ia bisa dipilih dan mengapa tidak dipilih.

1. Calendar

Seperti namanya, widget ini menunjukkan kalender yang otomatis akan selalu menyesuaikan dengan tanggal hari itu. Widget ini tidak begitu sering dipakai karena kebanyakan orang sudah ingat hari ini dan tanggal berapa. 

2. Categories

3. Archive

Website yang setiap bulannya di-update pastinya kaya akan konten. Widget “Archive” berfungsi mengkategorikan postingan berdasarkan waktu.

Pengkategorisasian ini mengacu pada bulan posting, diikuti dengan tahunnya. Misalnya, “Januari 2015”, berarti berisi postingan selama bulan Januari tahun 2015 dan “Februari 2015” berarti berisi postingan selama bulan Februari tahun 2015.

Widget ini kadang dipasang di sebuah website dengan tujuan mencari pendapatan online. Namun, untuk blog pribadi, widget ini memang cukup sering digunakan agar memudahkan pencarian catatan-catatan berdasarkan waktu terbitnya.

“Categories” atau kategori menjadi widget WordPress yang cukup banyak dipakai.

Pasalnya, dengan memasukkan postingan ke dalam ketegori-ketegori tertentu, orang bakal lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kategori tersebut.

Bagi yang di WordPress-nya belum ditambahkan kategori, setiap postingan akan otomatis dimasukkan ke dalam “Uncategorized”.

Kategori seperti ini tentu tidak akan menarik untuk dibaca. Oleh karenanya, usahakan setiap postingan dimasukkan ke dalam sebuah kategori yang sesuai.

Misalnya, website berisi tentang sepak bola, beberapa kategori yang bisa dibuat adalah Liga Primer Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia, Liga Indonesia, Liga Champions, Profil Pemain, dan Jadwal Pertandingan.

Cara membuat kategori, pertama login dulu di dashboard Wordpress dengan mengetik “www.domainkamu.com/wp-admin” (ganti “domainkamu.com” dengan alamat domain WordPress kamu). Setelah itu, masuk ke menu “Posts” di sebelah kiri, tepat di bawah dashboard. Di menu ini, pilih “Categories”.

Bagi blog yang baru saja diinstall WordPress, pada sebelah kanan halaman tersebut biasanya sudah terisi satu kategori, yakni “Uncategorized”. Tidak perlu dibuang, cukup dengan pilih menu “Quick Edit”, lalu ganti dengan kategori yang diinginkan.

Pada kolom “Name”, misalkan kita ganti dengan “Liga Spanyol” (tanpa tanda petik), kemudian di bagian bawahnya, yakni “Slug”, ganti dengan “liga-spanyol” (tanpa tanda petik), dan terakhir, pilih “Update Category”. Slug perlu diganti karena yang nantinya menjadi URL website kita untuk halaman kategori. Hasil jadinya seperti “www.domainkamu.com/category/liga-spanyol”. Jika Slug tidak diganti, maka alamatnya menjadi “www.domainkamu.com/category/uncategorized”.

Sementara, untuk menambahkan kategori, isi kolom “Add New Category” yang terletak di sebelah kirinya (masih di halaman yang sama). Kolom Name diisi dengan kategori yang diinginkan, misalnya “Liga Inggris”, untuk Slug“-nya isi dengan “liga-inggris”. Sementara, pilihan “Parent” dan “Description” tidak masalah jika tidak diisi. Dan, terakhir pilih “Add New Category”.

Setelah ketegori yang diinginkan dibuat, kita tinggal memilih kategori saat melakukan posting. Maka, ketika pada sidebar website dipasangi widget “Categories”, beragam kategori tersebut akan muncul di website.

Pernah dengar yang namanya “Blogroll”? Ini semacam link website lain yang dipasang di sidebar. Coba amati beberapa website. Meski tak semuanya, kadang mereka memasang link website lain. Beberapa blogger biasa saling tukar link. Link juga bisa diperjualbelikan. Misalnya, kita memiliki blog atau website yang ramai pengunjung, tak jarang ada orang yang berani membayar mahal untuk memasang link di blog kita.

Agar link website lain bisa terlihat di sidebar, saat kita menambahkan widget WordPress “Links”, terlebih dulu tambahkan link-nya di settingan WordPress. Caranya, login ke admin WordPress, lalu pilih menu “Add Links”. Jika bingung, ketikkan “http://www.domainkamu.com/wp-admin/link-add.php”, lalu isi kolom yang ada.

Name
Isi dengan nama website tujuan kamu, misalkan Asian Brain.
Web Address
Isi dengan alamat website tujuan misalkan www.asianbrain.com.
Description
Isikan dengan deskripsi singkat mengenai website tujuan. Terakhir, pilih menu “Add Link” yang ada di sebelah kanan atas.

5. Recent Comments

Berfungsi menunjukkan komentar-komentar terakhir pada website kita. Widget ini tidak perlu dipasang jika kita mematikan menu komentar. 

6. Recent Posts

“Recent Posts” menampilkan postingan-postingan terakhir. Kita bisa memilih mau menampilkan berapa postingan terakhir. Biasanya 5-10 postingan.

7. Tag Cloud

Berisi tag yang kita tambahkan saat posting. Seluruh tag akan ditampilkan di sini. Widget ini tak begitu sering dipakai, meski begitu para pelaku internet marketing ada yang memasang widget ini dengan alasan tersendiri.

8. Text

Jika yang lainnya adalah widget yang otomatis menampilkan fungsinya, untuk “Text” kita bisa menambahkan sendiri kode-kode HTML di sana. Widget ini tak jarang dimanfaatkan untuk memasang kode iklan seperti kode Google Adsense. Sebenarnya, memasang di langsung di “sidebar.php” juga bisa. Hanya saja, bagi yang tidak terbiasa mengedit theme, hal tersebut bisa cukup menyulitkan. Tapi, dengan widget WordPress ini, pemasangan kode HTML di sidebar menjadi lebih mudah.

Widget WordPress Berkaitan dengan Plugin STT2

STT2 adalah plugin WordPress buatan anak bangsa, yakni Purwedi Kurniawan. Plugin ini memiliki banyak fungsi salah satunya menangkap kata kunci yang digunakan pengunjung untuk sampai di website kita. Lebih jauh mengenai fungsi plugin ini akan dijabarkan kemudian.

Sekarang, kita bahas dulu mengenai widget WordPress yang berhubungan dengan plugin ini, yakni Popular Seach Terms dan Random Search Terms. Kedua widget ini bisa ditemukan di dashboard hanya ketika kita sudah mengaktifkan plugin STT2.

Berfungsi menampilkan kata kunci yang paling banyak mengundang pengunjung masuk ke blog kita. Jadi, misalkan orang paling banyak masuk ke blog kita dengan kata kunci “belajar online”, maka kata tersebut akan berada di peringkat paling atas widget ini. Kata kunci yang paling sedikit dipakai visitor untuk datang ke website kita, kemungkinan akan berada di posisi paling bawah, atau bahkan tidak muncul di daftar tersebut.

2. Random Search Terms

Jika Popular Seach Terms hanya menampilkan kata kunci dari STT2 yang paling banyak dicari, Random Search Terms akan memunculkan kata kunci secara acak. Jadi, misalkan ada kata kunci yang hanya sekali mendatangkan visitor. Dengan menggunakan widget ini, kata kunci tersebut tetap akan ditampilkan. Dalam satu kali tampilan akan ada 10 kata kunci. Jadi nanti akan ditampilkan 10 kata kunci secara acak.

Cara Memasang Widget WordPress

Setelah mengetahui beragam widget beserta fungsinya, selanjutnya kita masuk pada cara memasang widget. Pertama-tama login ke dashboard WordPress.

Lebih mudahnya, ketikkan “http://www. domainkamu.com/wp-admin/widgets.php” di browser. Nah, di sana ada cukup banyak widget yang bisa dipasang.

Cara memasangnya sangat mudah, yakni dengan melakukan klik pada widget yang diinginkan, lalu tahan, kemudian drag ke bagian sidebar.

Untuk menghapus widget yang sudah terpasang, klik widget yang sudah di-drag, kemudian klik “Delete”.

Meskipun semua widget Wordpress ini bisa dipasang dengan gratis dan mudah, kita juga mesti ingat manfaatnya.

Sebaiknya, tidak perlu memasang widget yang tidak penting karena selain membuat tampilan website jadi penuh dan sesak, visitor bisa menjadi tidak nyaman sehingga mereka akan segera pergi dari blog kita.

Speak Your Mind

*