Gambar Sebagai Karya Seni Penuh Inspirasi

Ilustrasi Gambar SeniGambar merupakan salah satu jenis karya seni yang telah diketahui dan dibuat oleh manusia semenjak jaman purba kala. Ketika manusia belum mengenal huruf sebagai alat kebahasaan, manusia menggunakan gambar sebagai alat komunikasi tertulis.

Beberapa gambar dilukiskan untuk menyampaikan sesuatu dalam komunikasi tertulis dan pengguna alat komunikasi semacam itu biasanya dapat memahami setiap makna pada masing – masing gambar yang dilukiskan.

Seiring dengan perjalanan waktu dan ketika beberapa huruf telah ditemukan dan digunakan untuk komunikasi, gambar mulai tidak lagi digunakan untuk komunikasi. Dan penggunaan gambar lebih kepada sebuah karya yang mempunyai nilai seni.

Orang – orang jaman dahulu banyak membuat gambar pada media – media seperti batu, dinding gua, daun dan sebagainya. Gambar – gambar tersebut dapat bermakna bermacam – macam seperti kekaguman mereka terhadap alam sekitar atau seseorang, atau bisa juga merupakan sebuah ekspresi perasaan mereka pada sesuatu atau juga seseorang.

Cara pembuatan gambar sekarang telah berkembang dengan pesat. Bertahun – tahun yang lalu mungkin orang – orang masih menggunakan kertas atau kanvas untuk menggambar sesuatu kemudian menggunakan pensil warna, krayon, cat air atau cat minyak sebagai pewarna dalam menggambar.

Namun sekarang, cara menggambar sesuatu telah berkembang dengan baik. Meski pembuatan gambar masih banyak menggunakan media kertas atau kanvas, media lainnya juga banyak digunakan.

Computer Graphic Image

Apalagi setelah teknologi komputer telah diciptakan, orang – orang dapat menggunakan komputer tersebut sebagai alat untuk membuat beberapa gambar dan kemudian gambar – gambar tersebut di print ke sebuah media sehingga jadilah sebuah gambar untuk penggunaan yang bermacam – macam.

Melalui gambar, seseorang dapat mengekspresikan jiwa seni dan juga perasaan dalam hatinya. Seperti ketika seseorang mengagumi keindahan alam atau kesempurnaan fisik seseorang, kekaguman tersebut banyak dilukiskan melalui gambar atau lukisan.

Perbedaan alat yang digunakan juga menentukan hasil yang didapat dengan nama yang berbeda pula. Misalnya pengambilan gambar dengan kamera, maka gambar yang dihasilkan akan berupa fotografi untuk gambar yang tidak bergerak serta sinematografi untuk jenis gambar yang bergerak.

Semua jenis gambar kebanyakan merupakan ekspresi seni seseorang yang mengagumi keindahan sesuatu atau seseorang. Ada juga beberapa jenis gambar yang dibuat dengan tujuan menghibur seperti gambar – gambar dalam komik atau gambar karikatur yang memiliki jalan cerita atau unsur komedi.

Selain mengandung nilai seni tinggi, jenis gambar seperti ini juga dapat menghibur banyak orang sehingga juga mengandung nilai komersil yang cukup menjanjikan.

Kebiasaan menggambar dapat memberi keuntungan yang cukup besar bagi seseorang. Ketika sebuah gambar dapat dinikmati banyak orang dan mengandung nilai seni tinggi, maka jenis gambar seperti itu dapat memberi keuntungan yang cukup menjanjikan bagi orang tersebut.

Gambar yang berkualitas juga dapat mendukung dunia pertelevisian, ketika seseorang sangat berbakat dalam menggambar sesuatu, ia akan bisa mendapatkan peran penting dalam industri perfilman terutama film kartun atau acara – acara lainnya yang didukung oleh orang – orang yang berbakat dalam seni menggambar.

Oleh karena itu, apabila anda mempunyai seorang anak yang kelihatan mempunyai bakat yang cukup baik dalam menggambar, anda perlu mendukung dan membantu anak anda tersebut untuk mengasah bakatnya.

Mungkin saja, suatu saat anak anda akan menciptakan ide – ide baru dalam membuat gambar yang sangat kreatif dan sangat mendukung kesuksesannya dimasa yang akan datang.

Mencoba Kreatif

Mungkin anda dapat mencari beberapa ide yang dapat membantu anda mengasah kemampuan menggambar anak anda seperti di internet ataupun media masa lain. Dengan mendapatkan beberapa contoh gambar – gambar kreatif, mungkin saja dapat memberikan inspirasi yang baik untuk anak anda sehingga bakat yang dimilikinya dapat berkembang dengan baik.

Karena beberapa ide kreatif para seniman juga tercipta dari banyaknya inspirasi dari lingkungan sekitar, begitu juga dalam seni gambar. Manusia dalam keberadaannya memiliki keistimewaan dibanding makhluk lainnya, selain memiliki kemampuan dalam daya fikirnya (Super rational).

Manusia juga memiliki keterampilan komunikasi yang lebih kuat dan canggih (Super Sophiscated System Communication), sehingga dalam berkomunikasi mereka tidak hanya bisa mengatasi rintangan waktu dan jarak tapi juga mampu menciptakan simbol-simbol dan memberi arti pada gejala-gejala alam yang ada di sekitarnya.

Jauh ketika sebelum angka dan huruf ditemukan, sudah ada yang namanya piktogram (bentuk atau gambar yang mengandung makna yang sampai pada saat ini masih bisa dilihat pada abjad Cina) dan lukisan di dinding gua primitif ribuan tahun yang lampau.

Manusia mulai menulis pada kepingan–kepingan batu yang kemudian dilanjutkan pada lembaran-lembaran papyrus seperti yang banyak kita lihat pada simbol-simbol bangunan kuno seperti piramid, candi, masjid kuno, serta lukisan-lukisan gua yang primitif di Zimbabwe yang mengandung pesan dalam bentuk gambar.

Mengajarkan Seni Gambar pada Anak

Kemampuan menulis adalah merupakan salah satu kegiatan yang di kenalkan dan dilakukan di lingkungan sekolah Taman Kanak-Kanak begitupun melatihnya berbicara dengan mengenalkanya mengenai bunyi kosa kata.

Di lingkungan sekolah Taman Kanak-Kanak pengenalan angka dan bunyi huruf sangatlah penting karena hal ini merupakan awal dalam kemampuan membuat kata-kata dan kalimat. Para pendidik menyebutnya keterampilan pra baca dan pra matematika, keduanya adalah “kemampuan dasar bagi anak-anak untuk membangun kompetensi dalam membaca dan matematika” (Borden, 2001).

Anak-anak memerlukan pemikiran abstrak untuk membuat lompatan intelektualnya . Menurut Marry Leonhardt “Anak-anak belajar untuk mengenali beberapa kata dengan melihat atau menebak gambar-gambarnya, bukan dengan mengucapkan setiap kata”. (Leonhardt, 2001: 56).

Menurut Piaget “Dunia pendidikan Taman Kanak-Kanak adalah dunia bermain dan belajar” (Dalam Borden, 2001: 11). Dengan demikian pendidikan Taman Kanak-Kanak harus dikembalikan ke dalam dunia dan kepentingan anak-anak dengan prinsip “The Best Interest Child”

Dengan suasana bermain yang menyenangkan memahami anak secara individual, menciptakan suasana kreatif yang memungkinkan anak dapat belajar mengekspresikan berbagai gagasannya secara bebas, dimana semua ini adalah suasana kondusif bagi tumbuh kembang anak secara optimal. Agar tujuan tercapai secara optimal diperlukanlah suatu proses belajar mengajar .

Dalam dunia pendidikan Proses belajar-mengajar merupakan proses sistemik yang terdiri dari banyak komponen yaitu ; siswa, waktu, fasilitas,media pengajaran, guru, dan sebagainya dimana masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat parsial (terpisah) atau berjalan sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantungan, komplementer, berkeseimbangan.

Dengan demikian terjadi interaksi timbal balik antara guru dan siswa yang menunjukan adanya hubungan yang bersifat edukatif (mendidik) yaitu interaksi yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu. Namun halnya dalam proses belajar pada anak-anak usia pra sekolah berbeda sengan sistem belajar mengajar pada tingkat yang lebih tinggi.

Hal ini disebabkan kemampuan berfikir rasional anak-anak yang masih terbatas, dimana adanya rasa keinginan bermain dan imajinasi yang sangat kuat, karenanya diperlukan penyesuaian belajar mengajar dengan sifat dan kemampuan dunia bermain anak-anak.

Media pengajaran memiliki beberapa basis pengajaran yaitu media pengajaran dengan berbasis visual, media pengajaran berbasis audio visual, dan media pengajaran berbasis komputer. Anak-anak menyukai dan menyenangi gambar sebagai teman bermain dan belajar.

Gambar akan semakin menarik perhatian anak-anak bila di lengkapi dengan pewarnaan yang indah. Sudjana (2001) mengatakan bahwa “pesan visual yang paling sederhana, praktis, mudah dibuat banyak diminati oleh anak-anak adalah yang bergambar, apalagi gambar berwarna. 83 % siswa lebih menyenangi gambar”.

Secara khusus media visual berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas ide, dan menghiasi fakta-fakta yang mungkin dilupakan.

Berdasarkan hal tersebut diatas, asumsi ini menarik perhatian penulis untuk meneliti mengenai ilustrasi gambar sebagai media pengajaran dalam mengenalkan angka dan bunyi huruf pada siswa Taman Kanak-Kanak. Dimana dalam penataan proses tesebut harus memperhatikan unsur-unsur visual dalam ilustrasi gambar yaitu : bentuk gambar, warna, garis, ruang , dan tekstur.(Arsyad,1997).

Speak Your Mind

*