Gejala Penyakit Asma dan Cara Penanggulangannya

Asma adalah jenis penyakit yang bersifat kronik. Maksudnya adalah penyakit yang umurnya panjang, bisa bertahun-tahun. Penyakit ini menyerang organ tubuh yang digunakan untuk bernafas yaitu paru-paru. Kebanyakan penyakit ini bisa berjangkit di daerah yang tingkat kekotoran udara atau polusinya tinggi. Bisa dari kotoran atau limbah industri, kendaraan yang mengeluarkan asap secara berlebih, atau bisa juga dari debu yang banyak berterbangan di udara. Maka tidak mengherankan bila gejala penyakit asma selalu diawali dengan batuk atau sesak nafas yang tidak kunjung sembuh, meski sudah meminum obat batuk.

Penyakit ini sering didapati dalam keadaan ketika seseorang sulit untuk bernapas sehingga ia memerlukan alat bantu untuk bisa menjadikan sistem pernapasannya normal kembali. Penyakit yang terjadi pada gangguan sistem dan saluran pernapasan ini terjadi sehingga seseorang menjadi kesulitan untuk bernapas.

Gejala penyakit asma yang paling umum adalah bunyi napas yang lebih pekat daripada napas orang yang tidak menderita penyakit tersebut. Seseorang yang menderita asma akan mengalami napas yang lebih kencang di malam hari dibandingkan orang lainnya. Sementara itu, gejala lain yang sering muncul adalah sesak napas pada saat asma kambuh.

Penyebab Asma

Hingga sekarang para ahli kesehatan belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan munculnya penyakit ini. Namun yang pasti adalah, orang yang terkena penyakit asma sistem pernafasannya menjadi peka pada bermacam rangsangan. Misalnya udara kotor, dingin, hewan yang bulunya banyak dan halus, keadaan jiwa yang labil atau bisa juga sesuatu yang menimbulkan bau tak enak. Bahkan, ketika melakukan olahraga, asma yang diderita bisa kambuh. Terutama olahraga yang butuh pernafasan panjang.

Dari beberapa penderita asma yang diteliti, ternyata beberapa diantaranya juga punya saudara atau orangtua yang juga punya penyakit sama. Sehingga faktor keturunan juga diduga menjadi salah satu penyebabnya. Namun para peneliti tersebut belum memberi pernyataan yang resmi terkait hal tersebut.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan munculnya penyakit asma pada diri seseorang. Berikut adalah faktor-faktor penyebab munculnya penyakit tersebut :

1.    Penyakit Bawaan atau Turunan

Setiap orang yang memiliki penyakit asma biasanya, dan kebanyakan memiliki riwayat penyakit keluarga yang sama dari orang tua atau nenek dan kakeknya. Jika dalam keluarga Anda memiliki riwayat penyakit asma, maka tidak menutup kemungkinan jika Anda atau bahkan anak-anak Anda nantinya akan memiliki penyakit tersebut. penyakit asma bukanlah penyakit yang menular, namun bersifat bawaan atau turunan.

Oleh karena itu, jika Anda sudah mengetahui riwayat keluarga yang pernah mengidap penyakit asma, maka segera periksakan diri kepada dokter spesialis atau segera lakukan pencegahan sejak dini dengan meminum berbagai ramuan tradisional yang bisa mencegah penyakit tersebut datang.

2.    Faktor Lingkungan

Faktor kedua yang berpengaruh terhadap munculnya penyakit asma adalah lingkungan yang kotor, yang dipenuhi dengan asap dan debu sehingga memicu munculnya penyakit gangguan pernapasan tersebut. debu yang terdapat di berbagai tempat kotor merupakan penyebab yang bisa menghambat sistem pernapasan sehingga kemungkinan terjadinya asma kambuhan bisa sangat besar.

Selain debu yang terdapat di sebuah ruangan, asap rokok dan asap kendaraan juga bisa memicu munculnya penyakit asma pada seseorang. Oleh sebab itu, jalanilah pola hidup yang sehat dengan membersihkan rumah dan lingkungan sekitar serta sebisa mungkin hindari penyediaan berbagai barang yang memicu munculnya banyak debu dan kotoran di rumah Anda, seperti boneka, bantal, sprei, dan karpet.

3.    Faktor Makanan

Faktor yang ketiga yang berpengaruh terhadap munculnya penyakit asma adalah faktor makanan. Beberapa jenis makanan bisa menimbulkan penyakit tersebut sehingga Anda perlu memilih jenis makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Makanan yang tidak baik bagi penderita penyakit asma antara lain adalah makanan cepat saji dan minuman berkarbonasi.

Jenis makanan lain yang juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kambuhan penyakit ini adalah makanan dengan bahan penyedap rasa dan pengawet yang tinggi, minuman dan makanan yang dingin, kacang dan cokelat yang mengandung allergen, serta kacang tanah.

4.    Cuaca yang Dingin

Faktor selanjutnya yang berpengaruh terhadap tingkat kambuhan penyakit asma adalah cuaca yang dingin. Udara yang dingin, baik itu alami maupun penggunaan Ac dengan suhu dan temperatur yang dingin akan menyebabkan munculnya penyakit tersebut.

Gejala dan Tanda Munculnya Penyakit Asma

Seseorang bisa diduga terserang penyakit asma jika mengeluarkan tanda atau gejala seperti di bawah ini.

  • Ketika sedang bernafas sering mengeluarkan bunyi lenguhan. Namun perlu digarisbawahi bahwa tidak semua penderita asma nafasnya selalu bersuara.
  • Nafas sering menjadi sesak karena organ pernafasan menjadi sempit.
  • Batuk yang tiada henti terutama di waktu malam atau ketika cuaca sedang dingin.
  • Dada terasa sesak dan menjadi sempit, terutama pada bagian paru-paru.
  • Karena nafas terganggu, maka ketika sedang berbicara tidak bisa lancar dan tidak bisa mengatur jalannya pernafasan dengan baik.

Menghindari Penyakit Asma

Cara yang paling mudah dilakukan agar tidak terkena penyakit ini, tentu saja dengan menghindari segala hal yang menjadi penyebab dari munculnya sakit asma tersebut. Yaitu jangan tinggal di tempat yang udaranya sudah kotor karena polusi, serta jangan memelihara binatang yang bulunya banyak dan halus. Misalnya kucing, kelinci dan sebagainya.

Bila udara sedang dingin, maka selalu memakai baju hangat dan selendang leher. Kemudian, bila nafas tidak kuat jangan terlalu banyak melakukan olah raga yang membutuhkan nafas panjang. Misalnya, lari jarak jauh. Kalau ingin berlari, lakukan dengan perlahan atau ganti dengan jalan cepat saja.

Mengobati Penyakit Asma

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan asma secara tuntas. Bila sudah sembuh dalam jangka waktu tertentu, asma bisa kambuh lagi. Jadi penanganan yang paling tepat adalah mengukur kadar kekambuhan asma tesebut dan memberi obat yang dosisnya disesuaikan dengan kondisi tubuh penderita serta seberapa jauh penyakti asma melakukan serangan.

Penyakit asma bisa kambuh kapan saja tanpa bisa diketahui. Bahkan kadangkala tanpa mengeluarkan suatu gejala, tiba-tiba nafas bisa menjadi sesak. Untuk itu, para penderita asma selalu diberi saran untuk membawa obat asma yang bisa dihirup (namanya ventolin inhaler) kemana saja pergi atau berada. Tujuannya, bila tiba-tiba terkena serangan bisa segera ditangani.

Meskipun demikian, Anda tetap bisa berusaha melakukan pengobatan penyakit ini dengan meminum ramuan tradisional, pengobatan alternatif, serta berkonsultasi pada dokter yang bersangkutan.

Jika Anda terbiasa menggunakan obat resep dokter dan hasilnya belum maksimal, maka sekarang Anda bisa melakukan pengobatan alternatif seperti pijat refleksi atau akupunktur untuk bisa mengatasi penyakit tersebut. selain itu, Anda juga bisa meminum berbagai ramuan tradisional yang bisa secara perlahan mengurangi tingkat kambuhan penyakit asma Anda.

Beberapa ramuan yang dipercaya mampu mengobati penyakit ini adalah petai cina, manggis, jahe, dan madu. Petai cina dapat diolah dengan cara dimasak atau ditumbuk dan disatukan dengan jenis sayuran lainnya. Buah manggis dapat dimakan buahnya dan diambil kulitnya untuk kemudian direbus dan diminum airnya sebanyak dua kali dalam sehari. Jahe dan madu dapat dikonsumsi dengan membakar dan menumbuk jahe, lalu diseduh dengan air mendidih dan ditambahkan beberapa sendok madu.

Speak Your Mind

*