Haji Dan 5 Pesan Terakhir Rasul

Ilustrasi Haji dan Pesan RasulSaat ini, hampir genap 15 abad umat Islam mengenang saat-saat terakhir mereka menatap kekasihnya tercinta, Rasulullah Muhammad Saw.

Saat itu, pada 10 H, sesaat setelah matahari tergelincir, disaksikan oleh 124.000 Kaum Muslim di Padang Arafah, Rasulullah Saw. datang dengan menunggangi al-Qashwa’. Al-Qashwa tidak lain adalah unta Rasulullah. Rasulullah berniat untuk menyampaikan khutbah haji terakhir. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan Haji Wada’ atau Haji Perpisahan.

Haji Wada

Pernahkan Anda meresapi makna dibalik Haji Wada? Haji Wada merupakan ibadah haji yang terakhir dilakukan Rasulullah Saw, sebelum meninggal dunia. Pada saat itu, Rasulullah Saw menyampaikan pesan terakhirnya kepada seluruh umatnya.

Ketika itu, Rasululllah Saw tengah berdiri memandangi ribuan jemaah haji di Masjid Khaif, Mina. Rasulullah memandangi umatnya yang datang kala itu, dengan penuh cinta. Rasulullah selalu berkhutbah dengan lisan yang tidak pernah berdusta mengucapkan pujian kepada Allah SWT.

 “Wahai Manusia” Rasulullah Saw berseru, “Dengarkan penjelasanku baik – baik, Karena aku tidak tahu apakah aku masih berjumpa lagi dengan kalian di tempat ini pada tahun yang akan datang.”

Khutbah Rasulullah

Perlahan Rasulullah berkhutbah dengan suaranya yang bergetar. Sikap rasulullah tersebut menunjukan isyarat perpisahan. Sahabat dan jemaah yang ada di Masjid tersebut pun tidak kuat menahan haru. Mereka menangis karena tidak sanggup menahan kesedihan. Sikap rasulullah tersebut sangat jelas menyiratkan kepergiannya menghadap Allah Azza wa jalla. Rasulullah dipandang sebagai sahabat terbaik dan nabi yang penuh kemuliaan. Tidak heran, siapapun yang peka hatinya akan terisak disertai air mata.

Kemudian Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, “Apakah aku sudah menyampaikan risalah Tuhanku kepada kalian?” Para sahabat menjawab dengan serentak, gemuruh yang sama, dan jawaban yang sama, “Benar. Engkau sudah menyampaikan risalah kepada kami.”

“Allohumma Isyhad. Ya Alloh, saksikanlah!” sebagian sahabat sudah tidak sanggup lagi membendung air matanya. Para sahabat tahu, jika tugas rasulullah telah berakhir.

“Wahai Manusia,” begitu kata Rasul selanjutnya, “ Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Tahukan kalian hari apakah sekarang ini?”. Para sahabat menjawab, “Hari yang suci”.

Rasul bertanya lagi “negeri apakah ini”. Para sahabat menjawab, “Negeri yang suci”.

Rasul bertanya lagi “Bulan apakah ini?”. Para sahabat menjawab, “Bulan yang suci.”

 “Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, sama sucinya dengan hari ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak Kalian semuanya Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia  di sisi Alloh ialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang arab di atas orang asing kecuali karena taqwanya. Apakah aku sudah menyampaikan kepada kalian?”

Suara para sahabat bergemuruh. Para sahabat kembali menjawab dengan kalimat yang sama, “Benar”. Begitulah perkataan yang diucapkan rasul setiap kali menyampaikan satu bagian (maqtha’) nasihatnya. Rasulullah Saw selalu memastikan bahwa umatnya telah mendapatkan risalah, dan ingin umatnya selalu berada di jalan yang benar, yaitu jalan Allah SWT.

Bahkan, dalam akhir hayatnya, Rasulullah Saw masih menunjukan rasa cinta kepada umatnya seraya berkata, “ummati, ummati, ummati”. Dengan perkataan dan raut wajah tersebut, terlihat jelas begitu beratnya Rasulullah meninggalkan umatnya.

Lalu, bagaimana sikap Anda sekarang? Masih ingatkah Anda pesan penting yang disampaikan Rasulullah Saw? Pesan untuk keselamatan umatnya (termasuk Anda) baik di dunia maupun di akhirat kelak. Rasulullah Saw hanya ingin umatnya tetap bertakwa. Taqwa itulah makna dan pesan utama dibalik Haji Wada (Haji Terakhir).

Untuk itu, sudah seharusnya kita sebagai umat muslim menjunjung tinggi nilai-nilai yang diajarkan Rasul. Mulailah menanamkannya dalam diri Anda sendiri, kemudian aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (kepada keluarga, anak kita, saudara, dan teman-teman).

Apabila Anda berada di jalan yang benar dan tetap bertakwa, Insya Allah kehidupan Anda pun akan bahagia. Dalam hal keluarga dan pekerjaan pun, Anda akan memiliki konsep diri yang baik, rasa percaya diri tinggi, pikiran terbuka, harga diri (self-esteem) yang kukuh, dan lapang dada.

Kini, Rasulullah sudah tiada. Rasulullah telah kembali menghadap Allah SWT. Akan tetapi, pesannya tidak akan pernah terlupakan dalam ingatan, tetap abadi sampai kapan pun. Abdullah merekam dengan baik, pesan-pesan terakhir Rasulullah Saw. Rasulullah Saw berkata:

 “Wahai manusia…

Sesungguhnya, darah dan harta kalian terpelihara (haram) atas diri kalian hingga kalian menjumpai Tuhan kalian, sebagaimana haramnya hari ini dan bulan ini. Sesungguhnya, kalian pasti akan menjumpai Tuhan kalian dan kalian akan ditanya tentang amal-amal kalian…

Sesungguhnya, riba jahiliah dihapuskan seluruhnya. Kalian hanya menerima pokok harta kalian; kalian tidak menzalimi dan tidak dizalimi…

Semua persoalan yang terjadi pada zaman jahiliah yang selama itu masih di bawah telapak kakiku, mulai hari ini dihapuskan…

Sesungguhnya, aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang menjadikan kalian tidak akan sesat selamanya jika kalian berpegang teguh dengannya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya

Wahai manusia…

Sesungguhnya, Tuhan kalian itu satu. Sesungguhnya, kalian berasal dari satu bapak. Kalian semua dari Adam, dan Adam dari tanah. Sesungguhnya, yang paling mulia di antara kalian di sisi Tuhan adalah yang paling bertakwa.” (HR Bukhari)

Dari khutbah tersebut, ada beberapa hikmah penting yang bisa dipetik oleh umat Islam, khususnya pada bulan Dzulhijjah. Pada bulan Dzulhijah adalah saat Allah Swt mengundang kita selaku umat muslim untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah (bagi yang mampu).

Pesan-pesan Rasul

Pertama

Umat islam yang memuliakan agamanya, Allah akan menyelamatkan manusia dari kesesatan. Allah akan mengangkat derajat manusia menuju Khairul Bariyyah (mahluk yang sebaik-baiknya). Kemudian, Allah akan menggantikan kenikmatan dunia yang fana dengan kebahagiaan akhirat yang abadi dan kekal.

Allah mengutus Rasulullah Saw, yaitu untuk menebar rahmat dengan membawa Islam. Siapapun yang mengambil dan memegang ajaran dengan teguh, akan meraih rahmat yang telah dijanjikan Allah SWT. Rahmat yang dimaksud adalah kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat.

 “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”  (QS Al-Anbiyaa’ [21]: 107)

Kedua

Rasulullah Saw menghapuskan segala praktik riba jahiliah yang zalim. Hal tersebut dilakukannya, karena telah terbukti menghancurkan peradaban dan menyengsarakan manusia.

 “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS Al-Baqarah [2]: 275)

Ketiga

Rasulullah Saw menegaskan bahwa, semua praktik jahiliah telah dihapuskan. Masa praktik jahilian telah kadaluwarsa. Artinya, praktik sepeti itu tidak boleh diulangi kembali, apapun alasannya. Baik bagi umat islam saat itu, sekarang, dan yang akan datang. Semuanya telah dihapus dan digantikan dengan ajaran yang lebih sempurna, yaitu Dienul islam

 “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi dien bagimu.” (QS Al-Maidah [5]: 3)

Keempat

Dalam khutbahnya, Rasulullah berpesan supaya selalu memperlakukan orang-orang Anshar dengan sikap baik. Hal tersebut didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:

Aku wasiatkan kepada kalian agar selalu bersikap baik kepada orang-orang Anshar! Mereka adalah teman kepercayaan dan orang dekatku. Mereka telah menunaikan segala yang wajib mereka laksanakan dan yang tersisa hanyalah apa yang harus mereka terima. Oleh karena itu, sambutlah dengan baik apa yang datang dari orang baik mereka, dan maafkanlah orang yang tidak baik di antara mereka!”.

Kelima

Wasiat terakhir adalah umat muslim harus selalu berpegang teguh pada Al-Quran dan hadist. Selain itu, jangan pernah tinggalkan shalat wajib 5 waktu dalam keadaan apapun. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah Saw:

“Ingatlah, Allah akan sayang kepadamu, apabila engkau menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya”

Sekian artikel mengenai haji dan pesan rasul. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Speak Your Mind

*