Harga Nokia Terbaru Bukan Alasan Konsumen Menjauh dari Nokia

Pada awal tahun 1998, dunia komunikasi sudah mulai dibanjiri dengan produk-produk ponsel dan pada saat itu harga nokia terbaru berkisar antara 1-2 juta, sedangkan harga nokia bekas (second) masih berkisar 800.000-900.000.

Ponsel merk lain memiliki kisaran harga yang sama, tetpai saat itu nama Nokia adalah sebuah jaminan mutu yang tiada duanya bahkan dijadikan ponsel bintang dalam video clip milik Super Bejo (Edwin dan Jodhy) yang berjudul Miss Call Only.

Harga perdana saat itu adalah Rp600.000 untuk Telkomsel di Yogyakarta dengan pulsa seharga Rp500.000. Saingan terdekat Nokia adalah Ericsson (belum bergabung dengan Sony) dan Siemens. Keduanya saat ini telah menghentikan divisi ponselnya atau merger dengan perusahaan lain karena ketidakmampuan bersaing, sedangkan Samsung, LG, Sony, dan Philips belum mendapatkan nama yang bisa membuat mereka untuk bersaing dengan the Big Three.

Saat itu, pemilik ponsel hanyalah kalangan menengah ke atas, bahkan mahasiswa pemilik ponsel di kampus hanyalah mereka yang datang kuliah mengendarai mobil. Memasukkan ponsel ke saku belakang menjadi terlihat sangat keren walaupun yang dimasukkan adalah Nokia sejuta umat alias Nokia 5110.

Tipe tipe yang saat itu terkenal adalah Ericsson R310 dikenal dengan Ericsson hiu karena antenanya yang berbentuk sirip dan yang dianggap cocok dengan wanita saat itu adalah Ericsson seri T: T28 dan T29. Keduanya memiliki warna-warna mencolok, seperti kuning matahari, biru laut, dan pink yang feminin dan memiliki tutup keypad (berkesan flip).

Selain itu, terdapat juga Siemens dari mulai S25, C25, dan M25. Jenis ini dikenal sebagai ponsel yang memiliki baterai yang tahan lama dan pelindung karet sehingga dapat menyerap benturan saat terjatuh. Meskipun memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding harga Nokia terbaru saat itu, tetapi tetap Nokia seakan tanpa saingan karena merupakan ponsel yang paling dicari dan terkenal karena daya tahannya.

Handphone Nokia ini diiklankan dengan memakai figur seorang pebisnis yang bermain snake dengan kaki dimasukkan ke kolam air mancur di kamar. Seiring perkembangan waktu Nokia mulai mengembangkan ponsel tanpa antena eksternal. Seri ini diawali dengan N3110 dan merupakan pionir dalam ponsel nir antena.

Sementara itu, harga Nokia terbaru saat itu masih berkisar antara 1-2 juta dan harga Nokia sebelumnya 5110 dan 7110 menurun drastis karena konsumen mulai merasa keberadaan antena luar mengganggu dan sudah kuno apalagi kalau dimasukan ke kantung belakang.

Bahkan, karena dianggap tipe 3110 termasuk lebih tipis dibandingkan pendahulunya maka tipe 5110 sering disebut sebagai ponsel ulekan karena penampilan nya yang tebal dan panjang seperti ulekan sambal.

Memasuki era 2000, Nokia kembali gencar meluncurkan produk-produk ponsel terbaru dengan slogan semakin kecil semakin canggih. Ada beberapa yang terkenal, antara lain tipe 8210, 8310, 8810. Sementara itu, harga nokia terbaru yang merupakan satu-satunya pemilik fitur radio (Nokia 6510) tetap masih di bawah 2 jutaan dan merupakan salah satu unggulan nokia yang tidak ada pesaing nya pada masa itu.

Kemampuan Nokia yang menguasai 40% di pasar ponsel dunia membuat produsen lain berpikir untuk mengalahkan Nokia, di antaranya memunculkan inovasi ringtone polyphonic. Ringtone jenis ini lebih nyaring dan bergemirincing. Tidak lupa pula ponsel Ericsson yang muncul dengan layar warna walaupun masih dalam bentuk VGA (T310).

Pada awal tahun 2003, Nokia merasakan efek dari ponsel warna yang mulai bermunculan. Untuk itu, Nokia meluncurkan Nokia tipe 6100 yang merupakan ponsel warna pertama Nokia yang berukuran kecil dan tipis walaupun tidak memiliki fitur radio. Pada saat itu, persaingan ponsel sudah menjadi begitu padat produsen ponsel tidak hanya terdiri dari Nokia, Siemens, Ericsson, tetapi juga muncul Motorolla, Samsung, LG, Philips dan Panasonic.

Harga Nokia terbaru sudah mulai turun, bahkan ada yang mencapai di bawah 1 juta (Nokia 2300). Kemunculan produk-produk lokal maupun cina belum ada sehingga persaingan harga masih dapat dikatakan dalam batas wajar.Sebetulnya ponsel bermerek Nokia menjadi pilihan pembeli karena nilai jualnya kembali yang cukup tinggi dibandingkan dengan merek lain.

Mengapa demikian? Nilai jual kembali menjadi tinggi karena pada saat itu hanya karena Nokia yang banyak memasang iklan di televisi dan berbagai media sehingga secara tidak langsung konsumen seperti terhipnotis untuk mencari Nokia. Bahkan, menjadi sangat tidak masuk akal pembeli tetap membayar walaupun harga Nokia terbaru dengan yang lama hanya selisih 300 ribu.

Seiring perkembangan waktu, Nokia yang terlena sebagai 40% penguasa pasar ponsel dunia mulai lupa untuk berinovasi dan Samsung sebagai salah satu pesaing tradisional langsung menyodok dengan produk-produk ponsel pintarnya. Produk ponsel pintar Nokia terakhir yang cukup terkenal adalah N9210 yang digunakan pada film James Bond era 2000-an dan terakhir terlihat pada Die Hard 4.

Pada awal 2009, Samsung betul-betul menyengat Nokia dengan produk ponsel pintar androidnya yang merupakan hasil kerja sama dengan google. Harga Nokia terbaru saat itu walaupun masih dapat terjangkau mulai ditinggalkan pembeli karena selain adanya ponsel pintar dari Samsung bermunculan juga produk-produk lokal dengan harga di bawah 1 juta rupiah, tetapi memiliki fitur untuk menonton televisi dan mendengarkan radio.

Setelah berinovasi beberapa tahun, Nokia kembali dengan meluncurkan ponsel pintar berbasis sistem operasi windows dan harga nokia terbaru tersebut walaupun masih terbilang lebih murah dibanding dengan Samsung Galaxy Note yang berkisar 6 jutaan, tetapi tetap tidak mampu bersaing.

Sistem operasi windows yang terdapat pada Nokia Lumia 800 sendiri sebetulnya telah digunakan oleh Samsung untuk beberapa produk ponsel pintar dengan sasaran mereka yang memang merupakan Microsoft addict. Namun, kembali lagi ponsel pintar Samsung tersebut juga tidak memiliki peminat sebanyak yang bersistem operasi Android.

Hal lain yang menghambat pengembangan ponsel pintar berbasis windows yang diusung Nokia adalah sedikitnya developer yang mencantumkan status free untuk aplikasi windows yang terpasang di windows phone marketplace. Selain itu, harga Nokia terbaru Lumia 800 walaupun masih di bawah Galaxy Note memiliki kelemahan yang merupakan cerita lama.

Windows merupakan salah satu sasaran utama para hacker maka ponsel pintar Nokia Lumia 800 juga merupakan sasaran empuk untuk di intip atau bahkan dicuri datanya oleh para hacker. Antivirus dapat menangkal semua itu? Anda salah. Penyakit selalu lebih cepat satu langkah dibanding obatnya. Begitu juga virus windows, lebih cepat satu langkah dibanding antivirus tercanggih sekalipun.

Apabila anda tertarik dengan Nokia Lumia 800 lebih baik pastikan bahwa tidak ada data penting di ponsel tersebut yang mungkin akan mencelakakan balik saat data Anda berhasil diambil hacker. Masih tertarik dengan ponsel pintar Lumia, tetapi dana terbatas? Mungkin harga Nokia terbaru sebesar Rp2.900.000 dapat menjadi pilihan Anda.

Produk Nokia tersebut adalah Lumia 710 yang termasuk entry level dalam ponsel pintar. Peminat ponsel baru Nokia mulai berkurang, tetapi penjual masih tetap memberikan harga ponsel bekas bermerek Nokia hampir sama dengan harga nokia terbaru bertipe sama yang beredar dipasar.

Nokia memang sudah bukan penguasa pasar ponsel dunia lagi, produk Nokia mungkin sudah tidak memiliki inovasi lagi, produsennya mungkin sudah mengurangi hampir separuh jumlah pekerjanya, tetapi harga ponsel Nokia lama tetap masih menggiurkan bagi penjualnya walaupun harganya sangat jauh dibandingkan dengan harga Nokia terbaru.

Speak Your Mind

*