Ibadah Umrah Bagi Penderita Penyakit Jantung

Ilustrasi Umrah Bagi Penderita Jantung
Anda penderita penyakit jantung dan sedang merencanakan ibadah umrah ke Tanah Suci? Mengapa harus was-was. Di dalam artikel ini akan diuraikan beberapa tips yang bisa dilakukan agar ibadah umrah Anda berjalan maksimal dan mendapat pahala serta keridhaan Allah Swt, serta tidak membuat Anda kepayahan karena penyakit diderita. Mari simak baik-baik.

Penyakit Jantung Bukan Halangan

Penyakit jantung adalah penyakit pembunuh di beberapa negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan seketika. Namun, Anda bisa memperkecil risiko kematian jika mampu mengatur pola hidup sehat. Yang pertama yang harus dilakukan oleh pengidap penyakit jantung adalah tidak berpikir bahwa ia sakit jantung. Anggap biasa saja. Semuanya biasa. Hidup ini biasa. Kalau ada masalah, biasa saja. Setiap masalah pasti ada solusinya. Kalau dianggap berat, pasti akan membuat kerja jantung menjadi berat.

Jika masalah yang tiba-tiba datang, tidak perlu disikapi dengan frontal. Siapa tahu tidak seperti kelihatannya. Siapa tahu hanya ada dalam pikiran saja hal-hal yang negatif itu. Padahal tidak seperti itu hal yang sebenarnya. Rugi sekali telah memenuhi otak dengan pikiran yang tidak karuan. Dunia ini ada yang mengatur. Mau bergerak atau tidak bergerak, sama saja bahwa nantinya akan mati juga. Lebih baik, biasa saja. Dengan berpikir seimbang seperti itu, masalah akan terselesaikan dengan baik dan pikiran pun menjadi tenang lagi.

Apapun yang terjadi, ikhlas adalah kunci yang paling hebat yang harus dimiliki oleh semua orang. Kalau memang harus menunggu, tunggulah walaupun tidak harus berhenti. Kalau memang harus dipercepat, lakukanlah dengan segera agar tidak menambah masalah. Orang-orang yang telah mampu menyeimbangkan pikirannya ini akan membuat kerja jantungnya maksimal dan tidak mengalami gangguan apa-apa. Tentu saja, selain pikiran, makanan pun harus dijaga. Tidak boleh membabi buta memakan apapun yang diinginkan.

Tetap saja gizi seimbang dengan asupan yang baik mulai dari sayur, buah, dan sumber vitamin lainnya harus diupayakan. Makanan ini adalah energi bagi tubuh yang tidak bisa disia-siakan. Tanpa adanya asupan makanan yang cukup, tubuh akan lemah. Ini artinya sama dengan membunuh jantung. Olahraga juga harus dilakukan secara teratur. Dengan olahraga ini, maka jantung pun bisa lebih baik dalam melakukan tugasnya.

Tentu tidak boleh terlalu lelah karena bila terlalu lelah, jantung bisa berhenti mendadak. Tidak ada yang mau mati mendadak ketika belum siap mempersiapkan segala sesuatunya untuk masa depan di akhirat itu. Jadi, ketika akan berangkat umroh atau haji sekalipun, persiapan mental dan fisik ini telah terjaga.

Tentang Penyakit Jantung

Penyakit jantung terdiri atas beberapa jenis. Yaitu, penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, penyakit jantung katup rematik, penyakit jantung darah tinggi, dan penyakit jantung kardiomiopati. Penyakit jantung yang paling banyak diderita adalah jantung koroner. Penyakit ini disebabkan karena tersumbatnya pembuluh koroner. Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian bagi pria juga wanita.

Sebenarnya, ada berbagai cara untuk menyembuhkan atau menanggulangi gangguan penyakit jantung koroner ini. Contohnya melalui operasi by pass atau operasi untuk mengganti jantung yang berpenyakit dengan memasang stent (balonisasi) sehingga pembuluh darah jantung tidak sampai tertutup total.

Sayangnya, operasi ini sangat mahal dan tidak semua rumah sakit juga dokter spesialisasi penyakit dalam mampu melakukannya. Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi obat-obatan. Tentu saja, obat-obat tersebut harus diminum setiap hari.

Menurut salah seorang dokter spesialisasi penyakit jantung, ada sedikitnya 7 obat yang bisa diminum oleh para penderita jantung, bergantung kasus penyakitnya. Di antaranya ialah obat antiangina (terdiri dari kandungan nitrat, beta blocker, calcium channel blockers).
Obat ini berguna untuk mengurangi konsumsi oksigen otot jantung dan menambah aliran darah koroner dengan cara melebarkan pembuluh darah. Lalu, ada pula obat yang berfungsi sebagai diuretik, yang berguna untuk meningkatkan pengeluaran garam dan air lewat urin (air kencing). Sehingga, jumlah cairan dalam sirkulasi berkurang dan menurunkan tekanan darah.

Ada yang dinamakan obat-obat digitalis dan berfungsi sebagai penambah kekuatan kontraksi otot jantung. Obat ini mampu memperbaiki kemampuan jantung, selain mampu memperlambat denyut jantung (antiaritmia). Berikutnya yang disebut obat-obatan antihipertensi.

Obat ini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah dan atau merilekskan otot halus arteri. Obat yang paling sering digunakan pasien adalah obat-obatan antiplatelet yang berfungsi mengencerkan darah, misalnya aspirin. Semua obat ini dibutuhkan para penderita penyakit jantung untuk tetap bertahan hidup.

Ibadah umrah membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan dana. Maka, jika Anda sedang berencana mengerjakan ibadah umrah tetapi memiliki riwayat penyakit jantung, terutama jantung koroner, persiapan fisik, mental, serta dana sangat perlu disiapkan sebaik mungkin.

Tips Untuk Umroh

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum berangkat dan ketika beribadah umrah. Pertama, periksakan dengan detail keadaan jantung Anda. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter yang telah terbiasa merawat Anda. Mintalah saran obat-obatan apa saja (selain obat rutin yang biasa diminum) yang bisa dibawa ketika beribadah umrah. Walaupun ibadah umroh ini tidak lama, mungkin 9-11 hari, keadaan jantung tetap harus maksimal.

Banyaknya kegiatan yang menggunakan tenaga fisik, menuntut para jamaah umroh untuk fit. Sayang sekali kalau tidak sholat berjamaah di masjid. Waktu yang sangat singkat itu kalau bisa digunakan secara maksimal sehingga apa yang diimpikan dan diharapkan akan terkabul. Tidak semua orang bisa menjalankan ibadah umroh.

Hanya orang-orang yang beruntung yang bisa mendapatkan panggilan ini. Untuk itulah, kalau ada masalah dengan jantung, usahakan untuk mendapatkan saran terbaik dan carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai apa saja yang mungkin akan ditemui pada saat di tanah suci.

Jangan memaksakan diri jika kondisi jantung tidak memenuhi syarat untuk berumrah. Lebih baik Anda melakukan recovery atau mempersiapkan fisik, termasuk jantung Anda sebaik mungkin agar kelak bisa beribadah umrah. Jadwal keberangkatan umroh ini bisa beberapa kali dalam satu tahun. Siapa tahu dengan mengundurkan jadwal malah mendapatkan rezeki yang luar biasa dan bisa berangkat umroh pada saat Ramadhan sekaligus merayakan Idul Fitri di tanah suci. Hal ini pasti lebih menyenangkan.

Jika menurut dokter dan ahli kesehatan lainnya Anda mampu berumrah, bersyukurlah dengan senantiasa menjaga pola hidup sehat sebaik mungkin. Misalnya, menghindari makanan yang tidak sehat (contoh: makanan berlemak), berolahraga rutin (senam jantung), disiplin meminum obat, berdoa dan beribadah rutin (shalat, shaum, dan sebagainya), serta menghindari stres.

Persiapkan mental sebaik mungkin. Tanamkan dalam diri bahwa Anda pergi umrah untuk beribadah kepada Allah Swt dan senantiasa berpikiran positif (saya pasti sehat sebelum, ketika, dan sesudah berumrah nanti). Sehingga, Anda tidak akan merasa cemas akan keadaan fisik. Bersyukurlah bahwa Allah telah memberikan Anda rezeki untuk bisa berumrah ke Tanah Suci.

Persiapkan dana bagi keluarga yang ditinggalkan sesaat. Dana berupa tabungan dan uang kontan mutlak dipersiapkan, terlebih Anda memiliki risiko penyakit yang tidak umum. Sehingga, jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan sehubungan dengan kondisi fisik Anda, maka ada cadangan dana tersedia. Kalau ada dana yang lebih, ada baiknya ikut asuransi syariah. Asuransi ini bisa membuat beban biaya berkurang ketika dibutuhkan.

Tips-tips ketika sedang berada di Tanah Suci
Jika berada di masjid atau tempat ibadah lainnya, jangan lupa membawa bekal obat-obatan. Selalu berdoa bagi kesehatan Anda selama di Tanah Suci. Hindari stres dengan banyak bersyukur.  Melakukan meditasi melalui shalat, laksanakan shalat dengan khusyuk (baik shalat fardhu dan sunah). Jaga pola makan dan lanjutkan pola hidup sehat yang sudah dilakukan sejak di Tanah Air. Jangan tergoda mencicipi makanan Timur Tengah yang biasanya lebih gurih dan berlemak dibandingkan makanan Indonesia.

Husnudzan atau berpikiran positif bahwa umrah tidak akan membuat penyakit jantung Anda bertambah parah. Malah sebaliknya, bisa mempercepat kesembuhan penyakit tersebut. Jalin silaturahim dengan sesama jamaah dari berbagai negara di dunia. Sehingga, Anda tidak melulu berpikiran dan cemas akan serangan jantung.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa dilakukan bagi para penderita jantung yang ingin berumrah. Selamat beribadah!

Speak Your Mind

*