Ikhlas, Arti dan Cara Pelaksanaannya

Ikhlas mempunyai arti yang cukup banyak. Salah satunya adalah menghilangkan suatu kotoran agar menjadi bersih kembali. Yang dimaksud kotoran di sini adalah kotoran yang selalu menyelimuti hati dan pikiran kita. Jadi bukan kotoran yang berbentuk fisik.

Arti yang lain adalah  menjadikan agama yang dianutnya (dalam hal ini adalah Islam) hanya dengan tujuan untuk mendekatkan dirinya kepada Allah SWt semata. Jadi apapun yang dilakukan selau di maksudkan untuk menjalankan Ibadah yang ditujukan kepada Dia.

Arti ikhlas yang lain adalah selalu taat menjalankan perintah agama dan menjauhi segala hal yang menjadi larangan dengan alasan sebagai wujud cinta kepada Allah tanpa mengharapkan imbalan apapun juga kecuali hanya ridhaNya saja.

Agar Selalu Diliputi Keikhlasan Hati

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia kadangkala dihinggapi oleh keinginan-keinginan yang memuaskan rasa gembiranya terhadap sesuatu. Maka ketika melakukan pekerjaan atau kegiatan, selalu diiringi dengan tujuan untuk menunjukan eksistensi dia pada orang lain serta tujuan lain yang bersifat keduniawiyan. Inilah yang dinamakan dengan pamrih.

Padahal menurut hadits Nabi Muhammad, hal ini tidak boleh. Orang dalam mengerjakan sesuatu harus selalu diiringi dengan niat tulus dan ikhlas. Dan agar hati kita selalu diliputi dengan ikhlas, bisa menjalankannya dengan cara seperti ini:

  • Selalu melakukan amal kebaikan dengan niat yang sungguh sungguh untuk menjalankan ibadah. Jangan disertai dengan niat yang lain, misalnya untuk pamer atau agar dihormati dan mendapat pujian dari orang lain.
  • Tidak pernah melakukan dan selalu menjauhi apa yang telah menjadi larangan (haram) Allah. Ini juga harus dilakukan dengan niat yang bersih, bukan dengan maksud yang lain. Misalnya kita dilarang minum minuman yang memabukan. Kita harus menjalankan larangan ini memang dengan niat untuk mematuhi aturan agama. Bukan karena takut ditangkap polisi dan sebagainya. Ini akan mengurangi nilai keikhlasan kita.
  • Selalu tulus dalam menghormati orang lain. Selama ini banyak orang yang memberi hormat kepada orang karena punya kedudukan sosial yang tinggi atau pada atasan dengan tujuan untuk mengambil hatinya. Sehingga pada orang biasa yang tidak punya jabatan atau status sosial, dia merasa tidak perlu memberi hormat. Islam dan Nabi Muhammad sama sekali tidak pernah mengajarkan hal itu.
  • Ketika memberi bantuan orang lain, juga harus diniati dengan tujuan untuk memberi pertolongan pada orang itu. Bukan karena ingin mengharap balas jasa atau ingin mendapat sesuatu yang lebih besar daripada yang dia korbankan ketika sedang melakukan pertolongan. Ini akan membuat yang ditolong hanya menjadi obyek semata.
  • Tidak pernah mengingat-ingat segala amal kebaikan yang telah dilakukan. Karena hal ini juga akan mengurangi nilai keikhlasan sekaligus ibadah kita. Yakinlah Allah akan mencatat segala hal yang kita perbuat, dan pada saatnya nanti akan mendapat balasan baik itu di dunia maupun di akhirat nanti.
  • Menjadikan amal perbuatan baik kita sebagai alat untuk mendorong diri sendiri atau orang lain agar terus melakukan amal kebajikan yang lain melalui perbuatan-perubatan yang punya nilai ibadah.
  • Semoga kita menjadi insan yang selalu dicintai oleh Allah SWT karena nilai amal dan ibadah yang kita yang kita lakukan dengan hati yang ikhlas. Amin.

Ikhlas dalam Mneyikapi Permasalahan Hidup

Permasalahan hidup tentu tidak bisa dihindari oleh setiap manusia karena hal itu merupakan dasar bagian dari kehidupan yang tidak terelakkan. Oleh sebab itu, diperlukan keihklasan untuk menerima apa yang sudah digariskan oleh takdir. Setiap orang mesti memiliki perasaan dan kesadaran bahwa segala sesuatu itu bertumpu pada Tuhan.

Oleh karena itu, manusia sebaiknya mampu menjadikan permasalahan hidup sebagai motivasi bukan sebagai sebuah ujian yang melumpuhkan keimanan serta menumbuhkan rasa putus asa di dalam hidup. Jadikan segala sesuatu dilihat dari segi yang positif, bukan dari segi negatifnya saja.

Sebagai contoh, jika biasanya Anda menganggap ujian yang dihadapi dalam hidup sebagai sebuah peringatan akan kelakukan dan berbagai tindak tanduk yang buruk, maka segera ubahlah perilaku tersebut menjadi lebih baik. Sebaliknya, apabila Anda menganggap permasalahan hidup yang datang sebagai cobaan, maka berdoalah agar cobaan itu bisa dilalui.

Akan tetapi, permasalahan hidup seperti apa yang perlu disyukuri sebagai nikmat dan perlu dihadapi secara ikhlas? Yakni segala sesuatu yang telah diusahakan dengan baik, namun tetap mendapatkan jalan yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh manusia.

Misalnya saja, apabila Anda menginginkan sebuah rumah mewah dan mobil yang Anda inginkan, maka Anda tentu akan bekerja keras dan berusaha supaya bisa mendapatkan barang yang diinginkan tersebut. namun, usaha yang keras tersebut ternyata tidak membawa hasil yang baik, justru malah membuat Anda semakin pusing karena tidak juga kaya raya.

Hal ini perlu Anda pikirkan dan renungkan kembali. Apakah Tuhan akan memberikan apa yang Anda butuhkan atau yang Anda inginkan? Jika jawabannya yang pertama, maka Anda wajb bersyukur karena telah menyadari bahwa kasih-Nya begitu besar.

Sementara itu, jika Anda masih tetap berpikir untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan, maka segeralah memohon diri kepada Allah agar dilapangkan dada, hati, dan pikiran supaya bisa menerima apa yang telah digariskan-Nya.

Ikhlas dan Rasa Sabar

Sepertinya, kita tidak akan membiarkan rasa ikhlas muncul tanpa didampingi dengan rasa bersabar. Hal itu karena tanpa kesabaran, maka seseorang tidak bisa menemukan makna keihklasan yang diberikan Allah kepadanya.

Jika Anda berpikir bahwa kesabaran itu ada batasnya, maka saat itu pula Anda sedang mengalami kesalahan dalam bersabar. Sabar merupakan cara yang tepat untuk bisa menghindarkan diri dari kemiskinan hati.

Dengan bersabar, Anda tentu akan lebih bijak dalam menyikapi sesuatu. Anda juga akan lebih berusaha dan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup ini. Oleh sebab itu, selalu bersabar bukan berarti Anda kalah dengan keadaan. Anda juga bisa mendapatkan beragam hikmah dari kesabaran yang Anda lakukan.

Jika Anda masih menganggap bahwa kesabaran itu ada batasnya, maka hal tersebut akan membuat Anda menjadi semakin lemah dan sulit dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup ini. Jiwa akan terasa miskin dan sulit untuk direnungkan.

Sabar dan ikhlas merupakan dua hal yang diperintahkan oleh Allah agar diri kita bisa dimatangkan oleh-Nya sehingga bisa lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi hidup ini. Dengan begitu, Anda tidak hanya mendapatkan kebahagiaan, tapi juga mendapatkan makna kehidupan yang jarang didapatkan oleh orang yang hanya menunhtut kesenangan dalam hidup ini.

Dengan demikian, apa yang ada dalam hidup ini memang perlu dicari jalan keluarnya. Namun, jika Anda sudah mengalami masalah yang berujung pada jalan buntu, maka jalan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah dengan bersabar dan ikhlas serta pasrah kepada Allah.

Jika pasrah sudah dilakukan, maka segala sesuatu pun akan terasa lebih indah dan lebih mudah jika dibandingkan Anda terus menggerutu dan mengeluh mengenai semua permasalahan hidup yang Anda terima dan hadapi saat ini. Jadi, belajarlah untuk bersabar dan ikhlas atas segala yang telah ditakdirkan oleh Allah swt.

Speak Your Mind

*