Jenis dan Klafisikasi Kelinci

Ilustrasi nama latin kelinci 

Kelinci merupakan salah satu hewan peliharaan manusia yang memiliki buku-bulu yang lembut, lucu, dan sering sekali dijadikan teman bermain oleh anak-anak. Selain itu sebagai bintang peliharaan, kelinci juga dapat ditemui di alam liar.

Kelinci pada dasarnya merupakan hewan yang gampang dijinakkan. Makanannya terdiri dari sayur-sayuran maupun buah-buahan. Dalam klasifikasinya, kelinci sendiri dibedakan atas beragam nama latin kelinci yang diberikan sesuai dengan generanya.

Variasi nama latin kelinci yang tergantung pada generanya ini dapat kita lihat misalnya: pada kelinci liar atau yang juga dikenal dengan nama European Rabbit, nama latinnya adalah Oryctolagus Cuniculus. Sedangkan pada jenis terwelu nama latinnya adalah Lepus CurpaeumsCottontail Rabbits yang terdiri dari 13 spesies ini dikenal dengan nama latin Sylvilagus. Berbeda dengan Amami Rabbit, nama latinnya adalah Pentalagus Furnessi.

Kelinci juga dikenal sebagai hewan menyusui (mamalia) yang  paling terkenal dan populer. Kelnci diakui sebagai binatang yang menarik karena bentuk dan sifatnya yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap manusia. Pemeliharaannya pun tidak terlalu susah, dengan area sekitar perkarangan rumah, Anda sudah bisa memulai usaha memelihara hewan yang satu ini.

Hewan yang menyukai wortel ini sering dijadikan sebagai ikon film-film animasi. Sering digolongkan sebagai kerabat Leporidae. Sebagai hewan yang termasuk dalam jenis hewan mamalia, kelinci memiliki ciri yaitu mempunyai kelenjar susu. Baik kelinci jantan maupun kelinci betina, keduanya memiliki kelenjar susu. Akan tetapi, kelinci jantan tidak menghasilkan air susu, dan hanya kelinci betina saja yang bisa mengeluarkan air susu, air susu tersebut nantinya akan diberikan kepada anaknya sebagai sumber makanan.

Pasa umumnya binatang menyusui selalu dilengkapi dengan rambut, begitu juga dengan kelinci, namun sebagian orang awam rambut pada kelinci ini sebagai bulu. Dari segi ilmiah, kelinci mempunyai nama latin yang berbeda, bergantung pada klasifikasi masing-masing.

Kelinci pada mulanya merupakan hewan liar yang kemudian mulai diternakkan dan dijinakkan sehingga menjadi teman setia manusia seperti sekarang ini. Konon menurut beberapa sumber, kelinci merupakan hewan liar yang terdapat di daratan Eropa dan Afrika. Pada perkembangannya kemudian, para ahli dan peneliti banyak melakukan penelitian terhadap hewan ini seiring ditemukan banyaknya spesies hewan yang masuk dalam ordo Lagomorpha.

Di Indonesia sendiri, kelinci yang umumnya dikenal oleh masyarakat adalah Kelinci Jawa dan Kelinci Sumatera. Dari nama saja tentu kita sudah bisa menebak bahwa kedua jenis kelinci ini berasal dari mana.

Kelinci Jawa, disebut juga dengan Lepus negricollis. Kelinci Indonesia yang berjenis ini diperkirakan masih hidup dan berkembang biak di hutan-hutan sekitar daerah Jawa Barat. Kelinci Jawa mempunyai bobot hingga 5 kg. Bentuknya seperti kelinci pada umumnya, namun jenis kelinci ini memiliki ekor berwarna jingga dengan ujung ekornya berwarna hitam. Kelinci jawa memiliki bulu yang berwarna cokelat perunggu kehitaman.

Kelinci Sumatera disebut juga Nesolagus netseherischlgel. Kelinci Indonesia jenis ini diperkirakan masih hidup dan berkembang biak di dalam hutan Sumatera. Kelinci Sumatera memiliki panjang 40 cm. Kelinci Sumatera diyakini merupakan jenis kelinci lokal yang memiliki ras asli Indonesia. Warna bulu yang dimilkinya adalah warna kelabu cokelat kekuningan. Dilihat dari jenis bulunya, Kelinci Sumatera ini terdiri dari jenis kelinci berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika tiba musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.

Secara umum, kelinci dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yakni, kelinci bebas dan kelinci liar. Pada tahun 1912, kelinci yang diklasifikasikan ke dalam ordo Lagomorpha dibedakan atas dua famili yakni ochtonidae yang berjenis pika serta leporidae yang termasuk pada jenis kelinci dan terwelu. Kelinci sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu konijntje, yang memilki arti anak kelinci.

Ciri-Ciri Khusus Kelinci

  1. Pada kelinci betina, jumlah uterus yang dimiliki adalah sepasang. Hal inilah yang menyebabkan kelinci dapat memiliki anak lebih dari satu atau dalam bahasa biologinya disebut Multiple Impregnations.
  2. Kelinci merupakan jenis hewan yang memilki satu usus.
  3. Rumput, biji-bijian dan jenis sayuran merupakan bahan utama makanan kelinci.
  4. Kelinci adalah jenis hewan yang melakukan kehamilan dalam jumlah lebih dari satu selama setahun. Siklus kelaminnya terdiri dari Polietrus yang dalam setahun bisa mengalami lima kali kehamilan.
  5. Bayi kelinci yang lahir hanya mengandalkan air susu ibunya hingga ia mempunyai kemampuan untuk mencari makannya sendiri.
  6. Kelinci akan memulai kembali masa perkawinan setelah beranak pada calvin interval setelah satu minggu bayi kelinci disapih.
  7. Pada umur 14 hari setelah dilahirkan, anak kelinci akan mulai belajar memakan rumput. Pada umur 26 hari, konsumsi makannya akan meningkat.
  8. Kelinci merupakan jenis hewan yang memiliki gigi yang secara terus menerus tumbuh.
  9. Kelinci merupakan jenis hewan yang memiliki karakter selalu siaga. Walau merupakan hewan yang jinak, namun kelinci juga dapat berlaku ganas apabila merasa terancam oleh seuatu atau keadaan tertentu.

Klasifikasi Ilmiah dan Data Biologis Kelinci

1. Klasifikasi

Berikut ada sistem taksonomi dan binomial atau penamaan ilmiah pada kelinci

  • Kerajaan: Animalia atau masuk dalam kelompom hewan
  • Superfilum: Chordata yakni kelompok hewan/binatang dengan notokord, memilki saraf tunggal, memiliki ekor, serta celah faring.
  • Filum: Vertebrata yakni jenis hewan yang mempunyai tulang belakang
  • Kelas: Kelinci masuk dalam hewan Mamalia karena kemampuannya untuk menyusui
  • Ordo: Lagomorpha yakini bercirikan rahang atas, gigi lancip, dan mempunyai kelamin tidak bertulang yang letaknya di depan zakar.
  • Famili: Leporidae
  • Genera: Pentalagus, Bunolagus, Nesolagus, Romerolagus, Brachylagus, Sylvilagus, Oryctolagus, serta Poelagus.

2. Data Biologis

Secara umum apabila kita ingin mengetahui data biologis kelinci maka hal-hal yang patut kita ketahui adalah sebagai berikut:

  • Masa hidup: 5 sanpai 10 tahun
  • Masa produksi: 1 sampai 3 tahun
  • Masa bunting:  29 sampai31 hari
  • Masa penyapihan: 42 sampai 56 hari
  • Umur dewasa: 4 samapi 10 bulan
  • Umur dikawinkan: 6 sampai 12 bulan
  • Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah anak disapih.
  • Siklus kelamin: dalam setahun Poliestrus bisa 5 kali bunting
  • Siklus berahi: Sekitar 14 hari
  • Periode estrus: 11 sampai 15 hari
  • Ovulasi: terjadi pada hari kawin yakni antara 9 sampai 13 jam kemudian
  • Fertilitas: sesudah kawin yakni antara 1 sampai 2 jam
  • Jumlah kelahiran: 4 sampai 10 ekor dalam sekali persalinan
  • Volume darah: 40 ml/kg berat badannya
  • Bobot kelinci dewasa: selain faktor pemeliharaan, berat badang kelinci Sangat bervariasi, tergantung pada ras, serta jenis kelamin.

Jenis-Jenis Kelinci

Di dunia dikenal beragam jenis kelinci di antaranya:

1. Amarican Chinchilla

Ada tiga tipe kelinci yang masuk ke dalam jenis ini, dan dibedakan atas bobotnya masing-masing yaitu:

  1. Tipe standar, tipe ini memiliiki berat 2,5 sampai 3 kg.
  2. Tipe besar, tipe ini memiliki berat 4,5 sampai 5 kg.
  3. Tipe giant, tipe ini memiliki berat mencapai 7 kg.

2. Kelinci California

Kelinci ini merupakan jenis kelinci yang dihasilkan dari perkawinan silang antara kelinci Himalaya dan kelinci Chinchilla dengan kelinci New Zeland White. Bentuknya seperti kelinci pada umumnya, dengan bulu putih dan bobotnya yang mencapai 4,5 kg. Telinga, hidung, ekor dan kaki berwarna kelabu tua atau hitam.

3. Satin

Ditemukan pada tahun 1930 di Amerika Serikat. Bobotnya bisa mencapai 5 kg. Jenis kelinci ini memiliki warna yang beragam, dan kulitnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat jaket karena memiliki struktur yang tebal. Bulu-bulunya dikenal halus dan lurus.

4. English Spot

Kelinci ini memiliki badan yang berukuran besar. Bulunya berwarna putih dengan totol-totol hitam hitam yang menjadi ciri khasnya. Beratnya bisa mencapai 4 kg, dengan rata-rata umur berkisar antara 5 sampai 8 tahun.

5. Lop

Jenis kelinci ini memiliki beberapa jenis yakni, Holland lop, Fuzzy lop, dan Mini lop. Bentuknya gempal dan mempunyai bulu yang tebal. Beratnya rata hanya 2 sampai 3 kg saja.

Selain jenis-jenis kelinci di atas, ada beberapa jenis kelinci lainnya sperti Himalayan, Netherland Dwarf, Flamsih Giant, Rex, Dutch dan sebagainya.

Speak Your Mind

*