Jenis Puisi Cinta Mengundang Kekuatan Imajinasi

Puisi sebagai karya sastra yang memberi ruang penuh pada eksplorasi kebebasan. Si penulisnya memiliki banyak ragam baik dari segi penulisannya maupun tema yang diusung pada puisi tersebut. Ada banyak jenis puisi yang dapat mengilhami misalnya puisi dengan tema kehidupan, lingkungan, kritik sosial, politik, cinta, persahabatan, religius ketuhanan dan seterusnya. Walau tidak semua orang mengatakan bahwa ia pandai membuat sebuah puisi, terkadang kata-kata atau bahkan statusnya di jejaring sosial, terlihat begitu puitis.

Refleksi Kehidupan

Puisi itu bukan kata-kata hentakan atau bentakan yang tertuju secara langsung pada sesuatu yang sedang tak disenangi. Puisi juga bukan mengatakan sesuatu secara blak-blakan kepada objeknya. Puisi itu bisa saja dipengaruhi oleh seseorang atau sesuatu tetapi pengungkapannya menggunakan kata-kata penuh makna dan tidak dipahami secara langsung. Bahkan bagi yang sangat pandai megukir kata, puisi ini akan menjadi sesuatu yang multi tafsir dan orang akan mencoba mengira kepada siapa sebenarnya puisi itu ditujukan.

Satu kalimat bisa saja menjadi begitu puitis, tetapi yang puitis ini mungkin bukan puisi. Ada beberapa syarat sebuah karya dikatakan sebuah puisi. Misalnya, penggunaan metafora, personafikasi, panjang kalimat, dan  lain-lain. Ada juga yang mengatakan bahwa puisi itu ada juga yang tidak puitis sehingga menjadi tidak terlalu indah untuk dibahas. Puisi yang indah dan bagus itu memang mengandung kekuatan dahsyat dapat mempengaruhi orang lain.

Para pendekar pembuat puisi ini terkadang awalnya tidak tahu kalau puisinya bagus. Ia hanya menyalurkan apa yang ia rasakan terhadap sesuatu. Tetapi banyak juga yang mempelajari secara teori tentang puisi dan mencoba membuat puisi yang sesuai dengan teori itu. Katakanlah bahwa mungkin semua orang bisa membuat puisi sependek atau sesederhana apapun itu. Seorang Taufik Ismail pun tidak jarang puisinya tidak terdengar menyentuh ketika bahasannya tidak dimengerti pendengarnya.

Namun, tetap saja orang mengatakan bahwa Taufik Ismail adalah salah satu penyair yang patut dibangggakan. Ia telah mampu membuat banyak puisi yang menggugah. Ia yang membuat banyak orang berpikir tentang kata-katanya yang begitu sederhana namun dalam sekali maknanya. Pengalaman hidupnya mengajarkan bahwa begitu banyak hal yang bisa dijadikan sebagai catatan perjalanan yang menggugah hati. Bila ada yang mengatakan bahwa hidupnya begitu menyedihkan, pasti ada sesuatu yang membuatnya belum paham makna bersyukur dan bersabar.

Pengetahuan akan membuat orang membuat sesuatu yang berbeda. Pasti tidak sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Kedalaman makna suatu kata yang dipakai oleh seorang penulis adalah catatan ilmu yang telah ia serap dalam perjalanan waktunya. Tanpa disadari ketika manusia terus mencoba menggali apa yang telah ia lewati, sebenarnya hal-hal yang terpapar dalam batin waktu itulah yang bisa digali sebagai sarana pengungkapan makna kepuitisan kalimat-kalimat yang terungkap.

Perbedaan pengalaman dan perbedaan kehidupan inilah yang melahirkan beragam macam puisi. Para penukmat puisi ini biasanya akan melakukan analisis terhadap setiap kata yang digunakan sehingga ada penafsiran yang mungkin akan mendekati kebenaran. Pada dasarnya arti dan kebenarannya hanya si pembuat puisi dan Tuhanlah yang tahu. Bisa saja banyak penyangkalan karena memang tidak banyak orang yang mau begitu terbuka terhadap apa yang dihadapinya. Bila keterbukaan itu terlalu dipaksakan, maka yang terjadi adalah pengurangan nilai privasi.

Ragam Puisi

Dari banyak ragam tema-tema puisi ini, masing-masing memiliki nilai keistimewaan bagi sang penyair yang menulisnya. Tak jarang, tema puisi yang sering ditulis seseorang menjadi gambaran representasi kehidupan seseorang tersebut. Misalnya seorang aktivis pergerakan pemuda dan mahasiswa, ia akan lebih kental diwarnai dengan tema-tema heroik perjuangan, kritik sosial politik dalam syair-syair yang ditulisnya. Seorang guru, akan banyak menulis tentang dunia pendidikan dan bagaimana mendidik anak.

Sebab tentu saja puisi bagi dirinya merupakan cara untuk menyampaikan keterdesakan perasaan batin akan sesuatu hal yang kemudian ia ekspresikan dengan simbol-simbol keindahan sebuah puisi.  Jenis puisi ini bagi dirinya semata-mata tak hanya berfungsi dan bernilai sebagai karya sastra, namun lebih dari itu ia juga telah menggunakan sastra puisi sebagai salah satu cara untuk mencapai salah satu tujuan perjuangannya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tulisan itu bisa menjadi sesuatu yang bermakna pengusiran jiwa jenuh atau teknik melepaskan diri dari stres yang emlanda sehingga tidak perlu terlalu memikirkan apa yang telah terjadi. Pengendapan pikiran akan bagus bila memang dimaksudkan untuk digali lagi ketika akan mengungkapkan sesuatu. Bagaikan menyerap kata-kata dalam keheningan tanpa berkata apa-apa . Setelah itu kata-kata yang terserap itu akan menjadi penopang data pemaknaan ketika dibuat menjadi sebuah puisi.

Jangan remehkan orang-orang yang diam tetapi otaknya aktif mencerna apapun yang masuk ke dalam benaknya. Ia menyaring dan mencoba mencari referensi pemaknaan. Apalagi bagi seorang penulis. Penyerapan makna yang ada dalam kehidupannya akan menjadi untaian kalimat indah yang membuat para pembaca membenarkan betapa apa yang dikatakannya memang sepantasnya seperti itu agar tidak terlalu terjebak dalam kebrutalan hidup yang sempit.

Jadi, puisi apapun bentuknya ketika memang mampu memberikan pemaknaan terhadap apa yang terjadi, seharusnya dihargai. Puisi itu ungkap dan refleksi jiwa yang terpendam. Tidak sedikit orang yang akhirnya mampu bangkit dalam keterpurukan setelah menulis ribuan baik puisi dengan sebuah batang pensil yang diperolehnya dari seseorang. Kisah yang berlebihan mungkin. Tetapi tidak bisa disangkal bahwa kecintaan pada sesuatu itu memang mampu menggerakan seseoarng melakukan yang tidak mungkin menjadi sangat mungkin terwujud.

Puisi Romantik

Di antara aneka ragam jenis tema puisi di atas, yang paling mendapat minat di kalangan para pencinta puisi tentu saja puisi dengan tema cinta. Sebuah tema universal yang berpuluh-puluh tahun tak pernah basi di hati pembaca. Semua membutuhkan cinta. Cinta yang membuat bumi ini tetap bergerak pada porosnya. Bila cinta hilang, kehidupan pun hilang.

Cinta adalah sesuatu yang mutlak akan hadir dalam kehidupan seseorang, setiap orang pasti akan merasakan yang namanya cinta, oleh sebab itu tema ini senantiasa menjadi sesuatu yang selalu aktual, kontemporer dan tak pernah lucut dari pergilasan zaman. Rasanya sama tetapi mungkin wujudnya berbeda.

Jenis puisi dengan tema cinta juga amat sesuai dengan fungsi puisi sebagai sebuah karya sastra yang menghadirkan nilai-nilai keindahan dan estetika. Orang yang sedang dimabuk cinta merupakan orang yang akan merasakan segala sesuatu itu indah, menyenangkan, romantis dan seterusnya. Perasaan-perasaan ini akan mencapai klimaks apabila dikatalis dengan sebuah sajak-sajak cinta yang menambah keindahan suasana perasaan orang bersangkutan.

Puisi dengan jenis tema cinta sering disebut juga dengan istilah puisi romantik. Sebab kehadiran puisi ini salah satu tujuannya menciptakan nuansa romantisme keindahan baik secara fisik maupun batin bagi seseorang. Apakah puisi tersebut ia tulis sendiri atau pun ia ambil dari karya orang lain. Namun demikian jenis puisi romantik yang bertemakan cinta tak selalunya dimaknai sebagai hubungan cinta terhadap sesama manusia.

Puisi sufi sebagai puisi yang memuat nilai-nilai ketuhanan juga mengisyaratkan nilai-nilai cintanya kepada Tuhan. Para penyair sufi berupaya membangun suasana romantik percintaan yang mereka tujukan bagi Tuhan Sang Pencipta.

Di samping merupakan tema yang tak pernah basi, puisi jenis ini juga ternyata lebih mudah untuk dibuat. Tingkat imajinasi seseorang yang sedang dimabuk cinta ternyata jauh lebih tinggi dibanding orang yang sedang tak mengalami perasaan cinta itu.

Kekuatan imajinasi yang lahir akan merangsang kemampuan seseorang memilih dan meramu diksi-diksi kata yang ia sajikan dalam bentuk simbol-simbol perumpamaan. Sebagai bukti, seseorang yang mengaku tak pandai berpuisi, tiba-tiba saat ia sedang mengalami jatuh cinta, ia telah siap dengan satu sajak cinta untuk merayu sang kekasih.

Berikut ini sebuah contoh puisi dengan tema cinta.

Kekasih
Kekasih oh kekasih
Aku bingung kau panggil kekasih
Kekasih yang tak pernah berkasih
Berkasih yang tak macam kekasih

Kekasih oh kekasih
Benarkah kita ini kekasih
Atau benar-benar bukan kekasih
Atau kekasih yang pura-pura berkasih

Kekasih oh kekasih
Kau membuat aku tak lagi punya kekasih
Karena kau memang bukan kekasih

Speak Your Mind

*