Khutbah Kedua Idul Adha: Kandungan Materi Khutbah Idul Adha

Kandungan materi khutbah Idul Adha bertumpu pada keutamaan haji dan anjuran berkorban. Dan biasanya didahului dengan ajakan untuk bertaqwa kepada Allah Swt. Khutbah disampaikan dengan bahasa lugas dan formal.  Sementara, khutbah kedua Idul Adha berisi tentang ajakan bertaqwa dan doa yang disampaikan dalam bahasa arab. Dalam rukun khutbah dikatakan bahwa khatib harus membaca doa untuk seluruh kaum muslimin pada khutbah kedua.

Ajakan Bertaqwa

Khutbah kedua Idul Adha tetap harus didengarkan dengan khusuk. Khutbah Idul Adha tidak jarang sangat menyentuh terutama ketika cara penyampaian dan suara yang memberikan khutbah sangat khidmat. Memang tema yang disampaikan lebih berfokus pada apa yang melatarbelangi Idul Adha. Namun tidak menutup kemungkinan untuk mengaitkannya kepada hal-hal yang sedang terjadi sehingga masyarakat semakin memahami makna Idul Adha.

Contoh bagaimana keadaan umat Islam pada umumnya baik yang ada di luar negeri maupun yang ada di luar negeri juga bisa dijadikan sebagai pembahasan. Misalnya, pada saat Idul Adha 2012, umat Islam sedang dihadapkan kepada kejadian yang cukup menyedihkan yang berlangsung di Palestina. Khutbah yang disampaikan bisa mengajak untuk lebih mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah Swt kepada umat Islam di Indonesia yang bisa melakukan sholat ied berjamaah dengan tenang tanpa harus merasa takut terkena rudal bangsa Yahudi yang kejam.

Dijelaskan juga bahwa kehidupan yang tentram ini bukannya membuat terlena. Tetapi ini adalah satu cobaan yang maha berat juga. Indonesia ini bagaikan surga bagi umat Islam. Mereka bisa beribadah dengan tenang dan tidak ada ancaman sama sekali. Waktu beribadah juga sangat pas dan tidak sangat ekstrim. Hewan kurban mudah didapat dengan harga yang masih terjangkau. Bagaimana dengan umat Islam yang ada di negara lain yang sedang dalam kesusahan karena diuji dengan kelaparan, kemiskinan, dan mungkin juga keterbatasan ilmu.

Gambaran dan ilustrasi yang diberikan itu diharapkan akan membuat umat Islam Indonesia semakin bertaqwa dan tidak pernah putus bersyukur. Rasa syukur ini akan membuat kehidupan akan dijalankan dengan lebih mudah dan lebih menentramkan. Tanpa adanya rasa syukur, kehidupan ini akan terasa sangat berat. Gambaran untuk berkurban juga bisa diambilkan dari contoh nyata yang dilakukan oleh orang-orang yang pandai berdekatan dengan Allah Swt.

Misalnya, bisa juga mengatakan bahwa ada suami istri yang pekerjaannya sebagai pemulung, mampu berkurban. Rasanya berkurban itu bukanlah karena seseorang itu kaya atau miskin. Tetapi lebih kepada keinginan dan komitmen. Buktinya, Yati dan suaminya yang berprofesi sebagai pemulung itu bisa mengumpulkan uang sebanyak 3 juta untuk membeli 2 ekor kambing sebagai kurban. Bukti kekuasaan Alalh Swt membolak-balikan hati orang tersebut diharapkan bisa menggugah orang-orang yang mampu tapi belum berkurban.

Jika saja seorang perokok mau tidak merokok dan menyisihkan uang untuk membeli rokok itu, lalu menabungkannya demi berkurban, maka dalam satu tahun ia bahkan bisa membeli kambing dengan kualitas yang sangat baik. Misalnya, salam seminggu ia menghabiskan uang 20 ribu untuk membeli rokok. Artinya, dalam satu bulan ia menghabiskan uang 80 ribu. Dalam satu tahun akan terkumpul uang 960 ribu. Uang sebanyak itu sudah bisa membeli kambing. Kalaupun akan berkurban dengan sapi, tinggal menambah beberapa ratus rupiah saja.

Ajakan untuk mencari solusi bagaimana berkurban ini tentunya akan menambah semangat bagi yang belum berkurban untuk melakukan kurban. Dalam hal ketaqwaan, kisah para nabi dan sahabat bisa diambil sebagai contoh. Misalnya, bagaimana Bilal yang dipukuli sedemikian rupa tetap saja tidak mau menyerah dan ia tetap dalam keislamannya. Seorang Maryam yang pasrah dihina tetapi tetap yakin kalau Allah Swt akan membantunya. Ia tetap mendapatka penghidupan yang baik.

Kepasrahan hanya kepada Allah Swt itu akan melahirkan ketabahan dan ketawakalan yang akhirnya akan membuatnya menjadi lebih yakin lagi kalau Allah Swt itu tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya dalam kondisi apapun. Asalkan sang umat tidak berputus asa, maka kesenangan dan kebahagiaan itu akan hadir secepat pikiran memikirkannya. Tuhan tidak pernah tidur dan pasti tahu apapun yang dilakukan umat-Nya. Tidak ada tempat sembunyi dan tidak ada tempat untuk menghindar dari apa yang akan dilakukan Tuhan kepada siapapun.

Inti dari dakwah Islam adalah mengajak manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah. Oleh karena itu, kalimat pertama dalam setiap khutbah adalah ajakan untuk bertaqwa (ittaqullah) dan memantapkan keimanan kepada Allah.  Ajakan bertaqwa ini biasanya disampaikan pada pembukaan khutbah. Karena pada intinya, materi dari khutbah itu adalah penjabaran dari makna taqwa itu sendiri pada hal-hal yang lebih spesifik.

Tidak mudah memahami bagaimana hati bisa begitu pasrah dan menerima semua cobaan dan ujian yang telah diberikan kepadanya. Terkadang banyak juga orang yang merasa bahwa ia telah berbuat baik, tetapi keinginannya belum juga terkabul. Akhirnya ia menjadi jahat dan berbuat jahat dan merasa puas dengan perbuatannya yang melanggar hukum Tuhannya itu. Memang bisa dipahami kalau hal ini terjadi. Beda memang ketika hati selalu disirami oleh air bening keindahan beribadah. Hati akan tenang dan menerima dengan senang hati segala ketetapan.

Untuk mendapatkan hati yang mantap bertaqwa ini, rajin mendengarkan khutbah atau ceramah agama adalah sesuatu yang dibutuhkan. Memang banyak godaan dan cobaan untuk bisa hadir disebuah pengajian. Tidak jarang orang yang menghadiri pengajian itu malah sambil merokok. Akhirnya orang-orang yang tidak merokok merasa terganggu. Jangankan orang awam, para kyai yang seharusnya memberikan contoh yang baik juga banyak yang merokok sembarangan.

Keutamaan Haji

Haji merupakan salah satu ibadah yang dilaksanakan dalam rangka mencapai derajat taqwa. Prosesi perjalanan haji, hikmah dan keutamaannya biasanya dijabarkan dalam khutbah Idul Adha. Hal ini bertujuan untuk memberikan motivasi pada jamaah agar tergerak melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. Boleh juga memberikan inspirasi bagaimana banyaknya orang miskin yang berprofesi tidak bonafid bisa naik haji.

Seorang tukang jahit dan petani karet kecil yang dahulunya merupakan anak yatim piatu akhirnya bisa menginjakan kaki ke tanah suci dalam keadaan sehat wal afiat. Tanpa adanya bantuan dan kuasa Allah Swt, semua itu tidak akan bisa terjadi. Yati dan suaminya yang berkurban itu pun insyaaallah akan naik haji dengan kuota haji khusus. Biayanya ditanggung oleh orang lain. Ini juga merupakan kuasa Allah Swt.

Ajakan Berkorban dan Berkurban

Idul adha juga dikenal dengan sebutan hari raya kurban. Kenapa? Karena pada hari itu umat islam yang memiliki kelebihan rezeki diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban. Menurut sebagian ulama ibadah kurban merupakan refleksi atau simbol bahwa umat islam harus menyembelih atau menghilangkan sifat-sifat hewani yang ada dalam dirinya, seperti sifat rakus, tamak, egois dan lain sebagainya.

Ajakan berkorban ini biasanya diawali dengan uraian mengenai sebuah peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan putra kesayangannya Nabi Ismail.  Sebuah ujian berat yang diberikan Allah padanya. Untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keyakinan dan keimanan Nabi Ibrahim kepada Allah Swt. Allah memerintahkannya agar menyembelih Ismail anak yang sangat disayanginya. Sungguh sebuah pilihan yang sangat berat.

Namun, ternyata Nabi Ibrahim berhasil melewati ujian tersebut. Keimanan dan kecintaannya pada Allah telah menguatkan hatinya agar mampu melewati ujian tersebut. Demikian juga dengan Ismail. Didikan keimanan yang diberikan oleh Nabi Ibrahim, membuatnya tumbuh menjadi pemuda yang kuat keimanannya. Sehingga ia menjadi penguat hati Ayahnya untuk menjalankan perintah Allah, walaupun itu bertentangan dengan kehendak hatinya.

Ibrahim dan Ismail merupakan refleksi kekuatan iman, keyakinan, keteguhan hati dan kemampuan untuk menyembelih nafsu hewani dalam diri. Peristiwa itulah yang kemudian diabadikan oleh Allah dalam Al quran, dan menjadi ibadah tahunan bagi umat islam untuk mensucikan jiwanya dalam ibadah kurban.

Doa
Doa adalah otaknya ibadah. Setiap ibadah yang dilakukan oleh ummat Islam merupakan bentuk ketundukan dan penyerahan diri pada Allah. Dalam khutbah Idul Adha, doa dirangkum dalam khutbah kedua Idul Adha. Demikian juga dengan khutbah lainnya. Khutbah kedua Idul Adha disampaikan setelah khutbah pertama selesai dibacakan. Dan biasanya khutbah kedua ini lebih pendek dari pada khutbah pertama.

Speak Your Mind

*