Kiat Liburan Sekolah : Siapkan Koran Bekas

Ilustrasi Kiat Liburan Sekolah
Anda punya jiwa wirausaha? Anda bosan dengan keluhan anak Anda tentang liburan yang itu-itu saja. Mungkin sudah saatnya Anda mencoba mengajak anak Anda untuk berwirausaha mengisi waktu liburan sekolah. Yang murah saja, dan cari bahan baku yang mudah didapat dan tidak menguras kantong. Kalau perlu semua bahan-bahan sudah tersedia di rumah Anda. Selanjutnya, ajak anak-anak memulai satu usaha yang mungkin akan menjadi satu inspirasi bagi mereka dikemudian hari.

Karya dari Koran Bekas

Kali ini bahan dasarnya adalah Koran bekas, jika selama ini, kita seringkali membuang secara percuma sampah-sampah kertas yang sudah tidak terpakai lagi atau koran banyak bertumpuk di rumah Anda, tolong jangan dibuang dulu. Mungkin bisa jadi suatu saat nanti koran-koran atau kertas-kertas tersebut sangat bermanfaat untuk sesuatu hal yang tidak Anda duga-duga sebelumnya. Dan yang lebih utama lagi, mampu menambah penghasilan Anda di rumah. Yang diperlukan memang sebuah kreativitas.

Mungkin jika Koran-koran bekas itu Anda jadikan bisnis sampingan, Anda bisa membuat asumsi omzet penjualan. Misalnya dari sebuah koran bekas Anda ingin membuat 1 buah gantungan kunci, gantungan tersebut bisa dijual dengan harga sekitar 5 ribu (tergantung besar kecilnya gantungan), hiasan dinding sekitar 10 ribu, hiasan nama 15ribu, nah dari itu semua bisa Anda hitung sendiri berapa omzetnya jika bisa menjual sampai beberapa buah. Tentunya jika dibuat laba-ruginya dengan bahan-bahan yang lain.

Tidak usah muluk-muluk ingin mendapat penghasilan yang besar, jalankan saja dulu usaha ini dengan cara yang santai, sembari mengajarkan anak Anda cara membuatnya. Siapa tahu dari kerajinan anak Anda tersebut, Anak Anda bisa mempromosikannya pada kawan-kawan di sekolahnya. Yang namanya usaha memang tidak boleh memikirkan kegagalan terus. Kalaupun nantinya tidak laku, barang yang sudah dibuat itu bisa dipakai sendiri. Lihat berapa lama bisa bertahan. Berapa kuatkah gantungan kunci tersebut.

Semua itu diamati sehingga bisa menjadi tambahan informasi untuk para calon konsumen. Sekarang ini dengan semakin susahnya mencari uang, orang sudah mulai berpikir untuk mengeluarkan uang bagi barang yang tidak tahan lama. Mereka akan berpikir berapa lama, berapa kuat, dan bisa dipakai untuk apa lagi. Kalau dahulu ketika semua masih murah, orang bahkan berpikir makna dan perlambang sehingga banyak sekali bentuk-bentuk yang terlihat tidak ada artinya tetapi tetap saja dibeli atau dibuat.

Lihatlah rumah yang dibangun 20 tahun yang lalu. Rumah itu terlihat penuh sekali. Perabotan dan dekorasinya juga sangat penuh. Berbeda dengan zaman sekarang. Selain bentuk dan luas rumah yang semakin sempit, orang mulai berpikir fungsi ganda yang bisa diberikan oleh benda yang mereka miliki. Contohnya prakarya dari koran bekas itu. Kalau hanya melihat dari segi kreativitas, mungkin menarik. Tetapi kalau tidak ada fungsi yang bisa dimanfaatkan, mungkin orang tidak akan membelinya. Pengetahuan tentang hal ini perlu juga diberitahukan kepada anak.

Dengan pengetahuan seperti itu, anak-anak yang akan digiring menjadi seorang pengusaha akan berpikir logis dan cermat agar mereka tidak melakukan hal yang sia-sia yang tidak akan dilirik oleh para pembeli. Siapa tahu juga, dari perbincangan anak, akan berujung pada pembicaraan yang serius antar orangtua. Dan selebihnya Anda bisa membuat sebuah kelompok usaha yang melibatkan orangtua siswa dan anak-anaknya. Seru kan?

Untuk promosi usahanya, Anda bisa dengan menitipkan hasil kerajinan tangan tersebut tersebut pada toko-toko alat tulis terdekat, atau jika masih merasa kurang percaya diri, cukup menitipkannya pada warung-warung di sekitar kompleks rumah. Perhatikan dalam berapa hari barang habis. Kalau dua minggu atau satu bulan tidak ada yang laku, namanya tidak menarik. Tarik saja barang tersebut dan pakai sendiri atau berikan dengan cuma-cuma kepada kenalan. Siapa tahu setelah diberikan secara gratis, bisnis malah berjalan dengan lancar.

Ide juga berdatangan sehingga semakin serius dalam melakukan bisnis satu ini. Bagaimana, Anda tertantang untuk merealisasikan kreatifitas Anda? Dan ingin menjadikan liburan sekolah menjadi liburan yang penuh makna dan bermanfaat bagi anak Anda? Silahkan coba tips berikut:

1. Siapkan kertas-kertas/ Koran-koran bekas yang sudah tidak terpakai. Anda bisa berlomba-lomba dengan anak Anda untuk mengumpulkannya. Kegiatan yang mengasyikan bukan?

2. Anda bisa mengajarkan anak Anda untuk merobek-robek kertas menjadi bagian-bagian kecil.

2. Lalu ajarkan anak Anda mencampurkan robekan kertas itu dengan air secukupnya lalu blender sampai halus. Selama memblender kertas, usahakan awasi kegiatan ini kalau perlu temani buah hati Anda. (jika tidak yakin dengan keamanannya, Anda bisa mengajari anak Anda menumbuk kertas ini dengan syarat harus sampai halus, jika tidak bahan tidak dapat dibentuk dengan baik).

3. Jika sudah selesai campurkan dengan lem PVA, aduk merata. Selama kegiatan ini, tetap awasi kegiatan anak Anda, kalau perlu bantu untuk tahap proses awalnya.

4. Bentuk bubur kertas itu sesuai keinginan. Anda bisa mencari referensi untuk bentuk-bentuk kertas di banyaknya buku-buku prakarya yang dijual di toko buku terdekat.

5. Setelah itu tunggulah sampai kering.

6. Jika sudah kering, beri warna dengan menggunakan cat minyak, cat akrilik, cat emulsi ataupun cat poster. Atau kalau mau mencari cara aman untuk anak Anda, Anda cukup membuat menghiasnya dengan cat air yang aman untuk anak-anak.. akan tetapi biasanya yang terbaik adalah cat akrilik karena cepat kering dan warnanya bagus,

7. Tunggu sampai kering, lalu lapisi dengan vernis agar mengkilap. Untuk bagian ini anak Anda tidak perlu melakukannya. Cukup Anda saja.

8. Jadilah kerajinan tangan buatan anak Anda.
Tips : jika ingin bentuk yang lebih rapi, gunakan cetakan agar-agar untuk membuatnya. Bagaimana, tertantang?

Aktivitas Lainnya

Liburan masih panjang dan anak-anak biasanya terlihat bosan. Biarkan mereka bermain sesuka hatinya sepanjang hari. Malamnya ajak mereka berdiskusi apa yang bisa dilakukan. Yang mungkin sangat sulit terlaksana ketika tidak liburan adalah mengunjungi sanak saudara. Lalu buatlah silsilah keluarga sebelum mengunjungi mereka. Mengingat kemajuan teknologi saat ini. Orang lebih senang berkomunikasi dengan cara canggih tanpa harus bertatap muka.

Padahal bertemu secara langsung itu merupakan sesuatu yang indah. Ajak anak membeli oleh-oleh yang kira-kira disenangi oleh orang yang akan dikunjungi. Buatlah anak untuk aktif bertanya kepada keluarga yang dikunjungi itu terutama tentang sejarah keluarga. Biarkan anak memahami dari mana ia berasal dan siapa saja yang masih mempunyai pertalaian saudara dengan dirinya. Bila ada saudara yang mempunyai bisnis, malah akan lebih baik lagi.

Apalagi bisnis itu cukup maju. Anak-anak akan termotivasi untuk melakukan bisnis sejak kecil karena melihat ada paman atau kakeknya yang terlihat mapan dengan usaha mereka. Selain ke sanak saudara, kunjungilah beberapa tempat yang mungkin akan memberikan pandangan yang berbeda kepada anak-anak. Misalnya, safari masjid dan sambil membersihkan masjid. Kegiatan ini sudah tentu akan memberikan arti yang cukup luar biasa kepada anak.

Mereka mungkin akan merasa kurang berminat pada awalnya. Tetapi ketika mereka mulai merasa bahwa kegiatan tersebut mempunyai nilai positif, mereka akan melakukannya lagi tanpa harus diperintahkan. Hidayah itu berasal dari Allah Swt. Orangtua hanya butuh mengarahkannya saja. Tentunya dengan harapan bahwa kelak anak akan menjadai anak yang mulia yang sayang dengan masjid.  Apalagi ketika mereka pergi  keluar kota dan melihat masjid yang kotor, mereka akan segera membersihkannya.

Ikut kegiatan mencuci mukena di mushola umum. Kegiatan ini mungkin sederhana. Tetapi inilah salah satu kegiatan yang sangat positif. Tidak banyak orang yang peduli dengan kebersihan mukena di tempat umum. Kalau ada yang peduli, maka orang-orang yang sering menggunakannya pasti akan senang dan paling tidak akan mengucapkan terima kasih kepada yang telah berjasa membersihkannya.

Latihan Menulis

Kegiatan lain selama liburan yang akan memberikan manfaat adalah mengikuti pelatihan menulis atau pelatihan lainnya. Kalau tidak menemukan lembaga atau tempat kursus, datangilah seorang penulis yang dekat dengan rumah. Mintalah sang penulis mengajarkan bagaimana cara menulis. Caranya undanglah beberapa orang anak ke rumah dan undang jug asang penulis. Jangan lupa untuk memberikan bingkisan atau uang kepada sang penulis kalau ia tidak memberikan tarif.

Speak Your Mind

*