Kisah Anak Koin di Pelabuhan Merak

Ilustrasi anak koin di pelabuhan 

“Lemparkanlah uang koin (logam) Anda ke laut. Maka, Anda akan mendapatkan hiburan”. Mungkin itulah semboyan anak-anak berusia belasan yang ada di sekitar pelabuhan. Mereka biasa disebut¬†anak koin di pelabuhan.

 

Tak terkecuali di Pelabuhan Merak, Banten. Demi uang recehan, mereka rela terjun dari atas dek kapal yang bersandar sebelum memberangkatkan penumpang. Uang yang dilempar akan cepat ditangkap dengan cara menyelam tanpa alat bantu.

 

Setelah berhasil ditangkap, uang tersebut akan ditunjukkan kepada si pelempar. Inilah yang, mungkin, manjadi daya tarik bagi sebagian penumpang.

 

Si pelempar uang pun ketagihan. Sementara, si anak-anak koin itu pastinya kegirangan. Penghasilannya akan bertambah, meski setiap saat nyawa mereka terancam.

 

Sisi Hiburan

 

Apa yang menyebabkan para penumpang kapal merasa terhibur dengan aksi anak koin yang bekerja penuh risiko itu?

 

Ibarat menonton film horor, aura seramnya itulah hiburannya. Rata-rata, penumpang terpukau dengan gaya berenang mereka. JIka dilihat dari atas kapal, anak-anak koin yang berebut uang logam itu terlihat seperti katak yang berebut makanan.

 

Selain itu, ada juga yang kagum dengan kemampuan mereka menahan napas ketika menyelam dalam waktu yang lama. Kerena itu, mereka layak diberi uang logam lagi dan lagi. Dan, itu artinya sama-sama menguntungkan bagi kedua pihak.

 

Cara Menyimpan Uang

 

Pada musim mudik lebaran atau hari-hari libur, akan banyak penumpang kapal yang melemparkan uang koinnya. Tentu saja, ini membuat anak-anak koin kerepotan dalam menyimpan uang tersebut.

 

Biasanya, solusi yang mereka tempuh adalah dengan cara memasukkan sejumlah uang logam yang berhasil dikumpulkan ke dalam mulut. Sehingga, mulut mereka akan menggembung saat muncul kembali ke permukaan.

 

Penghasilan

 

Tidak selamanya mereka mendapatkan uang banyak. Semuanya bergantung dari penumpang serta kemahiran mereka berenang. Selain itu, mereka pun harus bersaing dengan sesama anak koin yang jumlahnya semakin hari semakin banyak.

 

Biasanya, omset jika sedang sepi berkisar antara 3 ribu rupiah. Namun, jika sedang ramai penumpang, misalnya hari lebaran, tahun baru, dan hari-hari libur lainnya, anak-anak koin itu bisa mengantongi recehan hingga mencapai 100 ribu rupiah.

 

Berisiko dan Sebuah Ironi

 

Dalam setiap pekerjaan, selalu ada saja risikonya. Profesi apa pun itu. Apalagi, bagi anak-anak koin di pelabuhan ini. Risiko yang sangat mengancam adalah terpeleset saat meloncat. Atau, kepala atau badan menghantam badan kapal yang terbuat dari besi itu.

 

Lebih sadis lagi, ancaman tersedot baling-baling kapal, yang pastinya akan menghancurkan tubuh mereka. Semua itu selalu mereka sadari. Mereka pun tahu kalau bahaya selalu mengintai. Namun, selalu alasannya sama, “Tak ada pilihan lain.”

 

Di alam yang serba sulit untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak ini banyak membuat orang akan melakukan segala daya dan upaya untuk bekerja dan mendapatkan uang. Termasuk seperti apa yang telah dilakukan oleh sekumpulan anak yang berada di pelabuhan Merak Banten ini.

 

Mereka seakan bekerja dengan mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk mendapatkan uang yang tak seberapa. Uang tersebut dilemparkan oleh para penumpang kapal. Seketika uang itu dilemparkan maka seketika itu pula para anak koin akan memasukan tubuhnya ke dalam dinginnya air laut dan mengejar uang yang dilemparkan itu.

 

Sejenak mata kita akan dibawa oleh kepiawaian kumpulan anak ini dalam berenang dengan sekejab mata dan menyelam ke dalam air lalu mengambil dengan secepat kilat uang yang telah dilemparkan. Banyak penumpang yang akan berdecak kagum akan apa yang telah dilakukan oleh si anak tadi. Mereka telah mengambil uang yang telah dilemparkan tadi dan seketika itu juga segera keluar dari air dengan membawa uang yang telah didapatkan.

 

Namun apakah hanya itu yang terlihat dari fenomena anak keberadaan anak koin ini? tentu saja tidak demikian saja. justru fenomena anak koin ini adalah sebuah fenomena yang bisa disebut sebagai fenomena gunung es karena menyangkut akan banyak hal.

 

Jika kita bertanya kepada beberapa anak yang telah beberapa waktu menjadi anak koin ini, apa tujuan mereka untuk berani-berani berenang dan menyelam ke dalam air dan mengambil uang yang dilemparkan penumpang? Tentu saja jawaban polos yang akan keluar dari semua mulut mereka adalah karena memang mereka membutuhkan uang itu. Karena memang apa yang mereka lakukan adalah untuk membentu perekonomian keluarga mereka yang tak berada di dalam keadaan yang mapan.

 

Faktor ekonomi inilah yang menjadi dasar akan keberadaan anak koin ini. apa yang mereka lakukan adalah sebuah upaya untuk dapat bertahan diri di antara sulitnya kehidupan. Apa yang mereka lakukan adalah sebuah pekerjaan yang dianggap dapat untuk menghasilkan uang atau paling tidak membantu orang tua mereka agar mereka tak sampai minta uang jajan kepada orang tua. Karena mereka tahu bahwa keadaan orang tua mereka tak akan bisa untuk mencukupi atau memenuhi kebutuhan mereka atau ketika mereka meminta uang jajan.

 

Inilah sebuah upaya nyata yang dilakukan oleh anak koin ini. upaya nyata untuk memperoleh uang walaupun dengan mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Ada beberapa kejadian dimana si anak koin mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mereka luka ataupun bahkan ada yang sampai meninggal.

 

Hal ini dapat terjadi karena memang apa yang mereka lakukan adalah sebuah hal yang berdekatan dengan bahaya. Apa yang mereka lakukan adalah mempertaruhkan nyawa mereka. Mereka telah berenang dengan menyelam di dekat kapal yang sedang menepi tanpa memeiliki pengetahuan yang pasti tentang kapan waktunya kapal akan berangkat.

 

Ada satu kisah dimana sada seorang anak koin yang sedang berenang dan menyelam di laut untuk mengambil uang yang dilemparkan oleh seorang penumpang. Tanpa ia sadari ia menyenggol baling-baling kapal dan terluka.

 

Inilah salah satu contoh nyata bahwa apa yang sebenarnya dilakukan oleh kebanyakan anak koin ini adalah sebuah hal yang membahayakan bagi diri mereka. Dan kalaupun bisa seharusnya ada pihak yang mau untuk menghentikan apa yang mereka lakukan karena akan membahayakan jiwa mereka.

 

Namun kita tahu bahwa sampai pada hari ini masih belum ada pihak yang mempunyai itikad yang baik untuk menghentikan mereka. Banyak pihak yang memaklumi apa yang telah dilakukan oleh anak koin ini. karena memang apa yang mereka lakukan adalah untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sendiri dan apa yang telah mereka lakukan sudah dianggap sebagai sebuah mata pencaharian.

 

Beberapa pihak yang tak mampu untuk menghentikan apa yang telah dilakukan oleh anak koin ini bisa jadi karena memang mereka tidak atau belum memiliki jalan keluar sebagai pengganti apa yang sudah dilakukan anak koin di sana. Mereka belum dapat untuk membantu anak koin ini mendapatkan sebuah usaha nyata untuk mencukupi kebutuhan mereka. Sehingga merekapun membiarkan keberadaan anak koin yang mengandung ironi kehidupan ini.

 

Lalu siapa sebenarnya yang harus menghentikan? Atau siapa sebenarnya yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membantu anak koin ini dalam hal ekonomi sehingga mereka tidak sampai melakukan apa yang mereka lakukan saat ini?

 

Jawabannya adalah pemerintah kita. Pemerintah mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengurusi segala urusan rakyatnya. Karena memang itu adalah tugas mereka dan mereka telah dipilih untuk melakukan hal ini.

 

Pemerintah juga memeiliki tugas untuk membantu perekonomian rakyatnya termasuk anak koin dan keluarganya. Anak koin melakukan apa yang mereka lakukan karena mereka mempunyai keinginan untuk membantu perekonomian keluarganya. Kita tahu bahwa masalah ekonomi adalah sebuah masalah pelik yang mendera negara kita dan sudah menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi para pemegang tampuk kepemimpinan. Terlepas dari masalah ekonomi adalah masalah yang pelik yang belum terselesaikan, adalah tugas pemerintah untuk menyelamatkan nasib dari anak koin ini. mereka adalah generasi muda bangsa ini yang masih harus mengejar cita dan asa mereka. Mereka juga adalah sosok penerus bangsa dimana masa depan negara ada di pundak mereka.

 

Itulah yang harus dilakukan oleh pemerintah. Sebuah tindakan nyata untuk dapat mengatasi permasalahan mengenai anak koin ini. agar anak koin lebih dapat untuk menggunakan waktu, tenaga dan pikiran mereka untuk belajar dan belajar guna menjadi generasi penerus bangsa yang bermutu. Inilah kisah anak koin di pelabuhan Merak Banten yang dapat kita ambil nilai dan hikmahnya.

Speak Your Mind

*