Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara

Ilustrasi kumpulan cerita rakyat nusantaraBegitu banyak Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara hingga Anda perlu mengejar sekedar bertanya, versi siapa? Karena di nusantara ini, baik dulu hingga sekarang, pencerita tidak pernah kehabisan bahan. Semua cerita rakyat nusantara, membentang bergunung-gunung dari ujung Timur hingga Barat, yang perlu di lakukan adalah sedia mengkompilasikannya dalam bentuk kumpulan yang rapih.  Memang mengumpulan dan membukukan kumpulan cerita rakyat nusantara , adalah perkara super hebat, yang hanya bisa dilakukan orang orang hebat nan berjasa tiada tara. Tapi toh masih saja terdapat beberapa nama super hebat itu, yang mampu melakukannya. Mereka di antara pihak sinting yang senang mengumpulkan kumpulan cerita rakyat nusantara , dalam segala jenis detil tersendiri. Mau yang folklor, mau yang dongeng, mau yang anekdot, mau yang kisah kota, dan segala jenisnya. Ambil saja contoh Haryoto Kunto, yang bukan main dari mana, dan bagaimana caranya dia bisa menulis buku tentang Kota Bandung, Wajah Bandoeng Tempo Doeloe. Di dalamnya jelas cerita rakyat yang bejibun banyaknya. Jumlah halamannya setebal pintu brangkas bank besar, dan sekali lagi bagaimana caranya orang itu bisa mengumpulkan kisah tentang Kota Bandung di masa lalu secara sangat detil.

Cerita Rakyat Bukan Hanya Dongeng

Tidak kalah dengan Haryoto Kunto, adalah Alwi Shahab, seorang wartawan senior, seorang pemerhati budaya, yang pernah menuliskan buku kisah kota Jakarta, dari sudut pandang rakyat. Dan menjadi salah satu penulis yang mengisi kasanah kumpulan cerita rakyat nusantara. Tentu saja sudah saya sebutkan sebelumnya kumpulan cerita rakyat nusantara bukan hanya kumpulan dongeng anak, lagenda, dan sejenisnya, melainkan pula fakta yang berkembang di masyarakat sendiri.  Ambil contoh tulisan bang Alwi Shahab, bila Anda bisa bingung apa sebenarnya cerita rakyat itu. Dikutip dari Republika – Minggu, 09 Desember 2007. Berjudul  ‘Kota Hantu’ Batavia

“Couperus, seorang pendatang dari Belanda, begitu turun dari kapal di pelabuhan Sunda Kalapa pada 1815 menyaksikan bahwa Batavia yang sebelumnya mendapat predikat ‘ratu dari timur’ telah berubah seolah-olah merupakan kota hantu.

Lalu dia menjelajahi Princenstraat yang kini telah menjadi Jl Cengkeh, sebelah utara Kantor Pos, Jakarta Kota. Dia mendapati beberapa gedung di kota tua telah dihancurkan rata dengan tanah termasuk Istana Gubernur Jenderal, gedung yang cukup megah ketika itu.

Penghancuran itu dilakukan oleh gubernur jenderal Willem Herman Daendels pada tahun 1808 ketika memindahkan pusat kota ke Weltevreden (Gambir dan Lapangan Banteng) yang jaraknya sekitar 15 km selatan kota tua. Pemindahan dilakukan karena pusat kota di tepi pantai itu telah menjadi sarang penyakit. Ada yang menyebutkan ‘kuburan’ orang Belanda.

Padahal, sebelumnya Princenstraat dengan jalannya yang memanjang merupakan daerah elite orang-orang Belanda. Di sini terdapat gedung-gedung mewah yang merupakan bagian kota Batavia yang paling indah. ”Mereka membangun rumah-rumah di tepi parit dan kanal Tigergrach (kanal harimau), berpagar tanaman rapi berupa pohon kenari di kiri kanan, melebihi segala-galanya yang pernah saya lihat di Holland,” tulis Couperos.”

Nah, itulah sebagian cuplikan yang menggambarkan dengan persis apa itu cerita rakyat. Bisa kisah riil, dan bukan semata lagenda fiktif. Boleh pun yang riil itu ternata berisikan praduga semata. Tapi praduga yang mengakar kuat, dan lantas menjadi semacam bagian dari usage nya masyarakat itu sendiri. Dan bilamana ada kumpulan cerita rakyat nusantara, kisah di atas telah menjadi bagiannya.

Kali ini Baru Dongeng

Nah. Yang kali ini baru dongeng, Penulis ambil contoh satu. Kumpulan cerita rakyat nusantara dalam bentuk dongeng dongeng.

“Sangkuriang pun kesal. Gagalnya pekerjaan itu membuat ia tidak dapat meminang Dayang Sumbi. Akhirnya, bendungan yang sudah hampir selesai itu ia jebol. Banjir besar pun melanda seluruh desa, sedang perahu besar yang sudah jadi pun ia tendang sehingga terlempar jauh dan terbalik.

Perahu besar yang terbalik itu lama kelamaan menjadi sebuah gunung. Gunung itu diberi nama Tangkuban Perahu yang berarti perahu yang terbalik. Hingga kini, gunung itu masih dapat dinikmati keindahannya di daerah Jawa Barat yang merupakan salah satu objek wisata.”

Itulah salah satu cuplikan cerita rakyat yang diambil dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara(Wahyu Media, 2008) yang disusun oleh Sumbi Sambangsari. Buku dengan ketebalan 284 halaman ini berisi 67 cerita rakyat yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia, mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua Barat.

Aktivitas bercerita, bagaimanapun tidak lepas dari pendidikan keluarga, yaitu dari orang tua kepada anaknya. Hal ini pun sejalan dengan penelitian beberapa pakar pendidikan, dimana cerita dapat membantu membentuk kepribadian anak.

Salah satu cara untuk menasihati anak dan berkesan tidak menggurui atau memaksa adalah melalui cerita rakyat atau dongeng. Hal ini cukup efektif karena anak akan mampu menyerap dengan mudah gambaran tentang baik dan buruknya sesuatu hal melalui isi sebuah cerita. Inilah sepertinya yang ingin diberikan oleh buku ini Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara.

Hikmah atau Pesan Moral

Cerita-cerita rakyat yang ada pada buku kumpulan cerita rakyat nusantara ini meliputi legenda, mitos, fabel, dongeng, epos, dan sejarah. Menurut prakatanya, cerita-cerita dalam buku ini mengandung hikmah dan pesan moral yang dapat diambil dan dijadikan pelajaran bagi anak seperti nilai kejujuran, kesalehan seseorang, mencintai sesama makhluk Tuhan, kisah kepahlawanan, anak durhaka yang celaka, kesabaran dan pengorbanan seorang pemimpin, ketulusan cinta kasih ibu kepada anak, kerugian orang yang sombong, dan lain-lain.

Seperti cuplikan cerita tentang Sangkuriang di awal tulisan ini, berasal dari cerita rakyat Jawa Barat yang diberi judul “Sangkuriang dan Dayang Sumbi” juga memiliki hikmah atau pesan moral di akhir ceritanya.

Yaitu, berbuatlah jujur ketika hendak melakukan sesuatu. Sebab, kejujuran akan mendatangkan kebaikan, sedangkan kebohongan akan memunculkan kerugian atau musibah bagi diri sendiri maupun orang lain.

Buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara ini dikemas dengan begitu menarik. Selain gaya bertuturnya yang enak dibaca, juga dilengkapi dengan ilustrasi berwarna yang begitu bagus.

Bagi orang tua yang ingin mendongeng dengan buku kumpulan cerita rakyat nusantara ini, tentu akan lebih menyenangkan karena anak-anak akan senang memperhatikan gambar-gambarnya yang menawan. Apalagi dengan permainan warna yang beraneka ragam, khas warna kesukaan mereka.

Tak lupa, penerbitnya juga mewanti-wanti pada prakata buku berukuran 19,5 x 24,5 cm ini bahwa orang tua harus senantiasa menjelaskan kepada anak mengenai cerita-cerita yang konteksnya di luar nalar atau tidak masuk akal, bahwa itu semua merupakan dongeng semata.

Dan memang, mayoritas cerita rakyat yang ada pada buku kumpulan cerita rakyat nusantara ini adalah cerita yang belum tentu benar adanya, jadi harus bisa memandang dengan kritis, tidak mudah ambil rata seolah dapat ilham. Akan tetapi, semua itu hanyalah sebagai daya tarik agar anak bisa berimajinasi dengan baik dalam mencerna isi cerita. Tidak ada maksud untuk menyesatkan, karena itulah peran orang tua akan sangat berpengaruh.

Berbagai Pilihan Buku kumpulan cerita rakyat nusantara

Apabila Anda tertarik dengan aktivitas mendongeng, tidak ada salahnya untuk memiliki buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara ini.

Lalu, selami kedahsyatan cerita Atu Belah Ajaib, Legenda Danau Toba, Malin Kundang, Permusuhan Ayam Jantan dan Ikan Tongkol, Si Pahit Lidah, Legenda Pulau Kapal, Si Pitung, Nyi Loro Kidul, Lutung Kasarung, Timun Emas, Jaka Tarub, Roro Jonggrang, Legenda Danau Lipan, Kebo Iwa dan Danau Batur, Hiu Adodo, dan masih banyak lagi cerita rakyat yang menawan hati, serta tentu saja banyak mengandung hikmah dan pesan moral di dalamnya.

Speak Your Mind

*