Las Listrik – Proses Penyambungan Logam

Ilustrasi Las Listrik 

Dalam kehidupan moderen, hamper semua barang-barang sudah memiliki teknologi tinggi, tak bisa dibayangkan jika tidak ada las listrik sebagai penyambung antar partikel logam. Pengelasan memang merupakan sebuah proses penyambungan logam. Penyambungan logam ini bisa dilakukan dengan cara melakukan las media listrik yang didapatkan dari dua sumber energy, yaitu las tahanan listrik atau las busur nyala listrik.

Mengelas memang merupakan proses penyambungan antar logam. Pengelasan dilakukan dengan cara memanaskan masing-masing logam hingga logam mengalami panas dan titik leleh sehingga mudah untuk disambungkan. Pada awalnya, proses pengelasan menggunakan dari api yang didapat dengan cara membakar kayu dan arang.

Cara pengelasan ini disebut teknik las tempa. Cara ini tentu saja tak praktis karena terlalu banyak waktu yang terbuang hanya untuk menyambung sebuah logam saja. Selain itu, untuk mengelas diperlukan arang dan kayu dalam jumlah yang banyak.

Manusia memiliki kecerdasan tinggi dalam pengembangan ilmu dalam bidang apa pun. Termasuk dalam melakukan keahlian mengelas. Tahukah Anda, teknik pengelasan sudah dilakukan oleh manusia sejak 5000 tahun yang lalu. Ini dibuktikan dengan adanya peti jenazah seorang raja bernama Tutankhamen yang di dalamnya terdapat sambungan logam antar petinya. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, teknik pengelasan pun mengalami kemajuan.

Teknik Pengelasan yang Berkembang

Kemajuan teknik pengelasan seiring dengan ditemukannya energi listrik. Perkembangan las pun berawal dari las busur listrik, las tahanan, las thermit, las oksigen, las TIG, las busur berinti flux, las stud, las induksi, las elektron, las gesek, las busur plasma, las ultrasonik, las ledakan, hingga las laser. Penjelasan perjalanan beberapa masing-masing teknik pengelasan bisa dilihat dalam penjelasan selanjutnya.

1. Las busur listrik (electrik arc welding)

Pada 1885, Bernardes menemukan alat-alat peranti busur listrik atau electrik arc welding. Las busur listrik ini terdapat electrode carbon batangan. Dalam las busur listrik ini penggunaan electrode carbon batangan tidak menggunakan pembungkus serta memakai baterai. Baterai berfungsi sebagai sumber tenaga listriknya.

Sayangnya, kelemahan proses las menggunakan listrik ini karena menggunakan carbon menyebabkan proses oksidasi sangat tinggi. Hasilnya, las akan gampang berkarat. Akibatnya, las busur listrik tak lagi digunakan sebagai teknik pengelasan.

2. Las tahanan atau resistance welding

Fisikawan bernama James Joule menemukan las tahanan (resistance welding) pada 1877. Pada 1856, Joule melakukan eksprerimen dengan cara memanaskan dua btang kawat menggunakan aliran listrik. Selama berlangsungnya proses pemanasan, Joule menekan kedua kawat tersebut saling berkait. Ternyata saat proses pemanasan telah selesai, kedua kawat saling tersambung.

Kemajuan dan perkembangan las tahanan semakin pesat ketika banyak sekali diciptakan robot. Las tahanan dalam proses pengelasannya menitikberatkan pada aliran panas dan tekanan. Sebagai penyalur arus adalah electrode serta plat yang dibentuk sebagai pengelasannya. Seiring dengan kemajuan teknik pengelasan, las tahanan atau resistance welding membuahkan hasil beberapa macam teknik dan proses pengelasan, misalnya teknik las kilat atau flash welding pada 1920.

3. Las Thermit atau Thermit Welding

Perkembangan teknik pengelasan semakin pesat. Pada tahun-tahun selanjutnya ditemukan las thermit. Pada las thermit proses dan teknik pengelasannya dengan cara menuangkan logam cair pada masing-masing logam yang akan disambung sehingga setiap logam akan ikut menjadi cair. Saat masing-masing logam sudah membeku akan menyebabkan logam menjadi satu, sedangkan cairan panas yang dituangkan berfungsi sebagai penyambungnya.

4. Las Oksigen Acetylene (Oxygen Acetylene Welding)

Pada 1982, Thomas Leopard Wetson menemukan gas acetylene. Gas ini bersifat sangat mudah terbakar dan mudah meledak. Thomas Leopard mencampurkan gas acetylene dan oksigen. Campuran keduanya dalam takaran tertentu akan menyebabkan suhu yang sangat tinggi dan mampu melelehkan logam. Sementara itu, gas oksigen dihasilkan melalui pencairan udara. Cara ini pertama kali dilakukan oleh Brins bersaudara dari Perancis pada 1886.

Untuk melakukan pencampuran gas acetylene dan oksigen digunakan sebuah alat yang bernama brander. Alat ini ditemukan oleh Picord dan Fouche serta mulai digunakan sejak 1901. Penggunaan teknik las oksigen acetylene sangat lama sebelum akhirnya kelak orang-orang menemukan teknik las yang lebih mudah yaitu las menggunakan listrik.

5. Las Tungsten Inert Gas (Las TIG)

Electrode Tungsten ditemukan di Amerika pada 1941. Penggunaan tungsten inert gas menggeser penggunaan las acytlene dan oksigen. Proses teknik pengelasan ini lebih melindungi inti logam dan membuat logam lebih baik hasilnya. Teknik pengelasan ini pun dirasa cukup aman karena saat proses pengelasan terjadi, gas inti atau inert berfungsi sebagai pelindung. Gas tersebut akan disemburkan ke daerah logam yang dilas sehingga las akan terhindar dari proses oksidasi.

6. Las Busur Berinti Flux (Flux core arc welding)

Pada perkembangan selanjutnya, ditemukan las busur electrode gulungan yang memiliki pelindung lasan dengan bentuk serbuk. Agar dapat dipakai dalam berbagai posisi, pipa sengaja dibuat berlubang agar bisa menempatkan flux. Proses pengelasan ini jauh lebih murah daripada pengelasan las busur gas.

Pernak-Pernik Las Media Listrik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa las listrik ialah suatu proses menyambungkan antar logam dengan cara memanfaatkan tenaga listrik yang menjadi sumber panasnya. Teknik las media listrik yang menggunakan sumber energi panas ini terbagi menjadi dua. Las tahanan listrik serta las busur nyala listrik.

Pada teknik pengelasan las tahanan listrik merupakan proses pengelasan yang menggunakan cara dengan mengalirkan arus listrik pada bidang atau permukaan benda yang akan dilakukan proses penyambungannya. Selanjutnya, akan dilakukan proses penekanan agar kedua bidang atau logam menjadi berkaitan atau bersatu.

Las busur nyala listrik merupakan teknik pengelasan dengan sistem pengubahan, yaitu mengubah arus listrik ke panas yang berfungsi melelehkan atau membentuk cair permukaan sebuah benda atau bidang dengan memakai busur nyala listrik menggunakan media elektroda. Pengelasan yang dilakukan bisa menggunakan arus AC atau DC. Semua itu bergantung pada jenis mesin apa yang digunakan pada saat pengelasan terjadi.

Aman Saat Mengelas

Ketika melakukan proses pengelasan (misalnya teknik las listrik), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai sumber keamanan. Seseorang yang akan melakukan proses pengelasan biasanya akan dilengkapi berbagai peralatan keselamatan kerja, di antaranya sarung tangan dan sepatu las. Kedua benda ini berfungsi untuk melindungi tangan serta kaki dari percikan bunga api saat proses mengelas.

Beberapa perlengkapan dan peralatan untuk keselamatan kerja dalam proses pengelasan, antara lain:

1. Kacamata atau alat pelindung muka

Pelindung muka memiliki berbagai macam variasi. Namun, tujuan dari pelindung muka untuk melindungi mata dan juga muka. Menggunakan pelindung muka dan kacamata akan menghindarkan seseorang terkena percikan bunga api dan juga pancaran proses las itu sendiri. Pelindung muka sudah disertai dengna kacamata yang gelap. Kacamata untuk las listrik harus lebih gelap agar retina mata tidak merasa terlalu silau karena proses pengelasan.

2. Kacamata berwarna bening

Kacamata berwarna bening ini digunakan setelah proses pengelasan tahap awal sudah selesai. Ketika melakukan finishing, misalnya melakukan penggerindaan diperlukan juga pelindung mata. Penggunaan kacamata berwarna bening agar operator atau seseorang yang sedang melakukan proses pengelasan bisa melihat logam atau benda yang sedang dikerjakannya dengan jelas.

3. Resipator

Digunakan untuk menyediakan udara segar bagi si operator. Saat proses pengelasan akan terjadi gas karbondioksida yang banyak. Perlu oksigen segar yang harus selalu dihirup oleh operator. Oleh karena itu, penggunaan resipator sangat diperlukan saat proses pengelasan dilakukan.

Nah, itulah penjelasan mengenai las listrik. Semoga bermanfa

Speak Your Mind

*