Latar Belakang Perdagangan Internasional

Apa yang menjadi latar belakang perdagangan internasional? Apa yang menyebabkan orang-orang yang berbeda negara melakukan transaksi perdagangan? Pada kondisi apa pun, perdagangan itu terjadi karena adanya hukum saling membutuhkan. Hukum inilah yang membuat satu negara mengekspor bahan tertentu atau barang tertentu ke negara lain. Hubungan antarnegara itu akan berlangsung lama kalau di antara mereka ada hubungan saling menguntungkan.

Bila Tidak Saling Menguntungkan

Kalau dalam satu perdagangan internasional hanya satu pihak yang diuntungkan, maka pihak lain hanya akan menjadi pasar. Hal ini tentu saja tidak baik. Pihak yang tidak diuntungkan akan berusaha mendapatkan keadilan. Hal ini juga yang terjadi kepada Indonesia. Negara lain yang lebih diuntungkan tentunya harus memberikan sesuatu yang lebih kepada Indonesia agar produknya masih tetap bisa dijual di negara ini.

Pada saat kemerdekaan negara Indonesia baru diproklamirkan, negara ini tidak mempunyai dana untuk membangun. Kalau pada saat penjajahan Belanda, penggunakan trem sebagai alat transportasi telah digunakan dan rakyat biasa saja dengan alat transportasi itu. Tidak ketika Indonesia mulai menerima utang dari Jepang. Semua trem dan rel untuk trem dibongkar dan Jepang mendatangkan berbagai bentuk alat transportasi seperti sepeda motor dan mobil yang diproduksi oleh perusahaan Jepang.

Lalu mulailah rakyat Indonesia mengenal sepeda motor merek Honda, Suzuki, Yamaha, Kawasaki, dan lain-lain. Mobil-mobil merek Jepang juga mulai masuk ke Indonesia. Mobil-mobil seperti Toyota, Mitsubishi, daihatsu, dan lain-lain mulai merajai jalanan di Indonesia. Sedangkan ke Jepang, Indonesia mengekspor gas dan bahan baku lain yang dibutuhkan oleh Jepang dalam melancarkan semua produksi perusahaannya.

Jepang yang menjelma menjadi negara kaya dan negara industri itu memang cukup bergantung kepada Indonesia. Semakin hari semakin terasa kalau keadaan perdagangan Indonesia-Jepang, kurang seimbang. Latar belakang perdagangan kedua negara memang cukup unik dan pasti ada ketimpangan melihat betapa kuatnya Jepang bercokol di negeri ini. Barang-barang produk Jepang seakan menguasai hampir di semua lini kehidupan.

Barang-barang elektronik yang  ada di setiap rumah di tanah air ini hampir semuanya dari Jepang. Sedangkan barang-barang Indonesia masih cukup sedikit. Indonesia memang tidak bisa berkutik dan tidak mampu melakukan banyak hal karena pada awal pembangunan negeri ini telah dibantu oleh Jepang. Hingga sekarang pun, negara Jepang masih menjadi negara yang paling banyak memberikan utang kepada Indonesia.

Masih banyak lagi kisah yang sama dengan apa yang terjadi dengan Indonesia. Biasanya negara-negara jajahan akan melakukan hal yang sama. Pada akhirnya, negara yang dibantu itu akan menjadi pasar bagi barang-barang dari negara yang memberinya utangan atau yang memberikan bantuan konsultasi atau bantuan apapun. Tidak ada yang gratis dalam perdagangan internasional ini. Harus ada hubungan imbal balik yang dilakukan oleh kedua negara.

Tanpa adanya hubungan timbal balik, maka hubungan perdagangan internasional ini tidak akan terjadi. Tidak ada orang yang ada di dunia ini yang akan memberikan bantuan tanpa adanya imbalan.  Yang menjadi masalah adalah kalau negara yang dibantu tidak bisa bangkit dan akan selamanya menjadi kuli di negaranya sendiri. Tentu saja tidak ada yang mau hal ini terjadi. Oleh karena itulah harus ada alih teknologi.

Negara maju itu memberikan beasiswa kepada anak-anak bangsa yang mempunyai kemampuan untuk mempelajari teknologi yang telah digunakan di negaranya. Anak-anak bangsa ini akan disekolahkan sesuai dengan ilmu yang dibutuhkan di negerinya. Setelah ia menamatkan pendidikannya, ia harus kembali ke negara asalnya dan membangun negerinya dengan baik. Dari hubungan yang cukup adil ini, negara yang dibantu akhirnya bisa bangkit dan bisa mengekspor bahan yang lebih baik sehingga tidak hanya menjadi pasar bagi negara maju semata.

Latar Belakang

Bagaimana hubungan perdagangan itu dilakukan? Secara sederhana, hubungan perdagangan itu terjadi bila ada hubungan yang saling menguntungkan. Sebagai ilustrasi, misalnya Anda adalah seorang pedagang sembako di kota A, sedangkan teman Anda pedagang pakaian di kota B. Di kota A, tidak ada penjual pakaian. Mayoritas penduduk di kota A menjadi pedangang sembako karena dinilai lebih menguntungkan. Begitupun, di kota B. Karena kondisi alamnya yang tidak bersahabat, di kota tersebut jarang ditemukan pedagang sembako.

Kalaupun ada, kualitas sembako yang dijual tidak begitu baik. Lantas, apa yang terjadi selanjutnya? Sudah bisa ditebak bahwa A dan B akan melakukan transaksi perdagangan. A akan mengekspor sembako dan mengimpor pakaian, sedangkan B akan mengekspor pakaian dan mengimpor sembako. Interaksi antara A dan B tersebut disebut dengan perdagangan internasional. Mengapa? Karena sudah melewati batas-batas wilayah dan negara.

Mata uang yang digunakan pun bukan lagi mata uang negara masing-masing, melainkan mata uang yang berlaku secara internasional. Berdasarkan ilustrasi sederhana tersebut, bisa kita ketahui bahwa latar belakang perdagangan internasional adalah sebagai berikut.

Pertama, adanya perbedaan SDA (Sumber Daya Alam). Perbedaan sumber daya alam menjadi alasan utama mengapa dua negara melakukan perdagangan internasional. Perbedaan sumber daya alam berarti perbedaan jenis barang yang diproduksi. Bila jenis barang tersebut merupakan barang penting, sudah pasti akan terjadi perdagangan internasional. Sumber daya alam ini sangat penting bagi pembangunan di suatu negara.

Kedua, adanya perbedaan harga barang. Dalam ilustrasi tersebut, tidak dijelaskan bahwa perbedaan harga barang bisa menyebabkan timbulnya perdagangan internasional. Namun, alasan perbedaan harga barang memang benar adanya. Bisa saja terjadi kondisi harga barang di dalam negeri lebih mahal dibanding harga barang di luar negeri sehingga para pedagang dalam negeri mengimpor barang dagangan dari luar negeri untuk memperoleh keuntungan lebih banyak.

Ketiga, adanya perbedaan kualitas. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagai konsumen kita menginginkan kualitas barang bagus. Bila di dalam negeri tak tersedia kualitas barang yang bagus, kita akan berlari ke luar negeri. Itulah yang terjadi saat ini. Sebagian besar penduduk Indonesia lebih mencintai produk luar negeri daripada dalam negeri karena salah satunya memang masalah kualitas.

Keempat, adanya keinginan untuk memperluas pasar di luar negeri (ekspansi). Latar belakang perdagangan internasional yang lainnya adalah untuk ekspansi pasar. Sebagai contoh, salah satu restoran cepat saji yang berasal dari negeri Paman Sam membuka cabang di Indonesia tak lain dan tak bukan adalah untuk memperluas pasar mereka di Indonesia.

Asosiasi Internasional

Beberapa hal tersebut adalah hal-hal  yang berkaitan dengan latar belakang pada perdagangan internasional. Namun, pada dasarnya, kerja sama antara dua negara dalam bentuk perdagangan internasional bisa terjadi karena perbedaan. Perbedaan membuat dua negara saling berinteraksi. Interaksi ini juga yang akhirnya melahirkan berbagai asosiasi tingkat internasional termasuk juga zona-zona ekonomi internasional.

Adanya ASEAN tidak semata untuk hubungan politik atau hubungan saling menguntungkan antarnegara di Asia Tenggara. Hubungan tersebut juga menyangkut urusan ekonomi dan perdagangan pada umumnya. Jangan heran kalau ada pemikiran tentang mata uang bersama seperti yang diterapkan di zona Eropa. Indonesia sangat aktif dalam organisasi seperti ini. Kini bahkan ASEAN telah bekerja sama dengan negara-negara lain seperti Amerika, Cina, Rusia, dan Korea Selatan.

Kerja sama itu bukan hanya untuk memperkuat zona ekonomi namun juga zona perdamaian. Adanya persaingan bisnis antara Cina dan negara-negara kaya lainnya, ternyata mau tidak mau menarik negara-negara lain seperti Indonesia ke dalamnya. Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang banyak ini seperti bunga indah nan harum yang siap dipetik. Indonesia menjadi rebutan.

Pangsa pasar sangat penting bagi semua negara. Orang luar negeri pun banyak yang berinvestasi di negara dengan julukan jamrud di khatulistiwa ini. Sumber daya manusia yang belum terlalu bagus juga menjadi bagian dari tujuan perdagangan. Sangat mudah menarik hati orang Indonesia. Buktinya K-Pop telah mempengaruhi budaya anak muda Indonesia. Pakaian yang semakin terbuka dan barang-barang yang berbau Korea lainnya.

Perdagangan Indonesia-Korea yang masih memberikan keuntungan kepada Korea, membuat negeri ini mencoba bangkit dan membuat perjanjian baru. Berbagai cara dilakukan agar Indonesia bisa menjadi bagian dari kekuatan ekonomi dunia. Indonesia kini masuk ke dalam G-20. Itu artinya pendapatan per kapita bangsa ini cukup bagus.

Speak Your Mind

*