Lebih Mengenal Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Ilustrasi stanSampai sekarang, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) masih menjadi kampus favorit di Indonesia. Tentu saja karena selain gratis (dulu bahkan mendapat uang saku), ada jaminan akan bekerja di lingkungan Departemen Keuangan sesudah lulus nanti. Kuliah murah, kalau lulus jadi PNS. Tidak bisa dipungkiri itulah mimpi sebagian besar pemuda Indonesia.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), adalah perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara bertujuan mendidik mahasiswa supaya memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang akuntansi dan keuangan sektor publik, dan mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pegawai negeri yang berdisiplin kuat, berakhlak tinggi, dan penuh dedikasi.

Sejarah STAN

STAN yang ada sekarang telah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Dulu, pada masa-masa awal kemerdekaan, pemerintah RI merasakan banyak sekali kekurangan tenaga ahli yang bisa mengelola dan mengatur keuangan negara. Karena kesulitan inilah, akhirnya pemerintah RI melalui departemen keuangan melakukan kaderisasi dengan mengirimkan karyawan-karyawannya untuk mengikuti berbagai kursus keungan di luar negeri.

Tetapi, selain itu juga kursus dan pendidikan dilakukan di kalangan internal departemen keuangan sendiri. Sejarah pendidikan STAN cukup panjang hingga menjadi STAN seperti sekarang ini.

Beberapa kursus-kursus dan pendidikan tinggi adalah Ajun Akuntan Negara dan Ajun Akunta Pajak pada 1952, Kursus Shabatan Adjun Akuntan (KDAA) pada 1953, Akademi Pajak dan Pabean (AP2) pada 1957, Kursus Theasuri Negara pada 1958, Kursus Djabatan Pembantu Akuntan (KDPA) pada 15 Oktober 1959, Akademi Pajak dan Peran dibubarkan kemudian lahir STIKN (Sekolah Tinggi Keuangan Negara). Lembaga kursus tersebut berdiri sebelum STAN.

Pada awal pembentukkannya, STAN memiliki empat spesialisasi yaitu Akuntansi, Pajak Umum, Bea Cukai dan Kebendaharaan Umum dengan masa pendidikan lima tahun.

STIKN lahir melalui Suart Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 175042/UP/X tertanggal 31 Desember 1959. Kursus Theasuri Negara merupakan cikal bakal kelahiran Amademi Theasuri Negara (ATN) miliki STAN yang didirikan untuk mencetak profesional yang ahli di bidang keuangan negara dalam menjalankan tugas administrasi negara berdasarkan pada SK Menteri Keuangan Nomor 2815/UP/X tertanggal 7 April 1960.

Sejarah STAN selanjutnya berturut-turut didirikan Akademi Djabatan Adjun Akuntan (ADAA) pada 1960, Akademi Dinas Pemeriksaan Keuangan (ADPK) pada 1963 yang merupakan akademi di bawah naungan Badan Pemeriksa Keuangan dengan masa pendidikan selama lima tahun.

IIK, awal mula STAN merupakan integrasi dari beberapa pendidikan yang berada di lingkungan Departemen Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan yaitu Tinggi Keuangan Negara, Akademi Adjun Akuntan Negara, Akademi Adjun Akuntan Pajak, Amademi Theasuri Negara, dan Akademi Dinas Pemeriksaan Keuangan.

IIK memiliki empat jurusan (Akuntansi, Pajak Umum, Bea Cukai, dan Kebendaharaan Umum) dan berpusat di Jakarta dengan tiga cabang (Medan, Bandung, dan Surabaya). Dalam proses perkembangan selanjutnya, pimpinan departemen keuangan melakukan peninjauan kembali atas status IIK dan ahirnya membubarkan IIK.

Masih menurut sejarah STAN, pada masa berakhirnya IIK pada 1974, lahirlah Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan yang susunan organisasinya meliputi Sekretariat Bdan, Pusdiklat Kebendaharaan Umum, Pusdiklat Perpajakan, Pusdiklat Bea dan Cukai, Pusdiklat Pengawasan, Pusdiklat Ipeda dan Pegadaian, dan Pusdiklat Akuntansi Negara.

Pada 1975 barulah didirikan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Pendirian STAN berdasarkan pada Kepres Nomor: 45 Tahun 1974 jo. Kepres Nomor: 12 tahun 1967.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pertama kali berdiri tahun 1964, dan didirikan oleh Departemen Keuangan RI. Sebelumnya, di tahun 1952, Departemen Keuangan mendirikan pendidikan Ajun Akuntan Negara dan Ajun Akuntan Pajak. Kampus STAN pertama kali diresmikan pada tanggal 4 Agustus 1986. Dan sekolah ini ditetapkan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 12/PMK/1987 tanggal 18 Februari 1987.

Lulusan STAN dipersiapkan untuk bisa mengelola keuangan negara di berbagai instansi, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dirjen Pajak, Dirjen Bea dan Cukai, BAPEMAM, dan instansi lain di lingkungan Kementerian Keuangan. STAN adalah sekolah kedinasan dengan program pendidikan tingkat diploma (D-I, D-III, dan D-IV). Mahasiswanya digratiskan dari biaya pendidikan, mendapatkan pinjaman buku referensi, dan ditempatkan bekerja sebagai PNS di lingkungan Kementerian Keuangan. Mahasiswa STAN yang tidak mencapai Indeks Prestasi tertentu, akan di-DO.

STAN sekarang bertempat di Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Jakarta Selatan. Sebelumnya, kampus ini berlokasi di Jurangmangu Timur, Tangerang, Banten. Kampus ini dipakai tempat kuliah mahasiswa D-III dan D-IV dari semua spesialisasi kecuali program Bea Cukai yang ditempatkan di Pusdiklat BC Rawamangun, dan sebagian mahasiswa D-I Perpajakan.

Program studi di STAN

Pendidikan Program diploma Bidang Keuangan terdiri dari:

  • Program diploma 1 keuangan (D-I) Spesialisasi:
    1. Kepabeanan dan Cukai
  • Program diploma 3 keuangan (D-III) dengan gelar Ahli Madya, spesialisasi:
    1. Kebendaharaan Negara/Anggaran
    2. Administrasi Pajak
    3. Kepabeanan dan Cukai
    4. Penilai/Pajak Bumi dan Bangunan
    5. Akuntansi Pemerintah
    6. Pengurusan Piutang Lelang Negara (PPLN)
  • Program diploma IV keuangan [(D-IV)khusus] dengan gelar Sarjana Sains Terapan, spesialisasi Akuntansi

Selain program-program diatas ada juga:

  1. Program Pendidikan Asisten/Pembantu Akuntan
  2. Program Diploma III keuangan Kurikulum Khusus
  3. Program Diploma III Khusus

Lulusan pendidikan program diploma bidang keuangan bisa diusulkan untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil pada departemen keuangan atau istansi pemerintah lainnya. Pengangkatan itu juga dilakukan dalam pangkat/ golongan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Memang dari tahun ke tahun, peminat untuk kuliah di STAN selalu meningkat. Tes masuknya pun tergolong sulit karena meliputi Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Pengetahuan Umum. Anda atau keluarga Anda ingin masuk STAN? Selain belajar mata pelajaran pokok di atas, sangat disarankan untuk selalu memantau berita terbaru di media massa atau banyak-banyak membaca buku ensiklopedi, kalau ingin lolos.

STAN, Kampus Plat Merah Pencetak Orang Hebat

Di mata siswa SMU yang akan segera lulus, nama STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara) telah menempati posisi sebagai salah satu incaran perguruan tinggi yang akan dimasukinya. Sekolah berplat merah ini memang jauh lebih terkenal dibandingkan dengan perguruan tinggi milik pemerintah lainnya.

Siapa yang tidak kenal dengan Helmi Yahya (selebriti), Hadi Purnomo (Ketua Badan Pemeriksa Keuangan), Edwin Manansang (penyanyi), Wisnu Hadi (CEO Metro TV) merupakan contoh orang-orang hebat yang dilahirkan dari STAN. Mungkin Anda juga tidak asing dengan Gayus Tambunan, seorang tersangka korupsi penggelapan uang pajak dan perbuatannya telah sedikit menodai citra kampus itu.

Akan tetapi, sesuai dengan marsnya “Tak Mampu Badai, Tak jua Halilintar, Mengoyak Citra Kampus Kita”, noda seperti Gayus tidak akan bisa menggoyahkan STAN. Mahasiswa-mahasiswi yang diterima di STAN bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kepintaran yang luar biasa. Sehingga tidak salah apabila lulusan-lulusannya berhasil menempati posisi-posisi penting di berbagai perusahaan.

Menjadi mahasiswa STAN tentu banyak keuntungan. Selama masa pendidikan, mahasiswa STAN tidak dipungut biasa sedikitpun dan tidak diasramakan. Selain itu, masa depan lulusan sudah terjamin karena memakai sistem ikatan dinas dan tentunya tiket menjadi CPNS sudah di tangan dengan penempatan di instansi lingkungan departemen keuangan RI.

Tetapi, jangan senang dulu, STAN juga menganut sistem Drop Out bagi mahasiswanya yang tidak memenuhi persyaratan lulus mata kuliah setiap semesternya yaitu:

    • Telah menyelesaikan seluruh SKS yang dipersyaratkan.
    • Tidak memperoleh nilai D pada MKU (Mata Kuliah Umum) dan MKK (Mata Kuliah Keahlian), lebih dari 2 nilai D pada MKDK (Mata Kuliah Dasar Keahlian), atau nilai E pada semua mata kuliah.
  • Memperoleh IP minimal 2,40 pada akhir Semester Ganjil dan 2,75 pada akhir Semester Genap.

Nah, penentuan kelulusan STAN ini diatur dalam Keputusan Kepala Badan Diklat Keuangan No. KEP-2007/BP/2000 tanggal 28 Agustus 2000 tentang Ketentuan-ketentuan Pengelolaan/Penyelenggaraan Pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan di Lingkungan Departemen Keuangan.

STAN Kini

STAN, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan pendidikan tinggi yang berada di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Meskipun kuliah di STAN dan Prodip Keuangan sampai sekarang benar-benar bebas biaya dan semua lulusan akan secara langsung ditempatkan sebagai CPNS/PNS di Departemen Keuangan.

Lama pendidikan di STAN untuk Program Diploma 1 adalah 2 semester dan Diploma 3 adalah 6 semester. Selain program di atas, STAN juga menyelenggarakan beberapa program di bawah ini

    • Program Pendidikan Asisten/Pembantu Akuntan, dengan lama pendidikan 2 semester (peserta adalah pegawai lulusan pendidikan sekolah atau Diploma 1)
  • Spesialisasi Program Akuntansi Keuangan Diploma 4, lama pendidikan 4 semester (peserta pendidikan adalah pegawai lulusan Diploma 3 yang telah bekerja selama 2 tahun, kecuali lulusan terbaik yang lulus psikotes, berhak langsung ke Diploma 4).

Sistem Pendidikan STAN

Sistem pendidikan menganut pada sistem kredit yang valid, mata kuliah yang diambil setiap semester oleh mahasiswanya ditentukan sendiri oleh bagian akademik STAN.

STAN juga memberlakukan sistem drop out (DO). Droup Out berlaku jika mahasiswanya,

    • Memperoleh nilai D pada MKU (Mata Kuliah Umum) dan MKK (Mata Kuliah Keahlian), lebih dari 2 nilai D pada MKDK (Mata Kuliah Dasar Keahlian), atau nilai E pada semua mata kuliah. IP minimal 2,40 pada akhir Semester Ganjil dan 2,75 pada akhir Semester Genap.
    • Tidak menghadiri jam pelajaran efektif lebih dari 20% atau 4 kali per mata kuliah dalam satu semester, kecuali ada dari dokter rumah sakit.
  • Curang selama masa ujian (menyontek, bekerja sama, dan lain-lain).

Selain itu, STAN juga menerapkan aturan lain untuk kedisiplinan para mahasiswanya, antara lain

    • Setiap mahasiswa pria diwajibkan mengenakan kemeja lengan pendek/panjang motif polos warna biru muda, celana panjang abu-abu atau krem terang dan warna gelap yang dilengkapi dengan ikat pinggang.
    • Setiap mahasiswa wanita diwajibkan memakai pakaian wanita/blus lengan pendek/panjang motof polos warna biru muda, rok abu-abu atau krem dan warna gelap.
    • Setiap mahasiswa dilarang menggunakan pakaian ketat, seperti jeans, dan pakaian bermotif berwarna/batik, kotak-kotak atau bergaris.
    • Bagi siswa yang tidak mengikuti aturan atau pelanggaran disiplin dikenakan hukuman disiplin oleh lembaga untuk menghukumnya.
  • Selama pendidikan, siswa dibebaskan dari bayaran dan asrama tidak disediakan.

Speak Your Mind

*