Macbeth – Drama Tragedi Kekuasaan Karya Shakespear

Ilustrasi macbethWilliam Shakespeare merupakan lambang sebuah dunia sastra yang indah. Dia seorang penulis yang cukup banyak melahirkan karya-karya hebat dan melegenda. Salah satu yang juga cukup terkenal adalah Macbeth.

William Shakespear seolah ditakdirkan untuk menuliskan banyak lisan. Ia menulis apa saja, juga mereka apa saja. Imajinasinya liar, tidak terbatas oleh keadaan. Macbeth menjadi salah satu karyanya yang membuktikan hal tersebut.

Macbeth – Sisi Lain William Shakespear

Nama William Shakespear seperti sudah jaminan mutu sebuah karya. Lelaki yang lahir di Inggris pada 26 April 1564 ini identik dengan karya-karyanya yang romantis. Anda tentu ingat dengan bagaimana dramatisnya cerita cinta antara Romeo dan Juliet bukan? Ya, cerita yang melegenda itu merupakan bentuk pemikiran kreatif dari seorang Shakespear.

Dalam membuat sebuah karya, Shakespear seolah ingin menciptakan berbagai rasa. Bukan hanya perasaan sensitif dan sentimentil, galau karena cinta juga mendayu-dayu selalu. William Shakespear ternyata juga memiliki bakat untuk “merancang” sebuah cerita yang terasa menantang. Maka terciptalah Macbeth sebagai salah satu karya William Shakespear.

William Shakespear sepertinya ingin menghadirkan dirinya di dunia wanita maupun pria. Jika Romeo dan Juliet mengena di hati para wanita, berhasil membuat mereka menangis, dan ekspresi-ekspresi feminin lainnya, maka Macbeth tidak.

Macbeth sepertinya khusus diciptakan bagi para pria. terutama mereka yang memiliki ketertarikan lebih pada cerita-cerita penuh ketegangan. Mereka para pria yang sangat suka cerita tentang sebuah petualangan.

Entah apa yang menginspirasi William Shakespear ketika menulis cerita tentang Macbeth ini. Bisa jadi ketika menulis tentang Macbeth ini, William Shakespear terinspirasi oleh cerita-cerita tentang kerajaan yang saat itu berlaku di Inggris. Hal ini terlihat dari latar belakang cerita Macbeth itu sendiri.

Tentang Macbeth

Tragedi Macbeth (biasa disebut Macbeth) adalah sebuah drama yang ditulis William Shakespeare. Macbeth adalah tragedi terpendek yang dihasilkan Shakespeare dan diyakini ditulis pada suatu waktu di antara tahun 1603 dan 1607. Menurut catatan Simon Forman, drama ini pertama kali dipertunjukkan pada April 1611 dan dipublikasikan perdana dalam bentuk Folio di tahun 1623.

Sumber yang digunakan oleh Shakespeare untuk tragedi ini adalah cerita mengenai Raja Macbeth dari Skotlandia, Macduff, dan Duncan dalam Holinshed’s Chronicles (1587), yaitu sejarah Inggris, Skotlandia, dan Irlandia yang sangat dikenal oleh Shakespeare dan para pendahulunya. Meski demikian, kisah Machbeth yang ditulis Shakespeare tidak berkaitan dengan kejadian nyata dalam sejarah Bangsa Skotlandia tentang Machbeth yang merupakan bangsawan agung dan dikagumi.

Macbeth ini bercerita tentang pembunuhan seorang raja dan cerita yang terjadi setelahnya. Macbeth bercerita seputar kejahatan seorang jenderal yang mengkhianati rajanya. Ia berusaha membunuh raja karena ingin menguasai tampuk pemerintahan. Istri jenderal itu pun demikian, wanita itu berambisi untuk menjadi seorang ratu. Dan Macbeth adalah jenderal itu sendiri.

Menurut rumor-rumor yang menyebar di kalangan teater, beberapa memercayai bahwa drama Macbeth telah dikutuk dan mereka tidak berani menyebutkan judulnya dengan lantang. Untuk merujuk pada Macbeth, mereka menggunakan nama-nama seperti “drama Skotlandia itu”. Selama berabad-abad, drama ini telah menarik aktor-aktor hebat untuk memerankan Macbeth dan Lady Macbeth.

William Shakespear memiliki tangan yang dingin. Ketika membuat sesuatu, jarang karyanya yang gagal. Semua merujuk pada keberhasilan, begitu juga dengan Macbeth. Karya dari William Shakesear juga seringkali “diterjemahkan” dalam bentuk karya yang lain. Seperti teater.

Bernasib sama dengan cerita Romeo and Juliet, karya William Shakespear ini juga telah diadaptasi ke dalam bentuk film, drama televisi, opera, novel, komik, dan media-media lain. Macbeth hadir dalam berbagai media hiburan.

Tokoh dalam Macbeth

Lumrahnya sebuah cerita, Macbeth juga memiliki tokoh-tokoh yang berperan. Willaim Shakespear dengan apik menata dan memilih nama-nama fiktif yang akan ia tempatkan sebagai pemeran tokoh-tokoh dalam karyanya.

Tokoh-tokoh yang menghiasi drama Macbeth di antaranya adalah Duncan (Raja Skotlandia), Malcolm (anak sulung Duncan), Donalbain (anak bungsu Duncan), Macbeth (jenderal dalam pasukan Raja Duncan, awalnya Penguasa Daerah Glamis, kemudian Penguasa Daerah Cawdor, lalu menjadi Raja Skotlandia), Lady Macbeth (istri Macbeth, dan kemudian menjadi Ratu Skotlandia), Banquo (sahabat Macbeth dan jenderal dalam Pasukan Raja Duncan), Fleance (Anak Banquo), Macduff (Penguasa Daerah Fife), dan Lady Macduff (istri Macduff).

Dalam cerita Macbeth, nama tokoh tersebut pasti akan sangat mudah ditemui. Mereka hadir dengan berbagai karakter kuat yang pada akhirnya berpengaruh terhadap suksesnya jalan cerita Macbeth. Karakteristik tokoh-tokoh tersebutlah yang juga menjadi inspirasi pementasan Macbeth dalam versi teater.

Adegan-adegan dalam Macbeth

Macbeth ini merupakan sebuah cerita petualangan yang sudah barang tentu memiliki berbagai adegan yang menarik. Alurnya juga digambarkan dengan penuh ketegangan. Adegan-adegan tersebut tidak lain bertujuan untuk memberikan suasana tegang bagi pada penikmatnya.

Babak pertama dimulai dengan gemuruh petir dan kilat ketika Tiga Penyihir Wanita memutuskan bahwa pertemuan mereka yang berikutnya adalah dengan Macbeth. Adegan berikutnya menggambarkan seorang sersan yang terluka melaporkan kepada Raja Duncan dari Skotlandia bahwa jenderal-jenderalnya, Macbeth dan Banquo, berhasil mengalahkan pasukan sekutu Norwegia dan Irlandia yang dipimpin oleh Macdonwald Si Pengkhianat. Macbeth sebagai prajurit setia raja dipuji atas keberanian dan kecakapannya.

Kemudian diceritakan bahwa Macbeth dan Banquo bertemu Tiga Penyihir Wanita yang meramalkan bahwa Macbeth yang sedang menjadi Penguasa Daerah Glamis akan menjadi Penguasa Daerah Cawdor dan kemudian menjadi Raja Skotlandia. Banquo disebut akan menghasilkan garis keturunan raja-raja meskipun ia sendiri tidak akan menempati posisi tersebut. Tak lama kemudian, turun titah Raja Duncan yang menganugerahkan gelar Penguasa Daerah Cawdor kepada Macbeth. Dengan terpenuhinya ramalan pertama, Macbeth mulai berambisi menjadi raja.

Lady Macbeth mendesak suaminya untuk membunuh raja. Ketika Raja Duncan menginap di kastil mereka di Inverness, Macbeth membunuhnya dan menyalahkan pengawal raja sebagai pembunuh. Tidak semua orang memercayai perkataan Macbeth, di antaranya adalah Macduff, Penguasa Daerah Fife yang setia kepada Raja Duncan. Namun, ia tidak mengungkapkan kecurigaannya.

Macbeth pun kemudian bisa mengklaim tahta atas posisinya sebagai prajurit kepercayaan raja dengan mulus, karena kedua putra Raja Duncan, Malcolm dan Donalbain, bersembunyi ke Inggris dan Irlandia akibat takut dibunuh.

Setelah menjadi raja dan ratu, Macbeth dan istrinya tetap tidak damai. Macbeth mengkhawatirkan ramalan Tiga Penyihir Wanita mengenai Banquo yang diperkirakan akan menghasilkan keturunan raja-raja. Ia pun menyuruh pembunuh untuk menghabisi Banquo. Sementara, Lady Macbeth berjuang dengan rasa bersalahnya hingga mengalami gangguan mental.

Kekuasaan Macbeth yang tiran kemudian runtuh setelah Malcolm, putra Raja Duncan, dan Macduff memimpin pasukan untuk menggulingkannya. Malcolm pun menggantikan posisinya.

Kisah Macbeth sering dibandingkan dengan karya Shakespeare lain, yaitu Anthony and Cleopatra. Baik Anthony maupun Macbeth sama-sama mencari dunia baru, meski harus mengorbankan kehidupan yang lama. Dua-duanya memperjuangkan tahta dan menghadapi “hambatan” dalam mencapainya. Bagi Anthony, saingannya adalah Octavius, sementara Macbeth mengkhawatirkan Banquo. Mereka juga didampingi figur wanita yang kuat, yaitu Cleopatra dan Lady Macbeth.

Jika dilihat dari ceritanya, cerita Macbeth ini tidak begitu asing. Cerita sejenis juga akan sangat mudah ditemui. Cerita tentang seorang bawahan yang picik dan menggunakan berbagai cara untuk menggulingkan atasannya. Fenomena seperti ini ternyata sudah cukup lama ada dan dirasakan oleh masyarakat.

Speak Your Mind

*